PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
B. Transkripsi Data Pelaksanaan Penelitian
B.2. Pelaksanaan pembelajaran di SDK Kalasan
B.2.2 Pertemuan Kedua
G : Guru, S : Siswa, SS : Semua Siswa
Sebelum pelajaran dimulai, kegiatan diawali dengan berdoa dan salam yang dipimpin oleh salah seorang siswa. Pada saat masuk ke dalam kelas guru membawa jam yang akan digunakan sebagai alat peraga tentang alat ukur waktu (jam).
G : ”PR-nya nanti. Coba sekarang Ibu bawa apa ini ? ”
(Guru membawa jam buatan yang jarumnya dapat di gerak-gerakkan dengan bebas)
S : “Jam”
G : “Yang tidak banyak ramai. Ini jarumnya ada 2, jarum panjang dan jarum yang lebih pendek. Jarum yang panjang menunjukkan apa Kevin hendrawan ? Jarum yang lebih panjang menunjukkan ?” S : “Menit “ (Siswa menjawab)
G : “Menunjukkan apa ?” (Guru mengulangi pertanyaan)
S : “Menit” (Siswa menjawab)
G :“Menit.Jarum yang panjang tadi menit.Jarum yang lebih pendek?” S : “Jam” (Siswa menjawab)
G : “Coba lenggahe sing apik!” (Coba duduknya yang bagus!). “Mita…! Coba kalau jarum panjang di angka 12, jarum pendeknya di angka 6. Mita! Coba Mita biar ga ngantuk! Jam berapa?” (Guru
menunjukkan posisi jam 06.00 kepada semua siswa)
S : “Enam” (Siswa menjawab)
G : “Jam enam apa? Jam enam te…” S S : “Tepat”
G : “Coba kalau seperti ini jarum panjangnya! Jarum panjangnya di angka 1 jarum pendeknya di angka 5” (Guru menunjukkan posisi jam 01.05 kepada semua siswa)
(Siswa yang merasa bisa menjawab langsung tunjuk jari ingin menjawab)
G : “Jam 5 lewat atau lebih….?” SS : “Lima”
G : “Coba kalau seperti ini!” (Guru menunjukkan posisi jam 12.30)
S : “Setengah satu”
G : “Setengah satu. Sebentar… Satu putaran penuh dari angka 12… Dari angka 12 kembali ke angka 12 ini satu pu…”
S S : “Taran”
Komentar : Guru langsung memberitahu kepada siswa bahwa satu putaran itu jika jarum jam bergerak dari angka 12 sampai kembali ke angka 12 lagi. Menurut peneliti akan lebih baik jika guru bertanya dahulu kepada siswa dan membiarkan siswa untuk menjawab sendiri, satu putaran itu jika jarum jam bergerak dari angka berapa sampai angka berapa, sehingga siswa dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuannya.
(Lalu guru bertanya kepada seluruh siswa)
G : “Satu putaran itu ada berapa menit ?” S S : “60”
G : “60 menit. Kalau tadi dari angka 12 hanya sampai di angka 6, itu berapa putaran ?”
S S : “Setengah” (Beberapa siswa menjawab pertanyaan)
G : “Setengah apa ?”
S S : “Putaran” (Beberapa siswa menjawab pertanyaan)
G : “Setengah putaran. Setengah putaran itu berapa ?” S S : “Setengah jam” (Beberapa siswa menjawab pertanyaan)
G : “Setengah jam, berarti 30…?” S S : “Menit”
(Lalu guru menulis catatan di papan tulis)
G : “Satu jam berapa menit ?” S S : “60 menit”
(Lalu guru menulis di papan tulis : 1 putaran = 1 jam = 60 menit )
S S : “Setengah”
G : ”Setengah jam.” (Guru mengulangi jawaban dari siswa) (Guru menulis di papan tulis : ½ putaran = ½ jam = 30 menit)
G :“Sekarang kalau jarum panjangnya dari angka 12 kemudian sampai di angka 3 ?”
S : ”15 menit ” (Beberapa siswa menjawab pertanyaan)
G : ”Tapi kalau seperti ini. Kalau jarum panjangnya di angka 9 ? ”
(Guru menunjukkan posisi jarum jam pada siswa dengan jam yang di bawa)
S S : ”45 menit ”
G :”45 menit, tadi ini sampai di angka 3 tadi berapa?” (Guru mengulangi pertanyaan sebelumnya)
S S : “15 menit “
G : “Kalau sampai di angka 6 ?” S S : “30”
G : ”30 menit. Sampai di angka 9 ?” S S : “45”
G : “Kalau ½ putaran tadi ada di angka 6. Kalau angka 3 berarti berapa putaran ?”
