• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi merupakan salah satu aspek psikologis yang penting bagi manusia dalam merespon kehadiran berbagai aspek

dan gejala di sekitarnya. Persepsi mengandung pengertian yang sangat luas, menyangkut intern dan ekstern. Berbagai ahli telah memberikan definisi yang beragam tentang persepsi, walaupun pada prinsipnya mengandung makna yang sama. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, persepsi adalah tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu. Proses seseorag mengetahui beberapa hal melalui panca indranya.41

Sugihartono mengemukakan bahwa persepsi adalah kemampuan otak dalam menjamah stimulus atau proses untuk menerjemahkan stimulus yang masuk kedalam alat indera manusia.

Persepsi manusia terdapat perbedaan sudut pandang dalam penginderaan. Ada yang mempersepsikan sesuatu itu baik atau persepsi yang positif maupun persepsi yang negatif yang akan mempengaruhi tindakan manusia yang tampak atau nyata.42

Bimo Walgito mengungkapkan bahwa persepsi merupakan suatu proses pengorganisasian, penginterprestasian terhadap stimulus yang diterima oleh organisme atau individu sehingga menjadi sesuatu yang berarti, dan merupakan yang interegated dalam individu. Respon sebagai akibat dari persepsi dapat diambil oleh individu dengan berbagai macam bentuk.43

41Purwodarmintho, Kamus Besar bahasa Indonesia,(Jakarta, Rineka Cipta, 2006)

42Sugihartono, dkk. Psikologi Pendidikan (Yogyakarta: UNY Pres, 2007).Hal. 124

43 Bimo. Walgito, Pengantar Psikologi Umum, Edisi Revisi (Yogyakarta: Andi Offset, 1989) hal. 53

Setiap orang mempunyai kecenderungan dalam melihat benda yang sama dengan cara yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah pengetahuan, pengalaman, dan sudut pandangnya. Persepsi juga bertautan dengan cara pandang seseorang terhadap suatu objek tertentu dengan cara yang berbeda-beda dengan menggunakan alat indera yang dimiliki, kemudian berusaha untuk menafsirkanya.

Persepsi baik positif atau negatif ibarat file yang sudah tersimpan rapi di dalam pikiran bawah sadar kita. File itu akan segera muncul ketika stimulus yang memicunya, ada kejadian yang membukanya.

Persepsi merupakan hasil kerja otak dalam memahami atau menilai suatu hal yang terjadi disekitanya.44

Jalaludin Rahmat menyatakan persepsi adalah pengamatan tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang di peroleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.45 Sedangkan Desmita menyatakan. “persepsi merupakan suatu proses menginterpretasikan atau menafsir informasi yang diperoleh melalui alat indera manusia”. Menurutnya ada tiga aspek didalam persepsi yang dianggap relevan dengan kognisi manusia, yaitu pencatatan indera, pengenalan pola, dan perhatian.46

44 Sarwono. Sarlito Wirawan, Pengantar Umum Psikologi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1994),hal.78

45Rahmad, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007),hal.

51

46Desmita, Psikologi Perkembangan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005),hal.23

Dari penjelasan diatas dapat ditarik suatu kesamaan pendapat bahwa persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga berbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri individu sadar akan segala sesuatu dalam lingkunganya melalui indera-indera yang dimilikinya.

b. Syarat Terjadinya Persepsi

Menurut Sunaryo syarat-syarat terjadinya persepsi adalah sebagai berikut:47

1) Adanya obyek yang dipersepsi

2) Adanya perhatian yang merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam mengadakan persepsi.

3) Adanya alat Indera/reseptor yaitu alat untuk menerima stimulus

4) Saraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus ke otak, yang kemudian sebagai alat untuk mengadakan respon.

c. Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Menurut Miftah Thoha faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seorang adalah sebagai berikut:48

1) Faktor internal: perasaan, sikap dan kepribadian individu, prasangka, keinginan atau harapan, perhatian dan fokus, proses

47Sunaryo, Pengantar Psikologi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004),hal.98

48Toha. Miftah, Kepemimpinan dan Manajemen, (Jakarta: Rajawali Press, 2003),hal.154

belajar, keadaan fisik, ganguan kejiwaan, nilai dan kebutuhan juga minat dan motivasi.

2) Faktor ekternal: latar belakang keluarga, informasi yang di peroleh, pengetahuan dan kebutuhan sekitar, intensitas, ukuran, keberlawanan, pengulangan gerak, hal-hal baru dan familiar atau ketidak asingan suatu objek.

Menurut Bimo Walgito, faktor-faktor yang berperan dalam persepsi dapat dikemukakan beberapa faktor yaitu:49

1) Objek yang dipersepsi

Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam dari individu yang bersangkutan yang mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor.

2) Alat indera, syaraf dan susunan syaraf

Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus, di samping itu juga harus ada syarat sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima resptor ke pusat susunan syaraf, yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan motoris yang dapat membentuk persepsi seorang.

49Walgito, Bimo. Pengantar Psikologi,..hal. 70

3) Perhatian

Untuk menyadari atau dalam mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian, yaitu merupakan langkah utama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktifitas individu yang ditujukan kepada sesuatu kumpulan objek.

