• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siklus II Pertemuan Pertama (3 x 45 menit)

Siklus 2 Pertemuan Kedua 2 x 45 menit a. Persiapan

Pada pertemuan kedua siklus ini dipersiapkan perangkat pembelajaran sebagai berikut:

1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran Matematika dengan materi turunan. (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran/RPP terlampir)

3) Membuat alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam penguasaan materi

4) Membuat lembar observasi untuk mengukur kegiatan pembelajaran dan motivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar

b. Kegiatan Belajar Mengajar 1) Kegiatan Awal (10 menit)

- Guru Memberikan salam dan mengajak siswa berdoa - Guru menanyakan dan mengecek kehadiran siswa

- Guru mengumpulkan angket motivasi yang sudah dijawab siswa

- Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya tentang turunan fungsi aljabar dan fungsi trigonometri

- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan

2) Kegiatan Inti (70 menit)

- Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan

- Guru membagi siswa membagi siswa menjadi 8 kelompok dengan anggota 6 kelompok ada 5 orang dan 2 kelompok ada 4 orang.

- Kemudian mengatur tempat duduk agar setiap kelompok bertatap muka.

- Guru menyampaikan tugas-tugas yang harus dikerjakan masing-masing anggota kelompok asal yang terdiri atas:

- Tentukan turunan pertama dari fungsi y = (5x – 2)5 - Tentukan turunan pertama dari y = sin2x

- Tentukan turunan pertama dari y = cos4 (5x2 – 2x) - Tentukan turunan pertama dari y = 2 sin2 4x

- Tentukan turunan pertama dari y = sin (2x4– 4x3 + 5x2 – 2x) - Siswa diminta berkumpul dengan teman kelompok lain yang

memiliki soal yang sama dengan membentuk kelompok baru (tim ahli). Anggota kelompok baru jumlah lebih banyak dari kelompok asal.

- Setiap anggota kelompok baru bertindak sebagai ahli yang harus mencatat, ikut serta secara aktif memberikan informasi berdiskusi.

- Kelompok ahli kembali berkumpul ke kelompok asal untuk menjelaskan secara bergiliran materi/masalah yang dikuasainya kepada teman-teman di kelompok asal dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.

- Guru bertindak sebagai fasilitator dan nara sumber jika siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan

- Guru memberikan kesempatan pada semua kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi secara menyeluruh dalam diskusi kelas.

- Setelah selesai siswa dipersilakan duduk kembali ke posisi semula (tidak berkelompok)

- Guru memberikan soal post test dikerjakan masing-masing siswa

3) Kegiatan Akhir (10 menit)

- Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang sudah dipelajari

- Guru menutup pembelajaran dan mengakhiri dengan mengucap salam

- Guru memberitahukan bahwa pertemuan berikutnya akan diadakan ulangan materi turunan fungsi aljabar dan fungsi trigonometri.

c. Hasil Tindakan Kelas

1) Observasi Kegiatan Pembelajaran

Hasil pengamatan atau observasi dari observer dalam KBM 2 x 45 menit yang sudah direncanakan (instrumen terlampir) pada pertemuan kedua ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.17 Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus II (Pertemuan Kedua) Skor

No. Aspek yang Diamati

1 2 3 4 I PRA PEMBELAJARAN

1 Kesiapan Ruangan, alat pembelajaran, dan media

2 Memeriksa Kesiapan Siswa

3 Memotivasi Siswa

4 Membuka Pembelajaran

5 Melakukan kegiatan Apersepsi

6 Mengkomunikasikan Kompetensi yang akan dicapai dan

rencana kegiatannya.

II KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN A Penguasaan materi pelajaran

1 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran tentang menentukan turunan fungsi aljabar dan fungsi trigonometri dengan menggunakan sifat-sifat turunan

2 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan 3 Menyampaikan materi dengan jelas, dansesuai dengan hierarki

belajar dan karakteristik siswa

4 Mengelola kelas pada saat belajar mengajar berlangsung Lanjutan Tabel 4.17

Skor

No. Aspek yang Diamati

1 2 3 4 B Pendekatan/ model pembelajaran

1 Mengorganisasikan siswa ke dalam bentuk kelompok yang

bersifat heterogen menjadi maksimal lima tim / kelompok 2 Guru memberikan pengarahan pada siswa tentang tugas

kelompok yang akan dilaksanakan.

3 Anggota dari tim yang sudah mendapat tugas dan materi/masalah yang sama dengan anggota kelompok yang lain bertemu dalam kelompok baru (kelompok tim ahli)

4 Kelompok ahli mendiskusikan materi yang diberikan sesuai

LKS yang sudah dibagikan dan merencanakan bagaimana menjelaskan materinya kepada anggota kelompoknya semula.

