Prinsip-prinsip Pembangunan Berkelanjutan
Pada penelitian ini usia mayoritas responden cenderung merata pada rentang usia yang ada. Persentase usia terbesar yaitu usia 60 tahun keatas yaitu 16,67%. Responden dengan jenis kelamin laki-laki mendominasi persentase keseluruhan responden yaitu sebesar 66,67%, sesuai dengan data pada Bab IV yang menyebutkan bahwa persentase penduduk laki-laki di Kota Sukabumi lebih besar.
Dari data agama yang dianut responden hampir semua menganut agama islam (95%). Sedangkan dari latar belakang pendidikan responden, hampir setengah dari jumlah keseluruhan responden (40%) merupakan lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU) dan persentase terkecil yaitu responden dengan lulusan dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 13%.
Mata pencaharian responden sebagian besar (43,33%) merupakan wiraswasta/pedagang sedangkan persentase terkecil yaitu responden dengan mata pencaharian sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu sebesar 6,67% .Adapun untuk lebih jelasnya karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 41.
Tabel41Distribusi Frekuensi dan Persentase Karateristik Responden di Kota Sukabumi (n = 60)
No. Karateristik Responden Frekuensi
Persentase %) 1. Kelompok Umur : 15 - 19 tahun 20 - 24 tahun 25 - 29 tahun 30 - 34 tahun 35 - 39 tahun 40 - 44 tahun 45 - 49 tahun 50 - 54 tahun 54 - 59 tahun 60 ke atas 4 4 6 9 3 3 9 9 3 10 6,67 6,67 10,00 15,00 5,00 5,00 15,00 15,00 5,00 16,67 2. Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan 40 20 66,67 33,33 3. Agama : Islam Katolik Protestan Budha Hindu 57 2 1 0 0 95,00 1,67 3,33 0 0 4. Latar Belakang Pendidikan
SD SMP SMU Akademi/Perguruan Tinggi 15 8 24 13 25,00 13,33 40,00 21,67 5. Jenis Mata Pencaharian :
PNS Pegawai Swasta Wiraswasta/Pedagang lain-lain 4 7 26 23 6,67 11,67 43,33 38,33 Sumber : Hasil Survey, 2011.
Pada penelitian ini sama halnya dengan stakeholder, maka masyarakat pun menjadi responden yang penting menjadi objek penelitian. Seperti yang disebutkan Akil (2003), bahwa dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan perencanaan tata ruang yang partisipatif perlu terus didorong untuk melibatkan masyarakat dengan pendekatan community driven planning dengan harapan:
1) Terciptanya kesepakatan dan aturan main (rule of the game) di masyarakat dalam rangka mewujudkan keadilan sosial disebabkan program perencanaan tata ruang yang disusun sesuai dengan aspirasinya.
2) Mewujudkan masyarakat madani yang dapat memenuhi dan
mengupayakan pemenuhan kebutuhannya sendiri seiring dengan proses pembelajaran berpartisipasi yang terkandung dalam pendekatan peran serta masyarakat dalam perencanaan tata ruang.
3) Terciptanya sistem kelembagaan perencanaan tata ruang yang mampu meningkatkan legitimasi program pembangunan di daerah karena disepakati secara bersama-sama yang pada akhirnya dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development).
Dalam penelitian ini ada lima aspek utama dalam mengidentifikasi persepsi masyarakat Kota Sukabumi tentang prinsi-prinsip pembangunan berkelanjutan yaitu Pembangunan di Kota Sukabumi, Ketercapaian pembangunan dan dampak pembangunan, Kepedulian terhadap masa yang akan datang, Perencanaan partisipatif dan Pembangunan berkelanjutan.
1. Persepsi masyarakat Kota Sukabumi mengenai pembangunan di Kota Sukabumi
Dalam aspek pembangunan di Kota Sukabumi, peneliti mengajukan tiga pernyataan yang berhubungan dengan Visi Kota Sukabumi Tahun 2005-2025, kesesuaian visi kota dengan pembangunan di Kota Sukabumi serta kaitannya dengan kemampuan Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengimplementasikan visi kota tersebut.
Responden memberikan respon yang positif terhadap bunyi dari Visi Kota Sukabumi Tahun 2005-2025. Sebesar 70,49% responden setuju terhadap visi tersebut bahkan responden lainnya (29,51%) memberikan respon sangat setuju.Untuk lebih jelasnya respon responden terhadap aspek pembangunan di Kota Sukabumi dapat dilihat pada Tabel 42.
2. Persepsi masyarakat Kota Sukabumi mengenai ketercapaian
pembangunan dan dampak pembangunan
Dalam aspek mengenai ketercapaian pembangunan dan dampak pembangunan di Kota Sukabumi, peneliti mengajukan tujuh pernyataan berkaitan dengan aspek tersebut. Sebesar 65,57% responden telah merasakan adanya dampak positif dari pembangunan di Kota Sukabumi. Sedangkan 27,87% responden tidak merasakan adanya dampak positif tersebut.
Tabel 42Respon Masyarakat Kota Sukabumi terhadap Aspek Pembangunan di Kota Sukabumi
No. Pernyataan
Persentase Respon Responden (%) Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak setuju Tidak Tahu/ Netral 1. Visi Kota Sukabumi Tahun 2005-
2025 adalah “Terwujudnya Kota Sukabumi sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat Berlandaskan Iman dan Taqwa”
29,51 70,49 0 0 0
2. Pembangunan yang telah dilaksanakan di Kota Sukabumi telah sesuai dengan visi Kota Sukabumi.
4,92 65,57 29,51 0 0
3. Pemda Kota Sukabumi telah mampu mengimplementasikan visi Kota Sukabumi.
6,56 55,74 32,79 0 0
Sumber : Hasil Analisis,2011.
Sebesar 60,66% responden menyetujui bahwa ketercapaian pembangunan di Kota sukabumi yang paling menonjol adalah di bidang pendidikan. Sebesar 59,02% responden menyetujui bahwa ketercapaian pembangunan tersebut terkait dengan program-program pembangunan yang direncanakan Pemerintah Kota Sukabumi, sedangkan 32,70% lainnya tidak menyetujui adanya keterkaitan tersebut.
Untuk lebih jelasnya respon responden terhadap aspek ketercapaian pembangunan dan dampak pembangunan di Kota Sukabumi dapat dilihat pada Tabel 43.
3. Persepsi masyarakat Kota Sukabumi mengenai kepedulian terhadap masa yang akan datang
Dalam aspek tentang kepedulian masyarakat terhadap masa yang akan datang, peneliti mengajukan tiga item pernyataan yang berkaitan dengan ada tidaknya pemikiran tentang kebutuhan generasi masa yang akan datang, keharusan adanya pemikiran tentang kebutuhan generasi masa yang akan datang dari produk perencanaan yang disusun oleh Pemerintah Kota Sukabumi dan tanggapan terhadap perencanaan yang baik.
Tabel 43 Respon Masyarakat Kota Sukabumi terhadap Aspek Ketercapaian Pembangunan dan Dampak Pembangunan di Kota Sukabumi
No. Pernyataan
Persentase Respon Responden (%) Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak setuju Tidak Tahu/ Netral 1. Masyarakat sudah merasakan
dampak positif dari pembangunan di Kota Sukabumi.
6,56 65,57 27,87 0 1,64
2. Ketercapaian pembangunan di Kota Sukabumi yang paling menonjol adalah di bidang pendidikan.
18,03 60,66 21,31 0 0
3. Ketercapaian pembangunan di Kota Sukabumi terkait dengan program-program pembangunan yang direncanakan Pemda Kota Sukabumi.
3,28 59,02 37,70 0 0
4. Peningkatan aktivitas ekonomi di Kota Sukabumi merupakan hal yang menggembirakan.
4,92 54,10 40,98 0 0
5. Dampak negatif dari pembangunan di Kota Sukabumi yang paling menonjol yaitu kemacetan.
9,84 67,21 22,95 0 0
6. Telah terjadi penurunan kualitas lingkungan di Kota Sukabumi.
6,56 78,69 13,11 0 1,64 7. Dalam pembangunan di Kota
Sukabumi, keterbatasan lahan merupakan hal yang harus dikhawatirkan.
13,11 65,57 21,31 0 0
Sumber : Hasil Analisis,2011.
Sebesar 55,74% responden menyetujui bahwa masyarakat di Kota Sukabumi sudah cukup memikirkan tentang kebutuhan generasi yang akan datang. Walaupun responden lainnya (29,51%) menganggap bahwa masyarakat di Kota Sukabumi belum memikirkan tentang hal tersebut.
Sebagian besar responden (77,05%) menyetujui bahwa produk perencanaan yang disusun oleh Pemerintah Kota Sukabumi haruslah memikirkan kebutuhan generasi masa yang akan datang, responden yang lainnya (29,51%) sangat menyetujui hal tersebut. Untuk lebih jelasnya respon responden terhadap aspek kepedulian tentang masa yang akan datang dapat dilihat pada Tabel 44.
Tabel 44Respon Masyarakat Kota Sukabumi terhadap Aspek Kepedulian akan Masa yang akan Datang di Kota Sukabumi
No. Pernyataan
Persentase Respon Responden (%) Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak setuju Tidak Tahu/ Netral 1. Masyarakat sudah cukup
memikirkan tentang kebutuhan generasi di masa yang akan datang.
11,48 55,74 29,51 3,28 0
2. Produk perencanaan Kota Sukabumi yang disusun oleh Pemda Kota Sukabumi harus memikirkan kebutuhan generasi masa yang akan datang.
22,95 77,05 0 0 0
3. Perencanaan yang baik yaitu harus memikirkan nasib generasi yang akan datang dan keberlanjutannya
40,98 57,38 1,64 0 0
Sumber : Hasil Analisis,2
4. Persepsi masyarakat Kota Sukabumi mengenai perencanaan partisipatif Dalam aspek tentang perencanaan partisipatif, peneliti mengajukan empat pernyataan yang berkaitan dengan pengetahuan masyarakat tentang program-
program pembangunan daerah yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan di Kota
Sukabumi serta koordinasi antar stakeholder dalam proses perencanaan.
Lebih dari setengah dari jumlah responden (57,38%) tidak mengetahui program-program pembangunan daerah yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi.Sedangkan 37,70% responden lainnya telah mengetahui tentang hal tersebut. Sebesar 49,18% responden menyebutkan bahwa ternyata masyarakat belum dilibatkan dalam proses perencanaan di Kota Sukabumi, meskipun 39,34% responden lainnya mengakui sudah adanya pelibatan masyarakat.
Masyarakat haruslah dilibatkan dalam proses perencanaan di Kota Sukabumi, sebagian besar responden (68,85%) menyetujui tentang hal tersebut.
Adapun respon responden terhadap aspek perencanaan partisipatif dapat dilihat pada Tabel 45.
Tabel 45Respon Masyarakat Kota Sukabumi terhadap Aspek Perencanaan Partisipatif di Kota Sukabumi
Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak setuju Tidak Tahu/ Netral 1. Masyarakat telah mengetahui
program-program pembangunan daerah yang direncanakan Pemda Kota Sukabumi.
3,28 37,70 57,38 1,64 0
2. Masyarakat sudah dilibatkan dalam proses perencanaan di Kota Sukabumi.
6,56 39,34 49,18 4,92 0
3. Masyarakat harus dilibatkan dalam proses perencanaan di Kota Sukabumi.
32,79 63,93 1,64 0 1,64
4. Dalam proses perencanaan, pemerintah harus menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat dan pihak swasta.
29,51 68,85 1,64 0 0
Sumber : Hasil Analisis,2011.
5. Persepsi masyarakat Kota Sukabumi mengenai pembangunan berkelanjutan Dalam aspek pembangunan berkelanjutan, peneliti mengajukan sepuluh item pernyataan yang berkaitan dengan pengertian pembangunan berkelanjutan, tujuan pembangunan berkelanjutan, empat dimensi dalam pembangunan berkelanjutan, kota berkelanjutan, pentingnya pembangunan berkelanjutan dan ada tidaknya prinsip pembangunan berkelanjutan yang diwariskan nenek moyang melalui adat istiadat dan tradisi.
Sebagian besar responden (73,13%) menyetujui pengertian pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengankeseimbangan pemanfaatan sumberdaya di masa sekarang dan masa yang akan datang.Untuk pengertian pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan generasi sekarang dan generasi yang akan datang, sebesar 73,77% menyetujuinya, bahkan responden yang lain (16,39%) sangat menyetujuinya.
Adanya pembagian tujuan pembangunan yang betkelanjutan menjadi empat aspek disetujui oleh 68,85% responden. Bahkan sebesar 27,87% responden lainnya sangat menyetujuinya.Pembagian aspek lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari potensi sumber daya, degradasi lingkungan serta neraca atau keseimbangan disetujui oleh 75,41% responden.
Untuk pembagian aspek lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari keadilan, kesetaraan, rasa aman dan menghargai perbedaan, sebesar 78,69% responden menyetujuinya. Bahkan 19,67% responden lainnya sangat menyetujui tentang hal tersebut. Aspek ekonomi dalam pembangunan
berkelanjutan yang terdiri dari pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, investasi dan pendapatan daerah mendapatkan respon positif dengan disetujuinya oleh 77,05% responden dan 16,39% responden lainnya bahkan sangat menyetujuinya.
Pembagian aspek kelembagaan dalam pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari komunikasi dan koordinasi, partisipasi dan hak-hak publik serta kepemimpinan disetujui oleh 75,41% responden dan sangat disetujui oleh 18,03% responden lainnya.
Menurut lebih dari setengah jumlah responden keseluruhan (68,85%) Kota Sukabumi merupakan kota yang sudah memikirkan tentang tujuan pembangunan berkelanjutan dan bisa menjadi kota yang berkelanjutan. Responden yang lain sebesar 16,39% bahkan sangat menyetujui tentang gagasan tersebut.Sebesar 68,85% responden setuju bahwa pengertian tentang pembangunan berkelanjutan harus dipahami oleh seluruh masyarakat di Kota Sukabumi.
Untuk lebih jelasnya respon responden terhadap pembangunan berkelanjutan dapat dilihat pada Tabel 46.
Tabel 46Respon Masyarakat Kota Sukabumi terhadap Aspek Pembangunan Berkelanjutan di Kota Sukabumi
No. Pernyataan
Persentase Respon Responden (%) Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak setuju Tidak Tahu/ Netral 1. Pembangunan yang berkelanjutan
yaitu pembangunan yang menciptakan keseimbangan pemanfaatan sumberdaya di masa sekarang dan masa yang akan datang.
22,95 72,13 3,279 1,64 0
2. Pembangunan yang berkelanjutan merupakan pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
16,39 73,77 9,836 0 0
3. Tujuan pembangunan berkelanjutan didasarkan pada empat aspek yaitu aspek lingkungan, aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek kelembagaan.
27,87 68,85 3,279 0 0
Lanjutan Tabel 46
No. Pernyataan
Persentase Respon Responden (%) Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak setuju Tidak Tahu/ Netral
4. Aspek lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan terdiri dari potensi sumber daya, degradasi lingkungan serta neraca sumber daya alam dan lingkungan.
18,03 75,41 6,557 0 0
5. Aspek sosial dalam pembangunan berkelanjutan terdiri dari keadilan, kesetaraan, rasa aman dan menghargai perbedaan.
19,67 78,69 1,639 0 0
6. Aspek ekonomi dalam pembangunan berkelanjutan terdiri dari pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, investasi dan pendapatan daerah.
16,39 77,05 6,557 0 0
7. Aspek kelembagaan dalam pembangunan berkelanjutan terdiri dari komunikasi dan koordinasi, partisipasi dan hak-hak publik serta kepemimpinan.
18,03 75,41 6,557 0 0
8. Kota Sukabumi merupakan kota yang sudah memikirkan tentang tujuan pembangunan berkelanjutan dan bisa menjadi kota yang berkelanjutan.
16,39 73,77 6,557 1,64 1,64
9. Pengertian tentang pembangunan berkelanjutan harus dipahami oleh
seluruh masyarakat di Kota Sukabumi.
29,51 68,85 1,639 0 0
10. Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan sudah diwariskan nenek moyang melalui adat istiadat dan tradisi.
13,11 68,85 18,033 0 0
Sumber : Hasil Analisis,2011.
Respon dari masyarakat apabila dibagi menjadi respon negatif atau tidak menyetujui terhadap pernyataan dalam kuisioner dan respon positif atau menyetujui terhadap pernyataan dalam kuisioner yang diajukan dapat disimpulkan pada Tabel 47.
Tabel 47Respon Masyarakat terhadap Pernyataan-pernyataan dalam Kuisioner
No. Aspek Utama Respon Masyarakat
1. Pembangunan di Kota Sukabumi
Masyarakat memberikan respon positif terhadap pembangunan di Kota Sukabumi dan mengakui adanya keterlibatan Pemda Kota Sukabumi dalam menerapkan visi dan misi kota.
2. Ketercapaian pembangunan dan dampaknya
Masyarakat memberikan respon positif terhadap ketercapaian dampak pembangunan di Kota Sukabumi serta mengakui adanya keberhasilan program pembangunan dari Pemda kota.Walaupun demikian masyarakat memberikan respon negatif tentang dampak pembangunan yaitu kemacetan, menurunnya kualitas lingkungan dan keterbatasan lahan.
Lanjutan Tabel 47
No. Aspek Utama Respon Masyarakat
3. Kepedulian
tentang masa
Masyarakat memberikan respon positif tentang masa yang akan datang termasuk perencanaan yang harus disusun dengan
yang akan datang pemikiran akan kebutuhan generasi mendatang sehinggga menghasilkan produk perencanaan yang berkelanjutan. 4. Pelibatan
masyarakat dalam perencanaan (Perencanaan partisipatif)
Masyarakat memberikan respon negatif tentang tidak adanya pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan, sehingga program-program perencanaan dari Pemda Kota Sukabumi tidak diketahui masyarakat. Masyarakat menekankan bahwa pelibatan masyarakat merupakan keharusan dalam proses perencanaan di suatu daerah.
5. Pembangunan berkelanjutan
Masyarakat memberikan respon positif tentang pembangunan berkelanjutan termasuk aspek/dimensi pembangunan berkelanjutan serta faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sumber : Hasil Analisis,2011.
Apabila dihubungkan dengan dimensi/aspek yang ada dalam prinsip pembangunan berkelanjutan, maka masyarakat di Kota Sukabumi lebih memberikan respon terbanyak kepada aspek sosial. Masyarakat menyetujui bahwa faktor-faktor keadilan, kesetaraan, rasa aman dan menghargai perbedaan merupakan faktor-faktor yang penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Adapun hasil dari persepsi masyarakat Kota Sukabumi yang berkaitan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dapat dilihat pada Tabel 48.
Tabel 48Hasil Persepsi Masyarakat Kota Sukabumi tentang Prinsip-prinsip Pembangunan Berkelanjutan No. Urutan Dimensi/Aspek dalam Pembangunan Berkelanjutan Menurut Masyarakat Faktor-faktor yang Mempengaruhi Respon Masyarakat (%) 1. Sosial 1. Keadilan 2. Kesetaraan 3. Rasa Aman 4. Menghargai Perbedaan 78,69 2. Ekonomi 1. Pendapatan Masyarakat 2. Kesempatan Kerja 3. Investasi 4. Pendapatan Daerah 77,05 Lanjutan Tabel 48
No. Urutan Dimensi/Aspek dalam Pembangunan Berkelanjutan Menurut Masyarakat Faktor-faktor yang Mempengaruhi Respon Masyarakat (%) 3. Lingkungan Kelembagaan 1. Potensi SDA 2. Degradasi Lingkungan 3. Neraca SDA & Lingkungan 1. Komunikasi & Koordinasi 2. Partisipasi & Hak-
hak Publik 3. Kepemimpinan
75,41
75,41
Sumber : Hasil Analisis,2011.
Gambar-gambar berikut merupakan suasana pada saat berlangsungnya penyebaran kuisioner terhadap masyarakat di Kota Sukabumi yang telah dilakukan peneliti.
Sumber : Hasil Survey, 2011.
Gambar 23 Suasana Berlangsungnya Penyebaran Kuisioner terhadap Masyarakat di Kota Sukabumi
Sumber : Hasil Survey, 2011.
Gambar 24 Kemacetan dan berkurangnya kualitas lingkungan di Kota Sukabumi menjadi dampak pembangunan negatif yang dirasakan oleh masyarakat
BAB VI
PRINSIP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM DOKUMEN PERENCANAAN WILAYAH DI KOTA SUKABUMI
Rustiadi etal. (2009) menyebutkan bahwa perencanaan adalah suatu proses menentukan apa yang ingin dicapai di masa yang akan datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Dengan demikian, proses perencanaan dilakukan dengan menguji berbagai arah pencapaian serta mengkaji berbagai ketidakpastian yang ada, mengukur kemampuan (kapasitas) kita untuk mencapainya kemudian memilih arah-arah terbaik serta memilih langkah-langkah untuk mencapainya (Kay dan Alder,1999).
Dari berbagai pendapat dan definisi perencanaan yang telah dikembangkan maka terlihat secara umum hampir selalu terdapat dua unsur penting dalam perencanaan, yakni (1) unsur hal yang ingin dicapai dan (2) unsur cara untuk mencapainya.
Dalam penjabarannya, didalam proses perencanaan dikenal berbagai nomenklatur-nomenklatur seperti visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, proyek, aktivitas dan lain-lain. Selanjutnya Rustiadi etal. (2009) menekankan bahwa terdapat berbagai cara atau pendekatan didalam melakukan perencanaan, namun beberapa elemen, yang hampir selalu ada di setiap bentuk perencanaan, yakni: (1) pengumpulan data, (2) analisis data, (3) menetapkan kebijakan (policy making), (4) implementasi dan (5) monitoring.
Pendekatan perencanaan maupun proses perencanaan dalam manajemen pemerintahan dituangkan ke dalam bentuk dokumen-dokumen perencanaan seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Strategis (Renstra),Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan lainnya.
Penelitian ini mencoba akan membahas mengenai dua dokumen perencanaan yang telah disusun oleh Pemerintah Kota Sukabumi yaitu RPJPD Kota Sukabumi Tahun 2005-2025 dan draft RTRW Kota Sukabumi Tahun 2009- 2029 yang merupakan revisi dari RTRW Kota Sukabumi sebelumnya.
Dua dokumen tersebut dipilih karena melihat adanya kesamaan rentang waktu yang panjang (20 tahun) sehingga kaitannya dengan pembangunan
berkelanjutan yang merupakan kebutuhan generasi masa yang akan datang diasumsikan ada.
6.1 Prinsip Pembangunan Berkelanjutan dalam RPJPD Kota Sukabumi