BAB IV ANALISIS DATA
2. Pertemuan kedua
Pertemuan kedua ini diawali dengan pembahasan pekerjaan rumah siswa yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Pekerjaan rumah diambil dari beberapa soal latihan 4 tentang simpangan rata-rata, ragam, dan simpangan kuartil pada LKS yang digunakan. Guru menuntut keaktifan siswa karena setelah soal dikerjakan di depan kemudian siswa
diminta sedi tidak hanya juga membe yang kurang G: Yo, m salahny S: Ya.. G: Jelas, kemud menjad agar rata-ra G G: ………… 35, c-n S: 40 G: 40. Ju diketah Kemud S : Diagra G: Memb atau b nilai 4. ada 19 seluruh to ini. Median diurutk S: 200 PCK g untuk me menjelaskann yang lain
sedikit menjelaskan hasil pekerjaannya kepada t nya diam saja tetapi juga memberi tambahan mberi masukan serta memberi kesempatan ke
ang paham untuk bertanya.
maju..(2 siswa sekaligus maju). Berikutnya? Mulai dih hnya.
.
s, betul ya? Nah, ini tadi rata-rata nilainya, 80 kan. R udian berapa dia harus mendapatkan nilai supaya na jadi 82. Berapa dalam ulangan berikutnya, dia harus me r tadi rata-ratanya meningkat menjadi 82. Oke, perha
-rata 80, baik 80. Kali?...
Gambar 4.5. Siswa menuliskan hasil pekerjaan di p
…………Kita peroleh 30 plus 2b sama dengan 100, b- nya c-nya?
Jumlah masing-masing kelas, jumlah siswa masing-mas tahui. Tinggal menghitung rata-ratanya, kaya kema
udian 13, ini hanya soal membaca, apa? ram
baca diagram. Yang ini adalah nilai, yang ini adala banyaknya siswa yang mendapat atau jumlah siswa i 4. Yak an.untuk nilai 4, atau siswa yang mendapat nila 19%, 19 per 100 kah 200. 200 itu menunjuk pada ruhnya.oke, rata-rata dari nilai dikalikan berapa banyak ini. Terus dibagi dengan 200. Betul to? Oke, ra iannya, median berarti nanti data yang terletak diteng utkan. Jumlahnya berapa?
guru tampak dalam teknik kelas ketika guru menuliskan hasil pekerjaan rumahnya di skannya kepada teman-temannya. Guru mem in untuk memahami hasil pekerjaan tema
da temannya. Guru han penjelasan dan kepada siswa lain
dihitung ya, benar
. Rata-ratanya 80, nanti rata-ratanya mendapatkan nilai rhatikan dari sini,
i papan tulis
ya 35, kalau b-nya asing kelas sudah marin, yak betul.
alah frekuensinya a yang mendapat ilai 4 adalah 20, 5 ada jumlah siswa ak? Frekuensinya rata-ratanya 6,5. ngah setelah data
guru meminta siswa di depan dan embimbing siswa man yang sudah
menuliskann setelah hasi Jelas, kemud menjad agar rata-ra Dengan pe membimbing tersebut. Guru memecahka hanya seke dalam mem LKS tersebut Gambar pem
skannya di papan tulis. Guru memberikan sedi h hasil pekerjaan dituliskan di papan tulis:
s, betul ya? Nah, ini tadi rata-rata nilainya, 80 kan. R udian berapa dia harus mendapatkan nilai supaya na jadi 82. Berapa dalam ulangan berikutnya, dia harus me r tadi rata-ratanya meningkat menjadi 82. Oke, perha
-rata 80, baik 80. Kali?
pertanyaan pancingan seperti di atas, bing siswa untuk memahami proses dalam pe
u menjelaskan metode yang bisa digunaka hkan soal yang dikerjakan tadi. Ketrampilan sisw
kedar menghitung saja, menurut guru butuh jug embaca diagram, grafik dan tabel yang disajika ebut.
bar 4.6.Printscreencontoh diagram garis dari LKS (n embelajaran Matematika Kelas XI IPS SMA Kolese d
sedikit penjelasan
. Rata-ratanya 80, nanti rata-ratanya mendapatkan nilai rhatikan dari sini, s, guru berusaha
pengerjaan soal
kan siswa untuk n siswa di sini bukan uh juga ketrampilan jikan oleh guru di
(naskah bahan se de Britto)
Gambar 4. Gambar 4. pem Walaupun g sebelumnya menjelaskan yang baru ba Dilanjut guru untuk kelompok m yang berbed G: Baik, ee..kar
4.7.Printscreencontoh tabel dari LKS (naskah baha Matematika Kelas XI IPS SMA Kolese de Britt
r 4.8.Printscreencontoh diagram lingkaran dari LKS embelajaran Matematika Kelas XI IPS SMA Kolese d
upun guru sudah pernah menjelaskan tentang medi ya, guru masih menekankan pengertian istilah skan pemecahan soal karena istilah median me
u bagi siswa kelas X IPS.
njutkan dengan diskusi kelompok, metode y uk membentuk kelompok pun cukup menarik pok memiliki variasi siswa yang memiliki tingka
beda-beda.
