• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Perpindahan Panas

2.1.2 Perpindahan Kalor konveksi

Konveksi adalah perpindahan kalor yang terjadi antara permukaan benda padat dengan fluida yang bergerak di mana diantara keduanya terdapat perbedaan

temperatur. Persamaan laju perpindahan kalor secara konveksi yang telah dianjurkan oleh Newton adalah sebagai berikut :

q = hc . A . ( tf – ts ) dengan catatan tf 〉 ts ...3 )

Dimana :

hc : Koefisien Konveksi ( W / m2 K ) tf : Temperatur fluida ( K )

ts : Temperatur permukaan ( K ) A : Luas permukaan ( m2 )

Untuk nilai ho udara pada konveksi bebas ( Free Convection ) dapat dicari dari persamaan rumus pada free convection yang akan dijelaskan pada Bab IV.

Hal ini berdasarkan pada literatur yang didapat yaitu buku perpindahan kalor J.P Hofman terbitan Erlangga.

3) Frank PI Dewitt, Third Edition, Fundamentals of Heat and mass transfer, New york, Hal . 313& P

12

Table typical value of the convection heat transfer coefficient...4 )

Process h ( W / m2 K )

Free Convection

Gases 2 – 25

Liquid 50 - 1000

Forced convection

Gases 25 - 250

Liquid 50 - 20000

Convection with phase change

Boiling or condensation 2500 - 100000

Sedangkan untuk h1 akan mengikuti keadaan steady state pada perpindahan panas yang terjadi, di mana batas – batasnya adalah di dalam konveksi paksa ( forced convection : 25 – 250 W / m2 K )

4) Frank PI & P Dewitt, Third Edition, Fundamentals of Heat and mass Transfer , New york, Hal. 9

13

Maka besarnya laju perpindahan kalor :

T1 - To

14

Karena analisa perpindahan panas yang terjadi diasumsikan steady state maka :

qi = qa = qb = qc = qo = q ...5)

Dari kelima persamaan di atas akan didapat hasil persamaan sebagai berikut :

5) Ir. M.J. Djokosetyardjo, edisi II, ketel uap, Jakarta, P.T Pradnya Paramita, hal. 31

6) Ibid

15

Dimana :

qi = Panas yang dirambatkan pada dinding lapisan bagian dalam

qA = Panas yang dirambatkan pada lapisan SS 400 qB = Panas yang dirambatkan pada lapisan glasswool qC = Panas yang dirambatkan pada lapisan plat SS 400 qo = Panas yang dirambakan pada lapisan bagian luar T = Temperatur ( K )

A = Luas penampang ( m2 ) X = Tebal lapisan ( m )

h = Koefisien konveksi ( W / m2K ) k = Koefisien konduksi ( W / m2K ) Untuk q dinyatakan dalam

Js atau Watt

Kuantitas Kalor

Jika suatu benda dikenakan suatu proses pemanasan , maka benda tersebut akan menyerap panas tersebut. Besarnya kalor yang diserap dicari dengan dengan rummus :

q = m . Δh Δh = cp . Δ T

16

Cp = Panas spesifik pada tekanan konstan ⎟

⎠⎞

2.3. Kuantitas Steam

Untuk menghitung besar dari kebutuhan steam dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

q =ms.hfg ...8)

7) Bueche. J Frederick, Edisi Kedelapan, Fisika, Erlangga, Jakarta, 1996, Hal 149

8) Lampiran, www.efunda.com

17

hfg = Nilai enthalpy spesifik ⎜⎝⎛ ⎟⎠⎞ Jkg

2.4 Valve

Dalam setiap instalasi perpipaan, valve digunakan untuk mengatur jalannya fluida yang mengalir. Ada beberapa jenis valve antara lain :

2.4.1 Ball valve / Gate valve

Ball valve biasa digunakan untuk mengatur masuk dan keluar dari fluida yang mengalir pada pipa. Jenis ini dijalankan dengan

memutar secara manual handle yang ada pada valve.

2.4.2 Steam trap

Valve ini dipakai untuk memisahkan steam dari steam yang terkondensasi, udara yang bercampur dengan steam, material gas yang tidak bisa terkondensasi seperti CO2.

18

2.4.3 Check valve

Valve ini digunakan untuk mengatur laju fluida sesuai arah yang diinginkan sehingga tidak terjadi laju fluida balik.

19

2.4.4 Control valve

Control valve digunakan untuk mengatur besar tekanan fluida yang masuk atau keluar.

2.4.5 Strainer

Valve ini digunakan untuk memisahkan fuida yang mengalir dari kotoran – kotoran yang terbawa.

20

2.4.6 Pressure gauge

Pressure gauge digunakan untuk mengetahui besar tekanan fluida yang mengalir dalam pipa.

