BAB VI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMTIF
D. Persamaan dan Perbedaan dengan Penelitian Yang Relevan
skripsi dengan judul “ perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa FIS UNY pada klinik kecantikan” oleh Trigita Ardikawati Java Tresna/ V. Indah Sri Pinasti, M.Si, mahasiswa jurusan pendidikan Sosiologi Fakultas Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa FIS UNY pada klinik kecantikan, mengetahui faktor pendorong perilaku konsumtif mahasiswa FIS UNY pada klinik kecantikan, serta untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari perilaku konsumtif di mahasiswa FIS UNY pada klinik kecantikan. Hasil penelitian ini yaitu, adanya criteria kecantikan serta keinginan untuk tampil merupakan alasan kuat para mahasiswa untuk melakukan perawatan wajah di klinik kecantikan. Seiring berjalannya waktu keinginan untuk tampil cantik dipahami sebagai pemenuhan kebutuhan sehingga perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa yang melakukan perawatan wajah di klinik kecantikan. Faktor pendorong perilaku konsumtif mahasiswa dibedakan menjadi dua yaitu : faktor pendorong internal dan faktor pendorong eksternal. Faktor pendorong internal antara lain pengalaman belajar, gaya hidup dan motivasi. Faktor pendorong eksternal antara lain kebudayaan, kelas social, kelompok referensi, keluarga dan situasi. Dampak perilaku konsumtif dibedakan menjadi dua yaitu : dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif antara lain menambah rasa percaya diri, terlihat lebih cantik, menjaga kualitas kulit wajah pada masa tua, menunjang untuk mencari pekerjaan, serta mengobati penyakit dan merawat
kesehatan wajah. Dampak negatifnya yaitu ketergantungan, tambah boros, lebih mudah terbujuk rayuan iklan dan tidak pernah merasa puas dengan hasil yang dicapai.
Adapun persamaan dengan penelitian yang telah dilakukan adalah sama-sama mengkaji perilaku konsumtif. Namun perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian saudari Ardikawati Java Tresna / V. Indah Sri Pinasti, M.Si adalah penelitian ini mengambil obyek dikalangan mahasiswa FIS UNY pada klinik Kecantikan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti meneliti obyek kajian pekerja kantoran pada online shopping fashion.
E. Kesesuaian teori pada hasil penelitian
Dilihat dari hasil penelitian mengenai perilaku konsumtif pekerja kantoran pada online shopping fashion maka pembahasan ini didasari dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini tergolong ke dalam teori postmodern. Lebih tepatnya peneliti dalam penelitian ini menggunakan teori Masyarakat Konsumsi yang dikemukakan oleh Jean P Baudrillard. Peneliti lebih tertarik menggunakan teori masyarakat konsumsi yang dikemukakan oleh Baudrillard karena adanya keterkaitan antara pemikiran Baudrillard dengan sosiologi yang lebih dihubungkan dengan analisa masyarakat kontemporer, khususnya masyarakat konsumsi.
Awal pemikiran Baudrillard membahas masalah konsumsi karena adanya pengaruh dari pendekatan psiko analisis Lacanian dan strukturalisme Sausurrian.
Baudrillard juga mengadopsi sistem hubungan antara objek dan komoditas
Baudrillard mulai merambah ke pemikiran Marxis dengan fokusnya terhadap masyarakat konsumer. Kemudian, Baudrillard juga mengadopsi pemikiran Sausure mengenai bahasa.
Pada masyarakat konsumsi “kebutuhan” ada karena diciptakan oleh objek konsumsi. Objek yang dimaksud adalah klasifikasi objek itu sendiri atau sistem objek, bukan objek itu sendiri sehingga konsumsi diartikan sebagai suatu tindakan sistematis pemanipulasian tanda-tanda. Maraknya, fenomena masyarakat konsumsi saat ini bisa dilihat melalui komoditas apa yang mereka konsumsi, dimana mayoritas masyarakat modern saat ini lebih mendahulukan keinginan dari pada kebutuhan, dan mengabaikan fungsi asli dari komoditas yang dikonsumsi tersebut.
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti mempunyai keterkaitan dengan gagasan Baudrillard mengenai masyarakat konsumsi. Berdasarkan gagasan Baudrillard mengenai masyarakat konsumsi Baudrillard mengajukan dua alat bantu analisa yaitu nilai guna dan analisa bantu baru berupa nilai tanda. Nilai guna yang terdapat dalam penelitian yang dilakukan peneliti antara lain :
Informan menjelaskan mengenai manfaat adanya online shopping fashion.
Dengan penjelasan informan tentang manfaat online yang biasanya hanya digunakan untuk hal-hal tentang media social sekarang tersedia web untuk belanja online.
Konteks tersebut lebih menunjukkan adanya nilai guna. Pernyataan informan juga memberikan tanda bahwa dengan media social online shop para pekerja kantoran
tidak lagi susah payah ke toko atau butik untuk belanja dan dengan adanya online shop pekerjaan yang lain pun tidak terbengkalai.
