• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. PROFIL PERUSAHAAN

3.5 Persentase Kepemilikan Saham Perusahaan

Di tahun 2021 Perusahaan telah berhasil menyelesaikan aksi korporasi yaitu perubahan pemegang saham pengendali dari PT Bank Permata, Tbk kepada PT Honest Finansial Technologies International Private Limited (“Honest”). Dengan perubahan ini, maka komposisi pemegang saham menjadi sebagai berikut:

7 3.6 Wilayah Operasional Perusahaan

 1 kantor pusat yang berlokasi di DKI Jakarta.

 1 kantor cabang yang berlokasi di Surabaya, dan

 3 kantor selain kantor cabang yang berlokasi di Bandung, Semarang dan Makasar.

3.7 Produk-produk yang Ditawarkan Perusahaan a) Pembiayaan Konsumen

Perusahaan menyalurkan Produk Pembiayaan Konsumen berupa Pembiayaan Multiguna Perjalanan Ibadah.

b) Pembiayaan Anjak Piutang

Perusahaan melakukan penjualan produk AR Factoring kepada developer terpilih untuk membantu perputaran modal kerja Developer tersebut. Produk ini diharapkan dapat menunjang pertumbuhan aset Perusahaan dan meminimalisasikan tingkat risiko mengingat Developer tersebut memberikan jaminan tambahan.

Selain itu Perusahaan juga memberikan fasilitas Pembiayaan Anjak Piutang kepada grup debitur yang memiliki hubungan baik secara langsung ataupun tidak langsung dengan mata rantai pemegang saham dan afiliasinya.

c) Pembiayaan Modal Usaha

Perusahaan melakukan kegiatan pembiayaan Modal Usaha dengan fokus kepada segmen UMKM di dalam mata rantai pemegang saham dan afiliasinya yang tersebar di Jawa dan Bali.

d) Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPR/KPA) Perusahaan melakukan Pembiayaan KPR/KPA bekerja sama dengan developer rekanan terpilih.

3.8 Keanggotaan Perusahaan Pada Asosiasi Sektor Jasa Keuangan

Perusahaan turut aktif dalam berbagai asosiasi di sektor Jasa Keuangan. Perusahaan terdaftar sebagai anggota dan turut berperan aktif dalam berbagai diskusi yang membantu pemerintahan dan masyarakat untuk menciptakan produk dan layanan keuangan yang memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.

Asosiasi tersebut antara lain:

1. Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI); dan 2. Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa.

8 3.7 Perubahan Signifikan Pada Perusahaan

Di tahun 2021 Perusahaan telah berhasil menyelesaikan aksi korporasi yaitu perubahan pemegang saham pengendali dari PT Bank Permata, Tbk kepada PT Honest Finansial Technologies International Private Limited (“Honest”). Dengan perubahan ini, maka komposisi pemegang saham menjadi Honest 71,21% dan Bank Permata 28,79%.

Seiring dengan dilakukannya aksi korporasi, perusahaan melakukan penghentian penyaluran pembiayaan pada bulan Agustus 2021 untuk produk Multiguna dan Investasi dan bulan Oktober 2021 untuk produk Modal Usaha.

4. Laporan Direktur Utama

4.1 Kebijakan Keuangan Berkelanjutan

Selama tahun 2021, Perusahaan menjalankan prinsip inklusif untuk memberikan akses produk pembiayaan yang merata kepada masyarakat, khususnya masyarakat dengan akses terbatas ke pembiayaan, sehingga dapat turut serta dalam mempercepat kemajuan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Penerapan prinsip inklusif ini dalam jangka panjang juga diharapkan dapat menurunkan tingkat kesenjangan sosial. Perusahaan masuk ke dalam segmen keuangan inklusif adalah dengan memberikan solusi finansial bagi para calon Debitur sebagai alternatif pembiayaan selain Bank.

Terkait dengan adanya pandemi COVID-19, Perusahaan turut berpartisipasi dalam penanganan restrukturisasi pembiayaan bagi Debitur yang terdampak oleh pandemi ini.

Perusahaan akan tetap menyalurkan pembiayaan dengan terus mengkedepankan prinsip kehati-hatian untuk tetap mempertahankan portofolio pembiayaan dengan kualitas yang baik.

Tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program tak lepas dari Pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, meskipun telah berangsur membaik, namun kondisi peralihan menyebabkan ketidakpastian dalam perekonomian. Kondisi ini akan berdampak terhadap peningkatan penyaluran kredit dan upaya mempertahankan tingkat rasio kredit bermasalah. Untuk mengatasi tantangan tersebut, kami akan menerapkan strategi bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, menekan biaya, dan pengendalian risiko.

Sejalan dengan tujuan dilakukannya aksi korporasi, di tahun 2022, Perusahaan akan memfokuskan untuk melakukan pengembangan produk berbasis digital sehingga dapat mempercepat dan berperan aktif di dalam program inklusi keuangan tanpa batasan tempat dan waktu. Hal ini akan didukung juga dengan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia

9 untuk mendukung pertumbuhan bisnis terutama di area kompetensi digitalisasi, budaya kreatif dan kolaborasi efektif dalam menjalankan proses bisnis.

4.2 Penerapan Keuangan Berkelanjutan

Seperti yang telah dijelaskan dalam Rencana Bisnis Perusahaan 2021, bahwa tahun 2021 masih merupakan tahun persiapan bagi Perusahaan dalam menerapkan Keuangan Berkelanjutan, oleh karena itu pencapaian yang telah lakukan adalah:

 Realisasi penyaluran pembiayaan untuk debitur dengan segmen UMKM sebesar Rp 52.69 Miliar atau 40.39% dari total penyaluran pembiayaan.

 Sosialisasi terkait Keuangan Berkelanjutan telah dilakukan kepada seluruh karyawan Perusahaan baik melalui paparan langsung maupun melalui media komunikasi lainnya.

 Penyaluran pembiayaan Modal Usaha yang berkaitan dengan Keuangan Berkelanjutan dengan target segmen UMKM di dalam mata rantai pemegang saham dan afiliasinya di tahun 2021 ini sebesar Rp. 52.69 milyar.

Perusahaan berkomitmen untuk menjalin sinergi dengan debitur dalam mengatasi dampak sosial ekonomi dari Pandemi COVID-19, oleh karena itu pada tahun 2021 pemberian relaksasi kepada debitur tetap diberikan. Pemberian tetap mengkedepankan prinsip kehati-hatian, kemampuan debitur dan kondisi perekonomian secara menyeluruh.

Sebagai wujud komitmen Perusahaan terhadap kepedulian dan tanggung jawab sosial, Program “Bersama Sahabat” sebagai sarana kegiatan sosial kembali dilakukan di tahun 2021 meskipun terdapat keterbatasan sehubungan dengan kondisi pandemi COVID-19 yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan kunjungan langsung. Kegiatan sosial dilakukan pada bulan Ramadhan dilaksanakan dengan penyerahan donasi kepada Panti Asuhan Baraya, di Bandung yang dilaksanakan oleh Kantor Selain Kantor Cabang Bandung. Selain itu juga dilakukan penyerahan donasi kepada Yayasan Himmatunayat di Surabaya yang dilaksanakan oleh Kantor Cabang Surabaya.

Visi dan Misi dari Pengelolaan Keuangan Berkelanjutan ini adalah : Visi:

Menjadi Perusahaan yang tubuh dan berkembang dengan turut berkontribusi pada keselarasan pertumbuhan ekonomi dengan lingkungan sosial dan lingkungan hidup.

Misi:

Melakukan kegiatan usaha yang berkontribusi pada lingkungan sosial dan lingkungan hidup.

10 Tantangan Perusahaan dalam realisasi Pengelolaan Keuangan Berkelanjutan di tahun 2021 ini adalah terbatasnya pelaksanaan aktifitas-aktifitas ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup dikarenakan dampak pandemi COVID-19, dimana Perusahaan sangat berhati-hati dalam memberikan Pembiayaan kepada Debitur yang berakibat pada perlambatan pertumbuhan Pembiayaan secara keseluruhan. Selain itu karena dilakukannya aksi korporasi, Perusahaan juga melakukan penghentian sementara penyaluran pembiayaan pada bulan Agustus 2021 untuk produk Multiguna dan Investasi dan bulan Oktober 2021 untuk produk Modal Usaha.

namun demikian Perusahaan tetap berusaha melakukan beberapa proses efisiensi sekaligus bertujuan usaha yang ramah lingkungan dengan cara sebagai berikut :

 Penggunaan/pemanfaatan daur ulang kertas untuk fotocopy keperluan Internal karyawan

 Proses otomatisasi merupakan suatu inovasi yang terus dilakukan yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan kertas, tinta dan material lainnya

 Penghematan penggunaan listrik di area kerja dengan gerakan disiplin mematikan lampu maupun perangkat kerja jika sudah selesai dalam melaksanakan tugas pekerjaan kantor.

