• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penduduk 15-49 Tahun Menurut Status Perkawinan dan Jenis Kelamin (persen)

15. PERSATUAN WANITA LUWU RAYA

(PWL-RAYA)

SOSIAL DAN BUDAYA Sumber: Kesbangpol Kota Bontang, 2022

Sejak tahun 2021 sampai tahun 2022 ini tidak ada SKT yang dikeluarkan oleh Kesbangpol. Hal ini tentunya secara administrasi berkas yang diajukan ada yang belum memenuhi syarat.

Karatkter organisasi kemasyarakatan itu sejak tahun 201 lebih didominasi organiasi kemasyarakatan yang kegiatan menggunakan pendekatan pada kebutuhan masa kini. Baru kemudiann disusuk dengan kegiatan adat istiadat. Hal ini wajar karena di wilayah Kota Bontang merupakan masyarakat yang majemuk yang tujuan utamanya untuk mencari pekerjaan sesuai keahlian dan pendidikan mereka. Jadi keadaan kemajemukan itu tidak adanya yang merasa mayoritas.

Penduduk asli di Kota Bontang sebenarnya berada di Bontang Kuala.

2.3. Regulatory Impact Analysis (RIA)

2.3.1. Dampak terhadap Karakter Sesuai Budaya Bangsa

Badan Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan Universitas Mulawaman

78

Sebelum membahas pada seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan masyarakat secara luas di Kota Bontang atas pelaksanaan pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, maka perlu dibahas terlebih dulu intrumen yang menjadi sasaran dari pelaksanaan Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini adalah:

1. Anak-anak usia sekolah mulai dari Sekolah Dasar, SMP, SMA/SMK/MA.

2. Mahasiswa di Kota Bontang dan perhimpunan Mahasiswa di Kota Bontang

3. Kepemudaan yang terhimpun dalam organisasi Kepemudaan dan Organisasi kemasyarakatan.

4. Kegiatan keagamaan melalui organisasi keagamaan

5. Perangkat Kelurahan yaitu para Rukun Tetangga (RT), dan para Rukun Warga (RW) beserta masyarakatnya.

6. Organisasi Partai Politik (Parpol)

7. ASN dilingkungan Pemerintah Kota Bontang 8. Masyarakat angkatan kerja

9. Kelompok masyarakat rentan dan kelompok masyarakat disabilitas (berkebutuhan khusus)

10. Masyarakat binaan di LAPAS Bontang

11. Tenaga Kerja (karyawan) yang bekerja di perusahaan milik negara/

daerah dan swasta baik perorangan maupun melalui Serikat Pekerja.

12. Masyarakat menurut profesi pekerjaan/usaha (Kelompok tani dan kelompok nelayan).

Dari sekian banyak sasaran yang dituju untuk pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini, maka diperlukan beberapa program kegiatan, yaitu:

1. Penyuluhan (bisa Sosialisasi kebangsaan, seminar kebangsaan, FGD).

2. Membangun sentra-sentra binaan (Keluarga kebangsaan, dulu dikenal Kadarkum (Keluarga Sadar Hukum)).

3. Memberdayakan Media Teknologi Informasi yaitu Media Sosial (Medsos) dengan konten-konten Pancasila dan Kebangsaan yang

Badan Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan Universitas Mulawaman

79

mampu diterima generasi milenial saat ini, Film singkat yang dilombakan.

Kota Bontang memiliki struktur kependudukan yang beragam mulai dari suku Bugis, Jawa, Kutai, Banjar, Sunda dan lain-lain.

Sebagai ciri khas kota industri, masyarakat pendatang mendominasi struktur penduduk kota maritim ini. Para pendatang dengan semangat yang tinggi serta pekerja keras menjadi modal dasar dalam membangun perekonomian Kota Bontang. Adapun suku asli Kutai juga terkenal dengan semangatnya dalam berusaha dan melakukan transaksi ekonomi dengan para pendatang. Diawali dengan sistem transaksi barter yaitu dengan menawarkan hasil pertanian hasil hutan, dan hasil lautnya kepada pendatang di Bontang. Kedatangan beberapa suku dari Sulawesi seperti suku Bugis Singkang pada tahun 1906, suku Bone pada tahun 1919, lalu disusul oleh suku Mamuju pada tahun 1955 semakin menghidupkan aktifitas ekonomi Kota Bontang.