21

BAB III

MESIN OVEN BASAH ( AUTOCLAVE )

3.1. Gambaran umum

Keterangan :

1. Oven ( Retort / Autoclave ) 2. Truck up - down

01

05

02

04

03

22

3. Truck mandrel A 4. Truck mandrel B 5. Instalasi perpipaan

3.2. Proses Kerja Mesin

Secara garis besar proses memasak dengan mesin oven ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Pintu oven yang digerakkan dengan sistem hidrolik dibuka.

2. Truck UP – DOWN dinaikkan.

3. Truck mandrel A yang sudah memuat produk dimasukkan ke dalam oven.

4. Truck UP – DOWN diturunkan selanjutnya pintu oven Ditutup.

5. Proses memasak ( ± 25 menit )

6. Proses masak selesai pintu oven dibuka selanjutnya TRUCK UP – DOWN dinaikkan.

7. Truck mandrel A dikeluarkan.

8. Truck mandrel B dimasukkan ke dalam Oven dan seterusnya.

9. Selama proses memasak operator melakukan bongkar pasang produk yang sudah masak dan yang akan di masak.

23

3.3. Bagian – bagian Autoclave dan Fungsinya

Sebagian besar bagian – bagian dari satu set mesin ini dibagi dalam 4 bagian, yaitu:

3.3.1. Instalasi Perpipaan

Bagian ini berfungsi untuk mengatur dan menyuplai steam dari main pipe atau dari sumber steam yaitu Boiler. Untuk mengetahui sistem kerja instalasi perpipaan yang ada di mesin oven basah ini dapat dilihat dalam gambar instalasi berikut :

24

25

Dalam instalasi di atas dibagi dalam 5 proses, yaitu : 3.3.1.1. Proses Vent

Proses ini berlangsung saat pertama kali yang fungsinya untuk membuang sisa Steam yang ada di oven ( retort / Autoclave ). Proses vent

berlangsung selama ± 90 detik. Gambar berikut adalah instalasi pipa pada proses Vent, yaitu:

3.3.1.2. Proses Steam in

Proses ini adalah proses memasak loading ± 19 menit. Berikut instalasinya :

Steam out

From Oven

26

PS P1

P1 P1

3.3.1.3.Proses Seal In

Proses ini berfungsi untuk memasukkan steam kedalam seal pintu yang berfungsi menekan seal pintu agar tidak terjadi kebocoran pada pintu.

Berikut gambar instalasinya:

To Oven Steam

in

Steam in

27

P1

3.3.1.4 Proses Drain

Proses drain adalah proses buang steam setelah proses masak selesai.

Proses ini berlangsung ± 4.5 menit. Berikut gambar instalasinya:

Steam in

To Oven

From Oven Steam

out

Steam out

28

3.3.1.5 Proses Seal out

Proses seal out berfungsi membuang steam yang menekan seal pintu agar pintu bisa dibuka. Proses ini berlangsung berbarengan dengan proses drain.

Berikut gambar instalasinya:

3.3.2. Retort

Retort adalah bagian utama dari Mesin Oven ini. Didalam bagian ini produk dimasak. Adapun spesifikasinya adalah:

- Panjang : 4000 mm - Diameter dalam : 1500 mm - Tebal dinding : 15 mm Steam

out

From Oven

29

- Isolasi dinding : Glasswool - Tebal Isolasi dinding : 50 mm - Material Isolasi : SS 400 - Material dinding : SS 400 Berikut gambar dari retort :

30

3.3.3. Truck Up – Down

Bagian ini berfungsi sebagai track untuk membawa lorry mandrel yang berisi produk. Truck ini bergerak naik – turun yang digerakkan dengan sistem hidrolik. Adapun spesifikasinya adalah:

Panjang : 4500 mm Lebar : 1200 mm Tinggi : 200 mm

Material : UNP 75, Plat 10mm

Silinder Hidrolik : Φ 80 Stroke 300 mm ( 2 Pcs )

3.3.4. Lorry Mandrel A dan B

Lorry ini berfungsi untuk memuat produk yang akan di masak. Lorry ini di masukkan ke dalam retort melalui truck up – down secara bergantian.

Adapun spesifikasinya adalah : Panjang : 3500 mm

Lebar : 1200 mm

Tinggi : 800 mm

Material : UNP 75, Preporate plat 10 mm, Siku Stainless

SUS 304.

