BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis
1. Persaingan Bisnis Dengan Branding Di UMKM Legendaris
NO NAMA JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN Keputusan
Pembelian Busana Muslim Di Toko Annur
Sungai Kambang Telanaipura
Jambi 9. Fini Nur
Aulidia Diniaru
m (2019)
Startegi Branding PT.
Berkah Catering Nusantara Di
Sidoarjo
Metode penelitian dan
sama-sama membahas tentang branding
Fokus penelitian Lokasi penelitian
10. Rima Ayuning
Tias Palupi (2019)
Analisis Strategi Diversifiksi Varian Rasa Produk Dalam
Upaya Meningkatkan
Volume Penjualan
Metode penelitian dan
sama-sama membahas
tentang diversifikasi
Lokasi penelitian Fokus penelitian
Sumber: Skripsi dan Jurnal, (data diolah)
Beberapa uraian penelitian terdahulu di atas, dapat disimpulkan bahwa rata-rata para pelaku usaha menerapkan branding dan diversifikasi dalam menjalankan bisnisnya. Baik untuk menghadapi persaingan bisnis, meningkatkan volume penjualan, meningkatkan kepekercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan dan mengembangkan usahanya.
27
keuntungan, atau juga dapat diartikan sebagai kegiatan untuk menyediakan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan masyarakat secara luas, serta untuk kelancaran sistem perekonomian. Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktivitas dan institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan oleh individu dan organisasi untuk menciptakan nilai melalui penciptaan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.28
b. Fungsi Bisnis
Dalam menjalankan suatu bisnis diperlukan dukungan material, man power,money, management, dan method. Adapun fungsi bisnis dapat dikelompokkan ke dalam tiga fungsi dasar, yaitu untuk dapat menyediakan barang dan jasa bagi kebutuhan masyarakat, maka diperlukan terlebih dahulu bahan mentahnya, kemudian diproses menjadi hasil produksi. Jadi, adapun fungsi bisnis yaitu:29
1) Acquiring raw materials (tersediannya bahan mentah)
2) Manufacturing raw materials into products (merubah bahan baku menjadi produk)
3) Distributing products to consumers (menyalurkan produk ke konsumen).
28 Hadion Wijoyo, Pengantar Bisnis et. al. (Sumatera Barat: Insan Cendekia Mandiri, 2021), 1.
29 Aldila Septiana, Pengantar Bisnis Dan Manajemen (Pamekasan: Duta Media Publishing, 2016), 24.
c. Jenis Bisnis
Perkembangan zaman yang semakin canggih, menyebabkan semakin berkembangnya berbagai jenis bisnis. Adapun beberapa jenis bisnis, yaitu:30
1) Usaha perdagangan. Contoh: agen, ekspor dan impor, sektor informal.
2) Usaha pertanian. Contoh: perkebunan, peternakan, perikanan darat atau laut.
3) Usaha industri. Contoh: industri makanan atau minuman, pertambangan, kerajinan, konveksi dan lainya.
4) Usaha jasa. Contoh: jasa konsultan, jasa konstruksi, jasa transportasi, jasa telkomunikasi, jasa pendidikan dan lain-lain.
d. Tujuan Bisnis
Tujuan didirikannya bisnis atau perusahaan pada umumnya tidak hanya profit oriented semata, namun secara keseluruhan tujuan didirikannya bisnis atau perusahaan meliputi:31
1) Untuk memperoleh laba.
2) Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan.
3) Untuk meningkatkan ekspansi atau meluaskan perusahaan.
4) Untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
5) Untuk mensejahterakan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya (dalam rangka memuaskan konsumen).
30 Khairiah El Wardah, Yunida Een Fryanti, Model Pemberdayaan Komunits Nelayan Berbasis UMKM Unit Pengolahan Ikan Melalui BMT (Depok: PT Raja Grafindo Persada, 2021), 12-13.
