• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN

4. PERSAINGAN USAHA

Hingga Agustus 2016, terdapat lebih dari 203 perusahaan pembiayaan yang beroperasi di Indonesia, yang mana menyebabkan persaingan usaha di industri pembiayaan semakin ketat. Bank Indonesia mencatat bahwa saldo piutang pembiayaan konsumen dan saldo piutang sewa guna usaha adalah sebesar masing-masingRp 263,04 triliun dan Rp 99,48 triliun (sumber: Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia – Bank Indonesia).

Agar pangsa pasar yang sudah ada dapat dipertahankan bahkan dikembangkan, Perseroan menjalankan beberapa strategi usaha yang harus dilakukan untuk tetap bertahan dan berkembang di antara ketatnya persaingan usaha. Strategi usaha Perseroan yang merupakan acuan Perseroan dalam menjalankan usahanya dapat dijabarkan sebagai berikut:

Sejak tahun 2010 hingga prospektus ini diterbitkan, Perseroan selalu memperoleh predikat SANGAT BAGUS dari majalah Info Bank. Majalah Infobank setiap tahunnya selalu melakukan evaluasi dan ranking pada lebih 170 Perseroan pembiayaan dengan 12 kriteria penilaian. Dari pendekatan pertumbuhan, ada 4 kriteria, yakni (1) aset; (2) pembiayaan; (3) modal sendiri; (4) laba rugi bersih. Sementara itu dari pendekatan rasio terdapat 8 kriteria, yakni (1) rasio pembiayaan terhadap aset total; (2) rasio pembiayaan terhadap kewajiban; (3) rasio kewajiban terhadap aset total; (4) rasio

kewajiban terhadap modal sendiri ; (5) rasio modal sendiri terhadap aset total; (6) rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO); (7) rasio return on average aset (ROA) dan (8) rasio return on average equity (ROE). Pengelolaan tersebut berdasarkan standar deviasi dari angka-angka industri perusahaan pembiayaan.

Perseroan juga memperoleh Indonesia Multi Finance Award 2015 “Rank-2” untuk kategori Multi Finance-Listed Company serta “Rank-3” untuk kategori Corporate Social Responsibility dari Economic Review.

Di tahun 2016, Perseroan juga mendapat beberapa penghargaan diantaranya:

- Indonesia Good Corporate Governance Award II tahun 2016 dengan predikat baik, penghargaan dari Economic Review

- The Best Multifinance tahun 2016 dengan kategori aset Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun, penghargaan dari Economic Review

- The Big 9 Multifinance Indonesia tahun 2016, penghargaan dari Economic review

- Peringkat kedua dengan kategori Anugerah Perusahaan Tbk, penghargaan dari Economic review - The Best Financial Performance Multifinance Company tahun 2016, penghargaan dari Warta

Ekonomi.

a. Segmen Pasar yang dituju

Perseroan memfokuskan kegiatan pembiayaan konsumen yang dapat memberikan hasil pengembalian yang lebih tinggi. Saat ini Perseroan memfokuskan kegiatan usahanya pada pembiayaan mobil bekas yang memiliki tingkat marjin yang lebih tinggi dan memiliki nilai jual kembali (resale value) yang baik dibandingkan dengan mobil baru. Sampai dengan prospektus ini diterbitkan, portofolio pembiayaan yang diberikan oleh Perseroan berkisar 92,33% pada pembiayaan mobil bekas sedangkan sisanya berkisar 7,67% pada pembiayaan mobil baru.

Perseroan saat ini juga melakukan diversifivikasi dan memperluas usaha jasa pembiayaannya ke bidang pembiayaan multiguna dan lainnya, termasuk pengembangan usaha pembiayaan rumah. b. Jaringan Kerja

Sebagai perusahaan pembiayaan yang berorientasi kepada nasabah perseorangan, maka keberadaan perusahaan menjadi tolak ukur keberhasilan kegiatan usaha. Pada saat ini Perseroan telah memiliki 1 kantor pusat, 2 kantor perwakilan dan 50 kantor cabang. Perseroan berupaya untuk terus mengembangkan jaringan kerjanya dengan membuka cabang-cabang baru.

Setiap kantor cabang yang dikepalai oleh seorang pimpinan cabang berfungsi untuk melayani kebutuhan pembiayaan dalam wilayah kerjanya. Pimpinan cabang yang didukung oleh tenaga-tenaga marketing dan karyawan-karyawan operasional bertanggung jawab terhadap target pembiayaan yang telah ditetapkan sesuai dengan potensi wilayah kerja yang bersangkutan.

Selain beroperasi di daerah pusat kota, seperti Kemayoran, Kelapa Gading, Pecenongan, Mangga Dua dan daerah potensi lainnya di mana sentra-sentra penjualan mobil bekasnya memiliki potensi pasar yang sangat besar, Perseroan juga beroperasi di daerah-daerah pinggiran kota misalnya Bekasi,Tangerang, Depok dan Bogor.