Roda : Φ 120 mm ( 8 Pcs )

31

3.4. Macam – macam Pattern yang ada pada Mesin Autoclave

Pada mesin Autoclave ini pada dasarnya terbagi dalam dua patern yang dibedakan untuk kegunaan masing – masing. Patten – pattern ini didapat dari Standard Operation Procedure ( SOP ) yang ditetapkan di PT. IRC Inoac Indonesia. Adapun patern-patern tersebut adalah:

3.4.1. Pattern 1

Pattern ini disebut juga pattern pemanasan, di mana sesuai namanya digunakan untuk memanaskan Autoclave sebelum dimulai proses produksi. Pada Pattern ini Autoclave bekerja tanpa loading ( material produk ) dan berlangsung selama 15 menit. Dalam patern ini retort dan truck dipanaskan dengan tujuan menjaga suhu retort dan truck pada suhu 1000C sampai 1100C saat akan mulai memasak produk. Berikut gambar grafik hubungan antara suhu dan waktu pada Pattern 1.

0 2 4 6 8 10

0 5 10 15

w aktu ( m enit )

tekanan ( bar )

32

3.4.2. Pattern 2

Pada pattern inilah proses masak produk dilaksanakan dimana proses ini berlangsung selama 35 menit. Perbedaan mendasar pattern 1 dari pattern 2 selain waktu juga suhu mulai masak dimana suhu mulai masak tidak dari 00 C tetapi dari suhu 1000C sehingga waktu masak jadi lebih efisien. Untuk melihat lebih jelas proses pada pattern 2 dapat dilihat pada grafik berikut:

0 2 4 6 8 10

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Waktu ( menit )

Tekanan ( bar )

33

BAB IV

ANALISA KEBUTUHAN STEAM

Sesuai dengan batasan masalah di Bab Pendahuluan maka yang akan di analisa adalah kebutuhan steam Autoclave ( Oven ) dalam satu kali masak yang berlangsung selama 25 menit dengan tekanan 6 bar . Adapun hal – hal yang harus diperhitungkan dalam menganalisa kebutuhan steam tersebut adalah:

1. Perhitungan Beban Kalor Autoclave ( Oven ).

2. Perhitungan Beban Kalor Produk.

3. Perhitungan Beban Kalor Mandrel.

4. Perhitungan Beban Kalor Truck.

5. Perhitungan Kebutuhan Steam total

Selanjutnya akan dibahas hal – hal tersebut di atas dengan menggunakan dasar – dasar teori yang ada, yaitu:

4.1. Perhitungan Beban Kalor Autoclave ( Oven )

Untuk menghitung beban kalor yang dibutuhkan oleh Autoclave diperkirakan memerlukan waktu dari 0 – 30 menit. maka digunakan rumus gabungan konveksi dan konduksi, yaitu:

34

Maka besarnya laju perpindahan kalor :

35

Karena perpindahan panas yang terjadi diasumsikan steady state, maka : qhi = qss = qgw = qpt = qho = q

Adapun data – data yang diperlukan antara lain:

k glasswool = 0,050

Untuk dinding Autoclave adalah silinder horisontal : Asumsi steady state,

Tebal SS 400 : 0,015 m Tebal glasswool : 0,05 m Tebal plat : 0,003 m

Luas permukaan dinding : ( 3,14 x 1,53 x 4 ) m2 + 2 ( 0,785 x 1,532 ) m2 : 19,2168 m2 + 3,675 m2

: 22,8918 m 2 Untuk mendapatkan nilai ho didapat dari:

Tf =

8) Daftar Lampiran

36 karena kondisi steady state, maka:

9) Holman, JP , Perpindahan kalor, hal.307

37

38

K m hi =326,3134562W 2

Jadi, Koefisien konveksi pada dinding bagian dalam hi = 326,31

K m

W 2 maka

perpindahan panas pada oven yang berbentuk silinder horisontal adalah:

T

Jadi, perpindahan panas pada oven sebesar 2,99 kW

4.2. Perhitungan Beban Kalor Produk

Dalam hal ini produk yang dimasak adalah Radiator hose di mana material mentahnya adalah karet ( rubber ). Untuk menghitung beban kalor produk diperkirakan dimulai dari 0 – 30 menit sehingga di gunakan rumus sebagai

berikut :

10) Daftar lampiran

39

T2 = Temperatur akhir produk ( 160 0C ) T1 = Temperatur awal produk ( 35 0C ) t = Waktu masak ( 30 menit )

Jadi, beban kalor untuk memasak produk karet tersebut adalah sebagai berikut :

Dengan demikian kebutuhan kalor untuk memanaskan produk tersebut adalah sebesar 15,35 kW.

4.3. Perhitungan Beban Kalor Mandrel

Untuk mandrel yang digunakan dalam proses masak produk terbuat dari bahan Aluminium, sehingga untuk menghitung beban kalor yang terjadi dihitung dengan rumus:

40

Jadi, beban untuk pemanasan mandrel adalah:

s

Jadi , besar energi yang dibutuhkan untuk memanaskan mandrel adalah sebesar 4,76 kW.