31 Mochammad Ali Imron, Pengantar Bisnis Modern (Banten: Desanta Muliavisitama, 2021), 7-8.
29
6) Untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
e. Manfaat Bisnis
Kegiatan bisnis yang dijalankan, pasti terdapat manfaat di dalamnya. Baik bagi pelaku bisnis itu sendiri maupun bagi lingkungannya, adapun beberapa manfaat bisnis yaitu:32
1) Memperoleh Keuntungan
Dengan membangun bisnis pelaku usaha memiliki harapan bisnis yang dibangun akan memberikan keuntungan dimasa yang akan datang.
2) Membuka Peluang Lapangan Kerja
Semakin banyak pelaku bisnis mendirikan bisnis baru, maka semakin terbuka lebar kesempatan kerja bagi para pencari kerja.
3) Manfaat Ekonomi
Semakin banyak pelaku bisnis lokal, mampu menciptakan produk dan bersaing dengan produk luar untuk menjawab kebutuhan di dalam negeri. Maka dari itu, ekonomi Indonesia akan jauh lebih baik ke depan. Anggapan bangsa yang konsumtif lambat laun akan berubah menjadi bangsa yang produktif.
4) Tersediannya Infrastruktur
Dengan berkembangnya pelaku bisnis, pemasukan negara dari sisi pajak akan semakin besar. Hal tersebut bisa digunakan untuk menngkatkan kualitas infrastruktur bangsa.
32 Roni Angger Aditama, Mohammad Rofiudin, Pengantar Bisnis (Kepanjen: AE Publishing, 2020), 11-12.
5) Membuka Isolasi Daerah atau Wilayah
Dengan berkembangnya bisnis dihampir seluruh plosok tanah air, maka daerah-daerah terisolasi, terpencil dan jauh dari perkotaan, akan menjadi maju dan berkembang. Karena, bisnis cenderung ingin lebih dekat dengan sumber bahan baku yang kebanyakan berada di daerah-daerah terpencil. Jadi, secara otomatis akan terbuka akses transportasi dan komunikasi di daerah tersebt.
6) Meningkatkan dan Membantu Pemerataan Pembangunan Serta Pendapatan
Semakin banyak bisnis yang terbangun, maju, dan berjalan dengan baik. Maka dengan itu pula kesejahteraan masyarakat akan tercapai.
f. Pengertian Persaingan Bisnis
Persaingan bisnis (usaha) secara yuridis selalu dikaitkan dengan persaingan dalam ekonomi yang berbasis pada pasar, di mana pelaku bisnis baik perusahaan ataupun penjual secara bebas berupaya untuk mendapatka konsumen guna mencapai tujuan bisnis atau perusahaan yang didirikan.33
Persaigan secara etimologi berasal dari bahasa inggris, yaitu competition, dan dalam bahasa indonesia diartikan sebagai kompetisi atau pertandingan. Secara terminologi, definisi persaingan adalah suatu usaha untuk memperhatikan keunggulan masing-masing yang
33 Poernomowati, Hukum Persaingan Usaha (Pemeriksaan Perkara Kartel) (Surabaya: CV. Jakad Media Publishing, 2021), 3.
31
dilakukan oleh organisasi atau perseorangan dalam bidang perdagangan dan produksi.34
Persaingan bisnis merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan roda perekonomian suatu negara. Persaingan bisnis dapat mempengaruhi kebijakan yang berhubungan dengan perdagangan, industri, iklim usaha yang kondusif, kepentingan umum, efisiensi, kesejahteraan rakyat dan lain sebagainnya.35
g. Landasan Hukum Persaingan Bisnis
Pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah pada hakekatnya untuk mencapai kesejahteraan rakyat sesuai dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang merupakan tujuan dari Negara Indonesia. Para pemimpin Indonesia tahun 1945 mempunyai cita-cita dan harapan bahwa keadilan sosial di bidang ekonom dapat mecapai kemakmuran yang merata apabila melalui salah satu kegiatan pembangunannya dilakukan dengan baik. 36
Meskipun telah banyak kemajuan yang dicapai dalam pembangunan ekonomi jangka panjang pertama, tetapi masih banyak tantangan dan permasalahan. Khususnya dalam pembangunan ekonomi yang belum terpecahkan seiring dengan adanya globalisasi perekonomian serta dinamika dan pertumbuhan usaha swasta sejak
34 Hartini, Pengantar Bisnis (Konsep Dan Strategi E-Bussines) (Jawa Barat: Media Sains Indonesia, 2022), 43.
35 Cita Citrawinda, Hukum Persaingan Usaha (Surabaya: CV. Jakad Media Publishing, 2021), 7.
36 Asmah, Hukum Persaingan Usaha “Hakikat Fungsi KPPU di Indonesia” (Makassar: CV.
Social Politic Genius, 2017), 1.