Untuk memenuhi permintaan pasar yang ada (pasar yang dituju) tenaga marketing Perseoan dialokasikan ke wilayah-wilayah tertentu (mapping). Dengan cara ini, diharapkan tidak akan terjadi tumpang tindih kegiatan pemasaran di wilayah kerja yang sama sehingga tenaga marketing dapat lebih memfokuskan kegiatan pemasarannya pada wilayah kerjanya masing-masing.

Disamping itu, Perseroan juga meneruskan kebijakan pasar pembiayaan melalui pembukaan cabang di wilayah yang berpotensial.

c. Tenaga Marketing yang Handal

Perseroan selalu berupaya untuk memiliki tenaga-tenaga marketing yang profesional baik di kantor pusat maupun kantor cabang. Dengan adanya pembukaan cabang-cabang baru, Perseroan juga akan menambahkan marketing officer yang dituntut untuk memiliki komitmen yang tinggi agar memenuhi

target yang telah ditetapkan. Sebagai motivasi, tenaga marketing akan diberikan insentif yang menarik atas transaksi yang berhasil dilakukannya.

d. Hubungan yang Baik dengan Mitra Bisnis

Perseroan berupaya melakukan kerjasama yang baik dengan dealer/showroom dan nasabah. Perseroan menyadari pentingnya hubungan baik dengan para pihak dalam pengembangan usahanya, oleh sebab itu Perseroan selalu berusaha untuk membina hubungan baik yang berkesinambungan dengan bank, lembaga pembiayaan dan kreditur lainnya, perusahaan asuransi, dealer/showroom, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), serta konsumen.

Perseroan akan mengupayakan program-program yang inovatif, pemberian insentif dan bonus yang menarik kepada dealer/showroom serta nasabah. Contoh: point reward kepada dealer/showroom akan dibagikan sesuai dengan jumlah kontrak pembiayaan yang dapat dicapai sehingga

dealer/showroom lebih terpacu untuk mendapatkan kontrak pembiayaan yang lebih banyak.

Sedangkan point reward untuk nasabah dapat berupa point undian yang akan diundi pada waktu tertentu. Nasabah yang pernah menunggak angsuran maupun yang memiliki status pembayaran tidak lancar pada saat pengundian akan kehilangan haknya dalam pengundian hadiah.

Sebagai tambahan, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah berpengalaman di bidang usaha pembiayaan dan keuangan serta memiliki jaringan mitra bisnis yang luas. Dengan telah berkecimpungnya manajemen dalam bisnis ini sebelumnya, Perseroan telah memiliki hubungan yang baik dengan para dealer/showroom.

e. Pengelolaan Aset dan Liabilitas yang berhati-hati

Beberapa hal yang diterapkan dalam pengelolaan aset dan liabilitas adalah:  Kesesuaian jangka waktu pendanaan dengan jangka waktu pembiayaan,

 Kepedulian atas tingkat suku bunga pinjaman bank/sumber dana lain dengan suku bunga pembiayaan,

 Mengembangkan kerja sama yang menguntungkan dengan pihak perbankan melalui program

joint financing ataupun channeling,

 Selalu mengusahakan alternatif-alternatif baru dalam pembiayaan. f. Pelaksanaan Prinsip Know Your Customer

Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan usahanya. Prinsip ini diterapkan sejak dari awal proses pemberian pembiayaan kepada calon konsumen. Survey atas kemampuan dan keberadaan konsumen serta kewajiban bagi konsumen untuk memberikan uang muka (down

payment) merupakan bentuk lain dari perwujudan sikap kehati-hatian Perseroan. Survey yang

mendalam baik internal maupun eksternal (outsource) akan menyeleksi calon-calon konsumen yang memang layak untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Perseroan.

Perseroan berupaya menjaga kualitas piutang melalui seleksi calon nasabah secara menyeluruh serta melakukan pemantauan terhadap ketepatan pembayaran uang muka, pemilihan tipe mobil dan pengelolaan dokumen yang baik.

g. Memperkuat dan memaksimalkan Teknologi Informasi (TI)

Usaha pembiayaan yang terus tumbuh memerlukan dukungan TI yang baik dan berkualitas. Oleh karena itu, Perseroan melakukan investasi yang berkesinambungan untuk mengembangkan TI sebagai salah satu tulang punggung pengembangan usaha Perseroan mendatang. Salah satunya adalah pengadaan dan penerapan sistem online yang memberikan kemudahan mendapatkan informasi atau data yang dapat diakses secara terus menerus baik data yang berada di kantor pusat maupun kantor cabang secara akurat dan up to date. Perseroan telah menetapkan kualitas dan standard operasional yang tinggi melalui komputerisasi front-line sampai back-office dan sistem online antara cabang dengan kantor pusat.Perseroan senantiasa secara terus-menerus melakukan perbaikan proses bisnis dan penyediaan sistem TI yang terkini dan andal demi meningkatkan pelayanan konsumen di masa kini dan di masa-masa yang akan datang.

h. Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja demi Meningkatkan Produktivitas

Demi memperkuat komptensi dari sumber daya manusia yang dimilikinya, Perseroan senantiasa melakukan program pengembangan karyawan dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas dan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas proses dalam kegiatannya sebagai penyedia jasa pembiayaan konsumen bagi masyarakat.