BAB IV. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN
5.3 Persepsi Masyarakat Terhadap Aspek Pemanfaatan Hutan Kota
Kota
Persepsi masyarakat RW.013 semuanya menyatakan meluangkan waktunya di hari minggu pada pagi hari untuk pergi ke areal hutan kota. Masyarakat Rw. 013 membutuhkan hutan kota terutama untuk berekreasi dan menghilangkan kejenuhan serta mendapatkan kesehatan fisik dan mental. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan stress dari rutinitas sehari-hari. Menurut Dahlan (1992) monotonitas, rutinitas, dan kejenuhan kehidupan di kota besar perlu diimbangi oleh kegiatan lain yang bersifat rekreatif, sehingga dapat menghilangkan monotonitas, rutinitas, dan kejenuhan kerja. Lebih jelasnya penilaian persepsi masyarakat secara umum terhadap aspek pemanfaatan hutan kota dapat dilihat pada Lampiran 2.
Masyarakat RW.013 sebanyak 76,47% menyatakan manfaat dari hutan kota yang dapat dirasakan yaitu manfaatnya terhadap udara menjadi lebih segar dan bersih. Hal ini dikarenakan sudah banyak terjadi pencemaran di Kota Bekasi terutama pencemaran udara akibat polusi udara dari asap kendaraan bermotor. Tingkat persepsi masyarakat RW.013 secara rinci dapat dilihat pada Tabel 16.
24
Tabel 16 Tingkat persepsi masyarakat RW.013 terhadap aspek pemanfaatan Hutan Kota
Keterangan :
4a : Apakah hutan kota bermanfaat bagi anda.
4b : Jika ya, bagaimana bentuk manfaatnya yang dapat dirasakan.
Tingkat pemahaman masyarakat RW.013 berdasarkan tingkat pendidikan terhadap aspek pemanfaatan hutan kota dapat dilihat pada Tabel 17 di bawah ini. Tabel 17 Tingkat persepsi masyarakat RW.013 berdasarkan tingkat pendidikan
Tingkat Persepsi No. Tingkat Pendidikan Rendah (%) Tinggi (%)
1. SD 0 0 2. SLTP 0 0 3. SLTA 0 17.65 4. Akademi 0 11.76 5. Perguruan Tinggi 0 70.59 Jumlah 0 100
Berdasarkan Tabel 17 tersebut tingkat persepsi masyarakat RW.013 berdasarkan tingkat pendidikan terhadap aspek pemanfaatan hutan kota tergolong tinggi yaitu sebanyak 70,59% berada pada tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Tingkat persepsi yang tinggi tersebut menggambarkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin tinggi tingkat persepsi masyarakat terhadap aspek pemanfaatan hutan kota. Persepsi masyarakat RW.013 terhadap aspek pemanfaatan hutan kota, selain dipengaruhi oleh tingkat pendidikan juga dipengaruhi oleh tingkat umur dan jenis pekerjaan. Hubungan tingkat persepsi berdasarkan umur dapat dilihat pada Tabel 18.
No Tipe Pertanyaan Jumlah (%) 1. 4a Ya 100 Tidak 0 2. 4b Rekreasi dan Kesehatan 17,65 Udara 76,47 Air 5,88 Keindahan 0 Tidak tahu 0
Tabel 18 Tingkat persepsi masyarakat RW.013 berdasarkan umur Tingkat Persepsi
No. Kelas Umur
Rendah (%) Tinggi (%) 1. 25 – 29 0 5.88 2. 30 – 34 0 0 3. 35 – 39 0 11.76 4. 40 – 44 0 0 5. 45 – 49 0 17.65 6. 50 – 54 0 41.18 7. 55 – 59 0 17.65 8. 60 – 64 0 5.88 9. ≥ 65 0 0 Jumlah 0 100
Berdasarkan Tabel 18 tersebut tingkat persepsi masyarakat tergolong tinggi dan secara umum barada pada kelas umur 50-54 tahun. Hal ini dimungkinkan dipengaruhi oleh faktor pengalaman pada masyarakat tersebut dan lebih banyak merasakan manfaat dari hutan kota, sedangkan hubungan tingkat persepsi berdasarkan jenis pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 19 di bawah ini. Tabel 19 Tingkat persepsi masyarakat RW.013 berdasarkan jenis pekerjaan
Tingkat Persepsi
No. Jenis Pekerjaan
Rendah (%) Tinggi (%) 1. Pensiunan 0 5.88 2. Wiraswasta 0 29.41 3. PNS 0 29.41 4. Pegawai Swasta 0 35.3 Jumlah 0 100
Pada Tabel 19 tersebut tingkat persepsi masyarakat tergolong tinggi yaitu sebesar 35,3% dan berada pada jenis pekerjaan pegawai swasta. Hal ini dimungkinkan terdapat pengaruh tertentu mengenai persepsi terhadap suatu objek berdasarkan lingkungan tempat kerja. Dengan demikian dari 3 parameter di atas tingkat persepsi masyarakat RW.013 terhadap aspek pemanfaatan hutan kota tergolong tinggi.