awal tahun 1990. Munculnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 merupakan puncak dari berbagai upaya yang mengatur terkait dengan persaingan antar pelaku bisnis dan larangan melakukan praktik monopoli. Dan sudah sejak lama masyarakat Indonesia, terutama para pelaku bisnis menginginkan adanya Undang-Undang yang mengatur tentang persaingan sehat. Keinginan tersebut didorong dengan munculnya praktik-praktik perdagangan yang tidak sehat, terutama karena penguasa sering memberi perlindungan kepada para pelaku bisnis tertentu, sebagai bagian dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.37
Sejalan dengan kaidah ushul bahwa hukum asal suatu perbuatan ialah terikat dengan hukum syara’(wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram), sehingga pelaksanaan bisnis harus tetap berpegang pada ketentuan syariat.38 Dan dalam ajaran islam, setiap muslim yang ingin menjalankan bisnis, maka dianjurkan untuk selalu melakukan persaigan yang sehat, jujur, terbuka dan adil. Seperti firman Allah SWT pada Surah Al-Baqarah ayat 188, yaitu:.39
Artinya: Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan
37 Rachmadi Usman, Hukum Persaingan Usaha Di Indonesia (Jakarta: Sinar Grafika, 2013), 1-2.
38 Iwan Aprianto, Etika dan Konsep Manajemen Bisnis Islam (Yogyakarta: Deepublish, 2020), 18.
39 Departemen Agama Republik Indonesia, Alquran dan Terjemah (Jakarta: PT. Syaamil Cipta Media, 2005), 29.
33
sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.
h. Macam-macam Persaingan Bisnis
Jika laba memotivasi individu untuk memulai bisnis, maka persaingan bisnis akan memotivasi mereka untuk menjalankan usaha secara efisien. Persaingan terjadi ketika dua perusahaan atau lebih berlomba untuk mendapatkan sumberdaya atau pelanggan yang sama.
Para ekonom telah mengidentifikas empat jenis persaingan, yaitu:40 1) Persaingan Sempurna
Dalam persaingan sempurna, ada dua hal yang harus terpenuhi.
Yaitu seluruh perusahaan dalam suatu industri harus berskala kecil, dan jumlah perusahaan dalam industri harus banyak. Dan ada empat prinsip yang berlaku dalam persaingan sempurna.
Pertama, produk yang ditawarkan harus mirip sehingga para konsumen menganggap bahwa beragam produk tersebut identik dengan yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Kedua, penjual dan pembeli mengetahui harga yang berlaku dan diterima di pasar.
Ketiga, karena seluruh perusahaan berskala kecil, maka setiap perusahaan mudah untuk masuk atau keluar dari pasar. Keempat, harga sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan serta diterima oleh pembeli dan penjual.
40 Catharina Vista Okta Frida, Pengantar Bisnis (t. tp: Garudhawaca, 2020), 12-15.
2) Persaingan Monopolistik
Dalam persaingan monopolistik, banyak penjual yang berusaha membuat produk mereka setidaknya terlihat berbeda dengan produk yang dihasilkan oleh para pesaing, yaitu melalui strategi diferensiasi. Diferensiasi produk ini memberikan keleluasaan bagi para penjual untuk mengedalikan harga yang mereka tetapkan.
Perusahaan yang bersaing secara monopolistik dapat berskala besar atau kecil, dan perusahaan-perusahaan ini masih relatif mudah untuk masuk atau keluar dari pasar.
