Sasaran strategi perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah peningkatan kepuasan karyawan dan peningkatan pengetahuan anggota. Keberhasilan pencapaian peningkatan kepuasan karyawan dapat diukur dengan indeks kepuasan karyawan. Indeks kepuasan karyawan dapat diketahui melalui survei terhadap responden karyawan. Variabel yang menjadi penilaian terhadap kepuasan karyawan adalah kepuasan terhadap kompensasi, pekerjaan itu sendiri, kondisi kerja, promosi, hubungan dengan atasan, hubungan dengan rekan sekerja, dan motivasi. Responden yang diambil sebanyak 50 orang dari 220 calon responden. Dari hasil survei diperoleh karakteristik responden karyawan KPSBU Jabar sebagai berikut:
a. Karakteristik responden berdasarkan divisi
Dari 50 orang responden KPSBU Jabar, 6 orang responden dari unit pelayanan keuangan, 4 orang responden dari unit administrasi keuangan, 6 orang responden dari unit sapi perah, 1 orang dari unit usaha, 9 orang dari unit HR&GA dan 24 orang responden dari quality control. Karakteristik responden berdasarkan divisi (unit) dapat dilihat pada Gambar 17.
Gambar 17. Karakteristik responden berdasarkan divisi
b. Identitas responden berdasarkan jenis kelamin
Dari 50 orang responden karyawan KPSBU Jabar, 42 orang responden berjenis kelamin laki-laki dan 8 orang responden berjenis kelamin perempuan. Gambar mengenai karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Gambar 18.
Gambar 18. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin c. Identitas responden berdasarkan tingkat pendidikan
Berdasarkan tingkat pendidikan, diketahui 30 orang responden berpendidikan SMU, 9 orang responden berpendidikan Diploma, 6 orang responden berpendidikan S1 dan 5 orang responden berpendidikan lainnya. Karaktristik responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada Gambar 19.
Gambar 19. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan d. Identitas responden berdasarkan lama menjadi karyawan
Berdasarkan lama menjadi karyawan, 10 orang responden telah menjadi karyawan di KPSBU Jabar kurang dari 2 tahun, 15 orang responden telah menjadi karyawan selama 2-5 tahun, 14 orang responden telah menjadi karyawan selama 5-10 tahun dan 11 orang
responden telah menjadi karyawan KPSBU Jabar selama lebih dari 10 tahun. Karakteristik responden berdasarkan lama menjadi karyawan dapat dilihat pada Gambar 20.
Gambar 20. Karakteristik responden berdasakan lama menjadi karyawan
Kepuasan karyawan KPSBU Jabar dapat dilihat dari hasil survei melalui beberapa variabel dari daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden, yaitu:
(a). Kompensasi
Kompensasi adalah salah satu variabel yang menunjukkan tingkat kepuasan karyawan terhadap koperasi. Variabel kompensasi dipengaruhi oleh beberapa indikator, diantaranya gaji, bonus dan insentif, tunjangan kesehatan dan pengobatan.
Hasil perhitungan untuk variabel kompensasi dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Skor kepuasan karyawan terhadap kompensasi
No Indikator Jumlah Responden
Rataan Keterangan 1 2 3 4 5
1. Gaji 0 23 20 7 0 2,68* Cukup puas
2. Bonus dan Insentif 2 17 20 11 0 2,8 Cukup puas 3. Tunjangan Kesehatan
dan Pengobatan
0 19 18 12 1 2,9 Cukup puas
Rata-rata 2,78 Cukup puas
*) ([1x0]+[2x23]+[3x20]+[4x7]+[5x0])/50 = 2,68 dan seterusnya untuk perhitungan indikator lainnya dilakukan dengan cara yang sama
Dari Tabel 13 terlihat skor tertinggi terletak pada indikator tunjangan kesehatan dan pengobatan (2,9). Hal ini menunjukkan KPSBU Jabar memperhatikan kesehatan karyawannya dengan baik. Hal tersebut terkait dengan
kerjasama antara koperasi dengan Unit Peayanan Kesehatan setempat dengan cara memberikan pengobatan secara gratis pada setiap karyawan. Skor terendah terletak pada indikator gaji (2,68), yang berarti walaupun dalam tingkat terendah dibandingkan indikator lain, skornya masih memperlihatkan bahwa karyawan cukup puas dengan gaji yang diberikan koperasi.
