• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertumbuhan Ekonomi

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang (Halaman 38-46)

PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

3.3 Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi yang digambarkan oleh PDRB atas dasar harga konstan 2000, dari tahun 2000 hingga tahun 2010 rata-rata pertumbuhannya 6,20 persen pertahun. Secara runtun pertumbuhan PDRB Provinsi Jambi pada tahun 2006 sebesar 5,89 persen; pada tahun 2007 sebesar 6,82 persen; pada tahun 2008 sebesar 7,16 persen; pada tahun 2009 sebesar 6,39 persen dan 7,31 persen pada tahun 2010.

Di lihat dari sektor-sektornya, pada tahun 2010 seluruh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi, dialami oleh sektor pertambangan dan penggalian yaitu sebesar 14,46 persen. Sektor lainnya masing-masing tumbuh sebagai berikut: sektor Listrik dan Air Bersih sebesar 13,12 persen; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan tumbuh sebesar 12,12 persen; sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran mampu tumbuh sebesar 10,16 persen, sektor Bangunan sebesar 6,76 persen; sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan tumbuh sebesar 5,12 persen; sektor Industri Pengolahan sebesar 4,49 persen; sektor Jasa-jasa 4,05 persen; dan sektor Angkutan dan Komunikasi tumbuh sebesar 3,99 persen.

Pertanian, 29.56%

Pertambangan & Penggalian, 18.12% Industri

Pengolahan, 11.11% Listrik, gas & Air

Minum, 0.89% Bangunan, 4.55% Perdagangan, Hotel &

Restoran, 14.54% Pengangkutan & Komunikasi, 6.54%

Keuangan, Per sewaan & jasa Perusahaan, 5.14%

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2010

39

Pertumbuhan PDRB Provinsi Jambi tanpa migas pada tahun 2010 sebesar 6,79 persen. Rata-rata pertumbuhan PDRB non migas selama kurun waktu 2000– 2010 adalah 6,40 persen. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi 2001 - 2010 dapat dilihat pada Tabel 3.4 dan grafik 3.3.

Tabel 3.4 Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2001 – 2010

No Lapangan Usaha 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

1 Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 4,85 3,56 5,08 4,61 11,34 4,57 5,72 6,66 5,12 5,12

2 Pertambangan & Penggalian (1,52) 2,82 0,65 1,04 (7,29) 9,60 14,70 1,29 14,46 14,46

3 Industri Pengolahan 10,09 2,36 3,55 3,90 4,44 5,45 5,63 3,84 4,49 4,49

4 Listrik dan Air Bersih 16,05 22,10 13,03 5,10 7,38 4,47 7,28 9,27 13,12 13,12

5 Bangunan 33,98 26,79 25,75 20,48 6,67 14,58 10,28 8,45 6,76 6,76

6 Perdagangan, Hotel & Restoran 5,67 6,32 6,03 9,04 7,90 6,25 3,99 7,88 10,16 10,16

7 Angkutan & Komunikasi 5,36 4,94 6,47 7,10 5,94 7,14 3,37 5,81 3,99 3,99

8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 3,13 13,98 14,38 8,42 5,77 19,06 23,88 17,85 12,12 12,12

9 Jasa-jasa 9,67 4,82 3,48 3,21 4,07 5,62 4,99 6,24 4,05 4,05

PDRB Dengan Migas 6,65 5,86 5,00 5,38 5,57 5,89 6,82 7,16 6,39 7,31

PDRB Tanpa Migas 3,47 6,19 5,55 6,48 6,25 8,35 6,58 7,37 6,99 6,79

Grafik 3.3 Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi Jambi Tahun 2001-2010 (persen)

6,65 5,86 5,00 5,38 5,57 5,89 6,82 7,16 6,39 7,31 3,47 6,19 5,55 6,48 6,25 8,35 6,58 7,37 6,99 6,79 -1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Pdrb Dengan Migas PDRB Tanpa Migas

