• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSIAPAN ALAT

Dalam dokumen PRODI D-III KEPERAWATAN POLTEKKES (Halaman 29-39)

1. Sputum pot 2. Lysol 2% 3. Handuk /tissue 4. Peniti 5. Bengkok 6. Tisue 7. Bantal k/p PROSEDUR PELAKSANAAN

A. Tahap Pre Interaksi

1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat –alat dan privacy ruangan

3. Cuci tangan

B. Tahap Orientasi

1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada

klien/keluarga.

C. Tahap Kerja

1. Kaji dan pastikan klien sudah menggunakan obat bronkodilator

2. Anjurkan klien untuk menarik nafas dalam lewat hidung dan tahan nafas untuk beberapa detik

3. Batukan 2 kali , batuk pertama untuk melepaskan sekret dan batuk kedua untuk mengeluarkan sekret, jika klien merasa nyeri dada anjurkan klien menekan dada dengan bantal

4. Tampunglah sekret di sputum pot 5. Istirahatkan klien

6. Hindari batuk terlalu lama karena dapat menyebabkan hipoksia

7. Membereskan alat 8. Perawat mencuci tangan

D.

Tahap Terminasi

1. Evaluasi perasaan klien 2. Simpulkan hasil kegiatan

3. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya. 4. Akhiri kegiatan

5. Cuci tangan

F. Dokumentasi

Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL NILAI

KETERANGAN:

0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna

Pembimbing

JENIS KETRAMPILAN : MEMBERIKAN POSISI FOWLER

ASPEK YANG DINILAI NILAI

0 1 2

Persiapan alat - Bantal 2 – 5

- Sandaran punggung (k/p) MEMBERIKAN POSISI FOWLER

A.

Tahap Pre Interaksi

1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat –alat dan privacy ruangan

3. Cuci tangan

B. Tahap Orientasi

1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada

klien/keluarga.

D. Tahap Kerja

- Membantu pasien untuk duduk

- Menyusun bantal dengan sudut 30-60 derajat - Menaikkan pasien :

Perawat berdiri di sebelah kanan menghadap pasien

Menganjurkan pasien untuk menekuk kedua lutut

Menganjurkan pasien untuk menopang badan dengan kedua lengan

Tangan kanan perawat membantu dibawah ketiak dan tangan kiri di belakang punggung pasien

Menganjurkan pasien untuk mendorong badannya ke belakang

- Bila pasien tidak dapat membantu :

Dua perawat berdiri di kedua sisi tempat tidur

Masing-masing perawat merentangkan 1 tangan dibawah bahu dan 1 tangan dibawah pangkal paha, saling berpegangan

D.

Tahap Terminasi

1. Simpulkan hasil kegiatan 2. Akhiri kegiatan

3. Cuci tangan

F. Dokumentasi

Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL NILAI

KETERANGAN:

0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna

Nilai Batas Lulus = 75%

Pembimbing

JENIS KETRAMPILAN : MEMBERIKAN OKSIGEN MELALUI NASAL KANUL

ASPEK YANG DINILAI NILAI

0 1 2

KAJI KEADAAN KLIEN : - Keadaan umum

- Keadaan lubang hidung bersih atau kotor - Kedalaman pernafasan

- Posisi yang nyaman - Nyeri waktu bernafas Persiapan alat

- Tabung oksigen lengkap dg manometer kereta tabung, sarung tabung oksigen dan kunci Inggris.

- Flowmeter (pengukur aliran)

- Humudifier (botol pelembab yang sudah diisi air

aquadest sampai batas garis untuk melembabkan udara - Slang oksigen

- Canule hidung atau binual canule

- Alat resusitasi lengkap bila memungkinkan disediakan. - Slang Oksigen

- Canule hidung atau binual canule

- Alat resusitasi lengkap bila memungkinkan disediakan. - Kassa vaselin pelumas bila perlu

- Rantai tala

MEMBERIKAN OKSIGEN MELALUI NASAL KANULE A. Tahap Pre Interaksi

1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat –alat dan privacy ruangan

3. Atur posisi sesuai kenyamanan klien : Fowler/duduk/terlentang

4. Cuci tangan

B. Tahap Orientasi

1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada

klien/keluarga.

