6 20 65 120 165 120+165 0,065 15,38 Nyata, terbalik,
VII. PERTANYAAN DAN JAWABAN
1. Mengapa percobaan dilakukan dengan 8 kali variasi data?
Jawab : Agar hasil yang didapat lebih beragam dan didapatkan validitas data
2. Apakah kedelapan hasil perhitungan jarak fokus lensa (f) menghasilkan hasil yang sama persis? Kalau tidak, mengapa terjadi demikian?
(kesalahan percobaan dapat diakibatkan oleh faktor alat dan faktor praktikan, uraikan kemungkinan-kemungkinan kesalahan alat dan kesalahan praktikan)
Jawab : Tidak. a. Faktor alat :
Alat yang digunakan sudah banyak yang rusal
Alat ukur kurang teliti
Alat tidak sesuai dengan standarisasi penggunaan b. Faktor praktikan :
Kurang teliti dalam melihat ukuran mistar
Tidak cermat dalam mencatat data
Kurang teliti dalam mengolah data
3. Bagaimanakah pengaruh besarnya S terhadap besar S’? Jawab : Pengaruh besarnya S terhadap S’ :
1f=1S+1S'
4. Apa sajakah sifat-sifat bayangan yang terjadi pada percobaan ini?Jawab : Lensa cembung : Nyata Terbalik Diperkecil/diperbesar Lensa cekung : Maya
Tegak
Diperkecil
5. Berapa jarak fokus lensa yang digunakan pada percobaan ini? Jawab : Fokus 1 2 3 4 5 6 7 8 Cembung 15,3 8 15,87 14,28 16,6 6 20 15,38 15,15 15,87 Cekung -0,1 -0,975 -0,24 -5,8 -0,542 -0,475 -0,475 -0,372 6. Apa perbedaan bayangan pada lensa cekung dan lensa cembung?
Jawab : Bayangan pada lensa cembung bersifat nyata (sejati), terbalik, dan diperkecil atau diperbesar.Sedangkan bayangan pada lensa cekung bersifat maya (semu), tegak, dan diperkecil.
7. Jelaskan yang dimaksud bayangan nyata dan bayangan maya! Jawab :
a. Bayangan nyata adalah bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar-sinar bias. Bayangan nyata disebut juga bayangan sejati karena dapat ditangkap dengan layar. Pada sistem lensa, bayangan nyata selalu terbalik terhadap bendanya dan berada di belakang lensa.
b. Bayangan maya adalah bayangan yang dihasilkan dari perpanjangan sinar-sinar bias. Bayangan maya disebut juga bayangan semu karena tidak dapat ditangkap oleh layar. Pada sistem lensa, bayangan maya selalu tegak terhadap bendanya dan berada di depan lensa.
8. Tentukan sifat bayangan pada lensa cekung!
Jawab : Sifat bayangan pada lensa cekung :maya, tegak, diperkecil VIII. PEMBAHASAN
Lensa cekung adalah yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian pinggirnya. Lensa cekung memiliki 3 macam bentuk yaitu lensa bikonkaf (cekung rangkap), lensa
plankonfaf (cekung datar) dan lensa konveks konkaf (cekung cembung). Lensa cekung disebut juga lensa negatif. Lensa cekung memiliki sifat dapat menyebarkan cahaya (divergen). Apabila seberkas cahaya sejajar sumbu utama mengenai permukaan lensa cekung, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan menyebar seolah-olah berasal dari satu titik.
Dalam lensa cekung, ada tiga sinar istimewa, yaitu :
1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah datangnya dari titik fokus (F)
2. Sinar datang menuju fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama 3. Sinar yang menuju titik pusat kelengkungan (P) diteruskan.
Lensa cembung adalah lensa yang memiliki bagian tengah yang lebih tebal daripada bagian tepinya. Lensa cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu lensa bikonveks (cembung rangkap), lensa plankonveks (cembung datar) dan lensa konkaf konveks (cembung cekung).
Lensa cembung disebut juga lensa positif. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya/konvergen. Apabila ada berkas cahaya sejajar sumbu utama mengenai permukaan lensa, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan melalui satu titik.
Lensa cembung memiliki tiga sinar istimewa, yaitu : 1. Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus F. 2. Sinar melalui F dibiaskan sejajar sumbu utama
3. Sinar melalui pusat optik tidak dibiaskan. Persamaan Umum Lensa
1f =
1S+1S'
Keterangan :
f : jarak fokus lensa S : jarak benda ke lensa S’ : jarak bayangan ke lensa
M= -S'S=
h'h
Perbesaran Bayangan Oleh Lensa
Keterangan :
h : tinggi benda h’ : tinggi bayangan
Terkadang, hasil yang didapat dari praktikum ini tidak akurat, hal ini dapat disebabkan oleh alat praktikum maupun praktikan itu sendiri. Banyak alat-alat yang sudah rusak dan tidak sesuai dengan standarisasi penggunaan yang dipakai oleh praktikan. Praktikan sendiri juga sering melakukan kesalahan seperti tidak teliti dalam mencatat dan mengolah data maupun dalam melihat ukuran mistar.
IX. KESIMPULAN
Lensa cembung adalah lensa yang bersifat mengumpulkan sinar (konvergen). Titik fokus lensa cembung bernilai positif.
