• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEROLEHAN DAN PELEPASAN PERUSAHAAN DAERAH DAN UNIT OPERASI LAINNYA

46. Arus kas yang berasal dari perolehan dan pelepasan perusahaan daerah harus disajikan secara terpisah dalam aktivitas pembiayaan.

4 7. Entitas pelaporan mengungkapkan seluruh perolehan dan pelepasan perusahaan daerah dan unit operasi lainnya selama satu periode. Hal-hal yang diungkapkan adalah:

a) Jumlah harga pembelian atau pelepasan;

b) Bagian dari harga pembelian atau pelepasan yang dibayarkan dengan kas dan setara kas;

c) Jumlah kas dan setara kas pada perusahaan daerah dan unit operasi lainnya yang diperoleh atau dilepas; dan

d) Jumlah aset dan utang selain kas dan setara kas yang diakui oleh perusahaan daerah dan unit operasi lainnya yang diperoleh atau dilepas.

48. Penyajian terpisah arus kas dari perusahaan daerah dan unit operasi lainnya sebagai suatu perkiraan tersendiri akan membantu untuk membedakan arus kas tersebut dari arus kas yang berasal dari aktivitas operasi, investasi aset nonkeuangan, pembiayaan, dan nonanggaran.

9

Arus kas masuk dari pelepasan tersebut tidak dikurangkan dengan perolehan investasi lainnya.

49. Aset dan utang selain kas dan setara kas dari perusahaan daerah dan unit operasi lainnya yang diperoleh atau dilepaskan perlu diungkapkan hanya jika transaksi terse but telah diakui sebelumnya sebagai aset atau utang oleh perusahaan daerah.

TRANSAKSI BUKAN KAS

50. Transaksi investasi dan pembiayaan yang tidak mengakibatkan penerimaan atau pengeluaran kas dan setara kas tidak dilaporkan dalam Laporan Arus Kas. Transaksi tersebut harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

51. Pengecualian transaksi bukan kas dari Laporan Arus Kas konsisten dengan tujuan laporan arus kas karena transaksi bukan kas tersebut tidak mempengaruhi kas periode yang bersangkutan. Contoh transaksi bukan kas yang tidak mempengaruhi laporan arus kas adalah perolehan aset melalui pertukaran atau hibah.

KOMPONEN KAS DAN SETARA KAS

52. Entitas pelaporan mengungkapkan komponen kas dan setara kas dalam Laporan Arus Kas yang jumlahnya sama dengan pos terkait di Neraca.

PENGUNGKAPAN LAINNYA.

53. Entitas pelaporan mengungkapkan jumlah saldo kas dan setara kas yang signifikan yang tidak boleh digunakan oleh entitas. Hal ini dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

54. Informasi tambahan yang terkait dengan arus kas berguna bagi pengguna laporan dalam memahami posisi keuangan dan likuiditas suatu entitas pelaporan.

fBUPATIAC HBARATDAYA;.

JU FRI

NO

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya Laporan Arus Kas

Untuk Tahun Anggaran yang Berakhir 31 Desember 20Xl dan 20XO

URAIAN 20Xl

Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas Masuk

Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah

Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

Lain-lain PAD yang sah Dana Bagi Hasil Pajak

Dana Bagi Hasil Sumber Alam Dana Alokasi Umum

Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian

Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya Pendapatan Hibah

Bagi Hasil Pendapatan Lainnya

Jumlah Arus Kas Keluar (19 s/d 28)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (17-29) Arus Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan

Arus Kas Masuk

Pendapatan Penjualan Tanah

Pendapatan Penjualan Peralatan dan Mesin Pendapatan Penjualan Gedung dan Bangunan Pendapatan penjualan Jalan, Irigasi dan Jaringan Pendapatan Penjualan Aset Tetap Lainnya

Pendapatan Peniualan Aset Lainnya Jumlah Arus Kas Masuk (33 s/ d 38) Arus Kas Keluar

