• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : ANALISIS

1. Persamaan antara Perkawinan dalam Agama

Perkawinan adalah cara yang harus ditempuh bagi lelaki dan wanita untuk menyatukan diri dalam ikatan sah atas nama agama. Perkawinan atau pernikahan dalam agama Islam maupun dalam agama Kristen Katolik merupakan suatu anjuran dari Tuhan Sang Pencipta bagi para hamba-Nya.

Firman Allah dalam Al-Qur’an :

ُﻢِﻬِﻨْﻐُـﻳ َءاَﺮَﻘُـﻓ اﻮُﻧﻮُﻜَﻳ ْنِإ ْﻢُﻜِﺋﺎَﻣِإَو ْﻢُﻛِدﺎَﺒِﻋ ْﻦِﻣ َﲔِِﳊﺎﱠﺼﻟاَو ْﻢُﻜْﻨِﻣ ﻰَﻣﺎَﻳَْﻷا اﻮُﺤِﻜْﻧَأَو

ﻢﻴِﻠَﻋ ٌﻊِﺳاَو ُﻪﱠﻠﻟاَو ِﻪِﻠْﻀَﻓ ْﻦِﻣ ُﻪﱠﻠﻟا

ٌ◌

Artinya : "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (Q.S. An-Nuur, 24 : 32)

Perkawinan dianjurkan oleh Nabi Muhmmad Saw. Dalam haditsnya:

َﻣ ﺎَﻳ َﻢﱠﻠَﺳَو ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﱠﻠﻟا ﻰﱠﻠَﺻ ِﻪﱠﻠﻟا ُلﻮُﺳَر َلﺎَﻗ

َةَءﺎَﺒْﻟا ُﻢُﻜْﻨِﻣ َعﺎَﻄَﺘْﺳا ِﻦَﻣ ِبﺎَﺒﱠﺸﻟا َﺮَﺸْﻌ

َﻟ ُﻪﱠﻧِﺈَﻓ ِمْﻮﱠﺼﻟﺎِﺑ ِﻪْﻴَﻠَﻌَـﻓ ْﻊِﻄَﺘْﺴَﻳ َْﱂ ْﻦَﻣَو ِجْﺮَﻔْﻠِﻟ ُﻦَﺼْﺣَأَو ِﺮَﺼَﺒْﻠِﻟ ﱡﺾَﻏَأ ُﻪﱠﻧِﺈَﻓ ْجﱠوَﺰَـﺘَﻴْﻠَـﻓ

ُﻪ

.ٌءﺎَﺟِو

1 1

Al-Bukhari, Sahih Bukhari, Kitabu As-Shaumi, (CD. Hadits Al-Bayan fiimaa Ittafaqa Alaihi Asyaikhan, 1996), No. Hadits. 1772

Artinya : “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (HR. Bukhari).

Dalam ajaran Kristen Katolik perkawinan bagi umat Kristen diserukan oleh Allah dalam al-Kitab sebagai berikut :

“Maka Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka beranak cuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”. (Kejadian 1:26-28)2

Dan juga di nyatakan Rasul Paulus :

"Saling cinta kasih suami istri adalah sebagai lambang kesatuan mesra antara Kristus dan gerejanya".3

a. Persamaan dalam Pengertian Perkawinan

Dalam Islam perkawinan/nikah didefinisikan sebagai aqad yang menghalalkan pergaulan dan membatasi hak dan kewajiban serta bertolong-tolongan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang antara keduanya bukan muhrim.4 Dan dalam Kristen Katolik perkawinan dipahami sebagai suatu (covenant, foedus), yang mempunyai arti perjanjian atau agreement (persetujuan) yang membentuk (menciptakan) suatu hubungan sedemikian rupa sehingga mempunyai kekuatan mengikat sama seperti hubungan antara orang-orang yang mempunyai hubungan darah.