C. Tahap Kerja

- Mencuci tangan

- Sambung canule ke slang oksigen dari humidifier ,lumasi canule dengan pelumas vaselin bila perlu

- Tutup flowmeter lalu buka tabung dg putaran penuh. - Buka flowmeter dan mencobanya pd kulit muka melalui

ujung slang

- Masukkan cabang canule ke dlm lubang hidung kurang lebih 1-2,5 cm dan kaitkan tali dibelakang telinga klien lalu rapatkan pengatur slang oksigen.

- Atur aliran oksigen sesuai dengan kebutuhan. - Minta klien bernafas melalui hidung.

- Tanyakan kepada klien apakah sesaknya berkurang tidak.

- Observasi dan hitung pernafasan klien serta catat hasilnya.

- Rapikan pasien

- Beritahu klien bahwa tindakan keperawatan sudah selesai.

tidak boleh merokok di lingkungan klien

dilarang mengubah flow meter dinaikkan/menurunkan

segera lapor jika terjadi reaksi sesak bertambah/gelisah

- Bereskan alat-alat.

D.

Tahap Terminasi

1. Evaluasi perasaan klien 2. Simpulkan hasil kegiatan

3. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya. 4. Akhiri kegiatan

5. Cuci tangan

E. Dokumentasi

Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. KETERANGAN:

0= Tidak dilakukan sama sekali 1= Dilakukan tetapi tidak sempurna 2= Dilakukan dengan sempurna

Nilai Batas Lulus = 75%

Pembimbing

PANDUAN KETRAMPILAN

JENIS KETRAMPILAN : MERAWAT LUKA DAN MEMASANG BALUTAN

ASPEK YANG DINILAI NILAI

0 1 2

Persiapan alat

- Set rawat luka dan ganti balut steril - Kassa steril dalam tromol

- Korentang steril

- Sarung tangan non steril 1 pasang - Sarung tangan steril (satu pasang) - Obat/larutan desinfektan

- Bensin dan kapas - Plester dan gunting

- Bengkok dan kantong plastik

MERAWAT LUKA DAN MEMASANG BALUTAN

A. Tahap Pre Interaksi

1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat –alat dan privacy ruangan

3. Cuci tangan

B. Tahap Orientasi

1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada

klien/keluarga.

3. Memberitahu pasien tentang prosedur yang akan dilaksanakan

4. Menyiapkan lingkungan pasien

5. Mengatur posisi pasien (sesuai letak luka)

C. Tahap Kerja

- Perawat mencuci tangan

- Meletakkan set ganti balut didekat lokasi luka pasien - Memakai sarung tangan non steril

- Membuka set ganti balut luka

- Membuka balutan kotor dgn kapas bensin & memasukkan kedalam bengkok/kantong plastik

- Membersihkan luka kemudian daerah sekitar luka dgn obat/larutan desinfektan

- Menutup luka dengan rapat - Merapikan pasien

- Membereskan alat & membuang kotoran - Mencuci tangan

- Mendokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.

D. Tahap Terminasi

1. Evaluasi perasaan klien 2. Simpulkan hasil kegiatan

3. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya. 4. Akhiri kegiatan

E. Dokumentasi

Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL NILAI

KETERANGAN:

0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna

Nilai Batas Lulus = 75%

Pembimbing

PANDUAN KETRAMPILAN

JENIS KETRAMPILAN : PEMBERIAN MAKAN MELALUI SONDE/NGT

Nama : ... No. Mhs : ...

ASPEK YANG DINILAI NILAI

0 1 2 Persiapan alat Baki berisi - Spuit 20 cc / corong - Klem - Bengkok

- Makanan cair/bubur aring dalam tempatnya - Air putih dalam tempatnya

- Bila ada obat dihaluskan - Kassa secukupnya

PEMBERIAN MAKAN MELALUI SONDE/NGT

A. Tahap Pre Interaksi

1. Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien 2. Siapkan alat –alat dan privacy ruangan

3. Cuci tangan

B. Tahap Orientasi

1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya. 2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada

klien/keluarga.

