• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

1. Persepsi siswa mengenai profesi guru

menimbulkan persepsi siswa terhadap persepsi guru antara siswa laki- laki dan perempuan dalam hal pandangan, cara berpikir, perasaan dan perhatian (Gilarso, 1993:5). Di masyarakat kita ada anggapan bahwa perempuan lebih cocok menjadi seorang guru. Anggapan ini muncul karena seorang guru memiliki sifat keibuan, feminim dan menggunakan perasaan dalam melakukan sesuatu. Selain it u seorang perempuan (ibu) dalam sebuah keluarga bertugas untuk mendidik anaknya, sehingga seorang guru perempuan akan mendidik anak didiknya seperti mendidik anaknya sendiri. Berdasarkan hal tersebut perempuan dianggap lebih cocok menjadi seorang guru dengan alasan bahwa profesi guru merupakan profesi yang aman bagi seorang perempuan selain sebagai ibu rumah tangga. Profesi guru kurang cocok untuk laki- laki karena sifat laki- laki yang kasar dan maskulin akan menimbulkan efek yang peka terhadap

14

siswa dalam hal bimbingan belajar atau masalah- masalah siswa di luar pelajaran. Penelitian yang sejenis pernah dilakukan oleh Y Ratna Indarti (1997) dan menemukan bahwa tidak ada perbedaan persepsi siswa terhadap profesi guru ditinjau dari jenis kelamin siswa.

2. Persepsi siswa mengenai profesi guru di tinjau dari jenis pendidikan orang tua.

Tingkat pendidikan orang tua yang dimaksud adalah tingkat pendidikan formal yaitu SD, SMP, SMA/SMK dan PT yang dicapai oleh orang tua siswa. Setiap siswa mempunyai orang tua yang tingkat pendidikannya berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Salah satu tugas orang tua adalah mendidik anaknya dalam menentukan masa depan anak. Kemampuan orang tua dalam mendidik anak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang dicapai oleh orang tua siswa. Tingkat pendidikan orang tua akan berpengaruh terhadap cara pandang orang tua terhadap sesuatu dalam hal ini adalah terhadap profesi guru. Cara pandang orang tua seperti di atas akan ditiru oleh anak mereka sehingga cara pandang siswa dalam menentukan persepsi mereka terhadap profesi guru akan di pengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua. Orang tua selalu ingin anakny mencapai tingkat pendidikan lebih tinggi dari apa yang telah dicapainya. Orang tua yang berpendidikan tinggi secara tidak langsung memandang profesi guru sebagai profesi yang rendah dan sebaliknya orang tua yang memiliki tingkat pendidikan rendah akan memandang profesi guru sebagai profesi

yang terhormat. Pola asuh seperti itu akan menimbulkan perbedaan cara pandang siswa terhadap profesi guru. Siswa yang mempunyai orang tua dengan pendidikan tinggi akan memandang profesi guru negatif dan sebaliknya siswa dengan orang tua berpendidikan rendah akan memandang profesi guru positif. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurniawati (2002) menunjukan adanya perbedaan persepsi siswa ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua.

3. Persepsi siswa mengenai profesi guru di tinjau dari pekerjaan orang tua. Pekerjaan orang tua adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh orang tua untuk mendapatkan penghasilan. Setiap orang tua siswa memiliki pekerjaan yang berbeda-beda. Dalam penelitian ini pekerjaan dibedakan menjadi guru dan bukan guru dengan pertimbangan anak/siswa akan memiliki persepsi yang berbeda terhadap profesi guru apabila orang tuanya memiliki pekerjaan yang bukan guru. Orang tua sebagai pembut keputusan dalam keluarga akan menjadi panutan anak-anaknya. Secara tidak langsung pekerjaan orang tua akan berpengaruh terhadap cara mendidik anak-anaknya. Misalnya saja seorang tentara akan mendidik anaknya dengan cara militer dengan disiplinnya yang tinggi. Lain halnya dengan seorang guru yang mendidik anaknya. Seorang guru akan lebih sabar, telaten dalam mendidik anaknya. Hasil penelitian terdahulu menunjukan tidak ada perbedaan persepsi siswa ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua (Kurniawati, 2002).