S S : “Seperempat”
G : “¼ putaran atau ¼ jam. Endri nanti buka bukunya !”
(Guru menegur siswa yang dari tadi mainan dengan buku)
G : “Seperempat jam itu berapa ? berapa menit ?” S S : “15”
G : ”15 menit, coba di hitung ! angka 12 ke angka 1…” S S : “5”
G : “5… Terus di tambah 5 berapa ?” S S : “10”
G : “10… Di tambah 5” S : “15”
G :”15 menit. Ya Rolan ya ! Coba sekarang Rere…! Rere tadi di angka 3 itu berapa ? berapa putaran ? (Rere diam saja). Berapa putaran?” (Guru mengulang pertanyaan )
S : “3”
G : “Ko 3 putaran ? Coba ini ya ! (Guru menjelaskan kepada siswa dengan menggunakan jam yang di bawa oleh guru). Kalau di jarum panjang itu dari angka 12 kembali ke angka 12 itu satu putaran. Satu putaran itu satu jam. Oke ! Satu putaran itu satu jam” (Guru menunjuk tulisan yang ada di papan tulis)
G : ”Kalau dari angka 12 hanya sampai ke angka 6. Ini setengah…?” S S : “Jam”
G : “Setengah jam. Iya berapa menit Rere ? Berapa ?” S : “30”
G : “30 menit. Caranya bagaimana ko bisa 30 menit ? Bagaimana ?” G :”Siapa yang tahu? Coba di hitung ! “
(Beberapa siswa tunjuk jari ingin menjawab )
(Guru bertanya kepada siswa bagaimana cara siswa memperoleh jawaban)
Menurut peneliti hal ini sangat baik dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami apa yang dilakukan dan untuk mengetahui bagaimana cara berfikir siswa.
(Salah seorang siswa maju ke depan, cara yang dilakukan siswa dengan menggerakkan jarum panjang tiap 5 menit)
G : “5…10…15…20…25…30...” (Guru mengulangi perkataan siswa agar siswa lain mengetahui cara siswa menjawab pertanyaan)
G : “Kalau hanya sampai di angka 3, jarum panjang dari angka 12 sampai ke angka 3 itu 5 + 5 + 5. Lima ditambah lima berapa ?”
Komentar : Guru langsung memberitahu kepada siswa cara mencari jawaban jika jarum jam bergerak dari angka 12 sampai di angka 3, menurut peneliti akan lebih baik jika guru meminta siswa lain untuk maju ke depan dan meminta siswa menunjukkan bagaimana cara mencari jawabannya.
(Semua siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru)
SS : “10”
G : “10... 10 di tambah 5 ?“ S S : “15”
G : “15 itu seperempat…?” S S : “Jam “
G : “Jam…Satu per empat jam! Kalau di angka 9 ? di angka 3 tadi 15 menit atau seperempat jam atau seperempat putaran. Di angka 6, setengah putaran atau setengah jam. Kalau di angka 9? Rere…Setengah jam di tambah seperempat siapa yang tahu? Aldo berapa ?”
S S :” 45 menit”
G : “45 menit itu berapa putaran ? Berapa ? Satu kurang seperempat atau tiga…Tiga perempat” (Lalu guru menuliskan catatan di papan tulis : ¾ putaran = ¾ jam = 45 menit)
G :”Coba lagi… Nanti dulu! Sampai di angka 3, jarum panjang sampai di angka 3 ada berapa menit ?”
SS : ”15”
G : ”15 menit. Kalau sampai di angka 6 ?” S S : “30”
S S : “45”
G :”45 menit. Kalau di angka 12 kembali ke angka 12 lagi 60…?” S S : “Menit”
G : “Coba sekarang satu-satu. Coba Evan ! tolong di baca ! jarum panjangnya ada diantara… Jarum panjangnya ada di angka 6. Jarum pendeknya ada diantara angka 1 dan angka 2. Jam berapa ?” S :” Setengah 2”
G : “Setengah 2, atau bisa di tulis jam? Jam 1 lebih 30 menit.” G : “Coba yang tengah-tengah…Mita…Mita coba ya Mita! Jarum panjangnya di angka 9. Jarum pendeknya ada di antara angka 1 dan angka 2. Jam berapa ?”