Lensa cekung adalah lensa yang bersifat menyebarkan sinar (divergen). Titik fokus lensa cembung bernilai negatif. Pada lensa cekung bayangannya selalu maya, tegak, dan diperkecil.
Pada lensa berlaku :
1S+1S'
a. Keterangan : S : jarak benda S’ : jarak bayangan f : jarak fokusM= S'S=
h'h
b. Keterangan : M : perbesaran h : tinggi benda h’ : tinggi bayanganCatatan : S (+) : benda nyata S (-) : benda maya S’ (+) : bayangan nyata S’ (-) : bayangan maya C.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
D.
LKS Praktikum Osiloskop
Lembar Kerja Siswa (Osiloskop)
I. Tujuan praktikum :
1. Dapat menggunakan osciloskop dengan baik dan benar sebagai alat untuk pengukuran tegangan listrik dan pengamatan bentuk sinyal tegangan
2. Menentukan beda fase antara dua input pulsa sumber dengan pengamatan kurva lissajous. II. Alat dan Bahan
1. (Satu) set osciloskop
2. Sumber tegangan dan generator pulsa 3. Multimeter
4. Kabel penghubung III. Landasan Teori
Osciloskop adalah salah satu alat ukur yang dapat menampilkan bentuk dari sinyal listrik. Dalam sebidang eletronika ,osciloskop merupakan instrument ukur yang memiliki posisi yang sangat vital mengingat sifatnya yang mampu menampilkan bentuk gelombang yang dihasilkan oleh rangkaian yang menampilkan gelombang yang sedang diamati.
Dalam bidang elektronika, osiloskop merupakan instrumen ukur yang memiliki posisi yang sangat vital mengingat sifatnya yang mampu menampilkan bentuk gelombang yang dihasilkan oleh rangkaian yang sedang diamati. Dewasa ini secara prinsip ada dua tipe osiloskop, yakni tipe analog (ART - analog real time oscilloscope, ) dan tipe digital (DSO - digital storage osciloscope), masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan. Para insinyur, teknisi maupun praktisi yang bekerja di laboratorium perlu mencermati karakter masing-masing agar dapat memilih dengan tepat osiloskop mana yang sebaiknya digunakan dalam kasus-kasus tertentu yang berkaitan dengan rangkaian elektronik yang sedang diperiksa atau diuji kinerjanya(Young,Fisika Universitas,2003,194).
1. Osciloskop analog
Osiloskop tipe waktu nyata analog (ART) menggambar bentuk-bentuk gelombang listrik dengan melalui gerakan pancaran elektron (electron beam) dalam sebuah tabung sinar katoda (CRT -cathode ray tube) dari kiri ke kanan( Elekto Indonesia,1997).
2. Osciloskop Digital
Jika dalam osiloskop analog gelombang yang akan ditampilkan langsung diberikan ke rangkaian vertikal sehingga berkesan "diambil" begitu saja (real time), maka dalam osiloskop digital, gelombang yang akan ditampilkan lebih dulu disampling (dicuplik) dan didigitalisasikan (Elektro Indonesia ,1997).
1. Lakukan kalibrasi pada osciloskop sebelum melakukan pengukuran (bersama-sama dengan asisten)
2. Hubungkan inut osciloskop pada generator pulsa
3. Amati apa yang ditampilkan dilayar osciloskop apabila jenis pulsa pada generator diubah 4. Lakukan perhitungan frekuensi dan Vpp untuk inut yang berbeda ,bandingkan jika
pengukuran menggunakan multimeter
5. Tentukan bersarnya beda fase untuk dua input yang berubah dan beda fase lissajou. 6. Mencatat data yang diperoleh pada table pengamatan
BAB IV
PENUTUP
A.
Simpulan
Secara umum osiloskop berfungsi untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu yang ditampilkan pada layar, untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati. Dengan Osiloskop maka kita dapat mengetahui berapa frekuensi, periode dan tegangan dari sinyal.
Prinsip kerja osiloskop yaitu menggunakan layar katoda. Dalam osiloskop terdapat tabung panjang yang disebut tabung sinar katode atau Cathode Ray Tube (CRT). Secara prinsip kerjanya ada dua tipe osiloskop, yakni tipe analog (ART - analog real time oscilloscope) dan tipe digital (DSO-digital storage osciloscope), masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan
Sebelum osiloskop bisa dipakai untuk melihat sinyal maka osiloskop perlu disetel dulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran. Langkah awal pemakaian yaitu pengkalibrasian. Yang pertama kali harus muncul di layar adalah garis lurus mendatar jika tidak ada sinyal masukan. Yang perlu disetel adalah fokus, intensitas, kemiringan, x position, dan y position.
B.
Saran
Dengan adanya laporan ini, saya akan menyampaikan beberapa saran kepada para praktikum ketika melakukan percobaan harus melakukan ketelitian dan kehati-hatianlah yang menentukan hasil yang sesuai dengan data yang kita peroleh. Dan harus memahami materi atau konsep yang akan kita praktikumkan. Memahami prosedur atau langkah kerja agar mudah kita melakukan percobaan dengan baik.
FISIKA