HASIL DAN PEMBAHASAN
5) Pertemuan IX Siklus II
Pertemuan sembilan dilaksanakan hari Senin 15 April 2019 dengan jumlah siswa yang hadir 34 orang dari jumlah keseluruhan 34 orang siswa. Pertemuan selama 2x45 menit dimulai pukul 09.00-10.30 WIB yang terbagi 3 sesi yaitu 20 menit kegiatan pendahuluan, 55 menit kegiatan inti dan 15 menit kegiatan penutup. Prosses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan RPP pertemuan IX (lampiran 54)
Kegiatan pendahuluan (±20 menit), peneliti memberikan salam pembuka dan siswa menjawab salam. Menyuruh ketua kelas agar menyiapkan kelas, seluruh siswa duduk dengan tenang dan berdoa sebelum belajar, mengabsensi kehadiran siswa. Memberitahukan kembali bahwa pada pertemuan ini akan dilaksanakan ujian harian dan mengatur posisi tempat duduk siswa. Sebelum melakukan ujian harian, dan meminta siswa agar mengumpulkan tugas rumah yang diberikan pada pertemuan minggu kemarin. Memberi kesempatan kepada siswa untuk untuk membaca materi selama 15 menit. Meminta siswa untuk menyimpan buku dan menyampaikan tata tertib ujian harian.
Kegiatan Inti (± 55 menit), membagikan lembar soal ujian blok (UB) kepada masing-masing siswa yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda (lampiran 56).
Meminta siswa untuk mengerjakan soal ujian blok (UB) secara individu dan dengan tenang. Siswa mengerjakan soal ujian blok (UB) dengan sungguh-sungguh dan mengerjakan secara individu.
Kegiatan akhir (±15 menit), meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal beserta jawaban, siswa mengumpulkan lembar soal beserta jawaban.
Menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.
40 4.1.2 Analisis Deskriptif Hasil Belajar Kognitif Sebelum PTK
4.1.2.1 Analisis Daya Serap Siswa Untuk Nilai Kognitif Sebelum PTK
Analisis hasil belajar nilai kognitif siswa sebelum PTK dapat dilihat dari daya serap, ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal. Pengambilan data hasil belajar kognitif sebelum PTK diperoleh dari guru bidang studi Biologi Kelas XI IPA2 SMAN 4 Tambusai Utara. Nilai diambil untuk melihat kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan dengan menerapkan PTK. Analisis daya serap berdasarkan nilai kognitif sebelum PTK dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5: Daya Serap dan Ketuntasan Klasikal Siswa Nilai Kognitif Sebelum PTK
No Kategori Interval Presentase (%)
1 Sangat baik 93 – 100 0
2 Baik 85 – 92 1 (29,14)
3 Cukup 77 – 84 4 (11,76)
4 Kurang 69 – 76 12 (35,29)
5 Sangat kurang ≤68 17 (50)
Jumlah 34 Siswa
Nilai rata-rata 65,58 (Sangat kurang)
Ketuntasan individu 5 siswa
Ketuntasan klasikal 14,70 (Tidak tuntas)
Tabel 5 diatas, dapat dijelaskan bahwa analisis daya serap proses belajar siswa sebelum PTK dari jumlah siswa 34 orang siswa dapat diketahui rata-rata daya serap adalah 64,58% (kategori sangat kurang). Jumlah siswa paling banyak 17 orang siswa dengan persentase 50% (kategori sangat kurang). Jumlah siswa paling sedikit 1 orang siswa dengan persentase 29,14% (kategori baik).
4.1.2.2 Analisis Ketuntasan Individu Siswa Berdasarkan Nilai Kognitif Sebelum PTK
Berdasarkan Tabel 5 diatas dapat dijelaskan bahwa ketuntasan individu kognitif siswa sebelum PTK dari 34 orang siswa, 5 siswa yang yang tuntas dengan persentase 14,70%, dan 85,29% siswa tidak tuntas dengan persentase 37,50%
karena tidak mencapai KKM yaitu ≥77 .
41 4.1.2.3 Analisis Ketuntasan Klasikal Siswa Berdasarkan Nilai Kognitif
Sebelum PTK
Menurut Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas dalam Elfis (2010c) suatu kelas dinyatakan tuntas apabila sekurang-kurangnya 85% dari jumlah siswa ang tuntas. Tabel 4 dapat dijelaskan bahwa dari nilai kognitif siswa diperoleh ketuntasan klasikal yaitu 14,70%. Dengan demikian secara klasikal siswa belum tuntas, karena belum mencapai 85% siswa yang tuntas.
