• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.7 Persamaan Regresi Linear Berganda

Persamaan linier berganda yang akan dibentuk adalah: Ŷ = b0 + b1X1 + b2X2+ b2X3

Keterangan :

X1 = Kemampuan keuangan rasio PAD X2 = Kemampuan Keuangan rasio BHPBP X3 = Kemandirian Daerah

b0 = Konstanta

b1,b2,b3 = Koefisien Regresi

Dengan menggunakan software SPSS, diperoleh hasil analisis regresi linier berganda sebagai berikut:

Tabel 4.9

Koefisien Regresi Berganda

Sumber : Lampiran Output SPSS, 2013

Dari hasil output regresi tersebut diatas didapat persamaan regresi (dalam jutaan) sebagai berikut:

Y = 42522384,961 + 2,963X1 + 0,399X2 + 0,057X3

Berdasarkan persamaan tersebut, menjelaskan bahwa: Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.

Correlations Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Zero-order Partial Part Tolerance VIF

1 (Constant) 42522384, 961 20258674,11 2 2,099 ,038 Pertumbuhan Ekonomi 2,963 ,490 ,545 6,045 ,000 ,794 ,498 ,330 ,365 2,738 Pendapatan Asli Daerah ,399 ,133 ,266 2,996 ,003 ,730 ,274 ,163 ,377 2,650

Dana Alokasi Umum ,057 ,030 ,113 1,936 ,055 ,382 ,181 ,106 ,878 1,139

a. Pertumbuhan Ekonomi mempunyai koefisien regresi bertanda positif sebesar 2,963 artinya apabila terjadi perubahan variabel Pertumbuhan Ekonomi sebesar 1% akan menaikkan Belanja Modal sebesar 2,963 atau 296,3%.

b. Pendapatan Asli Daerah mempunyai koefisien regresi bertanda positif sebesar 0,399 artinya apabila terjadi perubahan variabel Pendapatan Asli Daerah sebesar 1 % akan menaikkan Belanja Modal sebesar 0,399 atau 39,9%.

c. Dana Alokasi Umun mempunyai koefisien regresi bertanda positif sebesar 0,057 artinya apabila terjadi perubahan variabel Dana Alokasi Umum sebesar 1% akan menaikan Belanja Modal sebesar 0,057 atau 5,7%.

4.1.8 Pengujian Hipotesis

4.1.8.1 Analisis Koefisien Determinasi

Analisis determinasi dalam regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui presentase sumbangan pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Regresi dengan lebih dari dua variabel independen atau bebas digunakan Adjusted sebagai koefisien determinasi. Hubungan korelasi dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 4.10

Analisis Koefisien Determinasi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 ,819a ,670 ,661 69944364,33272 ,670 75,169 3 111 ,000 1,860

a. Predictors: (Constant), Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Pertumbuhan Ekonomi b. Dependent Variable: Belanja Modal

Nilai R pada intinya mengukur seberapa jauh seberapa besar hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai R sebesar 0,819 (81,9%). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi umum mempunyai hubungan yang erat dengan variabel Belanja Modal. Dasar untuk mengatakan hubungan yang erat adalah apabila nilai R diatas 50 %.

Nilai R-square (R2) atau koefisien determinasi model regresi diperoleh sebesar 0,670 menunjukkan besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Artinya bahwa variable Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum mampu dijelaskan oleh variabel Belanja Modal sebesar 67% sedangkan sebesar 33% lainnya dipengaruhi faktor lain yang tidak termasuk dalam variabel yang diteliti dalam penelitian ini.

4.1.8.2 Uji Parsial (t-test)

Pengujian secara parsial dilakukan untuk mengetahui keberartian hubungan atau pengaruh salah satu variabel bebas dengan tidak bebas dengan asumsi variabel lainnya konstan.

Uji t dilihat dari tingkat signifikansi maisng-masing variabel. Jika nilai sig dibawah 0,05, maka masing-masing variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

Tabel 4.11 Hasil Uji Parsial

Sumber : Lampiran Output SPSS, 2013

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan mengenai uji hipotesis secara parsial dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, sebagai berikut :

1) Pengujian pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal secara parsial

Untuk menguji hipotesis ini kriteria pengambilan keputusan yang digunakan adalah :

Hο ditolak jika sig. t < 0,05 Hο diterima jika sig. t > 0,05

Pada output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variabel Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka hasil yang diperoleh dengan tingkat signifikansi adalah Ho ditolak dan kesimpulannya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dari

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.

Correlations Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Zero-order Partial Part Tolerance VIF

1 (Constant) 42522384, 961 20258674,11 2 2,099 ,038 Pertumbuhan Ekonomi 2,963 ,490 ,545 6,045 ,000 ,794 ,498 ,330 ,365 2,738 Pendapatan Asli Daerah ,399 ,133 ,266 2,996 ,003 ,730 ,274 ,163 ,377 2,650

Dana Alokasi Umum ,057 ,030 ,113 1,936 ,055 ,382 ,181 ,106 ,878 1,139

Pertumbuhan Ekonomi (PDRB) terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal pada Kab/Kota di Jawa Barat.

2) Pengujian pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal secara parsial

Pada output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variabel Pendapatan Asli Daerah sebesar 0,003. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka hasil yang diperoleh dengan tingkat signifikansi adalah Ho ditolak dan kesimpulannya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dari Pendapatan Asli Daerah terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal pada Kab/Kota di Jawa Barat.

3) Pengujian pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal secara parsial

Pada output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variabel Dana Alokasi Umum sebesar 0,055. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka hasil yang diperoleh dengan tingkat signifikansi adalah Hο diterima dan kesimpulannya tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal pada Kab/Kota di Jawa Barat.

4.1.8.3Uji Simultan (F-test)

Untuk mengetahui pengaruh Pertumbuhan Ekonomi (PDRB), Pendapatan Asli Daerah, dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja

Modal maka perlu dilakukan pengujian hipotesis secara simultan yang dapat dilihat dari tabel ANOVA hasil pengolahan SPSS for Windows ver. 19

Tabel 4.12 Hasil Uji Simultan

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 1,103E18 3 3,677E17 75,169 ,000a

Residual 5,430E17 111 4,892E15

Total 1,646E18 114

a. Predictors: (Constant), Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Pertumbuhan Ekonomi b. Dependent Variable: Belanja Modal

Sumber : Lampiran Output SPSS, 2012

Dari tabel ANOVA diatas diperoleh nilai signifikansi uji F sebesar 0,000, karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka hasil yang diperoleh dengan tingkat signifikansi adalah Ho ditolak dan kesimpulannya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan dari Pertumbuhan Ekonomi (PDRB), Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal 4.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2008-2010 dilakukan pembahasan sebagai berikut:

4.2.1 Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana

Dokumen terkait