Ada berbagai sistem klasifikasi tanah yang ada didunia, tetapi ada dua sistem yang terkenal dan diterapkan secara luas yaitu :
1. Sistem klasifikasi tanah USDA atau dikenal dengan Soil Taxonomy
2. Sistem FAO/UNESCO yang dikenal dengan sistem World Referrence Base for Soil (WRB)
Sistem klasifikasi tanah Indonesia lebih dikenal dengan nama sistem L.P.T/ Puspetan, yang didasarkan pada sistem USDA lama. Dalam perkembangan selanjutnya mengalami beberapa klai modifikasi dan penyempurnaan sampai diterbitkanya Term of Referrence Tipe A, Pemetaan Tanah, (1980).
2. Jenis tanah
Satuan-satuan jenis tanah yang ada di Indonesia antara lain adalah : 1. Tanah Vulkanis
Tanah Vulkanis adalah tanah hasil pelapukan bahan padat dan bahan cair yang dikeluarkan oleh gunung berapi. Tanah tersebut sangat subur karena mengandung unsur hara atau mineral yang diperlukan tanaman.
Persebaran : Terdapat di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara.
Pemanfaatan : dipergunakan di daerah pertanian dan perkebunan. Tanah Vulkanis terdiri dari dua jenis yaitu sebagai berikut :
a) Regosol
Dikategorikan sebagai tanah yang muda karena belum menunjukan adanya perkembangan horizon tanah. Mempunyai ciri berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning, cocok untuk tanaman palawija, tembakau, dan buah-buahan. Persebaran : ada di lereng gunung api muda dan pada daerah beting dan gumuk pasir pantai.
b) Andosol
Berasal dari bahan induk abu atau tuf gunung api. Cirinya berbutir halus, tidak mudah tertiup angin, berwarna abu-abu, dan tanah ini sangat subur sehingga cocok untuk pertanian.
Persebaran : Andosol banyak tersebar di daerah yang memiliki banyak gunung berapi atau sering terjadi aktivitas vulkanik, mulai dari ujung sumatera hingga ujung nusa tenggara dan sebagian kawasan sulawesi dan kepulauan maluku. Sedangkan untuk pulau kalimantan, sangat jarang dijumpai tanah andosol mengingat disana tidak banyak ditemukan gunung berapi dan berikut beberapa lokasi penyebaran tanah andosol di Indonesia.
2. Tanah Aluvial
Berasal dari endapan lumpur yang dibawa aliran sungai. Tanah aluvial umumnya subur karena kandungan air yang cukup. Tanah ini biasanya ditemukan dibagian hilir karena dibawa dari hulu. Tanah ini biasanya bewarna coklat hingga kelabu. Persebaran : tanah ini ada di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Jawa. Pemanfaatan : Tanah ini sangat cocok untuk pertanian baik pertanian padi maupun palawija seperti jagung, tembakau dan jenis tanaman lainnya karena
teksturnya yang lembut dan mudah digarap sehingga tidak perlu membutuhkan kerja yang keras untuk mencangkulnya.
3. Tanah Gambut atau Organosol
Tanah gambut berwarna coklat kehitaman berasal dari bahan induk organik, biasanya dari hutan rawa atau rumput rawa. Memiliki kandungan air dan bahan organik yang tinggi, PH juga tinggi, miskin unsur hara, drainase jelek, dan pada umumnya kurang subur.
Persebaran : Kalimantan, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, dan Papua bagian Selatan.
Pemanfaatan : Tanah gambut untuk persawahan, palawija, dan tanaman perkebunan seperti karet dan kelapa.
4. Tanah Podsolik Merah-Kuning
Tanah ini terbentuk dari batuan kuarsa, tersebar didaerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah hujan lebih dari 2500 mm/tahun dan jenis tanah ini berwarna merah sampai kuning, bersifat asam sekali. Kandungan bahan organik sedikit, dan kandungan unsur hara rendah.
Persebaran : Banyak ditemukan di Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
Pemanfaatan : tanah podsolik ini cocok untuk tanaman karet, pinus, dan akasia. 5. Mediterania Merah Kuning
Jenis tanah hasil pelapukan dari batuan kapur keras (limestone). Tanah ini berwarna coklat hingga merah. Khusus tanah topografi karst merah kuning didaerah topografi karst disebut “Terra Rossa”.
Penyebaran : Daerah beriklim subhumid, topografi karst pegunungan lipatan dan lereng vulkan dengan ketinggian dibawah 400 m.
Pemanfaatan : Tanah ini bisa dimanfaatkan untuk tanaman jati dan palawija. 6. Tanah Litosol
Tanah litosol adalah jenis tanah berbatu dengan lapisan tanah yang tidak begitu tebal. Tanah ini berasal dari jenis batuan-batuan keras yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna sehingga sukar ditanami dan kandungan unsur haranya sangat rendah.
Persebaran : Jenis tanah litosol banyak ditemukan dilereng gunung dan pegunungan diseluruh Indonesia.
Pemanfaatan : Tanah litosol secara umum tidak bisa dimanfaatkan, hanya sebagian kecil yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman pohon-pohon besar di hutan, palawija, dan padang rumput.
7. Tanah Latosol
Tanah latosol merupakan jenis tanah tua, mengalami proses pelapukan lebih lanjut. Jenis tanah latosol bersifat asam dan kandungan bahan organiknya rendah hingga rendah.
Persebaran : Jenis tanah ini banyak terdapat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Pemanfaatan : Tanah ini cocok untuk hutan hujan tropis. 8. Tanah Podsol
Tanah ini terbentuk karena pengaruh suhu rendah dengan curah hujan yang tinggi, berwarna merah hingga kuning. Tanah podsol mengandung unsur hara yang sangat miskin, tidak subur, dan sulit ditananami.
Persebaran : Tanah podsol banyak terdapat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah dan Papua.
9. Tanah Mergel
Tanah mergel hampir sama dengan tanah kapur, yang membedakan adalah ia lebih mirip seperti pasir. Tanah mergel terbentuk dari batuan kapur, pasir dan tanah liat dan mengalami pembentukan dengan bantuan hujan namun tidak merata.
Persebaran : Tanah mergel terdapat di Kediri dan Madiun serta Nusa Tenggara. Pemanfaatan : Tanah ini subur dan cocok dimanfaatkan untuk tanaman jati. 10. Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah hasil pencucian karena pengaruh suhu rendah dan curah hujan tinggi, mengakibatkan berbagai mineral yang dibutuhkan oleh tanaman larut dan meninggalkan sisa oksida besi dan alumunium berwarna merah sehingga tanah ini tidak subur.
Persebaran : Tanah laterit terdapat di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.
11. Tanah Humus
Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan. Mengandung banyak unsur hara dan mineral dan sangat subur. Tanah ini memiliki unsur hara dan mineral yang banyak karena pelapukkan tumbuhan hingga warnanya agak kehitam hitaman.
Persebaran : Tanah ini terdapat di daerah yang ada banyak hutan. Persebarannya di Indonesia meliputi daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua dan sebagian wilayah dari Sulawesi.
Pemanfaatan : Tanah Humus sangat baik untuk melakukan cocok tanam karena kandungannya yang sangat subur dan baik untuk tanaman