5 Setiap kelompok diminta untuk menjawab LKS. C Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran

1 Menggunakan media secara efektif dan efisien

2 Menghasilkan pesan yang menarik

3 Melibatkan siswa dalam pembuatan dan pemanfaatan sumber

belajar/media pembelajaran

D Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa

1 Menumbuhkan partisipasi siswa dalam pembelajaran

2 Merespon positif partisipasi siswa

3 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa 4 Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif 5 Menumbuhkan kecerian dan antusiasme siswa dalam belajar E Penilaian proses dan hasil belajar

1 Memantau kemajuan belajar

2 Melakukan penilaian akhir dengan kompetensi (tujuan) F Penggunaan bahasa

1 Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas, baik dan

benar

2 Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai III PENUTUP

1 Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan

melibatkan siswa

2 Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau

kegiatan, atau tugas sebagai bagian remedi/pengayaan

3 Menutup Pelajaran

JUMLAH SKOR 120

Sumber: Hasil pengolahan Data

Berdasarkan data observasi tersebut di atas dapat dipersentasekan sebagai berikut: 100% Maksimum Aspek Jumlah Jawaban Jumlah Persentase = ×

%

100

%

100

120

120

=

×

=

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw tersebut diketahui bahwa persentase pelaksanaan pembelajaran telah mencapai sempurna 100% termasuk kategori sangat baik, sehingga dapat dinyatakan tujuan pembelajaran sudah tercapai.

Dari data observasi yang ada pada tabel secara keseluruhan menunjukkan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara kondusif dan tujuan pembelajaran sudah tercapai dengan hasil yang optimal sehingga dikatakan berhasil dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

2) Observasi Siswa Dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Aktivitas siswa dalam pembelajaran Matematika pada materi turunan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatatif tipe Jigsaw pada siswa kelas XI IPA 4 MAN 2 Model Banjarmasin pada siklus II pertemuan kedua dapat dilihat pada tabel berikut di bawah ini.

Tabel 4.18 Hasil Observasi Rata-rata Aktivitas Siswa Dalam KBM Siklus II Pertemuan kedua

No. Aktivitas Persentase (%)

1 Minat 99,34

2 Perhatian 99,34

3 Partisipasi 99,34 4 Presentasi 99,34 Sumber: Hasil Pengolahan data

Berdasarkan tabel 4.18 di atas diperoleh hasil pengamatan tentang aktivitas siswa pada kualifikasi sangat aktif. Pada saat diskusi kelompok guru membimbing dan memberi arahan kepada siswa ketika ada hal-hal yang kurang dimengerti. Siswa dibiarkan menggunakan kemampuannya sendiri dalam diskusi kelompok untuk menentukan turunan fungsi aljabar dan fungsi trigonometri dengan menggunakan aturan rantai. Setelah diskusi kelompok selesai guru membimbing siswa dalam mempersiapkan presentasi dan menunjuk wakil kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Hasil presentasi kemudian ditanggapi oleh kelompok-kelompok lainya. Kemudian guru melengkapi jawaban hasil diskusi siswa.

3) Motivasi Belajar siswa

Setelah angket dibagikan pada pertemuan pertama maka pada pertemuan kedua ini akan dilakukan perhitungan skor untuk mengetahui seberapa besar motivasi siswa setelah pembelajaran siklus II berlangsung. Hasil angket pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 4.19 Persentase Hasil Angket Motivasi Siswa Belajar Matematika Siklus II

No Pernyataan Jumlah 1 1 (positif) 190 2 2 (positif) 163 3 3 (positif) 169 4 4 (positif) 166 5 5 (negatif) 147 6 6 (negatif) 154 7 7 (negatif) 186 8 8 (negatif) 148 9 9 (positif) 167 10 10 (positif) 175 11 11 (negatif) 134 12 12 (negatif) 166

Skor Maksimal 60

P =

Berdasarkan hasil tabel 4.19 di atas bahwa pada siklus II motivasi siswa memperoleh skor sebesar 86,18% berada pada kualifikasi sangat kuat dari keseluruhan jawaban angket siswa kelas XI IPA 4.

4) Tes Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan hasil tes belajar yang dilaksanakan pada akhir proses pembelajaran pertemuan kedua siklus II (instrumen terlampir) dapat dilihat pada tabel berikut di bawah ini.