Hadirnya PT. Badak NGL pada tahun 1974 dan disusul PT. Pupuk Kaltim pada tahun 1977 di Kota Bontang semakin menambah arus migrasi penduduk dari luar Bontang dengan motif ekonomi. Mereka berasal dari berbagai daerah terutama Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi seperti suku Banjar, Jawa, Sunda, Bugis dan lain-lain.

Harapan dari keragaman sosial budaya di Kota Bontang menjadi satu kekuatan dalam menciptakan peraturan dan kesatuan yang utuh.

Termasuk harapannya adanya perubahan perilaku dalam keragaman itu membaur (naturalisasi) budaya menjadi hal yang baik. Toleransi umat beragama satu sama lain dalam hubungan sosial dan budaya, bukan mencampuri dan beranggapan terbaik agamanya kepada orang lain.

Jadi sebenarnya disini soal pengeluaran sudah pasti dari APBD, dan tidak bisa berhadap ada kembali dalam bentuk rupiah. Tetapi kembalinya adanya perbaikan sikap dan perilaku mulai masyarakat biasa, masyarakat pekerja, dan masyarakat pengambil keputusan.

Pembangunan Character building sangat penting untuk membentengi NKRI dari kehancuran dan keporakporadaan. Jadi biaya yang

Badan Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan Universitas Mulawaman

80

dikeluarkan untuk sosialisasi, penyuluhan dan lain-lain terkait pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sebagai bentuk investasi yang pengembaliannya jangka panjang baru bisa dikemlikan.

Tetapi diharapkan adanya perubahan sikap atau perilaku, seperti jujur dalam berbagai hal, pola hidup yang sesuai kebutuhan, patuh dan taat pada nilai-nilai sosial yang positif dan peraturan perundang-undangan 2.3.2. Dampak Terhadap Keuangan Daerah

Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dilaksanakan berada pada Organisasi Pemerintah Daerah yaitu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sebagai Leading Sector utama karena diserahi bebebapa kegiatan program yang berada diluar pendidikan formal. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan jelas memiliki kewajiban untuk melaksanakan melalui kurikulum pembelajaran di tingkat pendidikan PAUD, TK, SD dan SLTP yang menjadi kewenangan daerah Kabupaten/Kota yaitu Kota Bontang. Leading sector lain yaitu Dinas Pariwisata dan Kepemudaan, yaitu pada sosialisasi melibatkan peran pariwisata dan peran kepemudaan atas Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) berkewajiban menyusun kurikulum kepada ASN dalam pembekalan dengan memasukkan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Selain Pemerintah Daerah melalui OPD yang ada sesuai dengan wewenang, tugas dan fungsi mereka dalam melaksanakan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, maka DPRD sebagai Wakil Rakyat yang dilegitimasi menjadi wakil rakyat melalui proses demokrasi yaitu Pemilihan Umum Anggota Legislatif (Pemilu) Legislatif. Peran DPRD sebagai wakil rakyat yang duduk sebagai anggota DPRD diawal mendudukinya telah diberikan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, sebagai pejabat daerah, termasuk pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Oleh karena itu dengan kapasitasnya sebagai wakil rakyat, khususnya perwakilan dari konstituennya, maka anggota DPRD diharapkan juga mampu berperan dalam menyampaikan ke masyarakat tentang ideiologi Pancasila dan

Badan Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan Universitas Mulawaman

81

Wawasan Kebangsaan melalui kegiatan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang), selain Sosialisasi peraturan Perundang-undangan (Sosper).

Daerah dalam mempermudah kegiatan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada masyarakat luas, maka dapat membentuk Forum bersama yang melibatkan instansi vertikal dibawah tanggungjawab Kesbangpol, seperti dalam menjalankan kegiatan Sosialisasi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Diskusi Publik Kebangsaan dimana instansi vertikal sebagai narasumber atau pemateri termasuk anggota DPRD.

Berikut program dari Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan: