Tabel 2. 13 Kelompok Umur Kabupaten Gresik Tahun 2020
2018 2019 2020 1 Persentase penyelesaian penanganan aduan terhadap
P2TP2A 100% 100% 100%
2 Nilai Kabupaten Layak Anak 754,2 828 828
Sumber: Dinas KBPPPA Kab.Gresik Tahun 2020
Aduan kasus kepada P2TP2A pada tahun 2020 mengalami penurunan sebanyak 11 kasus dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang jumlahnya sebanyak 135 kasus, penyelesaian penanganan kasus oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak selama tahun 2020 mencapai 124 kasus dengan 100% kasus tertangani. Sedangkan Nilai Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Gresik pada tahun 2020 masih memperoleh nilai yang sama dengan tahun 2019 yakni mencapai 828 dan mendapatkan Peringkat Kabupaten Layak Anak pada Kategori Madya.
2.1.4.2.3. Pangan
Dalam rangka mencapai sasaran pembangunan utama dalam kemandirian pangan dan kesejahteraan pelaku pertanian, upaya-upaya dalam meningkatkan ketersediaan pangan utama di daerah menjadi sangat penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok penduduk secara langsung dan menjaga stabilitas ekonomi dan pembangunan berkelanjutan secara sistemik. Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan dan air baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.
Penyelenggaraan urusan pangan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian pada Tahun 2020 dilakukan oleh Bidang Pangan melalui 1 program yang
realisasi sebesar Rp 144.701.600,00 atau 99,77%. Sedangkan dana yang tidak terserap sebesar Rp 324.275,00 merupakan efisiensi anggaran. Capaian indikator kinerja urusan pangan pada tahun 2020 dengan sasaran ”Mencapai kemandirian pangan dan kesejahteraan pelaku pertanian” dapat diuraikan sebagaimana berikut:
Tabel 2. 49 Indikator Urusan Pangan – Rasio Ketersediaan Pangan Utama
No Indikator Sasaran Tahun
2016 2017 2018 2019 2020 1
Rasio Ketersediaan Pangan Utama
(Kg/Kpt/Thn)
202,21 180,41 187,55 194 180,1
2 Rasio Konsumsi Pangan
(Kg/Kpt/Thn) 100,57 97,43 96,32 96,32 96,74 Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Gresik 2021
Rasio keterserdiaan pangan utama di Kabupaten Gresik terus berfluktuasi selama 5 tahun terakhir. Rasio ketersediaan pangan tertinggi selama lima tahun terjadi pada tahun 2016 dengan rasio 202,21 kg/kapita/tahun, sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2020 dengan rasio 180,1 kg/kapita/tahun. Berbanding lurus dengan rasio ketersediaan pangan, rasio konsumsi pangan di Kabupaten Gresik tertinggi terjadi pada tahun 2016 dengan rasio 100,57. Sedangkan rasio terendah selama lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2018 dan 2019 dengan rasio 96,32.
Rasio ketersediaan pangan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mencapai kemandirian pangan. Rasio ketersediaan pangan utama dihitung berdasarkan jumlah ketersediaan pangan utama (ton per tahun) dibagi jumlah penduduk pertengahan tahun (jiwa) dan rasio konsumsi pangan dihitung berdasarkan jumlah konsumsi total (ton) dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun (jiwa). Rasio pangan yang didapatkan dari perbandingan antara jumlah ketersediaan pangan utama dengan dengan jumlah konsumsi total merupakan analisa yang penting dilakukan dalam menyusun kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan. Ketahanan pangan merupakan suatu kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Rasio pangan dapat menggambarkan tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Gresik. Ketahanan pangan terjadi bila jumlah ketersediaan pangan lebih besar 1,2 kali atau lebih tinggi 20% dibanding dengan jumlah konsumsi pangan. Pada kondisi ini, ketahanan pangan akan tetap aman meskipun terjadi gagal panen di Kabupaten Gresik maupun daerah pemasok pangan di sekitarnya, karena kebutuhan konsumsi pangan akan dipenuhi dari stok pangan tahun sebelumnya. Berikut merupakan data jumlah ketersediaan pangan dan jumlah konsumsi total di Kabupaten Gresik:
Tabel 2. 50 Indikator Urusan Pangan – Jumlah Ketersediaan Pangan Utama
No Indikator Sasaran Tahun
2016 2017 2018 2019 2020 1 Jumlah Ketersediaan Pangan Utama (Ton Beras) 391.503,8 401.072,4 397.532,4 401.588,9 383.773,9 2 Jumlah Konsumsi Total (Ton) 131.120,5 127.676,1 126.547,7 124.130,4 125.586,3 Rasio Pangan 2,99 3,14 3,14 3,24 3,06
Sumber Data: Dinas Pertanian Kabupaten Gresik 2021
Jumlah ketersediaan pangan utama per ton selama 5 tahun tahun terakhir mengalami fluktuasi dengan jumlah ketersediaan pangan utama tertinggi pada tahun 2019 yaitu 401.588,85 ton, sedangkan jumlah ketersediaan terendah terjadi pada tahun 2020 dengan jumlah 383.773,88 ton. Jumlah konsumsi total selama 5 tahun terakhir menunjukkan penurunan konsumsi dari tahun 2016 hingga tahun 2019, kemudian naik 1,17 % pada tahun 2020 dengan jumlah konsumsi total (ton) 125.586,3. Data Rasio pangan di Kabupaten Gresik dari tahun 2016 hingga tahun 2020 menunjukkan kondisi tahan pangan dengan jumlah ketersediaan pangan >1,2 kali dibandingkan dengan jumlah konsumsi total pangan. Hal ini mengindikasikan bahwa kebutuhan pangan perseorangan dan daerah Kabupaten Gresik selama lima tahun terakhir senantiasa tercukupi atau tahan pangan.