(b). Pekerjaan yang ditekuni karyawan
Pekerjaan yang ditekuni karyawan merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejiwaan karyawan meliputi minat, bakat, keterampilan, ketentraman kerja dan sikap kerja.
Kepuasan kerja terhadap faktor pekerjaan yang ditekuni karyawan mendapatkan nilai cukup puas. Semua responden dapat dikatakan cukup puas terhadap pekerjaan yang ditekuni.
Hal tersebut sedikit banyak dipengaruhi oleh banyaknya karyawan yang merupakan lulusan sekolah kejuruan khusus dibidang peternakan. Sehingga apa yang dipelajari selama sekolah dapat langsung diaplikasikan pada pekerjaan, juga tidak diperlukannya keahlian khusus serta program profesi pada bidang kerjaan tersebut. Skor terhadap pekerjaan yang ditekuni dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14. Skor kepuasan karyawan terhadap pekerjaan yang ditekuni
No Indikator Jumlah Responden
Rataan Keterangan 1 2 3 4 5
1. Pekerjaan itu sendiri 0 5 19 22 4 3,5* Puas 2. Kepastian Kerja 1 10 21 16 2 3,16 Cukup puas 3. Kesempatan
menggunakan kemampuan
0 3 23 21 3 3,48 Cukup puas
4. Kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan
0 6 18 21 3 3,5 Puas
Rata-rata 3,41 Cukup puas
*) ([1x0]+[2x5]+[3x19]+[4x22]+[5x4])/50 = 3,5 dan seterusnya untuk perhitungan indikator lainnya dilakukan dengan cara yang sama
(c). Kondisi Kerja
Kepuasan karyawan pada kondisi kerja dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Dari hasil perhitungan diperoleh karyawan
merasa cukup puas akan kondisi kerja dengan skor 2,82. Skor tertinggi pada indikator kenyamanan tempat kerja sebesar 3,06 dan skor terendah pada indikator fasilitas sebesar 2,46. Gedung yang bagus dan bersih, menyebabkan karyawan merasa nyaman dengan tempat kerja. Kantor KPSBU Jabar sudah bagus walaupun berada di komplek pasar baru Lembang. Skor terendah (2,46) pada fasilitas menunjukkan karyawan koperasi tidak puas terhadap fasilitas yang ada. Toilet yang hanya dua buah yang diperuntukkan masing-masing untuk laki-laki dan wanita, kurang luasnya tempat parkir dan musholla yang tidak begitu luas menyebabkan ketidakpuasan karyawan terhadap fasilitas. Skor terhadap kondisi kerja dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Skor kepuasan karyawan terhadap kondisi kerja
No Indikator Jumlah Responden
Rataan Keterangan 1 2 3 4 5
1. Kenyamanan tempat kerja
0 11 29 6 4 3,06* Cukup puas 2. Keselamatan dan
kesehatan kerja
2 19 17 12 0 2,78 Cukup puas 3. Fasilitas 3 24 20 3 0 2,46 Tidak puas
4 Kebersihan tempat kerja
1 15 20 12 2 2,98 Cukup puas
Rata-rata 2,82 Cukup puas
*) ([1x0]+[2x11]+[3x29]+[4x6]+[5x4])/50 = 3,06 dan seterusnya untuk perhitungan indikator lainnya dilakukan dengan cara yang sama
(d). Promosi
Koperasi memberlakukan kebijakan promosi dan demosi.
Promosi dilakukan sebagai penghargaan atas kinerja karyawan yang bagus dengan cara merotasi karyawan antar tiap divisi ataupun sesama divisi, sedangkan demosi dilakukan untuk karyawan yang berkinerja buruk dan tidak berhubungan dengan proses produksi. Karyawan merasa cukup puas terhadap promosi dengan skor 2,88. Tetapi, untuk pelatihan karyawan tidak puas dengan skor 2,46 karena jarangnya diadakan pelatihan padahal pelatihan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan.