Belanja Tanah

Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya

20XO

11

46 Belanja Aset Lainnya

47 Jumlah Arus Kas Keluar (41 s/d 46)

Arus Kas Bersih dari Investasi Aset Non

48 Keuangan (39-47)

49 Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan 50 Arus Kas Masuk

51 Pencairan dana Cadangan

52 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 53 Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah Pusat

54 Pinjaman Dalam Negeri - pemerintah Daerah Lainnya 55 Pinjaman Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Bank 56 Pinjaman Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Non Bank 57 Pinjaman Dalam Negeri - Lainnya

58 Penerimaan kembali Pinjaman Perusahaan Daerah 59 Penerimaan kembali Pinjaman Perusahaan Negara 60 Jumlah Arus Kas Masuk (51 s/d 59)

61 Arus Kas Keluar

62 Pembentukan Dana Cadangan

63 Penyertaan Modal Pemerintah Daerah

Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah

64 Pu sat

Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - pemerintah 65 Daerah Lainnya

Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Lembaga

66 Keuangan Bank

Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Lembaga 6 7 Keuangan Non Bank

68 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Lainnya 69 Pemberian Pinjaman kepada Perusahaan Negara 70 Pemberian Pinjaman kepada Perusahaan Daerah 71 Jumlah Arus Kas Keluar (62 s/d 70)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan

72 (60-72)

73 Arus Kas dari Aktivitas Transitoris 7 4 Arus Kas Masuk

7 5 Penerimaan PFK

76 Jumlah Arus Kas Masuk

77 Arus Kas Keluar 78 Pengeluaran PFK

79 Jumlah Arus Kas Keluar

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Transitoris

(76-80 79)

81 Kenaikan /Penurunan Kas (30+48+72+80)

82 Saldo Awai Kas di BUD, BLUD, dan Kas di Bendahara Pengeluaran Saldo Akhir Kas di BUD, BLUD, dan Kas di Bendahara 83 Pengeluaran (81+82)

Saldo Kas di neraca terdiri dari : 84 Kas di Kas Daerah

85 Kas di Bendahara Pengeluaran 86 Kas di Bendahara Penerimaan 87 Kas BLUD

Jumlah Saldo Kas di Neraca (84 s/d 87)

DAFTAR ISi LAMPIRAN VII

KEBIJAKAN AKUNTANSI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PENDAHULUAN ... . Tujuan ... . Ruang Lingkup ... . DEFINISI. ... . KETENTUAN UMUM ... . STRUKTUR DAN 181. ... . Penyajian Informasi Umum tentang Entitas Pelaporan clan

Entitas Akuntansi. ... . Penyajian Informasi tentang Kebijakan Fiskal/Keuangan, ekonomi Makro, Pencapaian Target Qanun tentang APBK, Berikut

Kendala dan Hambatan dalam Pencapaian Target ... . Penyajian Ikhtisar Pencapaian Target Keuangan Selama Tahun Pelaporan ... . Dasar Penyajian Laporan Keuangan clan Pengungkapan

Kebijakan Akuntansi Keuangan ... . Asumsi Dasar Akuntansi. ... . kebijakan Akuntansi. ... . Pengungkapan kebijakan Akuntansi. ... . Penyajian Rincian dan Penjelasan Masing-masing Pos yang

clisajikan Pacla Lem bar Muka Laporan Keuangan ... . Pengungkapan-pengungkapan Lainnya ... . Susunan ... .

PARAGRAF 1-4 2-4 3-4 5 6-9 10 - 57 15 - 16

17 - 23 24 - 26 27 28 - 32 33 - 34 35 - 42 43 - 49 53 - 55 56 - 57

PENDAHULUAN Tujuan

LAMPIRAN VII : PERATURAN BUPATI ACEH BARAT DAYA NOMOR 24 TAHUN 2014

TANGGAL 28 OKTOBER 2014 M.