• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.2 Persepsi Konsumen

Persepsi memegang peranan penting dalam pemasaran. Pemasaran sendiri merupakan ajang pertempuran persepsi dan bukan pertempuran produk. Dalam

14

pemasaran, persepsi dianggap lebih penting daripada kenyataan sesuatu yang dianggap benar. Persepsi seseorang dengan orang lain berbeda-beda, apa yang diketahui seseorang yang mencerminkan apa yang dipelajari dimasa lalu, keadaan pikiran saat ini, serta apa yang sebenarnya ada pada kenyataan diluar dirinya. Hal tersebut dapat menerangkan mengapa produk yang berharga sama, berkualitas sama bisa dipersepsikan berbeda (Halili, 2013: 8).

Persepsi setiap orang terhadap suatu objek akan berbeda-beda. Berdasarkan hal itu, persepsi memiliki sifat subjektif. Persepsi akan dibentuk oleh seorang dipengaruhi oleh pikiran dan lingkungan sekitarnya. Menurut Depdiknas (2001: 259), persepsi adalah tanggapan atau temuan gambaran langsung dari suatu atau temuan gambaran langsung dari suatu serapan seseorang dalam mengetahui beberapa hal melalui panca indera.

Dalam pemasaran, persepsi itu lebih penting daripada realitas, karena persepsi itulah akan mempengaruhi perilaku aktual konsumen. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda atas objek yang sama karena tiga proses persepsi. Tiga persepsi tersebut diantaranya:

1. Perhatian selektif 2. Distorsi selektif 3. Ingatan selektif

Persepsi merupakan suatu proses yang timbul akibat adanya sensasi, di mana sensasi adalah aktivitas merasakan atau penyebab keadaan emosi yang mengembirakan. Sensasi juga dapat didefinisikan sebagai tanggapan yang cepat

15

dari indera penerima kita terhadap stimuli dasar seperti cahaya, warna dan suara. Dengan adanya itu semua maka persepsi akan timbul (Setiadi, 2003: 87).

Selain itu, satu hal yang perlu diperhatikan dari persepsi adalah bahwa persepsi secara substansil bisa sangat berbeda dengan realitas. Antara stimulus dan lingkungan sebagai faktor eksternal, dan individu sebagai faktor internal saling berinteraksi mengadakan persepsi dalam individu. Mengenai keadaan individu yang dapat mempengaruhi hasil persepsi datang dari dua sumber, yaitu yang berhubungan dari segi jasmaniah, dan yang berhubungan dengan segi psikologi. Bila sistem fisiologisnya terganggu, hal tersebut akan berpengaruh dalam persepsi seseorang, sedangkan segi psikologis antara lain mengenai pengalaman, perasaan, kemampuan berpikir, kerangka acuan, motivasi akan berpengaruh kepada seseorang dalam mengadakan persepsi (Walgito, 2002: 54). Lingkungan atau situasi khususnya yang melatarbelakangi stimulus juga akan akan berpengaruh dalam persepsi, apalagi obyek persepsi adalah manusia. Obyek lingkungan yang melatarbelakangi obyek merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Obyek yang sama dengan situasi sosial yang berbeda dapat menghasilkan persepsi yang berbeda (Walgito, 2002: 27).

Menurut Kotler dan Amstrong (2008: 174 ) persepsi merupakan proses dimana orang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk gambaran dunia secara luas. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen yaitu:

16

1. Penglihatan

Tanggapan yang timbul atas rangsangan akan sangat dipengaruhi oleh sifat individu yang melihatnya. Sifat- sifat yang mempengaruhi persepsi adalah: a. Sikap, dapat mempengaruhi bertambahnya atau berkurangnya persepsi

yang akan diberikan oleh seseorang.

b. Motivasi, merupakan hal yang penting untuk mendorong dan mendasari setiap tindakan yang dilakukan seseorang.

c. Minat, merupakan faktor yang membedakan penilaian seseorang terhadap suatu hal atau objek tertentu.

2. Pengalaman Masa Lalu

Hal ini dapat mempengaruhi persepsi seseorang karena orang biasanya akan menanamkan kesimpulan yang sama dengan apa yang pernah dilihat, didengar ataupun yang dialami.

a. Sasaran, dapat dipengaruhi penglihatan yang akhirnya dapat mempengaruhi persepsi. Sasaran biasanya tidak dilihat secara terputus dari latar belakangnya, melainkan secara keseluruhan latar belakangnya akan dapat dipengaruhi persepsi. Begitu pula dengan hal- hal yang mempunyai kecenderungan sama atau serupa. Jadi apa yang seseorang lihat adalah bagaimana orang itu dapat memisahkan sasaran dengan latar belakangya. Faktor-faktor sasaran adalah keanehan terhadap sesuatu yang baru.

b. Situasi, atau keadaan disekitar kita atau disekitar sasaran yang seseorang lihat akan turut mempengaruhi persepsi. Sasaran atau benda

17

yang sama yang dilihat dalam situasi yang berbeda akan menghasilkan persepsi yang berbeda.