Tabel 16 menunjukkan bahwa karyawan KPSBU Jabar merasa cukup puas terhadap promosi dan pelatihan dengan skor sebesar 2,67.
Tabel 16. Skor kepuasan karyawan terhadap promosi
No Indikator Jumlah Responden
Rataan Keterangan 1 2 3 4 5
1. Promosi 1 13 27 9 0 2,88* Cukup puas 2. Pelatihan 3 24 21 1 1 2,46 Tidak puas
Rata-rata 2,67 Cukup puas
*) ([1x1]+[2x13]+[3x27]+[4x9]+[5x0])/50 = 2,88 dan seterusnya untuk perhitungan indikator lainnya dilakukan dengan cara yang sama
(e). Hubungan dengan rekan kerja
Hubungan baik antar rekan kerja akan membuat karyawan nyaman dengan pekerjaan dan membuat karyawan semakin loyal kepada KPSBU Jabar, sehingga dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Dari hasil perhitungan diperoleh skor 3,32 untuk hubungan dengan rekan kerja. Hal ini menunjukkan karyawan merasa cukup puas terhadap hubungan dengan rekan kerja. Hubungan yang baik antar rekan kerja dipengaruhi oleh latar belakang geografis dan budaya. Banyak dari karyawan koperasi merupakan warga satu desa, teman sekolah dan lainnya sehingga telah terbentuk hubungan yang baik sejak sebelum mereka bekerja pada koperasi. Skor kepuasan karyawan terhadap hubungan dengan sesama rekan kerja dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Skor kepuasan karyawan terhadap hubungan dengan rekan kerja
No Indikator Jumlah Responden
Rataan Keterangan
*) ([1x0]+[2x1]+[3x19]+[4x18]+[5x12])/50 = 3,82 dan seterusnya untuk perhitungan indikator lainnya dilakukan dengan cara yang sama
(f). Hubungan dengan atasan
Hubungan dengan atasan sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Jika hubungan dengan atasan baik maka karyawan akan merasa nyaman mengerjakan pekerjaannya yang akan berakibat pada peningkatan kinerja karyawan. Dari hasil perhitungan diperoleh skor sebesar 3,11 untuk hubungan dengan atasan yang berarti karyawan merasa cukup puas. Skor terendah pada indikator hubungan dengan atasan di luar pekerjaan yaitu sebesar 2,66 dan skor tertinggi pada indikator motivasi yaitu sebesar 3,34. Hal ini menunjukkan bahwa atasan telah memberikan motivasi dengan cukup baik walaupun di luar pekerjaan. Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18. Skor kepuasan karyawan terhadap hubungan dengan atasan
No Indikator Jumlah Responden
Rataan Keterangan 1 2 3 4 5
1. Hubungan dalam pekerjaan
0 12 21 12 5 3,2* Cukup puas 2. Hubungan di luar
pekerjaan
3 15 28 4 0 2,66 Cukup puas 3. Bimbingan
instruksi kerja
1 9 21 13 6 3,28 Cukup puas 4. Perhatian terhadap
ide atau gagasan
2 9 24 13 2 3,08 Cukup puas 5. Motivasi 3 4 20 19 4 3,34 Cukup puas
Rata-rata 3,11 Cukup puas
*) ([1x0]+[2x12]+[3x21]+[4x12]+[5x5])/50 = 3,2 dan seterusnya untuk perhitungan indikator lainnya dilakukan dengan cara yang sama
(g). Motivasi
Kepuasan karyawan dapat ditunjukkan melalui motivasi dalam diri karyawan. Dari hasil penelitian, karyawan KPSBU Jabar sudah merasa puas terhadap variabel motivasi. Motivasi terkait dengan kebijakan promosi yang diterapkan koperasi kepada karyawan yang berprestasi. Skor kepuasan terhadap motivasi dapat dilihat pada Tabel 19.