Faktor-faktor tersebut menjadikan persepsi individu berbeda satu sama lain dan akan berpengaruh pada individu dalam mempersepsi suatu objek, stimulus, meskipun objek tersebut benar-benar sama. Persepsi seorang atau kelompok lain sekalipun situasinya sama. Perbedaan persepsi dapat di telusuri pada adanya perbedan individu, perbedaan-perbedaan dalam kepribadian, perbedaan-perbedaan dalam sikap atau perbedaan dalam motivasi. Pada dasarnya proses terbentuknya persepsi ini dalam diri seseorang, namun persepsi juga dipengaruhi oleh pengalaman, proses belajar, dan pengetahuanya.

d. Proses Persepsi

Menurut Miftah Thoha, proses terbentuknya persepsi di dasari beberapa tahapan yaitu:50

1) Stimulus dan rangsangan

50Thoha Miftah, Kepemimpinan dan manejemen,…hal.145

Terjadinya persepsi diawali ketika seorang dihadapkan pada suatu stimulus/rangsangan yang hadir dari lingkunganya.

2) Registrasi

Dalam proses registrasi suatu gejala yang nampak adalah mekanisme fisik yang berupa penginderaan dan syarat seseorang berpengaruh melalui alat indera yang dimilikinya.

Seseorang dapat mendengarkan atau melihat informasi yang terkirim kepadanya, kemudian mendaftar semua informasi yang terkirim kepadanya tersebut.

3) Interpretasi

Interpretasi merupakan suatu aspek kognitif dari persepsi yang sangat penting yaitu proses memberikan arti kepada stimulus yang diterimanya. Proses interpretasi tersebut tergantung pada pendalaman, motivasi dan kepribadian seseorang.

e. Persepsi Pendidik Terhadap Hukuman

Persepsi setiap individu terhadap sesuatu hal itu berbeda-beda. Ada yang berpersepsi negatif dan ada yang berpersepsi positif. Persepsi adalah pandangan, penafsiran, dan tanggapan individu yang bersifat positif dan negatif terhadap sesuatu.

Nina.W.Syam mengemukakan bahwa persepsi adalah pemaknaan atau arti terhadap informasi stimulus yang masuk

kedalam kognisi manusia.51 Dalam Undang-Undang Tentang Guru Dan Dosen Ketentuan Umum Dalam Pasal satu berbunyi bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam pasal dua tentang kedudukan, fungsi, dan tujuan guru yang berbunyi bahwa guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

Berkenaan dengan hal-hal di atas didalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal satu bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya.52 Berdasarkan penjelasan diatas, bahwa pendidikan itu menuntut untuk setiap peserta didik memiliki kekuatan spiritual

51 Nina W. Syam, Psikologi Sebagai Akar Ilmu Komunikasi, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2010)

52Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Jakarta: BP.

Media Pustaka Mandiri. 2010)

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Semua itu dapat tercapai setelah diberikannya pendidikan kepada peserta didik.

Pendidik mempunyai pandangan yang berbeda-beda terhadap hukuman yang ada di berikan kepada anak tersebut.

Ada sebagian pendidik yang membantu anak dengan memberi pendekatan-pendekatan, seperti mendekati anak dengan memanggil anak, kemudian menanyakan apa yang menyebabkan anak melakukan perilaku yang tidak baik ketika belajar, seperti mengajak teman berbicara, atau keluar kelas dengan waktu yang lama. Namun ada juga sebagian pendidik yang tidak memperhatikan keadaan anak, karena peringatan atau nasehat yang diberian kepada anak, tidak pernah di dengarkan oleh anak, dan anakpun tidak menunjukkan perubahan kearah yang baik atau hanya saat anak dinasehati atau waktu itu saja di degarkan oleh anak.

Ada sebagian pendidik yang tidak pernah bosan untuk memberi nasehat kepada anak, karena perilaku anak yang tidak baik. Ada pula sebagian pendidik yang tidak mau peduli lagi kepada perilaku anak, dan membiarkan saja anak seperti itu atau melakukan hal-hal yang tidak baik saat belajar. Ini dikarenakan pendidik yang bersangkutan sudah jenuh dengan

perilaku anak, karena anak tidak menampakkan perubahan ke arah yang lebih baik setelah dinasehati berkali-kali.

Persepsi setiap individu terhadap sesuatu hal itu berbeda-beda. Ada yang berpersepsi negatif dan ada yang berpersepsi positif. Persepsi adalah pandangan, penafsiran, dan tanggapan individu yang bersifat positif dan negatif terhadap sesuatu.

Nina W. Syam. mengemukakan bahwa persepsi adalah pemaknaan atau arti terhadap informasi stimulus yang masuk kedalam kognisi manusia. Menurut Hamzah B. Uno Pendidik adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar dan membimbing peserta didik.53 Orang yang disebut pendidik adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu menata dan mengelolah kelas agar peserta didik dapat belajar dan pada akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan.54

53Hamzah. B. Uno, Profesi Kependidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008)

54Yudha Paramitha Amelia, Persepsi Guru Terhadap Anak Yang Mengalami Gangguan Perilaku Dalam Kegiatan Sekolah, (Padang: E Journal, 2013)

50