Baudrillard (2011, hlm. 74) menjelaskan mengenai perilaku konsumsi yang terjadi untuk saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang murni ekonomis dan berdasarkan pilihan rasional, akan tetapi juga terdapat sistem budaya dan sistem pemaknaan sosial yang mampu mengarahkan pilihan individu. Terkait dengan penjelasan yang dikemukakan oleh Baudrillard dan pernyataan informan diatas, jelas menunjukkan bahwa ada banyak manfaat dari online shop tersebut, dengan menggunakan online shop pekerja kantoran tidak menggangu pekerjaanya. Online shop sudah merupakan suatu sistem pemaknaan sosial yang dapat mengarah pada pilihan individu.
Informan juga juga menjelaskan mengenai keinginan untuk berbelanja online lagi, karena dengan dia berbelanja online dia merasa lebih percaya diri dan merasa bisa sama dengan teman-temannya yang berada di tempat tersebut. Pernyataan informan menunjukkan bahwa terdapat pergeseran dari nilai guna ke nilai tanda, dimana informan harus mengkonsumsi symbol atau tanda jika melakukan belanja online.
Bagi Baudrillard (2011, hlm. 74) menjelaskan bahwa perilaku konsumsi yang terjadi untuk saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor yang murni ekonomis dan atas pilihan rasional saja, akan tetapi juga terdapat sistem budaya dan sistem pemaknaan sosial yang mampu mengarahkan pilihan individu atas suatu kelompok
tertentu. Senada dengan pernyataan informan diatas yang mengatakan bahwa keinginan informan untuk terus melakukan belanja online agar terlihat lebih percaya diri dan bisa sama dengan teman-temannya yang berada ditempat tersebut. Konteks ini menunjukkan pergeseran, bergesernya makna belanja online yang mempunyai nilai guna sebagai untuk para pekerja kantoran bergeser menjadi tanda atau simbol yang melekat pada online shop sebagai penambah rasa percaya diri dan bisa sama dengan teman-teman yang lainnya.
Pernyataan informan yang lain juga menunjukkan bahwa pemilihan online shop yang dilakukan oleh informan juga menjadi symbol atau tanda bahwa pengguna online shop bisa tampil beda.
Baudrillard (2011, hlm. 33) menjelaskan konsumsi yang seringkali di definisikan sebagai kelesuan yang berarti sebagai pemborosan yang bersifat produktif. Suatu makna yang terbalik dari makna ekonomis yang didasarkan atas keperluan. Konsumsi merupakan penimbunan dan perhitungan atas kelebihan yang melampaui keperluan, atau pengeluaran yang melampaui batas. Terkait dengan pernyataan informan diatas dengan penjelasan Baudrillard bahwa kegiatan pemilihan produk fashion yang dilakukan informan selain sebagai agar terlihat lebih percaya diri dan bisa terlihat setara dengan yang lainnya bisa juga terdapat alasan agar informan bisa tampil sama dengan pengguna online shop yang lainnya, yang termasuk dalam pengeluaran yang melampaui batas.
85 BAB VII
SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai hasil penelitian yaitu :
Perilaku konsumtif pekerja kantoran pada online shopping fashion di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba terjadi karena adanya pengaruh dari sekeliling lingkungan yang mendukung untuk melakukan perilaku tersebut, baik dari segi media, cara, bahkan dukungan dari pihak lain yang mengharuskan untuk melakukan belanja melalui online shopping fashion. Alasan yang mendasari untuk melakukan perilaku konsumtif melalui online shopping fashion adalah merasa mudah dalam melakukan belanja fashion, memiliki banyak baju yang modelnya limited edition, mengikuti trend dan gaya idola yang sedang booming, agar produk fashion yang dimiliki branded untuk menjaga gengsi dan status sosial, merasa bangga dapat berganti-ganti pakaian ketika keluar rumah tanpa ada orang lain yang memakai baju yang sama baik model maupun motif.
Pembelian melalui online shopping fashion dilakukan tanpa mempertimbangkan waktu. Intensitas pembelian juga tidak dapat diperkirakan berapa bulan sekali dan berapa produk yang akan dibeli saat melakukan online shopping fashion Jumlah uang yang akan dikeluarkan juga sama sekali tidak memperdulikan. Seberapa banyak uang yang dibutuhkan akan dipenuhi agar produk fashion yang diinginkan dapat dimiliki meskipun harus merelakan setengah dari tabungan atau bahkan lebih.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa saran yang akan diajukan oleh peneliti yaitu :
1. Bagi pekerja kantoran disarankan agar tidak mudah terpengaruh oleh online shop yang menawarkan berbagai macam barang/ produk, tetapi mempertimbangkan juga harga dan tingkat kebutuhannya sehingga tidak perlu membeli barang tersebut hanya karena ingin terlihat seperti orang lain.
2. Bagi pekerja kantoran disarankan agar dapat mengontrol dirinya dan bila tidak mampu melakukan kontrol terhadap dirinya sendiri maka lebih baik untuk mengurangi frekuensi menggunakan online shop bersama dengan teman-teman yang berpotensi bisa meningkatkan hasrat untuk berbelanja.