k, nanti kita jam berikutnya akan lebih banyak bekerja p karena ini materi yang akan kita pelajari ini akan lan
han pembelajaran itto)
KS (naskah bahan se de Britto)
edian di pertemuan ilah median ketika merupakan istilah
yang digunakan ik agar dalam satu ngkat pemahaman
a pada kelompok.. langsung.. mudah
dipaha pada ja S: Kelom S: Kayak G: Kayak siapa y S: Wahhh G+SS: Ha G: Oke, a S: 33 pak G: 33, ok S: ^%%$ G: Ya..sa S: (Teman menulis G: Oke, s S: Sopo y S: Mbut S: Heru k G: Ayo, m G: Bagaim Matem S: Hehehe G: Oke, b kesulita sekali… S: Hahah menda menulis G Guru m perkelompok
hami jika kita di kelompok dan dengan contoh gitu ya. a jam kedua akan bekerja di kelompok, kelompoknya ma lompoknya berapa orang pak?
ak kelas 10
ak kelas 10? Lha masalahnya belum ketahuan..kalo dilih a yang cerdas..
hhh…ngeceeee.. Hahahaha
e, ada berapa anak di sini? pak
oke, usulkan 8 yang menurut kelas ini,… %$%$%&*^(^*
..satu..tulis namamu di sini… Deni? Mana Deni? Oke.
man-teman yg lain mengusulkan teman-teman yg meras ulis namanya di papan tulis)
e, sudah? 4 lagi… o yo?
ut ayo Mbut? u kuwi lho… , masih 2 lagi?
aimana disuruh maju siapa yang menurut kelasmu tematika, anda tidak yakin kok?
ehehe
, baik. Untuk mencari yang pertama…8 pertama litan, tetapi 8 yang kedua saya pikir akan ada sa li…yang merasa paling pekok dalam Matematika silakan ahaha….gampang..gampang… (siswa maju keroyoka dahului menulis namanya di bawah nama 8 siswa ulis namanya di papan tulis).
Gambar 4.9. Siswa membentuk kelompok untuk dis
u membentuk kelompok yang lebih kecil di pok antara 3-4 siswa. Ada siswa yang usul ke
a. Maka nanti kita mau seperti apa?
ilihat sulit mencari
.
rasa pandai untuk
mu..eeehm..pintar
a mungkin agak sangat gampang
kan!
kan untuk saling wa pertama yang
diskusi
di mana anggota usul kelompok sama
dengan kelompok ketika kelas X, tetapi guru melihat kelompok tidak akan efektif karena mereka sebelumnya berasal dari kelas X yang berbeda. Oleh karena itu, guru menunjuk beberapa siswa yang dianggap pintar untuk menjadi ketua kelompok sedangkan untuk pemilihan anggota kelompok dilakukan seperti ini:
“Oke, baik. Untuk mencari yang pertama…8 pertama mungkin agak kesulitan, tetapi 8 yang kedua saya pikir akan ada sangat gampang sekali…yang merasa paling pekok dalam Matematika silakan!”
Menurut Baker dan Chick (2006), tampak PCK guru dalam Strategi Pembelajaran. Tujuan guru adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam membentuk kelompok dan menjadi terbuka. Menurut peneliti ketika observasi di kelas, saat itu semua siswa justru merasa senang dengan metode ini, tidak ada yang merasa dianggap bodoh, sehingga siswa semakin tertarik untuk melanjutkan pelajaran.
Guru tidak bisa melepaskan begitu saja siswanya untuk belajar di dalam kelompoknya, guru masih bertanggung jawab terhadap kelas yang diampunya.
G: Modus? Data berkelompok OKE? S: Oke
G: Oke..baik.. (guru menunjuk kelompok berikutnya).. Modus? Selesai? S: Selesai!
G: Oke..ada yang tidak donk mau ditanyakan ..sudah dikonfirmasi lagi? Sejauh ini oke? (guru menunjuk kelompok berikutnya).. Kelompoknya Dennis.. S: Sampai di median..
G: Sampai di? S: Median
G: Median..oke.sampai sejauh itu, semua oke? Teman-temannya, paham? Baik rata-rata oke? Termasuk menggunakan rata-rata sementara? Menentukan rata-rata sementara? (siswa menjawab dengan anggukan). Oke. Kelompoknya Canggih..sudah?
S: Sampai latihan soal..
G: Sudah mengerjakan soal,.oke. Konsepnya? Jelas semua? Baik. Kelompok..mulai sudah mengerjakan latihan soal? Oke. Konsep dari rata-rata, median, modus, data berkelompok, oke? Baik. (ganti kelompok) Ada masalah?
S: Sudah mulai pak.. sudah mulai masuk. (hahahahahahhahaha) G: Oke..rata-rata beres?
S: Beres pak
G: Dengan beberapa cara itu. Oke. (ganti kelompok) S: Latihan soal
S: Mulai kerja pak..
G: Mulai kerja apa? Baik, dari segi konsep gampang kan? Mudah dipahami dengan contoh-contoh itu?
S: YAAA!!!!!!!!!!
G: Selanjutnya nanti kamu kerjakan latihannya ya…
Metode diskusi kelompok yang digunakan guru tidak membuat siswa ada yang merasa tertinggal dengan materi karena tampak pada di atas semua kelompok membahas materi yang sama. Guru hanya sebagai fasilitator saja. Guru masuk di dalam diskusi setiap kelompok kecil untuk melihat hasil diskusi mereka, dengan memastikan tidak ada materi yang salah untuk dipahami dan setiap siswa di dalam kelompok memahami materi yang sedang mereka diskusikan. Menurut Baker dan Chick (2006), PCK guru tampak pada teknik pengolahan kelas.