• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertambangan dan Penggalian Kegiatan Pertambangan dan

PERKEMBANGAN PDRB KABUPATEN BLITAR MENURUT LAPANGAN USAHA

4.2 Pertambangan dan Penggalian Kegiatan Pertambangan dan

Penggalian di Kabupaten Blitar terdiri dari Pertambangan; Bijih Logam; dan Pertambangan dan Penggalian Lainnya.

Pertambangan dan Penggalian memberikan kontribusi sebesar 4,17 persen terhadap

The growth of Division of Agriculture, Livestock, Hunting, and Agriculture Services was 2.18 percent in 2016, decreased compared to 2015 at 2.56 percent. The slowdown growth of main commodities of Food Crops, namely paddy and corn, caused the slowdown growth of Division of Food Crops from 4,97 percent in 2015 to 1.57 percent in 2016.

The growth of Division of Plantation Crops by 1,23 percent the slowdown growth of caused by sharp fall in tobacco production as a result of high rainfall. Meanwhile, the growth of Horticultural Crops was 7.19 percent in 2016, increased compared to 2015 at 6,49 percent.

Division of Forestry and Logging contracted by 7,04 percent in 2016 . Because of sharp fall in logs production in Blitar Regency.

Meanwhile, growth of Division of Fishery was 5.37 percent in 2016, decreased compared previous year at 6,79 percent.

4.2 Mining and Quarrying

Mining and Quarrying Activities in Blitar Regency consist of Iron Ore Mining, and Other Mining and Quarrying.

Industry of Mining and Quarrying contributed 4,17 percent to GRDP,

ht tp:/

/blit

ar kab.bps

.go.id/

total PDRB Kabupaten Blitar, menurun dibanding tahun 2015 yang mencapai 4,21 persen. Penurunan tersebut disebabkan oleh

merosotnya produksi bijih logam.

Subkategori Pertambangan dan Penggalian Lainnya menjadi kontributor terbesar yaitu sebesar 92,11 persen, sedangkan Subkategori Pertambangan Biji Logam memberikan kontribusi sebesar 7,89 persen.

Pada tahun 2016, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami laju pertumbuhan sebesar 4,13 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh 2,98 persen.

decreased compared to 2015 at 3.93 percent. This slowdown was caused by bottoming out of iron prices.

Division of Other Mining and Quarrying contributed 92,11 percent, while Division of Iron Ore Mining contributed 7,89 percent.

In 2016, the growth of Industry of Mining and Quarrying was 4,13 percent, increased compared to previous year at 2,98 percent.

Tabel

4.2

Distribusi Persentase PDRB Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian, 2012 - 2016 (persen)

Table Percentage Distribution of Industry of Mining and Quarrying in GRDP 2012-2016 (percent)

Lapangan Usaha/ Industry 2012 2013 2014 2015* 2016**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi

Crude Petroleum, Natural Gas, and Geothermal 70,44 72,10 69,70 60,77 59,77 2. Pertambangan Batubara dan Lignit

Coal and Lignite Mining 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

3. Pertambangan Bijih Logam/Iron Ore Mining 10.94 10.49 11.07 8.45 7.89

4. Pertambangan dan Penggalian Lainnya

Other Mining and Quarrying 89.06 89.51 88.93 91.55 92.11

Pertambangan dan Penggalian

Mining and Quarrying 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

* Angka sementara/Preliminary Figures

** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures

ht tp:/

/blit

ar kab.bps

.go.id/

Tingginya pertumbuhan lapangan usaha ini terutama didorong oleh tingginya pertumbuhan Subkategori Pertambangan dan Penggalian Lainnya sebesar 5,29 persen karena meningkatnya produksi sirtu.

Sedangkan Pertambangan Bijih Logam mengalami kontraksi sebesar 6,50 persen.

4.3 Industri Pengolahan

Industri Pengolahan merupakan lapangan usaha yang paling dominan di Kabupaten Blitar. Selain untuk memenuhi kebutuhan di pasar domestik, hasil industri Kabupaten Blitar juga mempunyai pangsa yang bagus di pasar internasional. Pada tahun 2016 Industri Pengolahan memberikan kontribusi sebesar 12,88 persen terhadap PDRB Kabupaten Blitar, menurun dibanding tahun 2015 yang sebesar 12,83 persen.

Subkategori Industri Makanan dan Minuman dan Subkategori Industri Pengolahan Tembakau memberikan kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB Industri Pengolahan, masing-masing sebesar 40,93 persen dan 29,94 persen pada tahun 2016. Kemudian diikuti oleh Subkategori Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya sebesar 9,70 persen, Industri Furnitur sebesar 6,99 persen dan Industri Barang Galian bukan Logam sebesar 6,34 persen, sedangkan subkategori yang lain memiliki kontribusi kurang dari 5,00 persen.