Tabel 4.20 Taraf Hasil Belajar Siswa Siklus II Pertemuan Kedua Nilai Pert-1 Siklus II Nilai Pert-2 Siklus II Nilai Jumlah

Siswa %

Jumlah

Siswa %

Predikat

80 ke atas 38 100 38 100 Sangat Baik

66 – 79 0 0 0 0 Baik

56 – 65 0 0 0 0 Cukup

46 – 55 0 0 0 0 Kurang

45 ke bawah 0 0 0 0 Gagal

Jumlah 38 100 38 100

Sumber: Hasil Pengolahan Data

Dari tabel 4.20 di atas jelas terlihat untuk hasil belajar siswa pada kelas XI IPA 4 siklus II berada pada kualifikasi baik sekali. Skor capaian rata-rata mencapai 88,05 dan seluruh siswa sudah mencapai batas KKM adalah 80.

d. Hasil Pengamatan Siklus 2

Selama berlangsung pelaksanaan pembelajaran dilakukan pengamatan terhadap siswa dan guru dilakukan oleh satu orang pengamat lainnya (observer) dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa dan guru. Pengamatan

terhadap aktivitas siswa yang dinilai dengan format pengamatan terhadap aktivitas individu menunjukkan bahwa siswa sangat aktif.

Tabel 4.21 Hasil Pengamatan Aktivitas Individu Siswa Siklus II Pertemuan Persentase Kualifikasi I II 80% - 100% Sangat Aktif 38 38 60% -<80% Aktif 0 0 40% - < 60% Cukup Aktif 0 0 20% - < 40% Tidak Aktif 0 0 0% - < 20% Sangat Tidak Aktif 0 0

Jumlah 38 38

Pengamatan terhadap motivasi siswa yang dinilai dengan menggunakan angket menunjukkan bahwa siswa motivasinya dalam mengikuti pembelajaran matematika dengan nilai persentase 86,18% dengan kualifikasi kuat dalam hal motivasi belajarnya. Hasil Angket nya dapat dilihat pada lampiran 7.

Selain itu juga untuk pengamatan terhadap guru dilakukan oleh pengamat (guru bidang studi yang relevan). Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa aktivitas yang dilakukan guru dinilai sangat Baik. Berikut hasil observasi aktivitas guru dalam bentuk tabel.

Tabel 4.22 Hasil Pengamatan Aktivitas Guru Siklus II

Pertemuan % Kualifikasi

1 97,50 Sangat Baik

2 100 Sangat Baik

Hasil belajar siswa siklus II berdasarkan hasil post test yang diberikan tiap pertemuan menunjukkan hasil belajar siswa meningkat dari hasil belajar yang dijadikan nilai awal dan untuk ketuntasan klasikal juga meningkat. Taraf hasil belajar dan distribusi ketuntasan belajar klasikal dapat di lihat pada tabel 4.23 berikut.

Tabel 4.23 Taraf Hasil Belajar Siswa Siklus II

Jumlah

Siswa %

Jumlah

Siswa %

80 ke atas 29 76,32 38 100 Sangat Baik

66 – 79 9 23,68 0 0 Baik

56 – 65 0 0 0 0 Cukup

Lanjutan Tabel 4.23

Nilai Tes Siklus I Nilai Tes Siklus II Nilai Jumlah Siswa % Jumlah Siswa % Predikat 46 – 55 0 0 0 0 Kurang 45 ke bawah 0 0 0 0 Gagal Jumlah 38 100 38 100

Pada tabel 4.23 di atas terlihat bahwa pada nilai tes siklus I terdapat 9 orang siswa memperoleh nilai 66-79, dan 29 orang yang mendapatkan nilai 80 ke atas. Sedangkan pada nilai tes siklus II terdapat 38 orang siswa yang memperoleh nilai 80 ke atas. Kemudian mengenai distribusi nilai tes berdasarkan KKM yang ditetapkan sekolah dapat dilihat pada tabel 4.24 di bawah ini.

Tabel 4.24 Distribusi Nilai Tes

Nilai Tes Siklus I Nilai Tes Siklus II Kualifikasi Tingkat Ketuntasan

Jumlah Siswa % Jumlah Siswa %

Tuntas ≥ 80 29 76,32 38 100

Tidak Tuntas < 80 9 23,68 0 0

Jumlah 38 100 38 100

Berdasarkan tabel 4.24 di atas untuk kualifikasi ketuntasan nilai tes mengalami kemajuan dari nilai pada siklus I dengan persentase 76,32% meningkat menjadi 100%.

Dari gambar diagram batang 4.5 di atas untuk hasil belajar siswa mengalami peningkatan persentase dari 83,33 menjadi 88,05 berada pada kualifikasi baik sekali sehingga mencapai kriteria dalam indikator keberhasilan PTK ini. Dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini berhasil dilaksanakan di kelas XI IPA 4 pada materi turunan.

e. Refleksi Tindakan Kelas Siklus II

Berdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran, observasi aktivitas, motivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar serta hasil tes belajar pertemuan pertama dan kedua penelitian tindakan kelas siklus II, maka dapat direfleksikan hal-hal sebagai berikut:

1) Aktivitas siswa dinilai sudah sangat aktif dan dapat bersikap tenang dan tertib ketika proses pembelajaran berlangsung dan aktivitas kelompok juga mengalami peningkatan dengan kualifikasi sangat aktif dalam berdiskusi.

2) Hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terjadi peningkatan baik secara individu maupun klasikal juga terjadi peningkatan. Pada hasil belajar siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas yaitu 88,05

dengan ketuntasan klasikal 100% karena nilai individu siswa diatas 80. Jika dibandingkan dengan rata-rata nilai pada siklus I mengikuti pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yaitu 79,95 dengan ketuntasan klasikal 76,32%, terdapat peningkatan yang sangat besar. Dengan demikian tingkat keberhasilan siswa termasuk Sangat Baik.

Persentase Hasil Belajar Siswa dari Siklus I sampai dengan Siklus II dapat dilihat pada grafik berikut

Grafik 4.6 Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II

3) Aktivitas guru dinilai sudah sangat baik dan berhasil melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini. Hal ini disebabkan guru berusaha keras untuk memperbaiki kinerja mengajarnya agar siswa bisa berhasil.

Berdasarkan temuan tersebut, maka kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi turunan di kelas XI IPA 4 MAN 2 Model Banjarmasin dinyatakan berhasil dan efektif, karena nilai hasil belajar siswa meningkat dan telah berada di atas indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan kurikulum mata pelajaran matematika yakni 80.

Untuk perbandingan peningkatan motivasi siswa dan hasil belajar siswa pada siklus I dan Siklus II dapat dilihat pada tabel 4.25 dan grafik berikut ini: Tabel 4.25 Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan II

Siklus (%) No Indikator

1 2

1 Motivasi 78,99 86,18

2 Hasil Belajar 79,95 88,05

Dari tabel 4.25 dan grafik 4.7 tersebut di atas terlihat untuk motivasi siswa pada siklus 1 berada pada kualifikasi kuat tapi masih kurang dari 80% berdasarkan angket yang diberikan kepada siswa. Dan untuk hasil belajar siswa berada pada kualifikasi baik secara keseluruhan. Sedangkan pada siklus 2 sudah terlihat kemajuan dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan rincian hasil motivasi pada siklus 2 berada pada kualifikasi kuat dengan nilai sudah di atas 80%. Dan untuk hasil belajar siswa berada pada kualifikasi baik sekali secara keseluruhan dengan nilai rata-rata di atas 80 dan telah melebihi batas minimal ketuntasan mata pelajaran matematika.

C. Pembahasan

Hal-hal yang dibahas dalam penelitian ini mengenai pengaruh yang didapat dalam pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi turunan dengan indikator menentukan fungsi aljabar dan fungsi trigonometri dengan menggunakan sifat-sifat turunan dan aturan rantai. Berdasarkan hasil observasi dapat ditemukan beberapa hal, yaitu:

1. Motivasi Siswa

Siswa diberikan angket untuk mengisi pernyataan yang sesuai dengan pembelajaran. Setiap siswa bertanggung jawab atas jawaban masing-masing. Dan untuk peningkatan motivasi siswa pada siklus I dengan rata-rata persentase adalah 78,99, sedangkan pada siklus II memperoleh nilai rata-rata persentase 86,18 untuk motivasi siswa secara keseluruhan sudah berada pada kualifikasi kuat hal ini dapat dilihat pada lampiran 7

Berdasarkan pada hasil belajar siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas yaitu 88,05 dengan ketuntasan klasikal 100% karena secara keseluruhan nilai nya di atas 80. Jika dibandingkan dengan rata-rata nilai ulangan tengah semester siswa sebelum mengikuti pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yaitu 72,87 dengan ketuntasan klasikal 47,37%, terdapat peningkatan yang sangat besar. Dengan demikian tingkat keberhasilan siswa termasuk Sangat Baik.

3. Aktivitas Guru

Berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung pada materi turunan dengan indikator menentukan turunan fungsi aljabar dan fungsi trigonometri dengan menggunakan sifat-sifat turunan dan aturan rantai dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terjadi peningkatan terhadap aktivitas guru karena guru lebih memahami dan dapat beradaptasi dengan metode pembelajaran.

Kualitas pembelajaran guru semakin meningkat dilihat dari kegiatan guru dalam pembelajaran meningkat dengan persentase 93,33% hingga mencapai 98,75%. Walaupun kelemahan yang paling mendasar adalah pelaksanaan pembelajaran sering tidak sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan dan sering tidak runtut.

Dokumen terkait