SS : “Satu”
G : “Jam satu…Jam satu kurang ? Coba di hitung lagi! Jam? Nulisnya nanti! Coba siapa yang bisa bantu Mita? (beberapa siswa tunjuk jari). Kelompoknya Bimo siapa yang bisa bantu Mita ? Katanya Bimo jam 1 kurang 15. Siapa lagi kelompoknya Bimo? Ivan…”
(Siswa lain berusaha ikut menjawab)
S : ”Ga kelihatan…”
G : ”Berapa? Jam berapa? Coba yang jelas! “ S : ”Jam 2 kurang 15 menit”
G : ”Jam 2 kurang 15 menit. Selain jam 2 kurang 15 menit dapat di baca jam berapa?”
(Guru bertanya kepada siswa yang memiki jawaban yang berbeda)
S : “1 lebih 45 menit”
G : “Jam 1 lebih 45 menit. Kalau mendekati angka 2 itu jam 2 kurang 15 menit. Kalau mau jam satu lebih, jam 1 lebih berapa dari angka 1 ke angka 9 ? ”
S : ”45 menit”
Komentar : Pada pertemuan kali ini guru masih menjelaskan tentang alat ukur waktu yaitu jam. Guru membawa alat peraga berupa jam yang jarum panjang dan jarum pendeknya dapat di putar-putar sesuai dengan keinginan (hal 119). Guru menunjuk beberapa siswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru tentang jam sesuai dengan letak jarum panjang dan jarum pendek yang ditunjukkan oleh guru (119-123). Menurut peneliti guru sering menerapkan metode bertanya karena sering terjadi interaksi dua arah antara guru dengan siswa dan guru sering bertanya
kepada siswa yang tampak kurang memperhatikan agar perhatian siswa tertuju pada guru dan pada pelajaran lagi. Cara yang dilakukan oleh guru cukup efektif karena siswa yang tadinya tidak memperhatikan, saat di panggil dan di tanya terpaksa harus memperhatikan dan akhirnya dia harus belajar walaupun terpaksa, namun siswa berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru (hal 119).
(Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mencatat rangkuman yang ada di papan tulis)
G : “ Sekarang catatannya di catat dulu ! ”
G :”Bagi yang sudah selesai boleh mengamati buku paket halaman 121…! Halaman 121! Sudah…? Nomor 1 diamati kelompoknya Doni satu deret. Nomor 1… No 1 diamati kelompoknya Doni! Nomor 2 diamati kelompoknya Rere ! Nomor 3 kelompoknya Bimo! Coba nomor 1, 2, 3 dulu. Mengko sing ora nggatekke ora iso jawab lho! (Nanti jika tidak memperhatikan tidak bisa manjawab). Coba nomor 1 itu bisa di baca pukul berapa? Coba dari Doni ! Doni? (Beberapa siswa tunjuk tangan ingin menjawab). Pukul berapa Doni ?”
S : “Setengah 2”
G : “Katanya Doni setengah 2…” S S : “Salah”
G : “Ooo… Setengah 3 (Ternyata jawaban siswa setengah 3 jadi guru meralat jawaban sebelumnya). Puput ?”
S : “Jam 2 lebih 30 menit”
G : “Jam 2 lebih 30 menit, Cindi ?”
S : “Jam 2 lebih 30 menit atau setengah 3”
G : “Jam 2 lebih 30 menit atau setengah 3, betul ya ?” S S : “Betul “
G : “Kalau diantara jam 2 dan jam 3, jarum panjangnya. Terus jarum pendeknya. Maksudnya (Guru meralat perkataan sebelumnya)
Jarum panjangnya ada di angka 6 berarti setengah... Setengah berapa? Jarum panjang, jarum pendeknya itu yang lebih besar angkanya berarti yang 3. Setengah 3. Topinya di lepas Bimo! Nomor 2 coba kelompoknya Rere ! Kelompoknya Rere dari Indra! Indra pukul berapa?”