 Mengumpulkan sampah plastik di area kerja untuk dibuang pada tempat khusus untuk menghindari pencemaran lingkungan

 Pembersihan dan penyemprotan disinfectan secara berkala di sekitar area kerja untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat

Selama pandemi COVID-19, melakukan pengaturan mekanisme kerja Work From Home dan Work From Office sejalan dengan aturan Pemerintah.

4.3 Strategi Pencapaian Target Keuangan Berkelanjutan

Dalam mencapai target Keuangan Berkelanjutan, Perusahaan menjalankan beberapa strategi yang sudah di rencanakan di awal tahun 2021, untuk mencapai target Keuangan Berkelanjutan. Strategi tersebut diantara nya:

 Integrasi aspek sosial dan lingkungan hidup ke dalam pengelolaan risiko dengan melakukan pembiayaan kepada sektor yang ramah lingkungan atau green energy dan tidak merusak lingkungan hidup, serta tidak melakukan pembiayaan kepada sektor industri yang terlarang.

 Peningkatan pertumbuhan portofolio pembiayaan pada kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

 Pemanfaatan peluang dan prospek usaha masih sangat besar khususnya dalam pembiayaan kepada UMKM yang diprediksikan dapat di penetrasi oleh Perusahaan kedepannya.

11

 Situasi eksternal ekonomi, sosial dan lingkungan hidup yang mempengaruhi keuangan berkelanjutan di tahun 2021 adalah dampak pandemi COVID-19 yang mengakibatkan banyaknya UMKM yang kesulitan cash flow dan banyaknya pengangguran sehingga sulit bagi Perusahaan untuk lebih agresif dalam penerapan aksi keuangan berkelanjutan, dan selain daripada itu juga sangat terbatasnya pelaksanaan program peduli lingkungan hidup untuk dilaksanakan demi menjaga kesehatan semua pihak terkait

 Dalam mendukung situasi kondisi ekonomi eksternal yang mengakibatkan Debitur mengalami kesulitan Cash Flow maka Perusahaan berusaha untuk membantu memberikan solusi finansial berupa Relaksasi penyelesaian kredit berupa Restrukturisasi.

 Dalam pelaksanaan kegiatan bisnis selama masa Pandemi COVID-19 ini Perusahaan sangat berkomitmen tinggi dalam kepatuhan dan pelaksanaan Protokoler Kesehatan COVID-19 dengan terus berjalnnya gugus tugas COVID-19, Sosialisasi Kesehatan dan pemantauan kegiatan Protokoler Kesehatan secara berkala, serta penandatanganan Pakta Integritas Perusahaan dalam Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di lingkungan Pemerintah Daerah setempat.

5. Tata Kelola Keuangan Berkelanjutan

5.1 Tugas Direksi Dan Dewan Komisaris

Uraian tugas Direksi dan Dewan Komisaris, pegawai, pejabat dan/atau unit kerja yang menjadi penanggung jawab penerapan Keuangan Berkelanjutan.

Direksi bertugas :

1. Melaksanakan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dalam setiap pengelolaan operasional perseroan sehari-hari seusai dengan Visi, Misi dan Kode Etik Perusahaan.

2. Mengupayakan pencapaian rencana kerja dan tujuan usaha untuk jangka pendek dan menengah.

3. Menjaga nilai-nilai Perusahaan yang telah ditetapkan.

4. Memastikan tersedianya sumber daya dan mekanisme pengendalian internal yang memadai untuk menghindari kerugian akibat risiko usaha dan risiko operasional.

5. Menerapkan praktek Tata Kelola Perusahaan yang baik sesuai dengan standar etika, profesionalisme dan kepekaan sosial yang tinggi demi kepentingan seluruh stake holder Perusahaan.

Dewan Komisaris bertugas :

1. Memastikan pelaksanaan praktek Tata Kelola Perusahaan pada Perseroan.

Disamping itu Dewan Komisaris juga bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan atas kebijakan Direksi dalam pengelolaan Perusahaan serta

12 memberikan nasehat untuk hal – hal yang berkaitan dengan pengelolaan Perusahaan, termasuk memberikan arahan atas rencana strategis Perusahaan dan melakukan pengkajian atas pencapaian target.