Tabel 19. Skor kepuasan karyawan terhadap motivasi
No Indikator Jumlah Responden
Rataan Keterangan
*) ([1x0]+[2x0]+[3x17]+[4x22]+[5x11])/50 = 3,88 dan seterusnya untuk perhitungan indikator lainnya dilakukan dengan cara yang sama
(h). Total kepuasan karyawan
Berdasarkan hasil survei kepuasan karyawan secara keseluruhan karyawan KPSBU Jabar merasa cukup puas terhadap 7 variabel dengan skor total 3,12. Variabel yang sangat perlu diperhatikan dari semua variabel yang perlu diperhatikan adalah kompensasi, kondisi kerja dan promosi kerja yang menjadi acuan peningkatan kepuasan karyawan pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Skor kepuasan karyawan terhadap semua variabel dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Skor kepuasan karyawan terhadap semua variabel
No Indikator Jumlah Responden
Rataan Keterangan
*) ([1x2]+[2x59]+[3x58]+[4x30]+[5x11])/50 = 2,78 dan seterusnya untuk perhitungan indikator lainnya dilakukan dengan cara yang sama
Peningkatan pengetahuan anggota dapat dilihat dari jumlah penyuluhan teknis. Penyuluhan teknis yang dilakukan oleh KPSBU Jabar dari tahun ke tahun semakin meningkat tetapi tidak ada data tertulis berapa banyak penyuluhan teknis yang dilakukan dari tahun ke tahun. Data tertulis untuk penyuluhan yang sudah dilaksanakan hanya tersedia data untuk tahun 2006. Tahun 2007 dan 2008 sudah tidak ada lagi data
tertulis untuk penyuluhan teknis yang telah dilaksanakan.
Berdasarkan wawancara kepada Ketua KPSBU Jabar dan divisi penyuluhan, pihak koperasi saat ini sangat menggiatkan penyuluhan untuk meningkatkan kualitas susu. Penyuluhan mulai dilakukan setiap hari oleh para penyuluh yang sudah memperoleh wilayah kerjanya masing-masing. Rekapitulasi pengukuran kinerja KPSBU jabar dapat dilihat pada Tabel 21.
*) Bobot AHP perspektif BSC x bobot AHP sasaran strategi perspektif BSC
**) Pencapaian target x bobot*
Sasaran Strategi
Ukuran Hasil Realisasi 2008 (a) Target 2008 (b) Pencapaian Target (a:b)
Produksi Susu (60%) Rp18.722.640.625,80 Rp16.413.685.000,00 114,07% 12,40% 14,14%
Peningkatan Pendapatan dari
Waserda (10,8%) Rp1.102.948.478,37 Rp933.080.000,00 118,21% 2,23% 2,64%
Peningkatan Pendapatan dari
Produksi Yoghurt (23,5%) Rp637.362.288,46 Rp1.084.089.000,00 58,79% 4,86% 2,86%
Peningkatan Pendapatan dari
Pembibitan Sapi (5,7%) Rp178.248.000,00 Rp226.550.000,00 78,68% 1,18% 0,93%
Peningkatan Liquiditas (16,6%)
Perspektif Proses Bisnis Internal (7%)
Penekanan Kesusutan Susu (72,4%)
Harga jual sapi afkir lebih mahal jika dijual ke KPSBU daripada ke pihak lain
Harga jual sapi afkir lebih mahal jika dijual ke KPSBU daripada ke pihak lain .
Total Skor Balanced Scorecard 83,75%
78
Tabel 21. Rekapitulasi pengukuran kinerja KPSBU Jabar tahun 2008
Dari Tabel 21 dapat dilihat kinerja KPSBU Jabar pada tahun 2008 dan pencapaian target dari masing-masing perspektif BSC. Kinerja perspektif keuangan KPSBU Jabar berada pada kategori yang sangat baik yaitu berdasarkan pencapaian target sebesar 83,7 persen. Hal ini menunjukkan KPSBU Jabar bersungguh-sungguh dalam mencapai visinya yaitu menjadi koperasi susu terdepan di Indonesia dalam menyejahterakan anggota.
Pencapaian target yang paling tinggi berada pada ukuran hasil peningkatan pendapatan dari waserda, yaitu sebesar 118,21 persen, disusul ukuran hasil peningkatan pendapatan dari produksi susu sebesar 114,07 persen, ukuran hasil peningkatan pendapatan dari pembibitan sapi sebesar 78,68 persen, dan pencapaian target ukuran hasil peningkatan pendapatan produksi yoghurt hanya mencapai 58,79 persen. Pencapaian target ukuran hasil peningkatan pendapatan dari produksi yoghurt hanya mencapai 58,79 persen dikarenakan pemasaran produk yoghurt belum meluas hanya sebatas wilayah Bandung.