G : ”Setengah 9 atau jam 8 lebih 30 menit, Krisna !” S : “Jam 8 lebih 30 menit”
G : “Jam 8 lebih 30 menit, Rere!” S : “Setengah 9”
G :” Setengah 9, Coba kelompoknya Dera! Mengamati gambar 4. Kelompoknya David nomor 5! Nomor 3 kelompoknya Bimo dari Inas… Inas jam berapa Inas ?”
S : “Jam setengah 10” G : “Setengah 10 “
S : “10.30” (Siswa lain menjawab dengan jawaban yang berbeda)
G : “10.30 ? Coba di ulangi jam berapa?”
(Guru meminta siswa untuk mengulangi jawabannya karena kurang tepat dan guru membantu siswa untuk menyadari sendiri kesalahannya dan dapat memperbaikinya sendiri)
S : ”10 kurang 30 menit” (Siswa meralat jawaban sebelumnya)
G : ”10 kurang 30 menit. Endri jam berapa? Jam?” S : ”9 lebih 30”
G : ”Jam 9 lebih 30. Coba kelompoknya Ratih mengamati gambar nomor 6! Dari Kristiawan gambar nomor 4 pukul berapa?” S : ”Setengah 7”
G : ”Setengah 7”
S : “6 lebih 30 atau jam setengah 7”
G : “Jam 6 lebih 30 atau jam setengah 7. Kelompoknya Dera jam berapa itu? Nomor 4 ini jam berapa?” (Guru bertanya kepada salah seorang siswa yang belum menjawab dan tampak sedikit bingung)
G :” Setengah 7. Kelompoknya David gambar nomor 5 coba di periksa ya! Rere bukunya nanti Rere! Jam berapa? Gambar nomor 5?”
S : “Setengah 1”
G : “Setengah 1, Denis…!” S : “12 lebih 30 menit”
G : “Jam 12 lebih 30 menit. Kelompok terakhir, kelompoknya Ratih…Kelompoknya Ratih mulai dari Rolan. Coba nomor 6 jam berapa Rolan ?”
S : “Jam setengah 4.” G : “Jam setengah 4.” S : “3 lebih 30”
G : ”3 lebih 30. Coba sekarang di lihat halaman 124 ya! ”
(Guru keluar sebentar karena ada tamu)
G :(Guru telah kembali ke kelas) “Sudah…! Coba dilihat halaman 124! 124 yang gambar jam! Coba nomor 1 seperti ini gambarnya!”
(Guru menunjukkan gambar yang ada pada buku paket dengan menggunakan alat peraga berupa jam yang di bawa)
G : “Tolong dibaca Kevin…! Kevin…!” S : “8 lewat 15 menit”
G : “8 lewat 15 menit, gambar nomor 2 Rolan! Rolan ! Jarum
panjangnya ada di angka 9, jarum pendek ada diantara angka 7 dan 8, berapa? Jam berapa?”
S : “8 lebih 45 menit”
G : “8 lebih 45 menit. Coba siapa yang punya jawaban lain? Adi ?” S : “Jam 7 lebih 45 menit”
G : “Jam 7 lebih 45 menit. Kalau mau jam 8 bagaimana? Bunga? Bunga nomor 2!”
S : “Jam 8 lebih 45 menit”
G : “Jam 8 lebih 45 menit ? Lagi coba! Sing betul apa mas Adi tadi?”
(Guru mengulangi jawaban siswa karena kurang tepat)
S : “Jam 7 lebih 45”
G : “Jam 7 lebih 45 atau jam 8 kurang 15. Nomor 3 coba… Nomor 3 sing anteng dewe” (Yang paling tenang).
(Semua siswa duduk tenang dan melipat tangan di atas meja)
G : ”Nomor 3 Kristiawan. Berapa Kris?” S : “Jam 11 lebih 15”
G : “Jam 11 lebih 15 menit. Nomor 4 Puput!” S : “Jam 9 lebih 5 menit”
G : “Jam 9 lebih 5 menit. Nomor 5 Cindi berapa?” S : “Jam 2 lebih 15 menit”
G : ”Jam 2 lebih 15 menit. Nomor 6 kelompoknya Dera… Kevin… David. Coba lihat ya! Dion nomor 6!”
S : “Jam 10 lebih 15 menit”
G : “Jam 10 lebih 15 menit. Nomor 7 Ivan!”
G : “Oke coba. Jarum panjangnya di angka 3, jarum pendeknya ada di angka 4. Berarti jam? Jam? Jarum pendeknya itu menunjukkan jam. Berarti jam? Eh… Jarum pendeknya menunjukkan jam?”
