SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS
C. Persamaan dan Perbedaan Metode Pendidikan Islam dalam Perspektif Al- Al-Ghazali dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas
Secara bahasa metode berarti cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud. Metode juga dapat diartikan sebagai cara yang digunakan oleh pendidikan dalam menyampaikan materi dengan menggunakan bentuk tertentu. Metode pendidikan Islam adalah prosedur umum
dalam penyampaian materi untuk mencapai tujuan pendidikan yang didasarkan atas asumsi tertentu tantang hakikat Islam sebagai supra sistem.3
Metode pendidikan Islam sangat efektif dalam membina kepribadian anak didik dan memotifasi mereka, serta akan mampu menempatkan manusia di atas luasnya permukaan bumi yang tidak diberian kepada penghuni bumi lainnya.4
Al-Ghazali tidak mengharuskan pendidik untuk menggunakan metode tertentu dalam melaksanakan pendidikan. Akan tetapi, Al-Ghazali mempersilahkan pendidik menggunakan beragam metode pendidikan asalkan pendidik memenuhi prinsip-prinsip berupa kasih saying terhadap peserta didik, memberikan keteladanan sesuai syariah kepada peserta didik, memperlakukan peserta didik sperti anak sendiri, serta prinsip-prinsip kasih saying pendidik terhadap peserta didik yang lain yang telah dicontohkan Rasulullah Saw. kepada para sahabat.
Menurut Al-Ghazali, metode pendidikan itu termasuk urusan yang sangat penting dan termasuk urusan yang sangat diperlukan. Adapun metode pendidikan Islam Al-Ghazali yaitu metode ceramah, metode penuntunan dan hafalan, metode diskusi, metode bercerita, metode keteladanan, metode rihlah, metode pemberian tugas, metode tanya jawab, metode pemberian hadiah dan hukuman.
Berbeda dengan Al-Ghazali, Syed Muhammad Naquib Al-Attas lebih menekankan pentingnya muatan pendidikan, bukan metodenya. Syed Muhammad
3
Moh. Roqib,Ilmu Pendidikan Islam(Yogyakarta: PT.LKiSYogyakarta, 2009), 91. 4
Abdurrahman Al-Nahlawi, Pendidikan Islam di Rumah Sekolah dan Masyarakat, terj. Shihabuddin (Jakarta: Gema Insani Press, 1995), 204.
Naquib Al-Attas tidak bermaksud menganggap metode tidak memiliki dampak positif terhadap output pendidikan. Tetapi sebaliknya, adab itu sendiri termasuk metode yang benar untuk mengetahui dan berbuat sesuatu. Metode pendidikan menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas adalah metode tauhid, metode cerita, dan metode metafora. Dapat disimpulkan Al-Ghazali dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas sama-sama menggunakan metode cerita.
Tabel 1.1
Komparasi Pemikiran Konsep Pendidikan Islam Al-Ghazali dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas
No Aspek Al-Ghazali Syed Muhammad
Naquib Al-Attas 1 Tujuan pendidikan Islam • Mendekatkan diri kepada Allah Swt. • Membentuk kesempurnaan insan kamil. • Mendekatkan diri kepada Allah Swt. • Menghasilkan
manusia yang baik. • Menjadikan manusia yang sempurna (insan kamil). 2 Kurikulum pendidikan Islam Pandangan Al-Ghazali terhadap kurikulum dapat
dilihat dari
pandangannya mengenai ilmu pengetahuan yang
dibaginya dalam
beberapa sudut pandang. Al-Ghazali membagi ilmu-ilmu dan menyusun
urutannya menurut
keperluan dan
kepentingannya bagi pelajar. Pendapat
Al-Ghazali terhadap
kurikulum dapat dilihat
dari pandangannya
Kurikulum pendidikan Islam menurut Syed Muhammad Naquib
Al-Attas adalah
penegasannya terhadap pentingnya pemahaman dan aplikasi yang benar mengenai ilmu fardu
No Aspek Al-Ghazali Syed Muhammad Naquib Al-Attas
mengenai ilmu
pengetahuan yang
dibaginya dalam
beberapa sudut pandang. Diantaranya terdapat ilmu syariat dan bukan syariat, ilmu terpuji dan tidak terpuji, ilmu fardu
‘ain dan fardu kifayah.
3 Metode pendidikan Islam • Metode ceramah • Metode penuntunan dan hafalan • Metode diskusi • Metode bercerita • Metode keteladanan • Metode rihlah • Metode pemberian tugas
• Metode tanya jawab • Metode pemberian
hadiah dan hukuman.
• Metode tauhid • Metode cerita • Metode metafora
116
A. Kesimpulan
1. Tujuan pendidikan Islam Al-Ghazali dan Al-Attas sama-sama untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., perbedaannya Al-Ghazali lebih mengarah pada pembentukan akhlak yang mulia, sehingga mencapaitaqarrub kepada Allah Swt dan insan kamil. Sedangkan Al-Attas lebih mengarah pada penciptaan manusia yang beradab sehingga mencapai taqarrub kepada Allah Swt., menghasilkan manusia yang baik, menjadikan manusia yang sempurna (insan kamil).
2. Persamaan kurikulum pendidikan Islam Al-Ghazali dan Al-Attas sama-sama
menegaskan terhadap pemahaman ilmu fardu ‘ain dan kifayah. Perbedaannya
Al-Ghazali lebih rinci dalam membagi kurikulum. Pandangan al-Ghazali tentang kurikulum dapat dipahami dari pandangannya mengenai ilmu pengetahuan antara lain ilmu syariat dan bukan syariat, ilmu terpuji dan tidak
terpuji, ilmu fardu ‘ain dan fardu kifayah.
3. Persamaan metode pendidikan Islam perspektif Al-Ghazali dan Al-Attas yaitu sama-sama menggunakan metode cerita, perbedaannya Al-Ghazali lebih mementingkan metode dan Al-Attas lebih mementingkan kurikulum pendidikan. Al-Ghazali menerapkan metode ceramah, metode penuntunan dan hafalan, metode diskusi, metode bercerita, metode keteladanan, metode rihlah,
metode pemberian tugas, metode tanya jawab, metode pemberian hadiah dan hukuman. Dan metode yang digunakan Al-Attas adalah metode tauhid, metafora, dan cerita.
B. Saran
1. Hasil studi ini diharapkan dapat menambah refrensi dan memberikan masukan dalam segi ilmu pengetahuan, khususnya dalam memperkaya kajian-kajian di bidang pendidikan Islam. sehingga menjadi kontribusi pemikiran (dalam bentuk informasi) dari sederetan kepustakaan.
2. Banyak aspek yang dapat ditelaah dari kedua tokoh pemikir pendidikan Islam dalam penelitian ini. Yang dapat penulis lakukan dalam penelitian ini hanya sebatas pada masalah konsep pendidikan Islam yang dilakukan oleh Al-Ghazali dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Untuk itu penulis menyarankan kepada para peneliti lain agar berkenan melakukan penelitian terhadap pemikiran kedua tokoh tersebut ditinjau dari aspek yang lain. Kepada lembaga pendidikan Islam, diharapkan untuk banyak mengambil intisari dari pemikiran Al-Ghazali dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas dalam upaya untuk mengadakan pembaruan dan inovasi pada pendidikan Islam. Serta untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan mutu dan kualitas pendidikan Islam di Indonesia, baik yang diselenggarakan di lembaga pendidikan Islam maupun lembaga pendidikan umum. Kepada para pembaca, diharapkan karya ini dapat dijadikan sebagai sumber wacana pemikiran baru dalam dunia
pendidikan, khususnya bagi dunia pendidikan Islam dan kontribusi pemikiran positif sebagai upaya membantu memecahkan masalah terkait dengan pendidikan Islam.
Al Ghazali, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad. Ihya’ ‘Ulumuddin, Jilid I. Beirut: Dar Al-Fikr. 1989.
Al-Attas, Syed Muhammad Al-Naquib. Konsep Pendidikan dalam Islam, terj. Haidar Bagir.Bandung: Mizan. 1992.
Alavi, Zianuddin. Pemikiran Pendidikan Islam pada Abad Klasik dan Pertengahan,terj. Abuddin Nata. Bandung: Angkasa Bandung. 2003. Al-Baihaqi, Abu Bakar Ahmad Ibn al-Husain. Syu’ab Iman. Beirut: Dar
al-Kitab al-Ilmiyah. 2000.