2.1.4.2.4. Pertanahan
Tabel 2. 51 Capaian Indikator Program dan Kegiatan Dinas Pertanahan Kabupaten Gresik Tahun 2016-2020 No Indikator Program/kegiatan 2016 2017 2018 2019 2020 Target Realisasi 1 Persentase tanah
pemerintah daerah yang diverifikasi dalam rangka sertifikasi asset - 47% 50% 100% 50% 100% 2 Persentase konflik pertanahan yang diselesaikan 85.19% 100% 100% 100% 100% 50%
Sumber Data: Dinas Pertanahan Kabupaten Gresik Tahun 2021
Persentase tanah pemerintah daerah Kabupaten Gresik yang diverifikasi dalam rangka sertifikasi asset dari tahun 2016 hingga tahun 2020 mengalami peningkatan. Berbanding terbalik dengan persentase konflik pertanahan yang diselesaikan cenderung menurun dari tahun 2016 hingga tahun 2020, yaitu menurun sebesar 50%. Pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Tabel 2. 52 Data Dukung Renstra Dinas Pertanahan Tahun 2016-2020
No Data Dukung Satuan Tahun
2016 2017 2018 2019 2020 Sasaran
1 Nilai Kepuasan Masyarakat Dinas Pertanahan
indeks 100 100 100 100 100
2 Jumlah Fasilitasi penyelesaian konflik (masyarakat dan pemda)
kasus - 10 10 10 10
3 Jumlah Konflik
pertanahan (masyarakt dan pemda)
kasus - 10 10 10 10
4 Jumlah tanah pemda bersertifikat/
bidang 222 0 0 0 69
5 Jumlah tanah pemda bidang 1439 1439 1439 1439 1439 Program
1 Jumlah tanah yang dibebaskan (menerima ganti rugi) (satuan m)
lokasi (m2) - 1 2 4 1
2 Jumlah rencana tanah yang akan dibebaskan (satuan m)
lokasi (m2) - 4 5 6 2
3 Jumlah Fasilitasi penyelesaian konflik tanah pemda
kasus - 10 10 10 10
4 Jumlah Konflik yang melibatkan aset tanah pemda
kasus - 10 10 10 10
5 Jumlah tanah aset pemda
yang terlantar
dimanfaatkan (bidang)
bidang - 0 0 0 0
6 Jumlah pengajuan pemanfaaan aset pemda terlantar (bidang)
bidang - 0 0 0 0
7 Realisasi aset tanah pemda yang disertfikasi sertifikat - 0 0 0 69 8 Jumlah pengajuan sertifikat dokumen pengajuan - 62 34 99 75
Sumber Data: Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Tahun 2021
Berdasarkan table di atas, nilai kepuasaan masyarakat terhadap Dinas Pertanahan memiliki nilai yang tinggi dan stabil dari tahun 2016 hingga tahun 2020. Selain itu terdapat peningkatan yang signifikan terkait realisasi asset tanah pemda yang disertifikasi, dimana pada tahun 2020 mencapai
sebanyak 69 setifikat. Sedangkan untk pengajuan sertifikat pada tahun 2020 sebanyak 75 dokumen pengajuan, sedikit menurun disbanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 99 dokumen pengajuan.
2.1.4.2.5. Lingkungan Hidup
Tabel 2. 53 Urusan Lingkungan Hidup
No Indikator Tahun
2016 2017 2018 2019 2020