Pencapaian target untuk perspektif pelanggan dengan ukuran hasil indeks kepuasan peternak mencapai 76,58 persen. Hal ini sudah bisa dikatakan sangat baik walaupun belum mencapai target yang diinginkan yaitu sebesar 90 persen. KPSBU Jabar sudah berusaha memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya untuk para peternak sapi perah yang menjadi anggota KPSBU Jabar dengan keterbatasan yang ada. Pencapaian target perspektif proses bisnis internal memiliki nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan perspektif lainnya, yaitu mencapai 150 persen. Pencapaian target paling tinggi terjadi pada ukuran hasil jumlah kesusutan susu yaitu sebesar 200 persen. Hal ini terjadi karena KPSBU Jabar sangat mengoptimalkan penggunaan alat yang sudah terstandarisasi, sedangkan pencapaian target untuk ukuran hasil peningkatan kapasitas organisasi sebesar 100 persen.
Kinerja pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan memiliki nilai pencapaian target sebesar 69,33 persen. Pencapaian target pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan hanya merupakan kontribusi dari ukuran hasil indeks kepuasan karyawan, sedangkan ukuran hasil jumlah penyuluhan teknis tidak memberikan kontribusi. Hal ini dikarenakan pihak KPSBU Jabar
tidak merencanakan dan mencatat jumlah penyuluhan teknis yang dilakukan secara pasti sehingga tidak bisa dilihat secara kuantitatif.
Berdasarkan total skor dari seluruh perspektif yaitu sebesar 83,75 persen dapat dikatakan kinerja KPSBU Jabar pada tahun 2008 termasuk dalam kategori sangat baik. Perspektif pelanggan memberikan kontribusi terbesar, dengan skor 41,9 persen. Kemudian menyusul perspektif keuangan dengan skor 23,05 persen, perspektif proses bisnis internal sebesar 12,1 persen dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran sebesar 6,7 persen. Pencapaian target terendah terjadi pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang hanya mencapai 69,33 persen. Hal ini menunjukkan bahwa KPSBU Jabar harus lebih memperhatikan kepuasan karyawan dan pengetahuan anggota.
Total skor secara keseluruhan kinerja KPSBU Jabar sudah termasuk kategori sangat baik tetapi hal ini bukan berarti kinerja KPSBU Jabar pada tiap perspektif sudah optimal. KPSBU Jabar harus terus meningkatkan kinerjanya secara terus menerus dan seoptimal mungkin pada tiap perspektif, terutama pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
4.4. Implikasi Manajerial
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengukuran kinerja KPSBU Jabar, didapat beberapa informasi bagi koperasi terutama sebagai rekomendasi untuk metode pengukuran kinerja dan perbaikan mendasar bagi koperasi. Selama ini KPSBU Jabar melakukan pengukuran hanya berdasar pada evaluasi laporan tahunan.
a. Perspektif Keuangan
Perspektif keuangan pencapaian targetnya sebesar 83,70 persen. Hal ini berarti KPSBU Jabar harus memperhatikan penyebab pencapaian target pada perspektif ini yang belum maksimal. Berdasarkan penelitian, hal yang menyebakan belum tercapainya target 100 persen untuk perspektif ini adalah pencapaian target untuk peningkatan pendapatan dari produksi yoghurt yang hanya mencapai 58,79 persen dan cash ratio yang hanya mencapai target sebesar 31,54 persen. Agar peningkatan pendapatan dari produksi yoghurt dapat mencapai target hendaknya penjualan yoghurt diperluas, tidak hanya diprioritaskan untuk daerah Bandung saja, tetapi
juga mulai merambah pasar khususnya di daerah Jawa Barat dan diluar.