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2010

40

3.3.1. Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan

Sektor Pertanian yang mencakup sub sektor tanaman bahan makanan (tabama), tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, kehutanan dan perikanan. Sepuluh tahun terakhir, sub sektor tanaman perkebunan mendominasi sektor pertanian, rata-rata kontribusinya sejak tahun 2000 hingga tahun 2010 berkisar 12,49 persen lebih tinggi dari sub sektor tabama yang peranannya rata-rata sekitar 9,92 persen. Pertumbuhan sub sektor tabama di tahun 2010 sebesar 3,92 persen, sementara Sub sektor tanaman perkebunan sebesar 6,90 persen.

Laju pertumbuhan sub sektor peternakan dari 6,42 persen di tahun 2009 naik menjadi 5,68 persen pada tahun 2010. Sedangkan subsektor kehutanan mangalami pertumbuhan minus 3,11 persen, kemudian sub sektor perikanan tumbuh 5,24 persen pada tahun 2010, dimana tahun sebelumnya tumbuh 8,57 persen. Peranan tiga sub sektor ini jauh lebih kecil dibandingkan sub sektor tabama dan tanaman perkebunan.

3.3.2. Sektor Pertambangan dan Penggalian

Sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor paling dominan kedua dalam perekonomian di Provinsi Jambi pada tahun 2010, terutama untuk migas yang menjadi andalan di beberapa kabupaten seperti Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sektor pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan sebesar 14,46 persen pada tahun 2010. Laju pertumbuhan yang relatif tinggi ini ditunjang oleh subsektor minyak dan gas bumi yang tumbuh positif yaitu sebesar 12,07 persen, dan sub sektor penggalian tumbuh sebesar 36,83 persen. Naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan yang sangat tinggi memberikan dampak dalam peranan sektor pertambangan dan penggalian yang menempati tempat kedua dalam sumbangannya terhadap pembentukan PDRB Provinsi Jambi yaitu sebesar 18,12 persen. Padahal pada tahun 2008 dengan pertumbuhan yang signifikan sebesar 14,70 persen, sektor ini sempat menggeser sektor pertanian dan menempati posisi pertama dalam sumbangannya terhadap pembentukan PDRB Provinsi Jambi yaitu sebesar 25,64 persen. Dalam pembentukan PDRB, sektor pertanian dan sektor

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2010

41

pertambangan / penggalian disebut sebagai sektor primer. (Lihat Lampiran Tabel 3 untuk kontribusi dan Tabel 5 untuk laju Pertumbuhan)

Grafik 3.4 Laju Pertumbuhan Sektor Primer (Pertanian dan Pertambangan) Tahun 2000 – 2010

3.3.3. Sektor Industri Pengolahan

Tahun 2010 industri migas tumbuh sebesar 12,55 persen. Sedangkan industri non migas pertumbuhannya mencapai 4,04 persen, sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 5,18 persen.

Secara umum peranan sektor industri pengolahan pada tahun 2010 sebagian besar disumbang oleh industri non migas sebesar 10,08 persen. (Lihat Lampiran Tabel 3 untuk kontribusi dan Tabel 5 untuk laju Pertumbuhan)

3.3.4. Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih

Sektor listrik, gas dan air bersih tumbuh sebesar 13,12 persen pada tahun 2010 dimana tahun sebelumnya (tahun 2009) tumbuh sebesar 9,27 persen. Peranan sektor ini masih terlalu kecil namun kebutuhan akan sektor ini dalam pembentukan perekonomian Provinsi Jambi sangat penting sebagai sektor

3,71 4,85 3,56 5,08 4,61 11,34 4,57 5,72 6,66 5,12 29,39 (1,52) 2,82 0,65 1,04 (7,29) 9,60 14,70 1,29 14,46 (10,00) (5,00) -5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2010

42

penunjang kegiatan bagi sektor-sektor lainnya. (Lihat Lampiran Tabel 3 untuk kontribusi dan Tabel 5 untuk laju Pertumbuhan)