4.4. Perhitungan Beban Kalor Truck

Seperti telah dijelaskan dalam bab sebelumnya bahwa truck berfungsi untuk mengangkut produk yang akan dimasak. Dalam hal ini truck dipakai sebagai

11) Daftar Lampiran

41

tempat dudukan mandrel dan produk. Untuk truck ini material yang akan digunakan adalah SS 400, sehingga untuk menghitung beban kalor akibat pamanasan pada truck digunakan rumus:

t

Jadi, beban pemanasan untuk memanaskan truck adalah sebagai berikut :

s

12) Daftar Lampiran

42

Dengan demikian beban pemanasan kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan truck tersebut adalah 9,854 kW.

4.5. Perhitungan Kebutuhan Steam Total

Untuk menghitung kebutuhan steam total diperlukan data – data dari kebutuhan kalor total yang dipakai untuk memasak produk. Dalam hal ini kebutuhan kalor total didapat dari penjumlahan kebutuhan kalor retort ( oven ), Kebutuhan kalor produk, Kebutuhan kalor mandrel , dan Kebutuhan kalor truck.

Sehingga Kebutuhan kalor total dapat dirumuskan sebagai berikut:

truck

Sehingga untuk mencari jumlah kebutuhan steam dalam satu kali masak didapat dengan rumus:

Qtotal =ms.hfg Dimana:

Qtotal = Jumlah kebutuhan kalor total = 32,954 kW

ms = Jumlah Kebutuhan steam ( kg/h )

hfg = Enthalpy spesifik dari steam = 2,083 kJ/kg ...13)

13) Daftar Lampiran

43

Dari hasil di atas maka didapat kesimpulan bahwa besar kebutuhan steam untuk satu kali masak produk adalah 15,82

s

kg atau 56952 h

kg . Sehingga dari

data ini dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan steam dalam 1 hari dengan catatan 1 hari terbagi dalam 3 shift dan 1 shift dapat memasak 7 kali, yaitu sebesar:

44

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil Analisa yang telah dilakukan, didapat kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut:

Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa diambil dari penulisan tugas akhir ini adalah:

Spesifikasi Autoclave

Jenis Autoclave : Oven basah

Panjang : 4000 ( mm )

Diameter dalam : Φ 1500 ( mm ) Tebal dinding : 15 ( mm ) Material dinding : SS 400 Tebal isolasi : 50 ( mm ) Material isolasi : Glasswool Patern yang ada : 2 jenis Sistem Control : Automatic Tekanan kerja : 5 – 6 bar

45

Spesifikasi Lorry masak

Panjang : 3500 mm Lebar : 1200 mm

Tinggi : 800 mm

Material : UNP 75, Preporate plat 10 mm, Siku Stainless SUS 304.

Roda : Φ 120 mm ( 8 Pcs )

Kapasitas Produk : 110 kg

Spesifikasi Produk

Material : Rubber jenis EPDM ρ : 1506 kg / m3

k

: 0.14 W. m-1.K-1

Proses kerja dalam instalasi perpipaan

Proses kerja instalasi perpipaan pada Autoclave ini terbagi dalam 56 proses yaitu :

1. Proses Vent 2. Proses Seal In 3. Proses Steam In 4. Proses Drain 5. Proses Seal Out

46

Besar Kebutuhan Steam

Besar kebutuhan steam dalam satu kali masak produk adalah sebesar:

s ms =15,82kg

h ms=56952kg

Besar Kebutuhan steam dalam 1 hari yang terbagi dalam 3 shift, 1 shift dapat memasak produk sebanyak 7 kali, maka :

15,82 3 7( )

Adapun saran – saran yang bisa penulis ungkapkan dalam penulisan Tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Adanya otomasisasi dalam proses kerja operator dalam hal menarik dan mendorong lorry ke dalam oven

2. Adanya kontrol terhadap hasil data grafis proses masak.

3. Adanya Autonomous Maintenance terhadap lorry tarik mandrel dan oven seperti : Kebersihan, pelumasan roda, visual kontrol.

4. Penyederhanaan instalasi perpipaan karena terlalu memakan banyak tempat

5. Mengurangi material pembuatan lorry tarik mandrel untuk mempercepat proses masak.

47

6. Adanya Pipa blowdown sendiri untuk satu mesin ini agar proses blowdown tidak banyak memakan waktu yang sekarang ± 5 menit.

7. Pemasangan flow meter untuk pipa masuk instalasi oven sehingga debit steam masuk ke oven dapat diketahui.

Dokumen terkait