3) Oligopoli
Suatu industri yang hanya memiliki sedikit penjual, maka oligopoli (seperti industri mobil, maskapai penerbangan, dan baja) terjadi. Sebagai aturan umum, penjual ini harus memiliki kapasitas yang besar. Perusahaan oligopoli memeiliki kendali yang lebih besar atas strategi mereka sendiri dari pada perusahaan-perusahaan yang bersaing secara monopolistik. Akan tetapi, tindakan dari satujij perusahaan ini, dapat mempengaruhi penjualan perusahaan lain dalam industri tersebut.
4) Monopoli
Monopoli terjadi saat industri atau pasar hanya memiliki satu produsen, atau sangat didominasi oleh satu produsen, di mana produsen lain tidak dapat menyainginnya. Satu-satunya hambatan
35
hanyalah menurunnya permintaan pelanggan akibat kenaikan harga, contohnya seperti perusahaan listrik.
2. Branding
a. Pengertian Branding
Branding ialah kegiatan komunikasi yang dilakukan perusahaan dalam rangka membangun dan membesarkan brand. Tanpa adanya komunikasi yang direncanakan dan disusun dengan baik kepada konsumen, maka sebuah merek tidak akan dikenal dan tidak mempunyai arti apa-apa bagi konsumen atau target konsumenya.
Branding bukan hanya tentang memenangkan hati target pasar agar memilih brand anda, tetapi lebih penting lagi supaya pelanggan bisa melihat anda sebagai satu-satunnya yang terbaik yang mampu memberikan solusi untuk mereka.41
b. Fungsi Branding
Adapun beberapa fungsi dari kegiatan branding diantaranya, yaitu:42
1) Pembeda, suatu produk akan memiliki perbedaan dengan kompetitor lain jika memiliki brand yang kuat. Sehingga sebuah brand bisa dengan mudah dibedakan dari brand kompetitor lain.
2) Promosi dan Daya Tarik, produk yang mempunyai brand akan lebih mudah untuk dipromosikan dan menjadi daya tarik konsumen.
41 Marissa Grace Haque-Fawzi, Startegi Pemasaran Konsep, Teori dan Implementasi et. al.
(Tanggerang Selatan: Pascal Books, t. tp), 133-134.
42 Ibid., 135.
3) Pembangunan citra, keyakinan, kualitas. Fungsi brand adalah membentuk citra dengan memberi alat pengenalan pertama kepada konsumen, keyakinan, kuaitas dan prestise sebuah produk akan melekat dalam sebuah brand berdasarkan pengalaman dan informasi dari prooduk tersebut.
4) Pengendali Pasar, pasar bisa dengan mudah dikendalikan oleh brand yang kuat. Brand tersebut akan menjadi peringatan bagi para pesaingnnya untuk mengambil setiap langkah yang diambil, selain itu masyarakat akan mudah diberi informasi tambahan dengan adannya brand yang diingat olehnya.
c. Jenis Branding
Terdapat beberapa jenis branding, diantaranya ialah:43
1) Product Branding, yaitu kegiatan memperkuat merek dari produk atau jasa, sehingga memiliki perbedaan dan identitas yang kuat diantara kompetitor lainnya.
2) Personal Branding, merupakan sistem pemasaran yang paling terkenal di kalangan publik figur seperti politisi, selebriti, pengusaha, musisi, dan lain sebagainnya. Sehingga mereka memiliki pandangan sendiri di mata masyarakat.
3) Geographic Branding, ialah branding dengan tujuan untuk memunculkan gambaran dari produk atau jasa saat nama lokasi tersebut disebutkan oleh orang lain.
43 Ibid., 136-137.
37
4) Cultural Branding, merupakan branding yang memunculkan tentang reputasi lingkungan dan orang dari lokasi tertentu atau kebangsaan, seperti pada objek.
5) Corporate Branding, merupakan kegiatan branding yang sangat penting dalam mengembangkan reputasi sebuah perusahaan di pasar, yang berkaitan dengan semua aspek perusahaan. Mulai dari produk atau jasa yang ditawarkan sampai kontribusi karyawan mereka terhadap masyarakat.
d. Unsur Branding
Bagian terkecil dari suatu benda dikenal dengan unsur, dan branding merupakan aktivitas yang terkait dengan merek. Mulai dari pemunculannya hingga pengembanganya, aktivitas branding merupakan bagian dari aktivitas komunikasi yang di dalamnya terdapat beberapa unsur yang mendorong sukses tidaknya kegiatan branding.