S :”8”
G : “Jam 8 lebih berapa? Kalau di angka 3 itu seperempat , seperempat itu berapa menit?”
S S : “15”
G : “15 menit. Berarti dibaca jam…?” S S : “4”
G : “Jam 4 lebih ?” S S : “15”
G : “Jam 4 lebih 15… Coba yang lain… Sing gojekkan berarti ora iso
(Yang bercanda berarti tidak bisa). Nomor 8 Rere… 8 Rere…”
(Rere mencoba menjawab soal no 8)
G : ”Jam berapa? Jam ?”
S : ”Setengah 7” (Rere menjawab)
G :”Katanya Rere jam setengah 7…” (Guru meminta semua siswa mengoreksi jawaban Rere)
S S : “Salah”
G : “Jam berapa? Jarum panjangnya ada di angka 9 Rere. Kalau di angka 9 itu tiga perempat putaran. Berarti 45 menit. Berapa berarti? Coba Andre tolong di bantu Rere nomor 8!”
S :” Jam 6 lebih 45 menit”
(Suara Rere saat menjawab pertanyaan guru tidak jelas sehingga guru mengulangi pertanyaan)
G : ”Jam 6 lebih 45 menit atau jam 7 kurang…?” S : ”15 menit”
G : ”Jam 7 kurang 15 menit. Coba siapa yang belum jelas?”
(Guru meminta siswa yang belum memahami penjelasan guru untuk tunjuk jari dan ada beberapa siswa yang tunjuk jari)
G : ”Yang belum jelas Rere, Endri, Tia…” (Guru menyebut nama siswa yang tunjuk tangan)
G :”Untuk Rere… Rere… Rere ini jam berapa?”
(Guru bertanya sambil menunjukkan posisi jam pada pukul 01.30)
S : ”Tujuh”
G : ”Ko 7 terus ? Jam berapa? Jarum pendek ini menunjukkan jam, jadi jam berapa ini? Satu… Di sini jarum panjangnya ada di angka 6 berarti setengah putaran. Setengah jam ini berapa menit?” S : ”30”
G : ”30 menit. Berarti jam 1 lebih 30 menit. Diulangi jam berapa?”
Komentar : Guru langsung memberitahu siswa jawaban yang benar. Menurut peneliti akan lebih baik jika guru meminta siswa untuk menjawab sendiri berapa jawaban yang tepat dan jika jawaban siswa masih kurang tepat guru dapat membimbing siswa dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memancing siswa untuk menjawab dengan benar. Hal ini akan lebih bermakna bagi siswa dan dapat membantu siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya.
(Lalu siswa mengulangi jawaban yang telah diberikan oleh guru)
S : “Satu”
G : “Jam 1 lebih…?” S : “30 menit”
G : “Untuk Tia… Coba Tia!” (Guru menunjukkan posisi jam 03.05)
S : “Jam 3 lebih 5 menit”
G : “Jam 3 lebih 5 menit, betul ?” S : “Betul”
G : “Coba ini berapa Tia?” (Guru menunjukkan posisi jam 03.30)
S : “Setengah 4”
G : “Setengah 4 atau jam…?” S : “3 lebih 30”
G :“Jam 3 lebih 30. Endriana…!”
(Guru menunjukkan posisi jam 09.05)
S : “Jam 9 lebih 5 menit”
G : “Jam 9 lebih 5 menit, terus…”
(Guru menunjukkan posisi jam 09.10)
S : “Jam 9 lebih 10 menit”
G : “Jam 9 lebih 10 menit, terus...”
Guru menunjukkan posisi jam 09.15)
S : “Jam 9 lebih 15”
(Setelah itu guru meminta siswa untuk mengerjalan latihan soal)
G : “Coba di Buka halaman 122 ! Latihan 4 nomor 1 sampai 10! Jawabannya saja!”
S : “Hore…”
(Siswa mulai membuka buku paket dan mulai mengerjakan soal yang diberikan)
G : “Nulisnya nanti dulu ya! Kalau ini jam berapa?”
