• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. Hasil dan Pembahasan

3. Persepsi Petani Terhadap Pemeliharaan Tebu

- - 9 17 26 50 17 33 4 Persepsi petani terhadap

garpu muka gulud

- - 21 40 26 50 5 10 5 Persepsi petani terhadap

klentek tebu

- - 15 29 37 71 - - Sumber : Data Primer, 2012 (diolah)

Keterangan : SS = Sangat Sulit S = Sulit

M = Mudah

SM = Sangat Mudah

Adapun proses pemeliharaan tersebut dikelompokkan sebagai berikut : a. Persepsi Petani Terhadap Pengairan Tebu

Kebutuhan air banyak digunakan pada pertumbuhan awal tanaman, sampai berumur 4-5 bulan. Semakin tua tanaman tebu, semakin sedikit air yang dibutuhkan. Pemberian air pertama diberikan pada saat menjelang dan sesudah tanam. Sesudah itu dilakukan 3 hari sekali sampai tanaman berumur 2 minggu.

Sampai saat umur 2-4 minggu penyiraman dilakukan 2 kali seminggu. Waktu umur tanaman 6-16 minggu penyiraman cukup sebulan sekali. Penyiraman terakhir dilakukan sebelum gulud terakhir. Apabila penyiraman bersamaan dengan waktu pemupukan, maka yang dilakukan pertama yaitu pemupukan baru dilakukan penyiraman. Untuk melakukan penyiraman diuntungkan tenaga kerja sebanyak 5 orang dalam waktu 3 hari. Membutuhkan biaya sekitar 15.000/orang.

Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi petani terhadap pengairan mayoritas yang menjawab sangat mudah 25 jiwa atau 48%, yang menjawab mudah 18 jiwa atau 35% dan yang menjawab sulit sekitar 9 jiwa atau 17%.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa persepsi petani terhadap pengairan mayoritas petani menjawab sangat mudah, karena di daerah delta khususnya pengairan sangat mudah diperoleh karena sistem irigasi yang sangat baik dan yang menjawab sulit karena irigasinya banyak yang terganggu oleh rumput-rumput dan pengairannya sangat dangkal.

b. Persepsi Petani Terhadap Pemeliharaan Got

Pemeliharaan got dilakukan bertujuan untuk menjaga agar drainase tetap baik. Kegiatan berupa pembersihan got, perbaikan dinding got yang rusak, dan pendalaman got, dilakukan 5 orang dalam waktu 6 hari dengan biaya 10.000/orang.

Berdasarkan Tabel 12, dapat dilihat bahwa persepsi petani terhadap pemeliharaan got, mayoritas yang menjawab mudah sekitar 25 jiwa atau 48%,

yang menjawab sangat mudah 20 jiwa atau 38% dan yang menjawab sulit 7 jiwa atau 13%.

Dari Tabel 12, dapat disimpulkan bahwa persepsi petani terhadap pemeliharaan got pada tanaman tebu mayoritas menjawab mudah karena untuk menjaga agar drainase tetap baik itu mudah dengan cara membersihkan got, perbaikan dinding got yang rusak, dan pendalaman got dan yang menjawab sulit, karena kemungkinan besar para petani belum mengetahui cara pemeliharaan got yang baik seperti apa.

c. Persepsi Petani Terhadap Pembumbuan

Pembumbunan adalah penimbunan tanah. Pembumbunan dilakukan 4 kali, pembumbunan pertama dilakukan waktu tanaman berumur 1 bulan atau telah tumbuh 40-50 tunas per juring. Pembumbunan kedua dilakukan pada waktu umur tanaman 2-2,5 bula atau tunas sebanyak 115-135 per juring. Pembumbunan ketiga pada waktu tanaman berumur 3-3,5 bulan. Pembumbunan keempat saat tanaman berumur 4-5 bulan.