Adapun unsur-unsur branding secara umum ialah:44
1) Logo yang dimiliki, bisa berupa typenya, bendera logonya, atau monogram.
2) Nama merek yang dipakai.
3) Penampakan visual produk, misalnya desain produknya, kemasannya, warna dominannya, atribut seragam/ dresscode.
4) Maskot perusahaan, tokoh perusahaan, atau keterlibatan orang-orang terkenal yang mewakili merek.
44 Bambang D. Prasetyo, Nufian S. Febriani, Strategi Branding Teori dan Perspektif Komunikasi dalam Bisnis (Malang: UB Press, 2020), 10-11.
5) Suara yang terkait dengan merek seperti lagu tematik, icon bunyi atau nada yang berhubungan dengan merek.
6) Kata-kata baik berupa slogan, tagline, jingle, maupun akronim.
e. Manfaat Branding
Terdapat beberapa manfaat saat pelaku usaha melakukan branding, yaitu:45
1) Mudah dikenal, mempunyai merek akan menguntungkan. Karena akan mudah untuk dikenal oleh calon konsumen. Selain itu, mereka juga akan lebih memilih produk yang memiliki merek, sebab konsumen sering berfikir bahwa produk yang tidak memiliki merek memiliki kualitas yang tidak jelas dan meragukan.
2) Memilah produk satu dengan yang lainnya, faktor ini sangat penting. Manfaat branding yaitu memberi ciri khas dan menjadi indikator produk tertentu. Dengan demikian, produk akan selalu diingat oleh kosumen saat mereka berinteraksi dan memilih produk anda.
3) Mempengaruhi Psikologi Konsumen, branding ternyata mampu untuk menghipnotis psikologis pembeli. Karena dengan memberikan merek akan menyebabkan konsumen berpikir jika produk tertentu bagus dan profesional.
45 Fathul Mujib, Tutik Saptiningsih, School Branding: Strategi di Era Disruptif (Jakarta Timur: PT Bumi Aksara, 2020), 7.
39
3. Diversifikasi
a. Pengertian Diversifikasi
Diversifikasi ialah bentuk pengembangan usaha dengan cara memperluas market share atau mengembangkan berbagai produk yang ada.46Diversifikasi produk dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mengembangkan produknya, dan secara ekonomis produk lama masih bisa dipertahankan. Strategi seperti ini dilakukan dalam rangka untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dari suatu jenis produk tertentu. Diversifikasi juga dapat diartikan suatu strategi yang dilakukan oleh perusahaan dengan melakukan pengembangan produk melalui penambahan jenis produk dengan tipe, model dan ukuran yang beragam dengan harapan meningkatkan laba secara maksimal.
Maka dapat disimpulkan bahwa diversifikasi merupakan strategi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan melalui penganekaragaman produk dalam rangka mengejar pertumbuhan, peningkatan penjualan, profitabilitas dan fleksibilitas dengan cara menciptakan produk atau jasa baru tanpa bergantung pada satu jenis produk saja. Dengan Keanekaragaman produk akan membuat konsumen memiliki ketertarikan yang besar untuk membeli produk yang ditawarkan perusahaan.47
46 Taufik Aris Saputra, “Diversifikasi Produk Pendekatan Islamic Ethic Dalam Meningkatkan Omset Bisnis Ritel” et. al., CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman, vol. 1 (2021), 7.
47 M. Taufiq Bupi Aldiva, “Pengaruh Inovasi Produk Dan Diversifikasi Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada UD. Klindocare Duri”, JOM FISIP, vol. 6 (2009), 5- 6.
b. Jenis-jenis Diversifikasi
Diversifikasi merupakan upaya mencari dan mengembangkan produk, pasar baru atau keduannya. Untuk mengejar pertumbuhan, peningkatan penjualan, profitabilitas, dan fleksibilitas yang dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:48
1) Diversifikasi konsentrik, yaitu menambah produk atau jasa baru yang masih terikat. Tujuan dari diversifikasi ini ialah membuat produk baru yang berhubungan dengan pasar yang sama.