Karyawan bagian produksi dan pemasaran final produk diharapkan lebih kreatif dan inovatif sehingga dapat dihasilkan diversifikasi produk dan pengembangan serta penyesuaian dengan selera pasar sehingga dapat meningkatkan pendapatan koperasi yang akan memberikan nilai tambah bagi anggota . Cash ratio pada tahun 2008 juga masih jauh dari target dikarenakan pada tahun 2008 terjadi penurunan tarif impor susu dan perubahan yang mendasar pada koperasi sehubungan dengan dimekarkannya Kabupaten Bandung. Untuk mengatasi hal ini agar mencapai target ke depannya diharapkan KPSBU Jabar mengatur komposisi modal kerja antara rasio kas, hutang dan modal sendiri.
b. Perspektif Pelanggan (anggota)
Kekurangan pada perspektif pelanggan adalah masih belum tercapainya kepuasan peternak terutama dari kecepatan dan ketanggapan petugas lapangan dalam menyelesaikan keluhan, transparansi laporan keuangan dan perhatian pihak KPSBU terhadap peternak. Oleh karena itu, KPSBU diharapkan meningkatkan kemampuan teknis dan non teknis karyawan melalui pelatihan sehingga setiap karyawan mempunyai wawasan dan kemampuan lebih dari satu fungsi kerja. Untuk tranparansi keuangan hendaknya pihak koperasi membuat buletin bulanan yang berisi laporan keuangan serta kegiatan koperasi. Laporan keuangan hendaknya dibuat sederhana dan dengan bahasa yang mudah dimengerti mengingat latar belakang peternak berbeda dan pendidikan dominan para peternak hanya lulusan SD.
c. Perspektif Proses Bisnis Internal
Pihak KPSBU Jabar telah mencapai target yang sangat baik untuk perspektif proses bisnis internal sebesar 150 persen. KPSBU Jabar harus terus mempertahankan dan mengembangakan sasaran strategi pada perspektif bisnis internal. Penekanan kesusutan susu dan peningkatan harga jual sapi afkir memperlihatkan kesungguhan KPSBU Jabar untuk melayani anggota. KPSBU Jabar turut memperhatikan sapi afkir peternak
agar peternak tetap mendapatkan harga yang sesuai untuk sapi afkir yang meraka miliki.
d. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
Dari hasil survei kepuasan karyawan, secara keseluruhan karyawan koperasi merasa cukup puas terhadap kompensasi, pekerjaan, kondisi kerja, promosi kerja, hubungan dengan rekan, hubungan dengan atasan, dan motivasi.
Untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan hendaknya KPSBU Jabar mengadakan pelatihan yang dikhususkan untuk para karyawan. Dari hasil penelitian juga diperoleh karyawan tidak puas dengan fasilitas yang ada seperti kurangnya toilet, tempat wudhu, dan tempat parkir.
Toilet yang hanya ada dua buah untuk kurang lebih 200 karyawan masih dirasa sangat kurang. Tidak adanya tempat khusus buat wudhu membuat karyawan harus antri untuk melaksanakan ibadah sholat dan tidak adanya tempat parkir yang nyaman menyebakan karyawan tidak puas untuk atribut fasilitas. Oleh karena itu, KPSBU Jabar hendaknya menambah toilet, membuat tempat wudhu dan membangun tempat parkir yang nyaman agar karyawan merasa puas untuk atribut ini yang akan mempengaruhi kinerja karyawan.
Pihak KPSBU Jabar juga hendaknya mempunyai target yang pasti untuk penyuluhan teknis peternak agar sasaran strategi peningkatan pengetahuan anggota dapat tercapai dan peternak benar-benar paham seluk-beluk peternakan sapi perah sehingga dapat menghasilkan susu yang berkualitas.
Pengukuran kinerja koperasi menggunakan pendekatan BSC lebih baik dibandingkan pengukuran kinerja sebelumnya. Pengukuran kinerja dengan menggunakan pendekatan BSC lebih mengukur kinerja koperasi secara keseluruhan baik finansial dan non-finansial, sedangkan pengukuran kinerja sebelumnya hanya mengevaluasi dan melihat kelebihan serta kekurangan masing-masing divisi.
Selama sasaran strategi KPSBU Jabar tidak berubah, koperasi dapat menggunakan tabel rancangan sistem pengukuran kinerja koperasi dengan pendekatan BSC yang dapat dilihat pada Lampiran 8 untuk mengukur kinerja koperasi.