26
5.3.2 Persepsi Masyarakat RW.002 Terhadap Aspek Pemanfaatan Hutan Kota
Persepsi masyarakat RW.002 pada umumnya yaitu sebanyak 94,12% menyatakan memanfaatkan hutan kota sebagai area untuk olahraga, rekreasi bersama keluarga, sedangkan 5,88% menyatakan manfaat hutan kota terhadap lingkungan kota di Bekasi kurang optimal. Hal ini dinilai karena luasan dari Hutan Kota Bina Bangsa kurang luas dan kurang tersebar. Pemanfaatan hutan kota dapat memberikan kesejukan dan kesegaran bagi masyarakat disekitarnya sehingga dapat menghilangkan kejenuhan dan kepenatan. Kicauan dan tarian burung akan menghilangkan kejemuan. Hutan kota juga dapat mengurangi kekakuan dan monotonitas.
Masyarakat RW.002 sebanyak 58,82% menyatakan manfaat dari hutan kota yang dapat dirasakan yaitu manfaatnya terhadap udara menjadi lebih segar dan bersih. Hal ini dikarenakan sudah banyak terjadi pencemaran di Kota Bekasi terutama pencemaran udara akibat polusi udara dari asap kendaraan bermotor. Tingkat persepsi masyarakat RW.002 secara rinci dapat dilihat pada Tabel 20 di bawah ini, sedangkan tingkat pemahaman masyarakat RW.002 berdasarkan tingkat pendidikan terhadap aspek pemanfaatan hutan kota dapat dilihat pada Tabel 21.
Tabel 20 Tingkat persepsi masyarakat RW.002 terhadap aspek pemanfaatan Hutan Kota
Keterangan :
4a : Apakah hutan kota bermanfaat bagi anda.
4b : Jika ya, bagaimana bentuk manfaatnya yang dapat dirasakan.
No Tipe Pertanyaan Jumlah (%) 1. 4a Ya 94,12 Tidak 5,88 2. 4b Rekreasi dan Kesehatan 11,76 Udara 58,82 Air 5,88 Keindahan 11,76 Tidak tahu 11,76
Tabel 21 Tingkat persepsi masyarakat RW.002 berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Persepsi
No. Tingkat Pendidikan Rendah (%) Tinggi (%)
1. SD 5.88 5.88 2. SLTP 0 11.76 3. SLTA 0 41.18 4. Akademi 0 11.76 5. Perguruan Tinggi 0 23.53 Jumlah 5.88 94.12
Berdasarkan Tabel 21 tersebut tingkat persepsi masyarakat RW.002 berdasarkan tingkat pendidikan terhadap aspek pemanfaatan hutan kota tergolong tinggi yaitu sebanyak 41,18% berada pada tingkat pendidikan SLTA, sedangkan sebanyak 5,88% tergolong dalam tingkat persepsi rendah dan berada pada tingkat pendidikan SD. Tingkat persepsi tersebut menggambarkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin tinggi tingkat persepsi masyarakat terhadap aspek pemanfaatan hutan kota. Persepsi masyarakat RW.002 terhadap aspek pemanfaatan hutan kota, selain dipengaruhi oleh tingkat pendidikan juga dipengaruhi oleh tingkat umur dan jenis pekerjaan. Hubungan tingkat persepsi berdasarkan umur dapat dilihat pada Tabel 22 di bawah ini.
Tabel 22 Tingkat persepsi masyarakat RW.002 berdasarkan umur Tingkat Persepsi
No. Kelas Umur
Rendah (%) Tinggi (%) 1. 25 - 29 0 0 2. 30 - 34 0 0 3. 35 - 39 0 5.88 4. 40 - 44 0 11.76 5. 45 - 49 0 0 6. 50 - 54 0 11.76 7. 55 - 59 0 23.53 8. 60 - 64 0 29.41 9. ≥ 65 5.88 11.76 Jumlah 5.88 94.12
Berdasarkan Tabel 22 tersebut tingkat persepsi masyarakat tergolong tinggi dan secara umum barada pada kelas umur 60-64 tahun. Hal ini dimungkinkan dipengaruhi oleh faktor pengalaman pada masyarakat tersebut dan lebih banyak merasakan manfaat dari hutan kota, sedangkan hubungan tingkat persepsi berdasarkan jenis pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 23.
28
Tabel 23 Tingkat persepsi masyarakat RW.002 berdasarkan jenis pekerjaan Tingkat Persepsi
No. Jenis Pekerjaan
Rendah (%) Tinggi (%) 1. Pensiunan 5.88 52.94 2. Wiraswasta 0 5.88 3. PNS 0 29.41 4. Pegawai Swasta 0 5.88 Jumlah 5.88 94.12
Pada Tabel 23 tersebut tingkat persepsi masyarakat tergolong tinggi yaitu sebesar 52,94% dan berada pada jenis pekerjaan pensiunan. Hal ini dimungkinkan sama dengan parameter umur dapat dipengarhui oleh faktor pengalaman, sedangkan tingkat persepsi masyarakat yang tergolong rendah sebesar 5,88% yaitu pada jenis pekerjaan pensiunan. Dengan demikian dari 3 parameter di atas tingkat persepsi masyarakat RW.013 terhadap aspek pemanfaatan hutan kota tergolong tinggi.