Sepanjang tahun 2016, Lapangan Usaha Industri Pengolahan mencatatkan laju

This rising growth mainly

Industry of Manufacturing becomes a prime mover for the economy of Blitar Regency. It supplies the domestic market, and has a good international market share as well. Industry of Mining contributed 12,88 percent in 2016, decreased compared to 2015 at 12,83 percent.

The biggest contribution was given by Division of Manufacture of Food Products and Beverages at 40,93 percent, followed by Division of Manufacture of Tobacco Products at 29,94 percent in 2016. The Division of Manufacture of Manufacture of Wood and of Products of Wood and Cork, and Articles of Straw and Plaiting Materials contributed 9,70 percent; Manufacture of Furniture contributed 6,99 percent and Manufacture of Other Non-Metallic Mineral Products 6,34 percent; while other division contributed less than 5.00 percent.

During 2016, growth of Industry of Manufacturing was

ht tp:/

/blit

ar kab.bps

.go.id/

Tabel

4.3

Distribusi Persentase PDRB Lapangan Usaha Industri Pengolahan 2012 - 2016 (persen)

Table Percentage Distribution of Industry of Mining and Quarrying in GRDP 2012-2016 (percent)

Lapangan Usaha

Industry 2012 2013 2014 2015* 2016**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Industri Batubara dan Pengilangan Migas Manufacture of Coal and Refned Petroleum Products

0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

2. Industri Makanan dan Minuman

Manufacture of Food Products and Beverages 38.39 37.77 37.87 39.26 40.93 3. Industri Pengolahan Tembakau/ Manufacture of

Tobacco Products 29.11 30.18 29.65 29.51 29.94

4. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi

Manufacture of Textiles; and Wearing Apparel 0.15 0.15 0.14 0.14 0.14

5. Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki Manufacture of Leather and Related Products and Footwear

0.10 0.11 0.10 0.10 0.10

6. Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya

Manufacture of Wood and of Products of Wood and Cork, and Articles of Straw and Plaiting Materials

11.18 11.10 11.24 10.51 9.70

7. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman

Manufacture of Paper and Paper Products, Printing and Reproduction of Recorded Media

1.42 1.33 1.25 1.22 1.17

8. Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional Manufacture of Chemicals and Pharmaceuticals and Botanical Products

0.43 0.43 0.42 0.40 0.37

9. Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik Manufacture of Rubber, Rubber Products and Plastics Products

0.41 0.39 0.38 0.36 0.33

10. Industri Barang Galian bukan Logam

Manufacture of Other Non-Metallic Mineral Products 6.85 6.84 7.03 6.86 6.34 11. Industri Logam Dasar

Manufacture of Basic Metals 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

12. Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik Manufacture of Fabricated Metal Products, Computer, and Optical Products, and Electrical Equipment

1.72 1.72 1.69 1.66 1.52

13. Industri Mesin dan Perlengkapan

Manufacture of Machinery and Equipment 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

14. Industri Alat Angkutan

Manufacture of Transport Equipment 0.08 0.08 0.08 0.07 0.07

15. Industri Furnitur

Manufacture of Furniture 7.27 7.20 7.50 7.35 6.99

16. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan

Other Manufacturing, Repair and Installation of Machinery and Equipment

2.88 2.69 2.64 2.56 2.41

Industri Pengolahan

Manufacturing 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

* Angka sementara/Preliminary Figures

** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures

ht tp:/

/blit

ar kab.bps

.go.id/

pertumbuhan sebesar 6,13 persen, melambat dibanding tahun 2015 yang tumbuh 6,48 persen. Sebanyak lima subkategori mengalami kenaikan

pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya, limat subkategori tumbuh melambat, dan empat subkategori lainnya mengalami kontraksi.

Subkategori yang mengalami akselerasi pertumbuhan adalah Subkategori Industri Pengolahan Tembakau yang tumbuh sebesar 7,96 persen; Industri Tekstil dan Pakaian Jadi sebesar 5,18 persen; Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki sebesar 5,94 persen; Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman sebesar 4,01 persen; serta Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL sebesar 1,93 persen.

Subkategori Industri Makanan dan Minuman sebagai penyumbang terbesar dalam pembentukan PDRB pada Kategori Industri Pengolahan tumbuh melambat sebesar 1,13 persen poin menjadi 9,48 persen pada tahun 2016. Subkategori Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik, dan Peralatan Listrik tumbuh melambat dari 5,16 persen pada tahun 2015 menjadi 0,30 persen pada tahun 2016. Subkategori Industri Alat Angkutan dan Industri Furnitur juga tumbuh melambat, masing-masing sebesar 1,08 persen dan 1,35 persen.

Sementara itu subkategori yang mengalami kontraksi terbesar pada tahun 2016 adalah Subkategori Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional, yaitu sebesar

6,13 percent, decreased compared to 2015 at 6,48 percent. There are five divisions increased in growth five divisions decreased in growth, and fourdivisions contracted.

Divisions increased in growth were Division of Manufacture of Tobacco Products at 7.96 percent; Manufacture of Textiles and Wearing Apparel at 5.18 percent; Manufacture of Leather and Related Products and Footwear at 5,94 percent; Manufacture of Paper and Paper Products, Printing and Reproduction of Recorded Media at 4.01 percent; and Other Manufacturing, Repair and Installation of Machinery and Equipment at 1.93 percent.

As the biggest contributor in producing value added of Industry of Manufacturing, Division of Manufacture of Food Product and Beverages grew 9,48 percent, decreased 1.13 percent points.

Division of Manufacture of Fabricated Metal Products, Computer, and Optical Products, and Electrical Equipment grew 0.30 percent, decreased from 5.16 percent in 2015. Both Division of Manufacture of Transport Equipment and Division of Manufacture of Furniture decreased in growth, each at 1.08 percent and 1.35 percent.

Meanwhile, Division of Manufacture of Chemicals and Pharmaceuticals and Botanical Products contracted sharply at 0,63 percent in

(2) -2 4 6 8 10 12

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

0,63 persen. Kemudian diikuti oleh Subkategori Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik yang mengalami kontraksi sebesar 0,13 persen, Industri Barang Galian bukan Logam tumbuh -0,09 persen dan Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus,dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan sejenisnya tumbuh -0,06 persen.

Followed by Division of Manufacture of Rubber, Rubber Products and Plastics Products at 0,13 percent. The growth of Division of Manufacture of Other Non-Metallic Mineral Products was -0,09 percent; and Division of Manufacture of Wood and of Products of Wood and Cork, and Articles of Straw and Plaiting Materials was -0,06 percent.

Gambar

4.2

Laju Pertumbuhan PDRB Lapangan Usaha Industri Pengolahan, 2015-2016 (persen)

Figure Growth Rate of Industry of Manufacturing, 2015-2016 (percent)

* Angka sementara/Preliminary Figures

** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures

Tahun 2015*) Tahun 2016**)

ht tp:/

/blit

ar kab.bps

.go.id/

4.4 Pengadaan Listrik dan Gas

Lapangan usaha ini merupakan penunjang seluruh kegiatan ekonomi, sebagai salah satu input dalam aktivitas proses produksi selain konsumsi akhir masyarakat. Produksi listrik sebagian besar dihasilkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), sedangkan produksi gas dihasilkan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

Jika dilihat seri data lima tahun ke belakang, kontribusi Ketenagalistrikan dan Subkategori Pengadaan Gas dan Produksi Es tak banyak bergerak. Pada tahun 2016 Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas memberikan kontribusi sebesar 0,05 persen, sama dengan tahun 2015.

4.4 Electricity and Gas

This industry is supporting the entire economic activities, as one of the inputs in the production process activities as well as to supply people needs. Electricity productions are mostly produced by the state owned electricity company (PLN), meanwhile gas is also produced by state owned gas company (PGN).

The contribution of Electricity showed an increase figure in the last five years, while the contribution of Division of Manufacture of Gas and Production of Ice permanet in growth.

In 2016 Industry of Electricity and Gas contributed 0.05 percent to GRDP, equel to 2015.

.

Tabel

4.4

Distribusi Persentase PDRB Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas, 2012 - 2016 (persen)

Table Percentage Distribution of Industry of Electricity and Gas in GRDP 2012-2016 (percent)

Lapangan Usaha

Industry 2012 2013 2014 2015* 2016**

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Ketenagalistrikan

Electricity 96.88 96.79 96.85 96.79 96.81

2. Pengadaan Gas dan Produksi Es

Manufacture of Gas and Production of Ice 3.12 3.21 3.15 3.21 3.19

Pengadaan Listrik dan Gas

Electricity and Gas 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

* Angka sementara/Preliminary Figures

** Angka sangat sementara/Very Preliminary Figures

.

ht tp:/

/blit

ar kab.bps

.go.id/

Sebanyak 3,19 persen nilai tambah Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas dihasilkan oleh Subkategori Pengadaan Gas dan Produksi Es, sedangkan 96,81 persen dihasilkan oleh Subkategori Ketenagalistrikan.

Pada tahun 2016 Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh sebesar 0,48 persen, melemah disbanding tahun 2015 sebanyak 0,64 persen.. Subkategori Ketenagalistrikan tumbuh 0,47 persen, sedangkan Subkategori Pengadaan Gas dan Produksi Es tumbuh 0,80 persen.

4.5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,