• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN YANG DIREVISI

Pencabutan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PPSAK) yang diterbitkan oleh DSAK yang relevan untuk Bank adalah sebagai berikut:

a. PPSAK No. 6, “Pencabutan PSAK 21: Akuntansi Ekuitas, ISAK 1: Penentuan Harga Pasar Dividen, ISAK 2: Penyajian Modal dalam Neraca dan Piutang kepada Pemesan Saham, dan ISAK 3: Akuntansi Atas Pemberian Sumbangan atau Bantuan”.

b. PPSAK No. 11, “Pencabutan PSAK 39: Akuntansi Kerja Sama Operasi” 50. INFORMASI TAMBAHAN

a. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR)

CAR adalah rasio modal terhadap Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 3/21/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001, jumlah modal untuk risiko kredit terdiri dari modal inti dan modal pelengkap. Berdasarkan PBI No. 5/12/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003, yang diperbaharui dengan PBI No. 10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008, bank dengan kriteria tertentu harus memasukan risiko pasar dan risiko operasional dalam perhitungan CAR dengan memasukan komponen modal pelengkap tambahan.

161

a. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) (lanjutan)

CAR BRI (Entitas Induk) pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebesar 16,16% untuk CAR risiko kredit dan risiko operasional dan 16,00% untuk risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar 15,08% untuk CAR risiko kredit dan risiko operasional dan 14,96% untuk risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional yang dihitung sebagai berikut:

30 Juni 2012 31 Desember 2011 Modal Inti *) 46.439.615 38.215.079 Modal Pelengkap **) 3.607.063 3.600.909 Operasional 50.046.678 41.815.988 Spesifik 245.571.509 224.304.622 64.207.405 52.998.112 309.778.914 277.302.734 3.082.718 2.299.908 Risiko Pasar 312.861.632 279.602.642 16,16% 15,08% 16,00% 14,96% 8,00% 8,00%

Total Modal untuk Risiko Kredit, Risiko Pasar dan Risiko Modal

ATMR untuk Risiko Kredit setelah memperhitungkan Risiko

ATMR untuk Risiko Operasional ***)

Total ATMR untuk Risiko Kredit dan Risiko Operasional ATMR untuk Risiko Pasar

Total ATMR untuk Risiko Kredit, Risiko Operasional dan

CAR untuk Risiko Kredit dan Risiko Operasional***)

CAR untuk Risiko Kredit, Risiko Pasar dan Risiko Operasiona CAR Minimum

*) Disajikan dengan tidak memperhitungkan dampak aset pajak tangguhan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 3/21/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001

**) Disajikan setelah dikurangi amortisasi atas obligasi subordinasi selama jangka waktu obligasi subordinasi tersebut sesuai dengan Surat Bank Indonesia No. 12/18/DPB1/TPB1-3 tanggal 11 Februari 2010

***) Risiko operasional baru diperhitungkan pada tahun 2010 sesuai dengan SE BI No. 11/3/DPNP tanggal 27 Januari 2009

b. Rasio Kredit Non-Performing (NPL)

Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, rasio NPL BRI termasuk piutang dan pembiayaan syariah adalah sebagai berikut:

1. Konsolidasian

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Rasio NPL - kotor 2,35% 2,49%

Rasio NPL - neto 0,44% 0,51%

2. BRI (Entitas Induk)

30 Juni 2012 31 Desember 2011

Rasio NPL - kotor 2,38% 2,30%

Rasio NPL - neto 0,55% 0,42%

Rasio NPL-bersih dihitung berdasarkan NPL setelah dikurangi penyisihan kerugian minimum sesuai dengan peraturan Bank Indonesia dibagi dengan jumlah kredit yang diberikan.

c. Kegiatan Penitipan Harta dan Agen Penjual

BRI melakukan kegiatan jasa penitipan harta sejak tahun 1996 berdasarkan izin operasi melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam No. 91/PM/1996 tanggal 11 April 1996 dan telah ditunjuk sebagai Sub Registry dalam melaksanakan transaksi Obligasi Pemerintah dan penatakerjaan SBI Scripless oleh Bank Indonesia.