(Guru menunjukkan posisi jam 03.00)
S : “Tiga”
G : “Jam 3, kalau seperti ini jam…? 10 lebih…?” (Guru menunjukkan posisi jam 10.05)
S : “Lima”
G : “Di tulis jamnya pukul 10 lebih 5 menit!” S : “Ooo…begitu…”
(Siswa mengerjakan tugas yang diberikan dalam kelompok-kelompok )
Komentar : Setelah guru menjelaskan materi tentang alat ukur waktu (jam) dan meminta siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan guru secara lisan, lalu Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku paket matematika (hal 124). Hal ini dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana siswa telah memahami materi yang diberikan dan untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat menerapkan pemahaman yang telah mereka miliki dalam mengerjakan soal-soal latihan.
Evaluasi yang dilakukan oleh guru memiliki fungsi instruksional yaitu berfungsi mengumpulkan informasi akurat tentang input (masukan) dan output (keluaran) pembelajaran disamping pembelajaran itu sendiri.
Dengan evaluasi dapat diketahui sejauh mana siswa mengalami kemajuan dalam proses belajar setelah mengalami proses pembelajaran (Hamalik, 2001: 147)
(Saat siswa mengerjakan tugas yang diberikan, guru berkeliling mangamati kegiatan siswa dan membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal)
S : ”Selesai Bu!”
G : ”Yang mau di beri nilai tidak boleh ramai! Coba… Jarum panjang menunjukkan jarum…? Jarum panjang yang lebih panjang
menunjukkan?” S S : ”Menit”
G : ”Menit. Bukan jam! Kalau yang menunjukkan jam itu jarum yang lebih pendek! Ini jarum jam! (Sambil menunjukkan kepada siswa). Ini jarum menit!” (Sambil menunjukkan kepada siswa)
G :” Yang sudah selesai anteng! Nanti bisa mendapatkan nilai.”
(Guru sering menegur siswa yang ramai di kelas)
(Guru beberapa kali menjelaskan kepada Rere yang sulit memahami materi)
G : ”Sudah…! Yang anteng! Nino… Yang belum kelompoknya Ratih siapa? Kelompoknya Ratih yang belum jadi siapa? Yang sudah ramai siapa? ”
(Tidak ada siswa yang tunjuk tangan)
G : ”Kelompoknya David yang belum jadi siapa?”
(Tidak ada siswa yang tunjuk tangan)
G : ”Kelompoknya Dera yang belum jadi? ”
(Seorang siswa tunjuk tangan)
G :”Kelompoknya Bimo ?” (Seorang siswa tunjuk tangan)
G : ”Kelompoknya Rere ?” (Seorang siswa tunjuk tangan)
G : ”Coba kelompoknya Doni… Datang ke sini satu-satu! ”
(Guru meminta siswa untuk maju ke depan untuk di periksa pekerjaannya dan di beri nilai. Siswa dengan tertib maju ke depan dan antri untuk di beri nilai)
S : “Kowe entuk piro?” (Kamu dapat berapa?)
S : ”Satus” (Seratus)
S : ”Satus? Podo” (Seratus? Sama)
G : ”Kelompok Bimo!” G : ”Kelompoknya Dion!”
siswa mendapat nilai)
Komentar : Pada pertemuan kedua ini guru membahas materi tentang jam, guru menggunakan alat peraga berupa jam yang jarum panjang dan pendeknya dapat di gerak-gerakkan dengan bebas (hal 119). Hal ini dilakukan oleh guru agar siswa lebih memahami apa yang akan diajarkan dengan melihat dan mempraktekkannya. Sehingga siswa tidak hanya melihat tetapi juga dapat mempraktekkannnya dengan memutar posisi jarum panjang dan jarum pendek sesuai dengan posisi yang diinginkan. Dalam hal ini guru telah mempraktekkan apa yang diungkapkan konfucius (dalam Hartono, 2007):
Apa yang saya dengar, saya lupa Apa yang saya lihat, saya ingat Apa yang saya lakukan, saya paham
Ketiga pernyataan ini menekankan pada pentingnya belajar aktif agar apa yang dipelajari di bangku sekolah tidak menjadi sia-sia.
Selama kegiatan pembelajaran guru menggunakan keterampilan bertanya kepada siswa, namun guru sering malakukan beberapa hal yang seharusnya perlu dihindari dalam kebiasan-kebiasaan bertanya (Soetopo, 2005:189), yaitu : (1) Mengulangi pertanyaan sendiri. (2) Mengulangi jawaban siswa. (3) Menjawab pertanyaan sendiri. Beberapa hal tersebut sering dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran