HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2) Pertemuan Kedua
Pada proses tindakan pada pertemuan kedua peneliti masih bertindak sebagai guru dan guru mata pelajaran CNC sebagai pengamat aktif. Seperti pada siklus I pertemuan pertama mula-mula guru membuka pelajaran dengan salam. Kemudian presensi dan guru menanyakan keadaan peserta didik serta kelas untuk mengetahui peserta didik yang tidak masuk sekolah dan apa alasannya. Pada siklus I pertemuan kedua semua peserta didik dalam satu kelas masuk kelas semua. Setelah itu guru menyiapkan kondisi kelas untuk belajar, yaitu menyuruh seluruh peserta didik menyiapkan buku, alat-alat tulis, dan buku saku yang telah dibagikan sebelumnya. Dalam pertemuan kedua ini semua peserta didik membawa buku saku. Karena ada 1 peserta didik yang datang terlambat maka guru menegur peserta didik yang datang terlambat
100
tersebut dengan memberikan motifasi tentang perlunya menjaga kedisiplinan agar peserta didik tidak mengulangi pada pertemuan selanjutnya. Setelah itu, guru menyampaikan Standar kompetensi: Memprogram mesin CNC, kompetensi dasar: Mengeset dan mengedit mesin CNC dan tujuan pembelajaran yaitu memasang benda kerja dengan baik dan benar, mentransfer program kemesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, mensetting mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, mengoperasikan mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, dan melakukan proses pemesinan pada mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV.
Guru menjelaskan bahwa setelah menyimak penjelasan dari guru dan membaca buku saku pemrograman mesin CNC yang telah dibagikan, peserta didik diharapkan dapat memasang benda kerja dengan baik dan benar, mentransfer program kemesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, mensetting mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, mengoperasikan mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, dan melakukan proses pemesinan pada mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV. Tindakan selanjutnya guru melakukan apersepsi materi dengan mengingatkan kembali tentang materi pembelajaran sebelumnya tentang merencanakan tahapan simulasi pemesinan pada Mastercam Mill V-9 SP1. Peserta didik dimotivasi dengan pertanyaan- pertanyaan yang ada kaitannya dengan pengerjaan mesin milling CNC. Kemudian sambil menjelaskan kegiatan belajar yang harus dilakukan peserta didik, guru menyuruh peserta didik menyimak pada buku saku.
101
Guru memerintahkan peserta didik membuka buku saku hal 108 kegiatan belajar 4 (empat). Guru memerintahkan peserta didik untuk membaca buku saku tentang melaksanakan tahapan pemesinan pada mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV. Guru mempersilahkan peserta didik untuk memulai kegiatan belajar dengan melakukan latihan pada buku saku. Pada pertemuan kedua ini peserta didik dikenalkan dengan mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV mulai dari bagian-bagian utama mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV seperti fungsi MPG dan kontrol panel serta pergantian alat potong, memasang benda kerja pada ragum dengan baik dan benar, mentransfer program kemesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, mensetting mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, mengoperasikan mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, sampai melakukan proses pemesinan pada mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV. Dalam pertemuan ini peserta didik melakukan proses pemesinan latihan empat kegiatan belajar tiga. Pertama melakukan setting mesin dengan menentukan titik nol mesin dengan menekan JOG, Rapid, f0, serta X-,Y-,Z- beberapa saat kemudian Zero Machine dan X,Y,Z sehingga mesin akan menuju pada titik nol mesin, menentukan kecepatan putaran spindel, arah putaran spindel dan kecepatan potong yang dilakukan pada program MDI. Selanjutnya peserta didik memasang benda kerja pada ragum dan melakukan setting nol benda kerja serta alat potong yang digunakan.
Pada latihan ini saat program ditransfer dan dikerjakan masih ada peserta didik yang salah menentukan titik nol benda kerja, karena terjadi
102
kesalahan maka guru memperintahkan peserta didik untuk menekan tombol reset untuk membatalkan program. Guru dan peserta didik menganalisa kesalahan yang terjadi dengan melakukan pengecekkan dan setelah dianalisa ternyata kesalahan disebabkan karena salah memasukkan data PSO pada panel kontrol G54, hal ini disebabkan saat guru menerangkan peserta didik tidak memperhatikan dengan baik. Selanjutnya guru mempersilahkan peserta didik untuk memperbaiki kesalah tersebut. Sementara itu peserta didik yang lain mempersiapkan program yang akan dikerjakan sehingga saat mempraktekkan pada mesin sudah langsung bisa dikerjakan. Selesai praktek guru bertanya pada peserta didik, apakah terdapat kesulitan dalam melaksanakan latihan pembelajaran praktek. Peserta didik menjawab ada yaitu pada saat setting PSO, kemudian guru memberikan penjelasan, selanjutnya meminta salah satu peserta didik untuk mempraktekkan setting PSO mesin CNC dan ternyata masih kesulitan sehingga guru meminta peserta didik lain untuk membantu, hal ini karena ada peserta didik yang mudah menangkap penjelasan, ada peserta didik yang mengerti apabila mempraktekkan penjelasan tersebut.
Guru memberi kesempatan peserta didik untuk bertanya di akhir pelajaran, apabila masih ada yang belum paham sebelum pelajaran selesai. Setelah tidak ada pertanyaan lagi dari peserta didik, guru menawarkan kepada peserta didik siapa yang berani meyimpulkan materi yang telah dipelajari. Lalu guru menawarkan siapa yang berani memberikan refleksi setelah mempelajari materi memasang benda kerja dengan baik dan benar, mentransfer program kemesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, mensetting mesin
103
CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, mengoperasikan mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV, dan melakukan proses pemesinan pada mesin CNC frais dengan sistem kontrol GSK 983 MV. Selanjutnya guru memberi motivasi kepada peserta didik untuk terus berlatih dan selalu semangat dalam belajar. Selanjutnya untuk tugas di rumah guru menyuruh peserta didik untuk mempelajari pokok bahasan pertemuan berikutnya.