2) Diversifikasi konglomerat, yaitu menambah produk atau jasa baru yang tidak berkaitan. Strategi ini juga dapat dikatakan menciptakan kegiatan bisnis baru yang rantai nilai bisnisnya sangat tidak mirip dengan yang sudah ada, adapun tujuan dari diversifikasi ini ialah menambah produk baru yang tidak saling berhubungan pada pasar yang berbeda.
3) Diversifikasi horizontal, yaitu menambah produk atau jasa baru yang tidak berkaitan untuk pelanggan saat ini. Tujuan strategi ini ialah untuk menambah produk baru yang tidak berhubungan dengan tujuan memuaskan pelanggan yang sama.
c. Faktor-faktor Diversifikasi
Beberapa faktor yang mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi diversifikasi, yaitu:49
48 Yuan Badrianto, Manajemen Strategi (Membangun Keungulan Kompetitif) et. al. (Bandung:
CV. Media Sains Indonesia, 2021) 36.
49 Nur Ika Effendi, Strategi Pemasaran et. al. (Sumatera Barat: PT. Global Eksekutif Teknologi, 2022) 78.
41
1. Keinginan untuk menyesuaikan produk dengan keinginan konsumen secara optimal.
2. Keinginan untuk mengembangkan perusahaan dan meningkatkan laba, membuat produk baru yang bisa menghasilkan laba tambahan yang lebih.
3. Membuat kestabilan penjualan dengan membuat kestabilan barang yang sesuai dengan keadaan ekonomi.
4. Memiliki tujuan untuk memaksimalkan bahan baku menjadi banyak jenis barang.
5. Upaya untuk mempertahankan bisnis.
6. Bertujuan untuk memuaskan konsumen dan pemiliki perusahaan.
d. Tujuan Diversifikasi
Adapun beberapa tujuan dari menerapkan strategi diversifikasi, yaitu:50
1. Menstabilkan resiko, strategi diversifikasi diterapkan agar usaha atau bisnis tidak hanya fokus atau bergantung hanya pada satu produk saja. Jika ada produk yang tidak maksimal dalam berkontribusi untuk memperoleh keuntungan, maka dengan berinovasi menciptakan produk baru dapat membantu untuk memaksimalkan memperoleh keutungan.
2. Nilai tambah dan petumbuhan, hal ini bisa tercipta saat investasi mampu menghasilkan keuntungan yang maksimal. Contoh: disaat
50 Ibid., 82-83.
berhasil mengakuisi perusahaan dengan sumber daya strategis, sepeti pemasok bahan baku utama atau distributor yang mempunyai saluran distribusi yang tersebar luas.
3. Meminimalisir adanya pasar monopoli, dengan menerapkan strategi diversifikasi, bisa mencegah pasar monopoli. Terutama ketika usaha atau bisnis disuatu industri memiliki sumber daya strategis, yang bisa menjadi nilai tambah perusahaan.
4. Memiliki kontrol atas pemasok dan distributor, dengan adanya produk yang mendorong usaha atau bisnis, hal ini bisa mengontrol kualitas produk dengan harga.
5. Berkolaborasi, yaitu bersinergi antar berbagai sekmen bisnis.
Diharapkan mampu mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan, dimana hal tersebut sulit jika dilakukan secara terpisah.
6. Memaksimalkan keinginan, yaitu memakimalkan keinginan dari mulai top manajmen sampai devisi bawah. Ketika semua memiliki keinginan yang sama, maka kemungkinan dalam menerapkan diversifikasi akan semakin besar.