Al-Ghazali, Imam.Bidayatul Hidayah.Semarang: Karya Toha Putra. tt.
Al-Nahlawi, Abdurrahman.Pendidikan Islam di Rumah Sekolah dan Masyarakat, terj. Shihabuddin. Jakarta: Gema Insani Press. 1995.
Arif, Armai. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Pers. 2002.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. 1996.
AS, Asmaran.Pengantar Studi Tasawuf.Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.1996. Assegaf, Abd Rachman. Aliran Pemikiran Pendidikan Islam. Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada. 2013.
Daud, Wan Mohd Nor Wan, Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed Naquib Al-Attas, terj. Hamid Fahmi, et. al. Bandung: Mizan. 2003.
Fahmi, Hamid. Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib Al-Attas, terj. Wan Mohd Nor Wan Daud. Bandung: Mizan. 2003.
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Buku Pedoman Penulisan Skripsi Kuantitatif, Kualitatif, Library, dan PTK. Ponorogo: IAIN Ponorogo Press. 2017.
Ghani, Abdul. “Pemikiran Pendidikan Naquib al-Attas dalam Pendidikan Islam
Kontemporer,” Jurnal Lentera, 1 (25 Maret 2017) Ghazali, Imam.Ayyuhal Walad.Kediri: Al-Utsmaniyah. tt.
Gunawan, Heri. Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung: Alfabeta. 2013.
Pelajar. 2015.
Kurniawan, Syamsul dan Erwin Mahrus. Jejak Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam.Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 2013.
Kurniawan, Syamsul. Ilmu Pendidikan Islam Sebuah Kajian Komprehensif. Yogyakarta: Ombak. 2016.
Mahmud.Pemikiran Pendidikan Islam.Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.
Masrukhin. Metode Penelitian Pendidikan dan Kebijakan. Kudus: Media Ilmu Press. 2010.
Meleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2009.
Muchsin, Bashori dan Abdul Wahid. Pendidikan Islam Kontemporer. Bandung: PT Refika Aditama. 2009.
Muchtar, Heri Jauhari.Fikih Pendidikan.Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2008. Muhaimin, at al,Paradigma Pendidikan Islam.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
2012.
Mujib, Abdul dan Jusuf Mudzakkir, Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana. 2008.
Nasution, S.Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif.Bandung: Tarsito. 2002. Nata, Abudin.Filsafat Pendidikan Islam.Jakarta: Gaya Media Pratama. 2005. Nata, Abudin.Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam.Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada. 2001.
Nizar, Samsul Pengantar Dasar-dasar Pemikiran Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama. 2001.
Nizar, Samsul. Filsafat Pendidikan Islam.Jakarta: Ciputat Pers. 2002. Nizar, Samsul.Sejarah Pendidikan Islam.Jakarta: Prenada Media. 2007.
Prastowo, Andi. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan. Jakarta: Ar-Ruzz Media. 2012.
Roqib, Moh.Ilmu Pendidikan Islam.Yogyakarta: PT.LKiSYogyakarta. 2009. Rosyid, Moh. Kebudayaan dan Pendidikan Fondasi Generasi Bermartabat.
Yogyakarta: Idea Press. 2009.
Rusn, Abidin Ibnu. Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1998.
Salim, Agus.Bangunan Teori.Yogyakarta: Tiara Wacana. 2006.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.Bandung: Alfabeta. 2010.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2010.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Jakarta: Remaja Rosdakarya. 2011.
Sulaiman, Fatiyah Hasan.Al-Ghazali dan Plato.Surabaya: Bina Ilmu. 1986. Sutrisno dan Muhyidin Albarobis. Pendidikan Islam Berbasis Problem Sosial.
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 2012.
Suwito. Filsafat Pendidikan Atas Asumsi Dasar Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahun.Yogyakarta: Belukar. 2004.
Syahidin. Menelusuri Metode Pendidikan dalam Al-Qur’an. Bandung: Alfabeta. 2009.
Uhbiyati, Nur. Ilmu Pendidikan Islam.Bandung: Pustaka Setia. 1997.
Yasin, Fatah. Dimensi-dimensi Pendidikan Islam. Malang: UIN Malang Press. 2008.
Zar, Sirajuddin.Filsafat Islam.Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 2008.