Menurut Rheinald Kasali (2008: 23) faktor-faktor pembentuk persepsi diklasifikasikan menjadi empat bagian yaitu :

1. Latar Belakang Budaya

Persepsi terikat oleh budaya (culture-bund) tidak ada dua orang yang mempunyai nilai-nilai budaya persis sama, maka tidak ada pula dua orang yang mempunyai persepsi yang persepsinya persis sama. Salah satu unsur budaya adalah kepercayaan. Dimana kepercayaan adalah anggapan subjektif bahwa suatu objek atau peristiwa punya ciri atau nilai tertentu, dengan atau tanpa bukti. Nilai biasanya bersumber dari filosofis yang lebih besar yang merupakan bagian dari lingkungan budaya, karena itu nilai bersifat stabil dan sulit berubah. Persepsi tentang diri dan orang lain (perception of self and others) pada masyarakat timur, pada umumnya adalah masyarakat kolektivis.

2. Pengalaman Masa Lalu

Pengalaman seseorang tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan yang tidak diterima sebelumnya.

3. Nilai-nilai yang dianut

Nilai yang dianut terbentuk karena adanya pengharapan (expectations), antara lain: hal yang tidak asing, pengalaman masa lalu, dan harapan- harapan serta motif orang cenderung menerima sesuatu yang dibutuhkan

18

atau yang diinginkan, kekuatan kebutuhan dan besarnya kecenderungan untuk mengabaikan stimuli yang tidak berhubungan dilingkungannya. 4. Berita-berita yang berkembang

Berita-berita yang berkembang merupakan salah satu rangsangan yang menarik perhatian khalayak. Melalui berita yang berkembang dimasyarakat dapat mendukung dana atau mempengaruhi terbentuknya persepsi pada benak khalayak. Persepsi yang baik atau buruk dapat terbentuk dibenak khalayak dari banyak atau seringnya melihat suatu berita yang ada karena proses berpikir dapat dibentuk melaui informasi yang diperoleh khalayak. Berdasarkan uraian diatas maka dapat dijelaskan bahwa proses pengolahan pesan yang diterima tidak dapat terbentuk begitu saja oleh penerima pesan. Melainkan dipengaruhinya oleh faktor internal dari individu tersebut.

Persepsi menurut Gilbert Harrel (1986) dalam Morrison (2010: 96): the process by which an individual receivers, selects, organinize and interprets information to create a meaningfiul picture of the world. Artinya proses yang digunakan individu untuk memilih, mengorganisasi dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti.

Persepsi merupakan suatu proses yang timbul akibat adanya sensasi, dimana pengertian sensasi adalah aktivitas merasakan atau penyebab keadaan emosi yang menggembirakan. Sensasi dapat didefinisikan juga sebagai tanggapan yang cepat dari indera penerimaan kita terhadap stimuli dasar seperti cahaya, warna, dan suara. Dengan adanya itu semua, maka akan timbul persepsi. Pengertian dari

19

persepsi adalah proses bagaimana stimuli-stimuli itu di seleksi, diorganisasikan, dan diinterpretasikan.

Persepsi setiap orang terhadap suatu objek akan berbeda-beda. Oleh karena itu, persepsi memiliki sifat subjektif. Persepsi yang dibentuk melalui seseorang dipengaruhi oleh pikiran dan lingkungan sekitarnya. Selain itu satu hal yang perlu diperhatikan dari persepsi ialah bahwa persepsi secara substansial bisa sangat berbeda dengan realitas.

Gambar 2.1 Proses Penerimaan Persepsi

Berdasarkan keterangan dan teori-teori diatas dapat diambil kesimpulan fungsi dari persepsi antara lain, yaitu :

1. Menanggapi objek yang diinformasikan 2. Memilih objek yang diterima

3. Mengorganisasikan masukan informasi 4. Menginterprestasikan masukan informasi.

Dari beberapa definisi diatas dapat diartikan pengertian persepsi yaitu suatu proses untuk memberikan penilaian, tanggapan, pandangan dan pengamatan pada suatu fenomena dan fakta. Setiap individu mempunyai kemampuan

STIMULI - pengllihatan - suara - bau - rasa - Sensasi perhatian persepsi tanggapan Pemberi arti interprestasi Indera penerima

20

mempersepsikan masing-masing sesuai dengan pemahaman dan pengetahuan pada objek yangdiamati.

Dokumen terkait