Persamaan atas pengertian perkawinan dalam agama Islam dan agama Kristen Katolik di sini adalah adanya (covenant, foedus) perjanjian, persetujuan atau aqad, untuk menciptakan hubungan yang

2

Lembaga Alkitab Indonesia, Alkitab Perjanjian Lama, (Jakarta: 1992), hlm. 11-12

3

Thomas P. Rausch, Katolisme Teologi bagi Kaum Awam, (Yogyakarta: Kanisius, 2001), hlm. 12

4

halal atau sah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang tidak ada ikatan darah dalam satu lembaga, yang kemudian antara keduanya mempunyai hak dan tanggung jawab atas persetujuan/aqad yang telah mereka laksanakan.

b. Persamaan dalam Fungsi perkawinan

Terdapat persamaan antara ajaran Islam dan Kristen Katolik dalam hal fungsi perkawinan yaitu :

1) Fungsi keagamaan

Islam mengajarkan bahwa muslim yang telah melaksanakan perkawinan berarti ia telah melaksanakan separuh tugas keagamaan.

Dalam hal ini Nabi Muhamad Saw Bersabda :

ا ِﻒْﺼﱢﻨﻟا ِﰲ َﷲا ِﻖﱠﺘَﻴﻠَﻓ ِﻪِﻨْﻳِد َﻒْﺼِﻧ َﻞَﻤْﻜَﺘْﺳا ِﺪَﻘَـﻓ ُﺪْﺒَﻌﻟا َجﱠوَﺰَـﺗ اَذإ

ﻲِﻗﺎَﺒﻟ

(ﻲﻘﻬﻴﺒﻟاو ﻢﻛﺎﳊا ﻪﺟﺮﺧأ)

5

Artinya : “Jika seorang hamba menikah, maka sempurnalah separuh agamanya, maka bertakwalah kepada Allah dalam separuh lainnya”. (HR. Hakim dan Baihaqi).

Dengan melaksanakan perkawinan seorang muslim dapat menjauhkan diri dari hubungan yang diharamkan Allah Swt yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai zina, difirmankan Allah dalam Al-Qur’an :

ًﻼﻴِﺒَﺳ َءﺎَﺳَو ًﺔَﺸِﺣﺎَﻓ َنﺎَﻛ ُﻪﱠﻧِإ ﺎَﻧﱢﺰﻟا اﻮُﺑَﺮْﻘَـﺗ َﻻَو

Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (Q.S. al-Isra : 32)

5

Abu Daud, Sunan Abi Daud, Kitab An-Nikah, (CD. Haditsﻒﻳﺮﺸﻟا ﺚﻳﺪﳊا ﺔﻋﻮﺳﻮﻣ Global

Dalam Kristen Katolik perkawinan merupakan perintah Allah. Dalam sabda-Nya :

“Maka Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka beranak cuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”. (Kejadian 1:26-28).6

Persamaan pandangan Islam dan Kristen Katolik atas perkawinan dalam fungsi keagamaan adalah dengan perkawinan seorang muslim ataupun Kristen dapat lebih bisa menjaga agama yang dianutnya, mereka lebih bisa bersikap bijak dan arif dalam hubungan sosial, dengan melaksankan batasan-batasan agama dalam hal hubungan interpersonal. Dengan melakukan perkawinan seorang muslim maupun Kristiani akan bisa menjaga moral keagamaan. Menjauhkan diri dari perzinahan yang dilarang oleh kedua agama tersebut.

2) Fungsi cinta kasih

Islam tidak mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia. Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. Oleh karena itu Islam mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah rasa yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah Swt di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya. Sebagaimana firman Allah Swt

6

ْﻢُﻜَﻨْـﻴَـﺑ َﻞَﻌَﺟَو ﺎَﻬْـﻴَﻟِإ اﻮُﻨُﻜْﺴَﺘِﻟ ﺎًﺟاَوْزَأ ْﻢُﻜِﺴُﻔْـﻧَأ ْﻦِﻣ ْﻢُﻜَﻟ َﻖَﻠَﺧ ْنَأ ِﻪِﺗﺎَﻳَآ ْﻦِﻣَو