2. Dewan komisaris hanya bertanggung jawab kepada RUPS dan senantiasa selalu mengedepankan kepentingan stakeholder.

Pejabat dan/atau unit kerja yang menjadi penanggung jawab penerapan Keuangan Berkelanjutan bertugas:

1. Menjalankan pekerjaan sesuai prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan berkelanjutan Yang Baik dalam setiap pekerjaan sehari-hari seusai dengan Visi, Misi dan Kode Etik Perusahaan.

2. Menjalankan nilai-nilai Perusahaan yang telah ditetapkan.

5.2 Program Pelatihan dan Pengembangan Keuangan Berkelanjutan

Perusahaan menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan pengembangan yang dirancang untuk membekali pengembangan kompetensi Direksi, Dewan Komisaris dan karyawan dengan keahlian yang dibutuhkan agar dapat berprestasi di industri keuangan saat ini, untuk dapat bersaing dengan Perusahaan-Perusahaan pembiayaan lainnya, baik dari sisi pemasaran, operasional, manajemen risiko maupun unit penunjang lainnya, dengan mencadangkan biaya sebesar 2,5% dari biaya karyawan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sepanjang tahun 2021, Perusahaan telah melakukan kegiatan pelatihan maupun program sertifikasi keseluruh karyawan sesuai dengan yang digariskan oleh Regulator. Per Desember 2021, seluruh karyawan telah mendapatkan sertifikasi sesuai area dan lingkup kerja masing-masing.

Perusahaan terus mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi untuk menghadapi pandemi COVID-19 selama tahun 2021 untuk memaksimalkan kepraktisan dan efisiensi. Sejak tahun 2012, Perusahaan telah menyediakan pelatihan melalui media e-learning yang dapat menjangkau seluruh karyawan. Materi pelatihan e-learning diperbaharui secara berkala agar materi-materi tersebut selalu relevan dan berkualitas.

Dengan memiliki karyawan yang terlatih dan berdedikasi, maka diharapkan Perusahaan dapat memenuhi kebutuhan debitur melalui kemampuan untuk menawarkan solusi pembiayaan yang efektif dan tepat waktu sesuai dengan kebutuhan finansial debitur.

5.3 Manajemen Risiko Keuangan Berkelanjutan

Perusahaan telah menunjuk RCO (Risk Control Owner)/pemilik risiko yang bertanggungjawab dalam pengelolaan setiap risiko. Masing-masing RCO bertanggungjawab untuk mengelola 8 (delapan) tipe risiko sesuai yang di atur dalam POJK No. 44/POJK.05/2020

13 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank, yaitu risiko strategis, operasional, kredit, pasar, likuiditas, hukum, kepatuhan dan reputasi

Komisaris dan Direksi aktif dalam melakukan kegiatan pengawasan melalui komite RMOC (Risk Monitoring Committee) / Komite Pengawasan Risiko dan RMC (Risk Management Committee) / Komite Manajemen Risiko yang dibentuk dan diangkat untuk pemantauan dan pengambilan keputusan yang bersifat strategis.

Pengembangan manajemen risiko didasarkan atas pemahaman menyeluruh terhadap manajemen risiko oleh karyawan dari semua unit, bagian dan kantor cabang melalui pelatihan bidang tersebut. Perusahaan juga telah menjalankan forum manajemen risiko yang bertujuan untuk melestarikan budaya menajemen risiko dilingkungan kerja, sehingga risiko dari setiap aktivitas dapat dideteksi lebih awal.

Sesuai dengan kententuan, Perusahaan telah mengirimkan laporan Tingkat Risiko Perusahaan kepada OJK secara berkala sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Selain itu, dalam kaitannya dengan konglomerasi, Perusahaan telah mengirimkan Laporan penilaian tingkat risiko melalui Entitas Utama.

5.4 Pemangku Kepentingan Keuangan Berkelanjutan

Keberhasilan bisnis yang berkelanjutan sangat bergantung kepada pengelolaan keterlibatan para pemangku kepentingan yang bermartabat, efektif dan efisien. Untuk itu, melalui berbagai metode, kami berupaya memperoleh masukan, ide dan solusi yang berharga dari setiap pemangku kepentingan untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko, serta mengembangkan produk.

Berdasarkan pengaruhnya pada kinerja dan reputasi, Perusahaan menilai bahwa masukan dari para pemangku kepentingan utama yaitu: debitur, karyawan, masyarakat, pemegang saham, dan regulator akan menjadi sangat penting dalam menerapkan keuangan berkelanjutan Perusahaan.