3.3.5. Sektor Bangunan

Meningkatnya situasi perekonomian secara jelas terlihat pada sektor bangunan. Sejak tahun 2003 sektor ini terus mengalami pertumbuhan yang cepat hingga tahun 2005. Pada tahun 2006 laju pertumbuhan sektor bangunan mengalami perlambatan yakni berkisar 6,67 persen, tapi ditahun 2007 naik kembali menjadi 14,58 persen. Kemudian melambat kembali menjadi 10,28 persen pada tahun 2008 dan pada tahun 2009 melambat menjadi 8,45 persen. Pada tahun 2010 laju sektor ini kembali melambat menjadi 6,76 persen. Peranan sektor bangunan terhadap pembentukan PDRB pada tahun 2010 baru mencapai 4,55 persen. Sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih dan sektor bangunan, dalam pembentukan PDRB disebut sebagai sektor sekunder. (Lihat Lampiran Tabel 3 untuk kontribusi dan Tabel 5 untuk laju Pertumbuhan)

Grafik 3.5 Laju Pertumbuhan Sektor Sekunder (Industri, Listrik, dan Bangunan) Tahun 2001 – 2010

3,63 10,09 2,36 3,55 3,90 4,44 5,45 5,63 3,84 4,49 6,04 16,05 22,10 13,03 5,10 7,38 4,47 7,28 9,27 13,12 1,66 33,98 26,79 25,75 20,48 6,67 14,58 10,28 8,45 6,76 -5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 40,00 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2010

43

3.3.6. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran

Sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh sebesar 10,16 persen pada tahun 2010 sementara di tahun 2009 tumbuh sebesar 7,88 persen. Dilihat dari subsektor yang membentuk sektor ini, laju pertumbuhan subsektor hotel mengalami laju pertumbuhan tertinggi yaitu 18,02 persen setelah sebelumnya, pada tahun 2009, tumbuh sebesar 5,35 persen. Begitu juga dengan subsektor perdagangan besar dan eceran mengalami laju pertumbuhan 10,53 persen pada tahun 2010 lebih cepat dari tahun 2009 yang tumbuh sebesar 8,40 persen. Sedangkan subsektor restoran hanya mampu melaju sebesar 3,54 persen dimana tahun sebelumnya tumbuh sebesar 2,03 persen.

Sektor perdagangan, hotel dan restoran ini berperan sebagai penunjang kegiatan perekonomian di Provinsi Jambi yang menghasilkan produk barang dan jasa. Sumbangan sektor ini terhadap PDRB pada tahun 2010 mencapai 14,54 persen. Proporsi terbesar sektor ini disumbang oleh sub sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 13,37 persen. Kemudian sub sektor restoran berperan 0,97 persen, dan sub sektor hotel memberikan andil sebesar 0,21 persen. (Lihat Lampiran Tabel 3 untuk kontribusi dan Tabel 5 untuk laju Pertumbuhan)

3.3.7. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi

Dalam era globalisasi, peranan sektor pengangkutan dan komunikasi sangat vital dan menjadi indikator kemajuan Provinsi Jambi, terutama jasa telekomunikasi. Sub

sektor

transportasi sendiri memiliki peran sebagai jasa pelayanan bagi mobilitas perekonomian di Jambi.

Penyumbang terbesar terhadap sektor pengangkutan dan komunikasi pada tahun 2010 ini masih dikuasai sub sektor angkutan sebesar 6,01 persen. Sub sektor komunikasi tak kalah penting peranannya, tapi andilnya masih terlihat kecil yaitu 0,53 persen.