3. Memberitahu pasien tentang prosedur yang akan dilaksanakan

6. Memasang tabir sekeliling tempat tidur

7. Membantu pasien dalam posisi sesuai letak luka jahitan

C. Tahap Kerja

- Alat-alat dibawa ke dekat pasien - Perawat mencuci tangan

- Letakkan bengkok disamping klien - Memasang sarung tangan

- Tutup sonde dibuka dan pangkal sonde diklem

- Hisap air minum dengan spuit atau tuangkan melalui corong, pasangkan spuit/corong pada pangkal sonde - Klem dibuka pelan-pelan kemudian tekan pendorong

spuit pelan-pelan/biarkan air dalam corong mengalir, segera klem kembali sebelum habis

- Lanjutkan dengan memasukkan makanan cair terus menerus sampai makanan habis (hindari masuknya udara kedalam slang)

- Bila ada obat diberikan sebelum makanan habis

- Setelah makanan habis pipa sonde dibilas dengan air putih, bila tak lancar pangkal sonde/corong ditinggikan - Bila telah selesai sonde diklem/tutup dengan kassa - Klien dirapikan dan alat-alat dibereskan

- Perawat mencuci tangan

D. Tahap Terminasi

1. Evaluasi perasaan klien 2. Simpulkan hasil kegiatan

E. Dokumentasi

Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan. TOTAL NILAI

KETERANGAN:

0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna 2 = Dilakukan dengan sempurna

Nilai Batas Lulus = 75%

Pembimbing

PANDUAN KETRAMPILAN

JENIS KETRAMPILAN : PERAWATAN JENAZAH

ASPEK YANG DINILAI NILAI

0 1 2

Persiapan Alat A. Sarana Medis

· Kasa/Verban secukupnya · Sarung tangan bersih · Pads

· Kapas secukupnya

· Plastik jenasah/pembungkus jenasah

· Plester penahan untuk menutup luka (bila ada luka) · Bengkok 1 buah

· Troli

B. Sarana Non Medis · Pengganjal dagu · Label identifikasi

· Tas plastic untuk tempat barang-barang klien · Air dalam baskom

· Sabun · Handuk · Selimut mandi . Kain kafan

· Daftar barang berharga · Peniti

· Sisir · Baju bersih

· Peralatan ganti balut (jika diperlukan) PEMBERIAN OBAT SECARA TOPIKAL

A. Tahap Pre Interaksi

1. Baca catatan medis klien dan daftar makanan/diet pasien 2. Siapkan alat –alat dan privacy ruangan

3. Cuci tangan

B. Tahap Orientasi

1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya.

2. Memberitahu pasien tentang hal yang akan dilakukan 3. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin dengan

posisi kepala lebih tinggi

C. Tahap Kerja

- Siapkan alat yang diperlukan dan bawa kedalam ruangan - Atur lingkungan sekitar tempat tidur. Bila kematian terjadi pada unit multi bed, jaga privasi pasien yang lain, tutup koridor, cuci tangan.

- Tinggikan tempat tidur untuk memudahkan kerja dan atur dalam posisi datar.

- Tempatkan tubuh dalam posisi supinasi

- Tutup mata, dapat menggunakan kapas yang secara perlahan ditutupkan pada kelopak mata dan plester jika mata tidak tertutup

- Luruskan badan, dengan lengan menyilang tubuh pada pergelangan tangan dan menyilang abdomen. Atau telapak tangan menghadap kebawah.

- Ambil gigi palsu jika diperlukan dan tutup mulut. Jika mulut tetap tidak mau tertutup, tempatkan gulungan handukdi bawah dagu agar mulut tertutup. Tempatkan

bantal di bawah kepala.

- Lepaskan perhiasan dan barang berharga dihadapan keluarga. Pada umumnya, semua cincin, gelang, kalung dll di lepas dan ditempatkan pada tas plastic tempat barang berharga. Termasuk kaca mata, kartu, surat, kunci, barang religi. Beri label identitas.

- Jaga keamanan barang berharga klien. Ikuti peraturan RS untuk disposisi (penyerahan) barang barharga. Jangan meninggalkan barang berharga. Tempatkan dikantor perawat sampai dapat disimpan ditempat yang lebih aman atau diserahka pada keluarga. Jika memungkinkan, keluarga dianjurkan untuk membawa pulang semua barang milik milik klien sebelum klien meninggal.