َنوُﺮﱠﻜَﻔَـﺘَـﻳ ٍمْﻮَﻘِﻟ ٍتﺎَﻳََﻵ َﻚِﻟَذ ِﰲ ﱠنِإ ًﺔَْﲪَرَو ًةﱠدَﻮَﻣ

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Q.S. ar-Rum : 21)

Cinta kasih adalah sesuatu yang diperlukan oleh sepasang suami istri. Cinta kasih merupakan tali-temali perekat perkawinan. Cinta kasih yang dianugerahkan Allah Swt kepada sepasang suami istri adalah satu tugas yang berat dan mulia. Cinta kasih ini berguna untuk memberikan landasan yang kokoh terhadap hubungan anak dengan anak, suami dengan istri, serta hubungan orang tua dengan anaknya, sehingga keluarga menjadi wadah utama bersemainya kehidupan yang penuh cinta kasih lahir batin.

Dalam ajaran Kristen Katolik cinta kasih merupakan ajaran utama bahkan agama ini mengklaim sebagai agama cinta kasih. Dalam hubunganya dengan perkawinan, St. Paulus menyatakan bahwa saling cinta kasih suami istri adalah sebagai lambang kesatuan mesra antara Kristus dan gerejanya.7 Kasih Kristus terhadap umatnya digambarkan Rasul Paulus sebagai kasih seorang suami terhadap istrinya. Tuhan Yesus adalah sang pengantin pria, yang dalam Perjanjian Lama dinyatakan sebagai suami bangsa Israil.8

Cinta kasih dalam kehidupan rumah tangga sebagai pasangan suami istri begitu pentingnya. Dengan lembaga

7

Thomas P. Rausch, loc.cit.

8

perkawinanlah seorang lelaki dan perempuan bisa mendapatkan cinta kasih yang sempurna (lahir batin) dari pasanganya secara sah dan diridlai. Inilah persamaan pandangan Islam dan Kristen Katolik atas perkawinan dalam fungsi cinta kasih.

3) Fungsi Reproduksi

Menurut pandangan Islam dan Kristen Katolik, perkawinan merupakan jalan bagi seseorang untuk mendapatkan keturunan secara sah dan diridlai Allah. Dengan perkawinan pasangan suami istri bisa melaksanakan fungsi yang merupakan mekanisme untuk melanjutkan keturunan yang direncanakan dan dapat menunjang terciptanya kesejahteraan manusia di dunia yang penuh iman dan takwa. Dalam al-Qur’an Allah Swt berfirman :

ﺎَﻬْـﻨِﻣ َﻖَﻠَﺧَو ٍةَﺪ ِﺣاَو ٍﺲْﻔَـﻧ ْﻦِﻣ ْﻢُﻜَﻘَﻠَﺧ يِﺬﱠﻟا ُﻢُﻜﱠﺑَر اﻮُﻘﱠـﺗا ُسﺎﱠﻨﻟا ﺎَﻬﱡـﻳَأﺎَﻳ

ِﻪِﺑ َنﻮُﻟَءﺎَﺴَﺗ يِﺬﱠﻟا َﻪﱠﻠﻟا اﻮُﻘﱠـﺗاَو ًءﺎَﺴِﻧَو اًﲑِﺜَﻛ ًﻻﺎَﺟِر ﺎَﻤُﻬْـﻨِﻣ ﱠﺚَﺑَو ﺎَﻬَﺟْوَز

ِإ َمﺎَﺣْرَْﻷاَو

ﺎًﺒﻴِﻗَر ْﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ َنﺎَﻛ َﻪﱠﻠﻟا ﱠن

Artinya : “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (Q.S. an-Nisa : 1)

Dan dalam al-kitab Allah berfirman:

"Lalu Allah berfirman kepada mereka beranak cuculah dan bertambah banyak". (Kejadian, 1 : 27)9

9

2. Perbedaan antara Perkawinan dalam Agama Islam dengan Perkawinan

Dokumen terkait