5.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan

Pada tahun 2021, Perusahaan melakukan aksi korporasi sehingga melakukan penghentian sementara dalam menyalurkan pembiayaan pada bulan Agustus 2021 untuk produk Multiguna dan Investasi dan bulan Oktober 2021 untuk produk Modal Usaha. Kondisi ini mengakibatkan penyaluran pembiayaan terhadap UMKM tidak optimal meskipun dapat melebihi penyaluran ditahun 2020.

14

6. Kinerja Keuangan Berkelanjutan

6.1 Budaya Keuangan Berkelanjutan

Kode Etik Perilaku Karyawan (Code of Conduct) merupakan panduan bagi karyawan dalam bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan prinsip-prinsip moral atau nilai-nilai mengenai hal-hal yang dianggap baik dan tidak baik, serta hal-hal yang benar dan tidak benar.

Melalui Kode Etik Perilaku Karyawan diharapkan karyawan dapat selalu bersikap hati-hati, cermat dan cerdas saat menghadapi hal-hal yang berpotensi menimbulkan risiko yang dapat merugikan perusahaan (memiliki Risk Awareness)

Pengenalan Kode Etik Perilaku Karyawan dilakukan sejak karyawan baru bergabung dan dilakukan penyegaran secara periodik selama karyawan masih bekerja di Perusahaan.

Sosialisasi kode etik dilakukan dengan pelatihan melalui e-learning terkait Kode Etik dan Budaya Kepatuhan dan prosedur anti korupsi. Kode Etik tersebut disosialisasikan secara rutin.

6.2 Kinerja Ekonomi Perusahaan

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Uraian 2021 2020 2019

(Milyar) (Milyar) (Milyar)

Pendapatan 35.74 43.15 61.15

Beban (35.72) (45.71) (69.50)

Laba Sebelum Pajak Penghasilan 0.02 (2.56) (8.36)

Beban Pajak Penghasilan 0.41 0.75 2.89

Laba Bersih Tahun Berjalan 0.43 (1.81) (5.47)

Penghasilan Komprehensif Lain 0.31 0.28 0.68

Jumlah Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan 0.74 (1.53) (4.79)

Laporan Posisi Keuangan

ASET 2021 2020 2019

(Milyar) (Milyar) (Milyar)

Kas di bank 95.01 153.8 77.33

Piutang pembiayaan konsumen 12.19 19.12 51.78

Piutang anjak piutang 35.52 49.68 121.48

Piutang modal usaha 16.49 25.11 18.14

Piutang kredit pemilikan rumah 88.88 89.68 84.9

Piutang lain-lain 3.03 4.34 4.5

Beban dibayar dimuka 0.86 0.86 0.92

Pajak dibayar dimuka 1.73 2.22 1.72

15

Aset pajak tangguhan 6.44 6.12 4.91

Aset tetap 5.86 7.84 3.36

Aset lain-lain 0.86 0.86 0.86

JUMLAH ASET 266.87 359.63 369.88

LIABILITAS 2021 2020 2019

(Milyar) (Milyar) (Milyar)

Utang bank - - 12.88

Liabilitas imbalan pascakerja 4.12 4.41 3.85

Utang pajak 0.35 0.4 0.44

Utang lain-lain 6.64 9.67 4.76

JUMLAH LIABILITAS 11.11 14.48 21.93

EKUITAS 2021 2020 2019

(Milyar) (Milyar) (Milyar)

Modal saham 272.87 100 100

Tambahan modal disetor -22.81 -22.81 -22.81

Saldo laba 5.7 267.96 270.76

JUMLAH EKUITAS 255.76 345.15 347.95

6.3 Kinerja Sosial Perusahaan

Sebagai salah satu Lembaga Jasa Keuangan (LJK), Perusahaan memiliki komitmen untuk memberikan dampak positif untuk berbagai lapisan sosial masyarakat, oleh karena itu secara garis besar terdapat 3 kinerja sosial perusahaan, yaitu:

 Memastikan produk dan layanan keuangan yang berkualitas dan bertanggung jawab Dalam upaya memberikan layanan yang cepat dan baik sebagai bentuk tanggung jawab Perusahaan kepada debitur atau pelanggan, Perusahaan menjaga kepatuhan, privasi debitur, dan ketepatan produk atau layanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perusahaan juga memiliki serangkaian kebijakan dan prosedur baku terkait dengan produk dan layanan yang ditawarkan kepada debitur. Setiap produk dan layanan yang akan ditawarkan kepada debitur telah melalui tahapan pengujian dan asesmen sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang mengacu pada ketentuan peraturan perundangan.