Sektor pengangkutan dan komunikasi pada tahun 2010 tumbuh sebesar 3,99 persen, melambat dibanding pertumbuhan tahun 2009 yang tumbuh sebesar 5,81 persen. Subsektor angkutan udara laju pertumbuhannya terbesar di sektor Pengangkutan dan Komunikasi yaitu sebesar 14,21 persen. Sub sektor angkutan

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2010

44

jalan raya tumbuh sebesar 2,71 persen lebih lambat dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,85 persen. Sub sektor angkutan laut dan angkutan sungai, masing-masing tumbuh sebesar 1,89 persen dan 1,81 persen. Disisi lain pesatnya bisnis telekomunikasi yang ditandai dengan banyaknya pengguna telepon seluler di Provinsi Jambi, mengakibatkan sub sektor komunikasi mengalami laju pertumbuhan sebesar 6,25 persen, sedikit lebih lambat jika dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2009 yang sebesar 6,96 persen. (Lihat Lampiran Tabel 3 untuk kontribusi dan Tabel 5 untuk laju Pertumbuhan)

3.3.8. Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan

Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan mengalami pertumbuhan 12,12 persen pada tahun 2010. Salah satu indikator yang dapat dilihat adalah bertambahnya kantor bank dan tumbuhnya lembaga-lembaga pembiayaan sampai ke kabupaten di Provinsi Jambi. Peranan Sektor ini pada tahun 2010 hanya sebesar 5,14 persen, masing–masing disumbang oleh sub sektor bank sebesar 2,22 persen; lembaga keuangan bukan bank sebesar 0,34 persen; jasa penunjang keuangan sebesar 0,02 persen; sewa bangunan sebesar 2,48 persen serta andil dari sub sektor jasa perusahaan sebesar 0,08 persen. (Lihat Lampiran Tabel 3 untuk kontribusi dan Tabel 5 untuk laju Pertumbuhan)

Grafik 3.6 Laju Pertumbuhan Sektor Tersier (Perdagangan, Angkutan, Keuangan & Jasa-jasa)

Tahun 2001 – 2010 2,84 5,67 6,32 6,03 9,04 7,90 6,25 3,99 7,88 10,16 8,1 5,4 4,9 6,5 7,1 5,9 7,1 3,4 5,8 4,0 (8,9) 3,1 14,0 14,4 8,4 5,8 19,1 23,9 17,9 12,1 4,4 9,7 4,8 3,5 3,2 4,1 5,6 5,0 6,2 4,1 (15,00) (10,00) (5,00) -5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2010

45

3.3.9. Sektor Jasa-Jasa

Laju pertumbuhan di sektor jasa-jasa tahun 2010 yang sebesar 4,05 persen, telah memberikan andil terhadap pembentukan PDRB Provinsi Jambi yaitu sebesar 9,56 persen dan masih menempati urutan kelima dari sembilan sektor. Kontribusi terbesar sub sektor ini disumbang oleh kegiatan pemerintahan umum sebesar 8,18 persen dan sisanya sebesar 1,37 persen disumbang oleh pihak swasta.

Melihat pertumbuhannya, sektor jasa-jasa pada tahun 2010 tumbuh sebesar 4,05 persen sedangkan pada tahun 2009 tumbuh sebesar 6,24 persen. Subsektor sosial kemasyarakatan merupakan sub sektor dengan laju tertinggi 4,84 persen, diikuti oleh subsektor jasa administrasi pemerintahan dan pertahanan dengan laju pertumbuhan sebesar 4,15 persen serta subsektor jasa pemerintahan lainnya sebesar 3,70 persen, jasa perorangan dan rumah tangga sebesar 3,50 persen dan jasa hiburan dan rekreasi laju pertumbuhannya sebesar 3,31 persen. Sektor Perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan dan sektor jasa-jasa, selanjutnya disebut sektor tersier. (Lihat Lampiran Tabel 3 untuk kontribusi dan Tabel 5 untuk laju Pertumbuhan)

Berikut gambaran peranan sektor primer, sekunder dan tersier dalam pembentukan PDRB Provinsi Jambi :

Grafik 3.7 Peranan Sektor Primer, Sekunder dan Tersier Tahun 2010

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2010

46

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang (Halaman 38-46)

Dokumen terkait