- Bersihkan badan. Dengan menggunakan air bersih, bersihkan area tubuh yang terdapat kotoran seperti darah, feces, atau muntahan. Jika kotoran terjadi pada area rectum, uretra atau vagina, letakan kassa untuk menutup tiap lubang dan rekatkan dengan plester untuk mencegah pengeluaran lebih lanjut.

- Setelah kematian, spingter otot relaks, menyebabkan incontinensia feces dan urin.

- Rapikan rambut dengan sisir rambut.

- Rawat drainage dan tube yang lain. Jika akan dilakukan autopsy, tube pada umumnya dibiarkan pada badan, ambil botol drainage atau bag dari tube dan tekuk tube, ketika dilakukan autopsy, tube diambil. Pastikan balon sudah dikempiskan sehingga tidak melukai jaringan tubuh selama pengambilan.

- Ganti balutan bila ada balutan. Balutan yang koyor harus diganti dengan yang bersih. Bekas plester dihilangkan dengan bensin atau loarutan yang lain yang sesuai dengan peraturan RS.

- Pakaikan pakaian yang bersih untuk diperlihatkan pada keluarga. Jika keluarga meminta untuk melihat jenasah, tempatkan pada posisi tidur, supinasi, mata tertutup, lengan menyilang di abdomen. Rapikan tempat tidur kembali.

- Beri label identifikasi pada jenasah. Label identitas dengan nama, umur, dan jenis kelamin, tanggal, no RS, nomor kamar dan nama dokter. Sesuai dengan peraturan RS, ikatan label identitas pada pergelangan tangan atau pergelangan kaki atau plester label pada dada depan pasien.

- Letakan jenasah pada kain kafan sesuai dengan peraturan RS. Ikatkan kasa/verbanatau pengikat yang lain dibawah dagu dan sekitar kepala untuk menjaga agar dagu tetap tertutup. Kemudian, ikat pergelangan tangan bersama menyilangkan diatas abdomen untuk menjaga lengan dari jatuh dari brankar ketika jenasah diangkut kekamar jenasah. Letakan jenasah pada kain kafan. Lipat bagian 1 sudut kebawah menutup kepala, diikuti bagian sudut ke 2 keatas menutup kaki. Lipat bagian sudut 3 dan 4. Peniti atau plester diperlukan untuk menjaga kain kafan pada tempatnya.

- Beri label pada bagian luar. Tandai identifikasi di penitikan pada bagian luar kain kafan.

- Pindahkan jenasah ke kamar jenasah. Pindahkan jenasah secara perlahan ke brankar. Tutup jenasah dengan kain. Kemudian ikat dengan pengikat brankar

pada bagian dada dan lutut. Pengikat untuk mencegah jenasah jatuh, tapi tidak boleh terlalu kuat sehingga dapat menyebabkan lecet.

- Bereskan dan bersihkan kamar pasien.

- Dokumentasikan prosedur. Pada catatan perawatan, catat waktu dan tanggal jenasah diantar kekamar jenasah. Lakukan pencatatan apakah barang berharga disimpan atau diserahkan pada keluarga.

Hal hal yang harus diperhatikan

- Berikan barang-barang milik klien pada keluarga klien atau bawa barang tersebut kekamar jenasah. Jika perhiasan atau uang diberikan pada keluarga, pastikan ada petugas/ perawat lain yang menemani. Minta tanda tangan dari anggota keluarga yang sudah dewasa untuk verifikasi penerimaan barang-barang berharga atau status dimana perhiasan masih ada pasien.

- Berikan support emosional kepada keluarga yang ditinggalkan dan teman dan kepada klien lain yang sekamar.

- Mengangkat jenasah dilakukan secara perlahan untuk mencegah lecet dan kerusakan kulit.

D. Tahap Terminasi

- Evaluasi perasaan klien - Simpulkan hasil kegiatan

- Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya

E. Dokumentasi

Catat hasil perawatan didalam catatan keperawatan KETERANGAN:

0= Tidak dilakukan sama sekali 1= Dilakukan tetapi tidak sempurna 2= Dilakukan dengan sempurna

Nilai Batas Lulus = 75%

Pembimbing

Dalam dokumen PRODI D-III KEPERAWATAN POLTEKKES (Halaman 29-39)

Dokumen terkait