SIGNIFIKAN 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING, JUDGMENTS, ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset, liabilitas dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir tahun pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas pada periode pelaporan berikutnya.
The preparation of the consolidated financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenue, expenses, assets, liabilities and the disclosure of contingent liabilities at the end of the reporting period. Uncertainty of these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset and liabilities affected in future periods.
a. Pertimbangan a. Judgments
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi,
manajemen membuat berbagai pertimbangan yang secara signifikan dapat mempengaruhi jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
In the process of applying accounting policies, management has made judgments that may significantly affect the amounts recognized in the consolidated financial statement.
Klasifikasi instrumen keuangan Classification of financial instruments Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas
tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan berdasarkan bisnis model aset keuangan dan arus kas kontraktual yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi.
Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan pada Catatan 2.
The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities based on the business model in which a financial asset is manage and its contractual cash flows characteristic as set forth in PSAK No. 71. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group’s accounting policies disclosed in Note 2.
26
a. Pertimbangan (Lanjutan) a. Judgments (Continued)
Penentuan mata uang fungsional Determination of functional currency Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari
lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi.
Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Grup adalah Rupiah.
The functional currency of the Group is the currency of the primary economic environment in which each entity operates. It is the currency that mainly influences the revenues and cost of revenues. Based on the Group’s management assessment, the Group’s functional currency is in Rupiah.
Provisi untuk Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Provision for Impairment of Financial Assets
Penerapan PSAK No. 71 menyebabkan perubahan terhadap penilaian signifikan estimasi dan asumsi akuntansi terhadap provisi untuk kerugian penurunan nilai atas aset keuangan. Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha dan estimasi arus kas yang didiskontokan untuk uang muka keuangan.
The implementation of PSAK No. 71 resulted in a change to the assessment of the significant accounting estimates and judgments related to provision for loss impairment of financial assets. The Group applies a simplified approach to measure expected credit losses which uses a lifetime expected loss allowance for all trade receivables and estimated discounted cash flows for financial advances.
Dalam penentuan kerugian kredit ekspektasian,
manajemen diharuskan untuk menggunakan pertimbangan dalam mendefinisikan hal apa yang dianggap sebagai kenaikan risiko kredit yang signifikan dan dalam pembuatan asumsi dan estimasi, untuk menghubungkan informasi yang relevan tentang kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi. Pertimbangan diaplikasikan dalam menentukan periode seumur hidup dan titik pengakuan awal piutang.
In determining expected credit losses, management is required to exercise judgment in defining what is considered to be a significant increase in credit risk and in making assumptions and estimates to incorporate relevant information about past events, current conditions and forecasts of economic conditions.
Judgment has been applied in determining the lifetime and point of initial recognition of receivables.
Tingkat provisi yang spesifik dievaluasi oleh manajemen dengan dasar faktor-faktor yang memengaruhi tingkat tertagihnya piutang tersebut. Dalam kasus ini, Grup menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta dan kondisi terbaik yang tersedia meliputi tetapi tidak terbatas pada jangka waktu hubungan Grup dengan pelanggan dan status kredit pelanggan berdasarkan laporan dari pihak ketiga dan faktor-faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat pencadangan spesifik untuk pelanggan terhadap jumlah jatuh tempo untuk mengurangi piutang Grup menjadi jumlah yang diharapkan tertagih.
The level of a specific provision is evaluated by management on the basis of factors that affect the collectibility of the accounts. In these cases, the Group uses judgment based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of the Group relationship with the customers and customers’ credits status based on third-party credit reports and known market factors, to record specific reserves for customers against amounts due in order to reduce the Group receivables to amounts that it expects to collect.
Pencadangan secara spesifik ini dievaluasi kembali dan
disesuaikan jika terdapat informasi tambahan yang diterima yang mempengaruhi jumlah yang diestimasikan. Sedangkan, untuk penurunan nilai uang muka, Grup menggunakan metode diskonto arus kas dengan mempertimbangkan 3 skenario untuk hasil penurunan nilai.
These specific reserves are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts estimated. For impairment of advances, the Group uses discounted cash flows method considering 3 scenarios for the calculation of impairment loss.
Nilai tercatat piutang usaha dan uang muka
diungkapkan masing-masing pada Catatan 6 dan 9.
The carrying amount of trade receivables and advances are disclosed in Notes 6 and 9, respectively.
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in thousands Rupiah, unless otherwise stated) 3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING, JUDGMENTS, ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS (Continued)
a. Pertimbangan (Lanjutan) a. Judgments (Continued)
Kelangsungan usaha Going concern
Manajemen Grup telah membuat penilaian atas
kemampuan Grup untuk melanjutkan kelangsungannya dan merasa puas bahwa Grup memiliki sumber daya untuk melanjutkan bisnisnya di masa mendatang.
Selain itu, manajemen tidak mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan pada kemampuan Grup untuk melanjutkan kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan terus disusun berdasarkan kelangsungan usaha.
The Group’s management has made an assessment of the Group’s ability to continue as a going concern and is satisfied that the Group has the resources to continue in business for the foreseeable future. Furthermore, management is not aware of any material uncertainties that may cast significant doubt upon the Group’s ability to continue as a going concern. Therefore, the financial statements continue to be prepared on a going concern basis.
b. Estimasi dan Asumsi b. Estimates and Assumptions
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi
ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada tolak ukur yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing material adjustments to the carrying amounts of assets and liabilities within the next period are disclosed below. The Group based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing situations and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.
Pajak Penghasilan Income Tax
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat banyak transaksi dan perhitungan yang mengakibatkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan.
Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode di mana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
Significant judgment is required in determining the provision for income taxes. There are many transactions and calculations for which the ultimate tax determination is uncertain. Where the final tax outcome of these matters is different from the amounts that were initially recorded, such differences will have an impact on the current and deferred income tax assets and liabilities in the period in which such determination is made.
Evaluasi nilai realisasi bersih dari persediaan Evaluation of net realizable value of inventories
Grup menyesuaikan biaya persediaan ke nilai realisasi bersih berdasarkan penilaian atas pemulihan persediaan. Persediaan dinilai dengan mengacu pada harga pasar pada tanggal pelaporan dikurangi taksiran biaya untuk menyelesaikan dan taksiran biaya untuk menjual. Jumlah dan waktu pengeluaran yang dicatat untuk periode apa pun akan berbeda jika penilaian berbeda dibuat atau estimasi berbeda digunakan.
Group adjusts the cost of its inventories to net realizable value based on its assessment of the recoverability of the inventories. Inventories are assessed with reference to market prices at the reporting date less estimated costs to complete and estimated costs to sell. The amount and timing of recorded expenses for any period would differ if different judgments were made or different estimates were utilized.
Nilai tercatat persediaan diungkapkan pada
Catatan 8. The carrying amount of inventories is disclosed in Note
8.
28
b. Estimasi dan Asumsi (Lanjutan) b. Estimates and Assumptions (Continued) Estimasi Umur Manfaat Aset Tetap Estimating Useful Lives Fixed Assets
Grup memperkirakan masa manfaat dari aset tetap
berdasarkan periode dimana aset diharapkan tersedia untuk digunakan. Taksiran masa manfaat ditinjau setidaknya setiap tahun dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya karena keausan fisik, keusangan teknis atau komersial, atau perubahan dalam penggunaan aset ini. Ada kemungkinan bahwa hasil operasi di masa depan dapat secara material dipengaruhi oleh perubahan estimasi ini yang disebabkan oleh perubahan faktor yang disebutkan di atas.
The Group estimated the useful lives of its fixed assets based on the period over which the assets are expected to be available for use. The estimated useful lives are reviewed at least annually and are updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence, or change in the use of these assets. It is possible that future results of operations could be materially affected by changes in these estimates brought about by changes in factors mentioned above.
Nilai tercatat aset tetap diungkapkan pada
Catatan 11. The carrying amount of fixed assets is disclosed in
Note 11.
Estimasi liabilitas imbalan pascakerja Estimating post-employment benefit liabilities
Nilai kini kewajiban pensiun tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan basis dari aktuaria dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya/(penghasilan) bersih untuk pensiun termasuk tingkat diskonto, kenaikan gaji di masa depan, perubahan remunerasi masa depan, tingkat pengurangan karyawan, tingkat harapan hidup dan periode sisa yang diharapkan dari masa aktif karyawan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas kewajiban pensiun.
The present value of the pension obligation depends on a number of factors that are determined on an actuarial basis using a number of assumptions. The assumptions used in determining the net cost/(income) for pensions include the discount rate, future salary increase, future remuneration changes, employee attrition rates, life expectancy and expected remaining periods of service of employees. Any changes in these assumptions will have an impact on the carrying amount of the pension obligation.
Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada setiap akhir tahun. Tingkat suku bunga inilah yang digunakan untuk menentukan nilai kini dari estimasi arus kas keluar masa depan yang akan dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban pensiun.
The Group determines the appropriate discount rate at the end of each year. This is the interest rate that should be used to determine the present value of estimated future cash outflows expected to be required to settle the pension obligation.
Dalam menentukan tingkat diskonto yang sesuai Grup mengggunakan tingkat suku bunga obligasi pemerintah, (dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat berkualitas tinggi) dalam mata uang yang sama dengan mata uang imbalan yang akan dibayarkan dan memiliki waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo kewajiban pensiun yang bersangkutan.
In determining the appropriate discount rate, the Group considers the interest rates of government bonds (considering there is no deep market for high quality corporate bonds) that are denominated in the currency in which the benefits will be paid and that have terms to maturity approximating the terms of the related pension obligation
Pengakuan aset pajak tangguhan Recognition of deferred tax assets
Grup belum mengakui aset pajak tangguhan dari rugi fiskal dan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan karena manajemen menentukan bahwa penghasilan kena pajak yang memadai mungkin tidak tersedia untuk digunakan terhadap kerugian fiskal dan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan lainnya.
The Group has not recognized the deferred tax assets from the fiscal losses and other deductible temporary differences as management determines that sufficient taxable income may not be available against which the fiscal losses and other deductible temporary differences can be utilized.
Manajemen menggunakan pertimbangan dan estimasi dalam menilai kemungkinan penghasilan kena pajak di masa mendatang dengan dibantu oleh teknik peramalan dan penganggaran.
Management uses judgment and estimates in assessing the probability of future taxable income aided by forecasting and budgeting techniques.
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in thousands Rupiah, unless otherwise stated)
4. AKUISISI BISNIS 4. BUSINESS ACQUISITIONS
RSO, MPIM, MAM RSO, MPIM, MAM
Pada tanggal 16 Januari 2018, Perusahaan mengakuisisi kepemilikan saham PT Realindo Sapta Optima (“RSO”), PT Mahkota Artha Mas (“MAM”) dan PT Mahkota Properti Indo Medan (“MPIM”), di mana dengan kepemilikan masing-masing sebesar 99,75%, 98,53% dan 98,01%.
On January 16, 2018, the Company acquired shares of PT Realindo Sapta Optima (“RSO”), PT Mahkota Artha Mas (“MAM”) and PT Mahkota Properti Indo Medan (“MPIM”), where the ownership will be 99.75%, 98.53% and 98.01%, respectively.
RSO didirikan di Jakarta pada 2013, dan memiliki jumlah luas tanah 126.214 m2 terletak di Ubud, Bali.
RSO was established in Jakarta in 2013, and owns a total land area of 126,214 m2 located in Ubud, Bali.
MPIM didirikan di Jakarta pada tahun 2014, dan memiliki jumlah luas tanah 599 m2 yang berlokasi di Medan.
MPIM was established in Jakarta in 2014, and owns a total land area of 599 m2 located in Medan.
MAM didirikan di Jakarta pada tahun 2016, dan memiliki jumlah luas tanah 23.465 m2 terletak di Ubud, Bali.
MAM was established in Jakarta in 2016, and owns a total land area of 23,465 m2 located in Ubud, Bali.
RSO, MPIM, dan MAM berencana untuk beroperasi dalam perdagangan, layanan, pariwisata, konstruksi, penyediaan akomodasi dan industri real estat.
RSO, MPIM, and MAM plan to operate in trading, services, tourism, construction, accommodation provision, and real estate industries.
Sampai dengan periode pelaporan dan sampai tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian, RSO, MPIM dan MAM masih dalam proses pengembangan lahan untuk membangun hotel dan resort untuk operasinya.
As of the reporting period and until the date of authorization of the consolidated financial statements, RSO, MPIM, and MAM are still in the process of developing the land to build hotel and resort for its operation.
HPI, SMS HPI, SMS
Pada tanggal 30 November 2018, Perusahaan mengakuisisi saham PT Hotel Properti Internasional (HPI) dan PT Saka Mitra Sejati (SMS). Kepemilikan saham masing-masing adalah 99%
dan 70%.
On November 30, 2018, the Company acquired shares of PT Hotel Properti Internasional (HPI) and PT Saka Mitra Sejati (SMS). Ownership interest in the acquired shares is 99% and 70%, respectively.
HPI didirikan di Bogor pada tahun 2009 dan beroperasi di
industri perhotelan. HPI was established in Bogor in 2009 and operates in hospitality industry.
HPI memiliki total 1.694 m2 luas tanah dan 20.034 m2 luas
bangunan terletak di Bogor. HPI owns a total of 1,694 m2 land area and 20,034 m2 building area, located at Bogor.
SMS didirikan di Medan pada tahun 2009 dan beroperasi di
industri perhotelan. SMS was established in Medan in 2009 and operates in hospitality industry.
SMS memiliki total 7.564 m2 luas tanah dan 12.553 m2 luas bangunan terletak di Medan.
SMS owns a total of 7,564 m2 land area and 12,553 m2 building area, located in Medan.
Tabel berikut menyajikan alokasi harga pembelian untuk nilai wajar aset dan liabilitas yang diidentifikasi dari bisnis yang diakuisisi:
The following table presents the purchase price allocation for the fair value of the identified assets and liabilities of the acquired businesses:
RSO MAM MPIM HPI SMS Jumlah/
Total
Harga perolehan 120.000.000 13.950.000 15.250.000 58.000.000 40.100.000 247.300.000 Acquisition
cost Nilai wajar dari aset
bersih diperoleh 169.900.666 47.936.502 22.480.685 94.444.102 72.999.427 407.761.382 Fair value net assets acquired Laba akuisisi
sebelum kepentingan
nonpengendali 49.900.666 33.986.502 7.230.685 36.444.102 32.899.427 160.461.382
Gain from acquisition before
non-controlling interest Kepentingan
nonpengendali (431.653) (704.949) (447.614) (944.441) (21.899.828) (24.428.485) Non-controlling
interest
Laba akuisisi 49.469.013 33.281.553 6.783.071 35.499.661 10.999.599 136.032.897 Gain from
acquisitions Keuntungan dari akuisisi adalah diakui dalam laporan laba
rugi untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.
The gain from acquisition is recognized in the consolidated statement of profit or loss for the period ended December 31, 2018.
Nilai wajar tanah dan bangunan didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh penilai independen.
The fair value of land and buildings are based on valuation performed by independent valuers.
30 30 Juni/
30 June 2022 31 Desember/
31 December 2021
Kas 570.403 396.473 Cash on hand
Bank Cash in banks
Rupiah: Rupiah:
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 650.155 3.200.455
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.110.884 2.034.934 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 688.221 1.576.891 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.363.886 466.523 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank KB Bukopin Tbk
(d/h PT Bank Bukopin Tbk) 4.516 59.788
PT Bank KB Bukopin Tbk (formerly PT Bank Bukopin Tbk) PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 53.482 56.021
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Danamon
Indonesia Tbk 11.038 11.284
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank UOB Indonesia 20.765 7.073 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Tabungan Pensiun
Nasional Tbk 10.223 5.348 PT Bank Tabungan Pensiun
Nasional Tbk PT Bank Artha Graha
International Tbk 2.214 4.343 PT Bank Artha Graha
International Tbk
Subjumlah 3.915.384 7.422.660 Sub-total
Dolar AS: US Dollar:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 15.236 14.481 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank UOB Indonesia 13.402 12.974 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank CIMB Niaga Tbk 8.422 8.713 PT Bank CIMB Niaga Tbk
Euro: Euro:
PT Bank Central Asia Tbk 1.675 1.085 PT Bank Central Asia Tbk
Subjumlah 38.735 37.253 Sub-total
Dana/cadangan untuk penggantian
perabotan dan perlengkapan hotel (4.288.222) (4.209.226) Reserve for replacement of hotel furniture and equipment
Jumlah 236.300 3.647.160 Total
6. PIUTANG USAHA - NETO 6. TRADE RECEIVABLES - NET
30 Juni/
30 June 2022 31 Desember/
31 December 2021
PT Dimas Pratama Indah 2.565.043 2.565.043 PT Dimas Pratama Indah PT Catur Mitra Sejati Sentosa
PT Catur Mitra Sejati Sentosa 1.700.697 1.306.471 PT Catur Mitra Sejati Sentosa PT Karya Mandiri Keramindo
PT Karya Mandiri Keramindo 1.215.393 474.856 PT Karya Mandiri Keramindo PT Surya Pratama Keramindo
PT Citra Abadi Mandiri 792.849 792.849 PT Citra Abadi Mandiri PT Alas Mulia
PT Surya Pratama Keramindo 684.019 261.533 PT Surya Pratama Keramindo PT Graha Decoramik Sriwijaya
PT Kencana Unggul Sukses 623.782 623.782 PT Kencana Unggul Sukses PT Anyar Retail Indonesia
PT Alas Mulia 555.680 555.680 PT Alas Mulia PT Berkat Putra Buana
PT Rajawali Parama Konstruksi 540.013 540.013 PT Rajawali Parama Konstruksi PT Surya Bangunan Semesta
PT Graha Decoramik Sriwijaya 431.149 - PT Graha Decoramik Sriwijaya CV Sumber Inti Mandiri
PT Anyar Retail Indonesia 418.710 - PT Anyar Retail Indonesia anggala Pratama
PT Berkat Putra Buana 415.599 - PT Berkat Putra Buana PT Asri Pancawarna
PT Surya Bangunan Semesta 385.148 - PT Surya Bangunan Semesta CV Mitra Abadi
CV Sumber Inti Mandiri 377.987 465.730 CV Sumber Inti Mandiri PT Multi Depo
Jaya Konstruksi Manggala Pratama 326.385 - Jaya Konstruksi Manggala Pratama PT Adhi Persada Gedung
CV Mitra Abadi 275.118 324.361 CV Mitra Abadi PT Arezzo Tile Indonesia
PT Almaron Perkasa 255.783 - PT Almaron Perkasa PT Jayamas Globalindo
PT Almaron Perkasa 255.783 - PT Almaron Perkasa PT Jayamas Globalindo