Secara garis besar tujuan diversifikasi adalah untuk internal perusahaan, yaitu mendayagunakan sumber-sember produk, menambah volume penjualan, menjaga stabilitas dan meningkatkan kredibilitas perusahaan serta memenangkan persaingan. Dan untuk eksternal perusahaan, yaitu memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. Di pasar keinginan konsumen sangat beraneka ragam,
43
permintaan konsummen bisa berbeda karena faktor mutu, selera, ukuran, warna, dan lainnya. Hal ini menuntut kreativitas para pelaku usaha agar mampu memenuhi selera konsumen, sehingga bisa merebut pasaran dan memenangkan persaingan.
e. Tahap-tahap Diversifikasi
Keputusan dalam menerapkan strategi diversifikasi, perlu dilakukan pola atau tahapan dalam memulai strategi tersebut, adapun tahapannya ialah:51
1. Merumuskan ide
Dalam mengembangkan produk baru, diawali dengan pencarian ide.
Ide pengembangan produk baru bisa dilakukan dengan berinteraksi dengan banyak devisi atau kelompok dengan menggunakan kreativitas, perusahaan perlu aktif dalam menggali banyak sumber kreativitas.
2. Menseleksi ide
Merupakan kegiatan menyaring beberapa ide yang sudah diperoleh untuk lebih difokuskan, artinya ide-ide yang kurang tepat tidak digunakan. Ide yang terpilih masih bisa diseleksi lebih lanjut.
3. Mengembangkan dan menganalisa konsep
Dalam hal ini, indikator konsep yang diuji adalah ide yang tepat sasaran, kemudian mencari sasaran konsumen yang tepat, dan selanjutnya melihat reaksi dari konsumen tersebut. Kemudian
51 Ibid., 83-84.
hasilnya akan direview mendekati keinginan perusahaan dan dapat diandalkan atau tidak.
4. Pengembangan berkelanjutan konsep
Dalam kegiatan uji konsep berhasil, maka manajer pemasaran akan memperkenalkan kepada pelanggan.
5. Analisis bisnis
Jika produk sudah dikembangkan, baik dari segi produk dan pemasaranya, manajemen dapat mengevaluasi kehandalan proposal bisnis baru tersebut.
6. Pengujian pasar
Produk siap dikemas dengan kemasan dan merk dalam uji market.
7. Pasca komersialisasi
Memperkenalkan produk baru ke pasar, merupakan kegiatan proses penyelesaian rencana marketing, mengkoordinasi kegiatan perkenalan dengan fungsi-fungsi bisnis, pelaksanaan strategi marketing.
f. Manfaat diversifikasi
Menerapkan strategi diversifikasi, bukanlah keputusan asal-asalan yang dibuat oleh seorang pelaku usaha. Dan ketika menerapkan suatu strategi dalam menjalankan usahanya, pelaku usaha juga memikirkan apa dampak atau manfaat yang diperoleh ketika
45
menerapkan strategi tersebut. Adapun manfaat dari menerapkan strategi diversifikasi ialah:52
1. Perusahaan dapat mengerahkan kapasitas sepenuhnya karena tidak bergantung pada satu macam produk.
2. Dapat memaksimalkan profit dengan mengadakan ekspansi perusahaan.
3. Penemuan baru yang menguntungkan bagi calon konsumen.
4. Dengan menerapkan strategi diversifikasi produk, perusahaan tidak bergantung pada satu pasar saja.
4. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
a. Pengertian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
UMKM adalah bentuk kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang..53
Definisi UMKM menurut UU No. 20 Tahun 2008, dapat dijelaskan sebagai berikut:54
1. Usaha Mikro dapat diartikan sebagai usaha ekonomi produktif yang dimiliki individu atau badan usaha yang memenuhi ciri-ciri sebagai usaha mikro. Ciri-ciri usaha mikro yaitu usaha memiliki
52 Anindyadevi Aurellia, “Diversifikasi adalah: Tujuan, Strategi, dan Jenisnya”,
https://www.detik.com/jabar/bisnis/d-6205075/diversifikasi-adalah-tujuan-strategi-dan-jenisnya (29 Juli 2022).
53 Hamdani, Mengenal Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Lebih Dekat (Ponorogo:
Uwais Inspirasi Indonesia, 2020) 1.
54 Aris Ariyanto, Strategi Pemasaran UMKM di Masa Pandemi (Sumatera Barat: Insan Cendekia Mandiri, 2021) 4.