5.3.3 Persepsi Masyarakat RW.020 Terhadap Aspek Pemanfaatan Hutan Kota
Persepsi masyarakat RW.020 semuanya menyatakan bahwa bentuk pemanfaatan hutan kota Bina Bangsa dapat dirasakan manfaatnya sebagai hutan kota di Bekasi, walaupun luasan yang ada tergolong kecil untuk dikatakan sebagai hutan kota. Masyarakat RW.020 sebanyak 37,5% menyatakan manfaat dari hutan kota yang perlu ada yaitu manfaatnya terhadap keindahan kota. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan estetika atau keindahan kota, sehingga memiliki nilai kebanggaan tersendiri pada Kota Bekasi. Tingkat persepsi masyarakat RW.013 secara rinci dapat dilihat pada Tabel 24.
Tabel 24 Tingkat persepsi masyarakat RW.020 terhadap aspek pemanfaatan Hutan Kota
Keterangan :
4a : Apakah hutan kota bermanfaat bagi anda.
4b : Jika ya, bagaimana bentuk manfaatnya yang dapat dirasakan.
Tingkat pemahaman masyarakat RW.020 berdasarkan tingkat pendidikan terhadap aspek pemanfaatan hutan kota dapat dilihat pada Tabel 25 di bawah ini. Tabel 25 Tingkat persepsi masyarakat RW.020 berdasarkan tingkat pendidikan
Tingkat Persepsi No. Tingkat Pendidikan Rendah (%) Tinggi (%)
1. SD 0 0 2. SLTP 0 6.25 3. SLTA 0 12.5 4. Akademi 0 12.5 5. Perguruan Tinggi 0 68.75 Jumlah 0 100
Berdasarkan Tabel 25 tersebut tingkat persepsi masyarakat RW.020 berdasarkan tingkat pendidikan terhadap aspek pemanfaatan hutan kota tergolong tinggi yaitu sebanyak 68,75% berada pada tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Tingkat persepsi yang tinggi tersebut menggambarkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin tinggi tingkat persepsi masyarakat terhadap aspek pemanfaatan hutan kota. Persepsi masyarakat RW.020 terhadap aspek pemanfaatan hutan kota, selain dipengaruhi oleh tingkat pendidikan juga dipengaruhi oleh tingkat umur dan jenis pekerjaan. Hubungan tingkat persepsi berdasarkan umur dapat dilihat pada Tabel 26.
No Tipe Pertanyaan Jumlah (%) 1. 4a Ya 100 Tidak 0 2. 4b Rekreasi dan Kesehatan 25 Udara 18,75 Air 18,75 Keindahan 37,5 Tidak tahu 0
30
Tabel 26 Tingkat persepsi masyarakat RW.020 berdasarkan umur Tingkat Persepsi
No. Kelas Umur
Rendah (%) Tinggi (%) 1. 25 – 29 0 6.25 2. 30 – 34 0 0 3. 35 – 39 0 0 4. 40 – 44 0 6.25 5. 45 – 49 0 6.25 6. 50 – 54 0 50 7. 55 – 59 0 31.25 8. 60 – 64 0 0 9. ≥ 65 0 0 Jumlah 0 100
Berdasarkan Tabel 26 tersebut tingkat persepsi masyarakat tergolong tinggi dan secara umum barada pada kelas umur 50-54 tahun. Hal ini dimungkinkan dipengaruhi oleh faktor pengalaman pada masyarakat tersebut dan lebih banyak merasakan manfaat dari hutan kota. Hubungan tingkat persepsi berdasarkan jenis pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 27 di bawah ini.
Tabel 27 Tingkat persepsi masyarakat RW.020 berdasarkan jenis pekerjaan Tingkat Persepsi
No. Jenis Pekerjaan
Rendah (%) Tinggi (%) 1. Pensiunan 0 12.5 2. Wiraswasta 0 25 3. PNS 0 37.5 4. Pegawai Swasta 0 25 Jumlah 0 100
Pada Tabel 27 tersebut tingkat persepsi masyarakat tergolong tinggi yaitu sebesar 37,5% dan berada pada jenis pekerjaan pegawai negeri sipil (PNS). Hal ini dimungkinkan terdapat pengaruh tertentu mengenai persepsi terhadap suatu objek berdasarkan lingkungan tempat kerja. Dengan demikian dari 3 parameter di atas tingkat persepsi masyarakat RW.020 terhadap aspek pemanfaatan hutan kota tergolong tinggi. Bentuk dukungan dari masyarakat tersebut dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam program pengembangan dan pembangunan hutan kota di Bekasi. Pemerintah dapat mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat tersebut sebagai pengambilan kebijakan dan keputusan dalam program pengembangan hutan kota.
5.4 Persepsi Masyarakat Terhadap Aspek Pengelolaan Hutan Kota