4.1.2.4 Analisis Daya Serap Siswa untuk Nilai Pisikomotorik Sebelum PTK Analisis hasil belajar nilai pisikomotorik siswa sebelum PTK dapat dilihat dari daya serap, ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal. Pengambilan data hasil belajar pisikomotorik sebelum PTK diperoleh dari guru bidang studi Biologi Kelas XI IPA2 SMAN 4 Tambusai Utara. Nilai diambil untuk melihat kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan dengan menerapkan PTK. Analisis daya serap berdasarkan nilai pisikomotorik sebelum PTK dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6: Daya Serap dan Ketuntasan Klasikal Siswa Nilai Pisikomotorik Sebelum PTK
No Kategori Interval Presentase (%)
1 Sangat baik 93 – 100 -
2 Baik 85 – 92 6 (17,64)
3 Cukup 77 – 84 12 (35,29)
4 Kurang 69 – 76 12 (35,29)
5 Sangat kurang ≤68 4 (11,76)
Jumlah 34 Siswa
Nilai rata-rata 75,70
Ketuntasan individu 18 siswa
Ketuntasan klasikal 52,94 (Tidak tuntas)
Berdasarkan Tabel 6 diatas, dapat dijelaslkan bahwa analisis daya serap pisikomotorik siswa sebelum PTK dari jumlah siswa 34 orang siswa dapat diketahui rata-rata daya serap 75,70% (kategori kurang). Jumlah siswa yang paling banyak 12 orang siswa dengan presentase 35,29% (kategori cukup dan kurang) dan jumlah siswa paling sedikit 4 orang siswa dengan presentase 11,76% (kategori sangat kurang).
42 4.1.2.5 Analisis Ketuntasan Individu Siawa untuk Nilai Pisikomotorik Sebelum
PTK
Pada Tabel 6 diatas, dapat dijelaskan bahwa ketuntasan individu Pisikomotorik siswa sebelum PTK dari 34 orang siswa, 18 orang siswa dinyatakan tuntas secara individu dengan presentase 52,94% sedangkan 16 orang siswa belum tuntas secara individu dengan presentase 47,05%.
4.1.2.6 Analisis ketuntasan Klasikal Siswa untuk Nilai Pisikomotorik Sebelum PTK
Ketuntasan klasikal dapat dinatakan telah dicapai jika sekurang-kurangnya 85%
dari siswa dalam kelas yang tuntas. Tabel 6 diatas dapat dijelaskan bahwa nilai pisikomotorik siswa diperolah data ketuntasan klasikal siswa yaitu 52,94% dari 34 orang siswa, dimana siswa tidak tuntas secara klasikal.
4.1.3 Analisis Deskriptif Hasil Belajar Kognitif Pelaksanaan Siklus 1 4.1.3.1 Analisis Daya Serap Siswa Untuk Nilai Kognitif Siklus 1
Hasil belajar siswa pada siklus I dapat dilihat dari daya serap, ketuntasan belajar yang terdiri dari ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal. Nilai kognitif merupakan gabungan dari nilai Quis Tertulis (QT), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Pekerjaan Rumah (PR), dan Ujian Blok (UB) pada tiap siklus. Peneliti memberi soal LKPD, kuis, PR dan pada akhir siklus diberikan ujian blok (UB) yang digunakan untuk melihat perubahan peningkatan nilai hasil belajar siswa Kelas XI IPA2 SMAN 4 Tambusai Utara Tahun Ajaran 2018/2019 setelah diterapkan pembelajaran kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dengan menggunakan Kliping pada pembelajaran standar kompetensi 3. Menjelaskan struktur da fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas. Slikus 1 dengan Kompetensi Dasar 3.5. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem ekskresi pada manusia dan hewan (misalnya pada ikan dan serangga).
43 1) Analisis Daya Serap Nilai Kuis Siklus 1
Kuis siswa diberikan oleh peneliti untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi. Pada Tabel 7 akan digambarkan daya serap siswa pada nilai kuis siklus I.
Tabel 7: Daya serap, ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal siswa nilai kuis siklus 1 No Kategori Interval
Kuis 1 Kuis 2 Kuis 3
Ketuntasan individu 30 siswa 24 siswa 27 siswa Ketuntasan klasikal 88,23% diketahui rata-rata daya serap siswa kuis 1 yaitu 85,42% (kategori baik). Jumlah siswa yang paling banyak 24 orang siswa dengan presentase 70,58% (kategori baik) dan jumlah yang paling sedikit 1 orang siswa dengan presentase 2,94%
(kategori sangat baik). Rata-rata daya serap kuis 2 yaitu 79,19% (kategori cukup).
Dengan jumlah siswa yang paling banyak 16 orang siswa dengan presentase 47,05% (kategori baik) dan jumlah siswa yang paling sedikit 4 orang siswa dengan presentase 11,76% dengan (kategori kurang). Rata-rata daya serap siklus 3 yaitu 89,21% (kategori baik). Dengan jumlah siswa yang paling banyak 27 orang siswa dengan presentase 79,41% (kategori sangat baik) dan jumlah siswa paling sedikit 7 orang siswa dengan presentase 20,588% (kategori sangat kurang).
Perbandingan nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal pada kuis siklus 1 dapat dilihat pada Gambar 2.
44 Gambar 2. Daya Serap dan Ketuntasan Klasikal Siswa Nilai Kuis Siklus 1
Gambar 2 dapat dijelaskan bahwa rata-rata daya serap nilai kuis 1 yaitu 85,42% (kategori baik), nilai rata-rata daya serap kuis 2 menurun menjadi 79,19%
(kategori cukup), nilai rata-rata daya serap kuis 3 meningkat menjadi 89,21%
(kategori baik).