16

F. Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara yang masih harus diuji kebenarannya. Hipotesis dalam hal ini adalah perumusan jawaban sementara sehingga menjadi tuntunan dalam mencari jawaban sebenarnya.

Hipotesis pene litian ini dirumuskan sebagai berikut.

1. Ada perbedaan persepsi siswa mengenai profesi guru antara siswa laki-laki dan perempuan.

2. Ada perbedaan persepsi siswa mengenai profesi guru antara orang tua siswa yang berprofesi sebagai guru dan bukan guru.

3. Ada perbedaan persepsi siswa mengenai profesi guru antara orang tua yang berpendidikan tinggi dan rendah.

17

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian yang akan dilakukan ini adalah penelitian studi kasus. Studi kasus merupakan kajian tentang peristiwa, lingkungan dan kondisi tertentu yang memungkinkan mengungkapkan sesuatu (Basuki, 2006:113). Penelitian studi kasus termasuk dalam penelitian deskriptif.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Studi kasus akan dilaksanakan di SMA BOPKRI 1, SMA BOPKRI 2 dan SMA BOPKRI BANGUNTAPAN Yogyakarta.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2008.

C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subyek penelitian adalah orang-orang yang terlibat dalam penelitian. Dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas XI IPS Yogyakarta.

18

2. Objek Penelitian

Obyek penelitian adalah pokok yang dibicarakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi obyek penelitian yaitu persepsi siswa, Jenis kelamin, tingkat pendidikan orang tua, dan pekerjaan orang tua sisiwa.

D. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi Penelitian

Populasi adalah keseluruhan obyek yang akan diteliti (Basuki 2006:182). Dalam penelitian ini populasi dari siswa kelas XI IPS di SMA BOPKRI 1 sebanyak 96 siswa, SMA BOPKRI 2 sebanyak 126 siswa dan SMA BOPKRI BANGUNTAPAN sebanyak 38 siswa. Secara keseluruhan populasi dalam penelitian ini sebanyak 260 siswa.

2. Sampel penelitian

Sampel adalah sebagian dari populasi yang digunakan sebagai contoh yang diambil dengan cara tertentu (Margono 2003:121). Apabila subyek penelitian kurang dari 100, lebih baik diambil keseluruhan tetapi apabila subyek lebih besar dari 100, dapat diambil antara 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih dari subyek tersebut. Dalam penelitian ini saya mengambil sampel sebesar 35% dari populasi yaitu sebesar 91 siswa. Sampel diambil secara proporsional di setiap sekolah yaitu 34 responden dari SMA BOPKRI 1, 44 responden dari SMA BOPKRI 2, dan 13 responden dari SMA BOPKRI Banguntapan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling.

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran

Dalam penelitian ini terdapat beberapa variabel yaitu persepsi siswa terhadap profesi guru sebagai variabel bebas dan tingkat pendidikan pekerjaan, tingkat ekonomi orang tua sebagai variabel kategorial. Pengukuran variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

1. Persepsi siswa terhadap profesi guru

Profesi guru adalah suatu pekerjaan yang dilandasi pendidikan keguruan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh orang di luar bidang pendidikan. Persepsi siswa dalam penelitian ini akan diukur menggunakan kuesioner. Skala pengukuran instrumen penelitian menggunakan skala Likert dengan alternatif jawaban sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Masing- masing jawaban diberi skor sebagai berikut.

Tabel 3.1

Skoring Berdasarkan Skala Likert Skor

Kriteria jawaban Pertanyaan positif Pertanyaan negatif SS S TS STS 4 3 2 1 1 2 3 4

Dokumen terkait