Berdasarkan Tabel 12, dapat dilihat bahwa persepsi petani terhadap pembumbuan tanah ini mayoritas yang menjawab mudah 26 jiwa atau 50%, yang menjawab sangat mudah 17 jiwa atau 33% dan yang menjawab sulit 9 jiwa atau 17%.

Dari Tabel 12, dapat disimpulkan bahwa persepsi petani terhadap pembumbuan tanah mayoritas petani menjawab mudah karena pengolahan tanah yang mudah dan sangat perlu untuk menunjang pertumbuhan tanaman tebu dan

agar tidak mudah roboh. Sedangkan yang menjawab sulit, karena mungkin alat yang petani gunakan masih menggunakan alat tradisional.

d. Persepsi Petani Terhadap Garpu Muka Gulud

Penggarpuan harus dikerjakan sampai ke pinggir got, sehingga air dapat mengalir. Biasanya dikerjakan pada bulan Oktober/November ketika tebu mengalami kekeringan.

Berdasarkan Tabel 12, dapat dilihat bahwa persepsi petani terhadap pembumbuan tanah ini mayoritas yang menjawab mudah 26 jiwa atau 50%, yang menjawab sulit 21 jiwa atau 40%, dan yang menjawab sangat mudah 5 jiwa atau 10%.

Dari Tabel 12, dapat disimpulkan bahwa persepsi petani terhadap garpu muka gulud mayoritas petani menjawab mudah karena mudah dalam mengerjakannya. Sedangkan yang menjawab sulit, karena kurangnya tenaga kerja dan perlunya penambahan tenaga kerja dari luar daerah.

g. Per sepsi Petani Ter hadap Klentek Tebu

Klentek adalah suatu kegiatan membuang daun tua (daun-daun kering tidak berguna) pada tebu yang dilakukan secara manual. Berdasarkan tabel 12 diatas, dapat dilihat bahwa persepsi petani terhadap klentek tebu ini, mayoritas yang menjawab mudah 37 jiwa atau 71% dan yang menjawab sulit 15 jiwa atau 29%.

Jadi kesimpulan dari kegiatan pengelentek tebu mudah karena petani tinggal memotong-motong bagian daun yang sudah tua atau yang sudah tidak

dapat digunakan lagi dan tujuan klentek ini adalah untuk merangsang pertumbuhan batang, memperkeras kulit batang, mencegah tebu roboh, memudahkan sinar matahari masuk, mempertinggi rendemen dan mencegah kebakaran.

Kegiatan ini umum dilakukan pada sistem reynoso di Jawa. Untuk tebu lahan kering tidak dilakukan klentek. Untuk itu dalam salah satu seleksi varietas dicari yang daun keringnya lepas jika terkena angin. Sebagai konsekuensinya tebu lahan kering harus dibakar jika akan ditebang. Hal ini juga menjadi kriteria varietas tebu lahan kering, yaitu tahan bakar dan klentek tetap ditata gang 1 leng. h. Persepsi Petani Terhadap Pemberantasan Hama dan Penyakit

Pemberantasan hama dan penyakit dapat dilakukan secara mekanik atau pun menggunakan bahan kimia, tergantung pada jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman tebu. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan jalan menanam varietas tebu yang tahan hama, kebersihan kebun terjaga dan penggiliran pola tanam dengan tanaman lain. Penyemprotan hama penyakit dilakukan oleh 5 orang tenaga kerja selama 5 hari.

Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi petani terhadap pengendalian hama dan penyakit mayoritas yang menjawab sangat penting 27 jiwa (52%) dan yang menjawab penting 25 jiwa (48%).

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa persepsi petani terhadap pengendalian hama dan peyakit mayoritas petani menjawab sangat penting dan penting, karena bagi petani hama dan penyakit tersebut dapat merusak

produktivitas tanaman tebu karena itu para petani setuju dengan adanya pengendalian hama dan penyakit dan harus diberantas.

Dokumen terkait