16

 Membangun Sumber Daya Manusia yang optimal

Dalam membangun SDM yang optimal, Perusahaan berusaha untuk menciptakan dan menjaga iklim kerja yang kodusif dengan terus mengkedepankan lingkungan kerja yang profesional, bebas dari perlakuan atau tindakan diskriminasi dan pelecehan (harassment) dari sekelompok individu.

Perusahaan menjamin kesetaraan dan kesempatan kerja bagi siapa saja untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh bersama. Perusahaan juga memperlakukan individu sesuai dengan harkat dan martabatnya, tanpa membedakan ras, warna kulit, etnis, jenis kelamin, status perkawinan, dan agama atau kepercayaan.

Perusahaan juga terus membangun hubungan ketenagakerjaan untuk menciptakan iklim kerja yang produktif dan nyaman bagi seluruh karyawan dengan tidak mempekerjakan anak dibawah umur maupun memaksa karyawan bekerja diluar waktu yang telah ditentukan.

Pelatihan dan pengembangan kompetensi yang dilakukan di lingkungan Perusahaan berfungsi sebagai upaya dalam penataan organisasi yang sesuai dengan perkembangan perusahaan yang terus berkembang dari waktu ke waktu, sehingga karyawan dapat mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasannya agar lebih produktif dan efektif. Untuk mewujudkan hal tersebut, perusahaan telah menyediakan anggaran pembelajaran dan pengembangan sebagai landasan dalam melaksanakan pengembangan karyawan.

 Berkomitmen terhadap kepedulian dan tanggung jawab sosial

Kembali melakukan program “Bersama Sahabat” di tahun 2021 sebagai sarana kegiatan sosial, meskipun terdapat keterbatasan sehubungan dengan kondisi pandemi COVID-19 yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan kunjungan langsung. Kegiatan tersebut yaitu kegiatan sosial pada bulan Ramadhan dilaksanakan dengan penyerahan donasi kepada Panti Asuhan Baraya, di Bandung yang dilaksanakan oleh cabang Bandung, demikian juga di Kantor Cabang dan Kantor selain Kantor Cabang yakni donasi kepada Yayasan Himmatun Ayat di Surabaya.

6.4 Kinerja Lingkungan Hidup bagi Perusahaan

Dalam hal kinerja lingkungan hidup, Perusahaan melakukan beberapa hal untuk menjaga lingkungan hidup antara lain penggunaan/pemanfaatan daur ulang kertas untuk fotocopy dokumen, otomatisasi proses bisnis untuk mengurangi kertas, tinta dan material lainnya, penghematan penggunaan listrik dengan gerakan disiplin mematikan lampu, membuang sampah plastik pada tempatnya untuk menghindari pencemaran lingkungan, dan penyemprotan disinfectan secara berkala di sekitar area kerja.

17 6.5 Tanggung Jawab Pengembangan Produk Keuangan Berkelanjutan

Perusahaan memiliki komitmen yang tinggi dalam menyediakan layanan terbaik bagi debitur dengan menyediakan serangkaian produk yang berkualitas dan bertanggung jawab, sesuai dengan kebutuhan debitur. Perusahaan senantiasa memastikan setiap produk yang disediakan memberikan manfaat kepada debitur sekaligus memberi dampak pada keberlanjutan Perusahaan. Perusahaan telah menyediakan produk antara lain Pembiayaan Konsumen, Pembiayaan Anjak Piutang, Pembiayaan Modal Usaha, dan Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah / Kredit Pemilikan Apartemen.

Perusahaan menyediakan produk keuangan yang menyeluruh untuk melayani berbagai kebutuhan debitur berdasarkan segmentasi usia, keluarga, maupun pengusaha dengan skala kecil hingga korporasi, yang tersedia dalam skema pembiayaan konvensional.

Target pertumbuhan pembiayaan Modal Usaha Perusahaan difokuskan untuk mata rantai grup Astra yang tersebar di Jawa dan Bali. Dimana debitur tersebut masuk dalam kelompok UMKM sehingga dapat memberikan manfaat positif bagi pelaku bisnis tersebut dan lingkungan sekitarnya.

Dokumen terkait