87
Damsar. 2009. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Elmia Syaela. 2011. Perilaku Konsumtif Remaja Putri Di SMAN8 Malang Pada Pembelian melalui Online Shop (Skripsi)
Fromm, Erich. 1995. Masyarakat yang Sehat. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
Iqbal Maulana. (2012, june 19). 7 Alasan Memilih Berbelanja Secara Online.
Jean P Baudrillard. 2011. Masyarakat konsumsi. (Bantul, Kreasi Wacana)
Kartodihardjo, S. 1995. Konsumerisme dan Perlindungan Konsumen. Akademika.
No. 1. Tahun XIII. Surakarta : Muhammadiyah University Press. Halaman Kharis, I. F. (2011). Studi mengenai Impulsive Buying Dalam Penjualan Online.
Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.30-40.
Kotler, Philip. 1997. Marketing Management “Analysis, Planning, Implementation and Control” (9th ed.). New Jersey: Prentice Hall International, Inc.
Lestari, S. 2006. Hubungan Antara Harga Diri dan Konformitas dengan Perilaku Konsumtif terhadap Produk Fashion pada Remaja Putri. Skripsi (Tidak diterbitkan). Surakarta. : Fakultas Psikologi UMS.
Lina & Rosyid, H.F. (1997). Perilaku Konsumtif Berdasarkan Locus of Control Psikologi. Jurnal Psikologika, 4, 5-13.
Madjuk, I., Ukkas, I., & Ikbal, M. (2016). Analisis Perilaku Konsumtif Pegawai Negeri Sipil Perempuan Pada Gabungan Dinas Kabupaten Luwu Utara. Jurnal Equilibrium, 3(2).
Morissan, dkk. 2010. Teori Komunikasi Massa. Bogor : Ghalia Indonesia.
Setiaji, B. 1995. Konsumerisme. Akademika. No. 1. Tahun XIII. Surakarta Muhammadiyah University Press. Halaman 15-25.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta
Sumartono, (2002), Terperangkap dalam Iklan: Meneropong Imbas Pesan Iklan Televisi. Bandung : Alfabeta
Soegito. (1996). Konsumerisme penyebab inflasi. Kepala BPS : [email protected]
Thohiroh Qodaril Anisa. 2015. Perilaku Konsumtif Melalui Online Shopping Fashion Mahasisiwi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (Skripsi)
Zebua, A.S. dan Nurjayadi, R.D. 2001. Hubungan Antara Konformitas dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif pada Remaja Putri. Majalah Phronesis. Vol.
3. No. 6. Halaman 72-81.
A. Foto Wawancara terhadap Beberapa Informan
Gambar 2.2 merupakan tahapan wawancara mengenai pengeluaran dana yang biasa dilakukan oleh informan
gambar 2.3 ibu Risnawati menjelaskan alasan memilih online shop dibanding belanja di toko
Gambar 2.5 proses wawancara bersama ibu uliyanti
NO NAMA UMUR JK KETERANGAN
1 Ibu Nurhikmah 30 Tahun P PKM Palagisang
2 Ibu Uliyanti 37 Tahun P PKM Palangisang
3 Ibu Juliana 26 Tahun P PKM Ujung Loe
4 Ibu Inayati AS 37 Tahun P PKM Palangisang
5 Ibu Wahyuni 27 Tahun P PKM Ujung Loe
6 Ibu Risnawati 26 Tahun P PKM Ujung Loe
7 Ibu Sulmawati 24 Tahun P PKM Ujung Loe
8 Ibu Darmaeni 27 Tahun P PKM Palangisang
Nama :
Umur :
1. Apakah yang melatar belakangi sehingga anda lebih memilih berbelanja online dibanding belanja di toko atau butik?
2. Berapa banyak pengeluaran anda untuk melakukan online shop fashion setiap bulannya?
3. Bagaimana cara anda mengelola keuangan agar sesuai antara pemasukan dan pengeluaran?
4. Apakah alasan anda sehingga anda memutuskan berbelanja melalui jasa online ?
5. Bagaimana tanggapan orang yang ada disekitar anda ketika melakukan belanja online?
6. Menurut anda dari produk yang dijual melalui jasa online, adakah perbedaan harga dengan produk fashion yang ada di toko atau butik?
NILA RIDAYANI Dilahirkan di Bulukumba pada tanggal 05 mei 1994 anak ke-3 dari lima bersaudara, merupakan buah hati dan cinta dari pasangan Ayahnda Alimuddin dan Ibunda Darma. Pertama kali menempuh pendidikan di SDN 18 Palangisang pada tahun 2000 hingga 2006. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 11 Bulukumba dan selesai pada tahun 2009. Kemudian penulis melanjutkan Pendidikanya di SMk Negeri 1 Bulukumba dan tamat pada tahun 2012. Kemudian pada tahun 2012 penulis kembali melanjutkan pendidikan dan terdaftar sebagai Mahasiswi jurusan Pendidikan Sosiologi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar program strata 1 (S1) kependidikan.
Penulis dapat menyelesaikan pendidikanya atas rahmat Allah SWT, dan dukungan serta doa kedua orang tua, keluarga, teman serta sahabat.