162 50. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan)

c. Kegiatan Penitipan Harta dan Agen Penjual (lanjutan)

Jasa penitipan harta ini merupakan bagian dari kegiatan Divisi Treasury yang meliputi jasa-jasa sebagai berikut:

1. Jasa penyimpanan (safe keeping services) dan Portfolio Valuation. 2. Jasa penyelesaian transaksi (settlement handling).

3. Jasa penagihan penghasilan (income collection), termasuk pembayaran pajaknya. 4. Jasa corporate action dan proxy services.

5. Jasa informasi dan pelaporan (reporting services) termasuk informasi melalui Web. 6. Jasa Custody Unit Link dan DPLK.

7. Jasa Brokerage Online saham BBRI.

BRI memiliki 65 dan 81 nasabah masing-masing pada tanggal 30 Juni 2012 dan 2011, terutama adalah dana pensiun, lembaga pembiayaan, perusahaan sekuritas, perusahaan asuransi, reksa dana dan perusahaan lainnya.

Jumlah pendatan jasa penitipan harta adalah sebesar Rp8.081 juta dan Rp7.049 juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2012 dan 2011

Untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah, saat ini Kustodian BRI telah menyediakan sistem informasi yang dapat diakses melalui Web ”Customer Information E-access” guna memudahkan nasabah mengetahui portofolio.

d. Kegiatan Wali Amanat

BRI melakukan kegiatan jasa wali amanat sejak tahun 1990. Izin operasi BRI sebagai wali amanat telah diberikan oleh Menteri Keuangan dengan Surat Keputusan No. 1554/KMK.013/1990 tanggal 6 Desember 1990 dan telah terdaftar di Bapepam sesuai Surat Tanda Terdaftar Sebagai Wali Amanat No. 08/STTD-WA/PM/1996 tanggal 11 Juni 1996.

Jasa wali amanat ini merupakan bagian dari kegiatan Divisi Treasury yang meliputi jasa-jasa sebagai berikut: 1. Wali amanat

2. Agen jaminan 3. Agen Pembayaran

BRI memiliki 12 dan 13 nasabah masing-masing pada tanggal-tanggal 30 Juni 2012 dan 2011. Jumlah obligasi yang diwaliamanati oleh BRI adalah sebesar Rp37.296.071 juta dan Rp26.276.818 juta masing-masing pada tanggal-tanggal 30 Juni 2012 dan 2011.

Jumlah pendapatan dan fee jasa wali amanat dan jasa lain yang terkait dengan wali amanat (agen pembayaran) adalah sebesar Rp2.090 juta dan Rp2.207 juta masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2012 dan 2011.

Selain itu BRI juga melaksanakan aktivitas sebagai Agen Penjual. Jumlah pendapatan sebagai Agen Penjual adalah sebesar Rp317 juta dan Rp434 juta masing-masing untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2012 dan 2011.

163

Berikut ini adalah rekonsiliasi faktor-faktor penentu perhitungan laba per saham dasar dan dillusian pada tanggal-tanggal 30 Juni 2012 dan 2011.

Laba Bersih

Rata-rata Tertimbang Saham Biasa

yang Beredar

Laba Per Saham (Rupiah penuh) 8.700.082 23.982.840.850 362,76 Kepemilikan Saham MSOP I - 147.250.242 - MSOP II - 63.533.824 - MSOP III - 16.797.811 - 8.700.082 24.210.422.727 359,35 Laba Bersih Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar

Laba Per Saham (Rupiah penuh) 6.785.334 23.982.840.850 282,92 Kepemilikan Saham MSOP I - 144.225.950 - MSOP II - 60.777.687 - MSOP III - 16.797.811 - 6.785.334 24.204.642.298 280,33 30 Juni 2012 30 Juni 2011

Laba bersih per lembar saham dilusian Laba bersih per lembar saham dasar Ditambah:

Asumsi penerbitan saham dari Program Opsi

Laba bersih per lembar saham dilusian

Laba bersih per lembar saham dasar Ditambah: