PERKEMBANGAN ANAK 3.1 Latar Belakang
3) Perkembangan dini merupakan fondasi bagi perkembangan berikutnya
3.6. Pertumbuhan dan perkembangan anak Balita Usia 0-3 bulan :
1. Gerakan reflek bayi akan sedikit demi sedikit menghilang.
2. Hilangnya gerakan refleks pada bayi ini akan di ganti dengan tahap munculnya gerakan motorik kasar.
3. Bayi mulai bisa menatap, senyum, 4. Mulai mengeluarkan suara.
5. Terkadang juga mengangkat kepala jika bayi ditengkurapkan.
Usia 4-6 bulan :
Tahap perkembangan bayi sehat sesuai umur: 1. Sudah bisa tengkurap.
2. Sudah bisa bermain dengan kedua tangannya 3. Memasukannya tangan kedalam mulut 4. Tertawa, bergurau, guling gulingkan badanya
5. Berusaha meraih menyentuh atau mengambil mainan. 6. Sudah dapat membedakan suara dan mencari sumber suara. 7. Bayi mulai belajar memindahkan mainan dari tangan satu ke
tangan yang lainnya.
Usia 7-8 bulan :
1. Sudah bisa membalikan badan 2. Bermain dengan tangan dan kakinya 3. Mulai senang mengoceh
4. Belajar duduk
5. Memperhatikan gerak gerik orang-orang disekitarnya 6. Sudah bisa merangkak
7. Dapat berdiri tegak apabila dipegang 8. Sudah bisa diajak main Ciluk Ba
2. Merangkak dengan cepat
3. Belajar berdiri sendiri dengan berpegangan
4. Memegang benda dengan lebih kuat daripada sebelumnya
5. Belajar berjalan kesamping atau merambat dengan berpegangan atau malah bisa berjalan sendiri.
Usia Toddler ( BATITA); umur 1-3 tahun.
1) Umur 15 bulan
Motorik Kasar : Sudah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain. Motorik Halus : Sudah bisa memegangi cangkir, memasukkan jari kelubang, membuka kotak, melempar benda.
2) Umur 18 bulan
Motorik Kasar : Mulai berlari tetapi masih terjatuh, menarik-narik mainan, mulai senang naik tangga tetapi masih dengan bantuan.
Motorik Halus : Sudah bisa makan dengan menggunakan sendok, bisa membuka halaman buku, belajar menyusun balok-balok.
3) Umur 24 bulan
Motorik Kasar : Berlari sudah baik, dapat naik tangga sendiri dengan kedua kaki tiap tahap.
Motorik Halus : Sudah bisa membuka pintu, membuka kunci, menggunting sederhana, minum dengan menggunakan gelas/cangkir, sudah dapat menggunakan sendok dengan baik.
4) Umur 36 bulan
Motorik Kasar : Sudah bisa naik turun tangga tanpa bantuan, memakai baju dengan bantuan, mulai bisa naik sepeda beroda tiga.
Motorik Halus : Bisa menggambar lingkaran, mencuci tangannya sendiri, menggosok gigi.
c. Tumbuh Kembang Prasekolah
1) Umur 48 bulan
Motorik Kasar : Berjalan berjinjit, melompat, melompat dengan satu kaki, menangkap bola, dan melemparkannya dari atas kepala.
Motorik Halus : Sudah bisa menggunakan gunting dengan lancar, sudah bisa menggambar kotak, menggambar garis vertikal maupun horisontal, belajar membuka dan memasang kancing baju.
2) Umur 60 bulan
Motorik Kasar : Berjalan mundur sambil berjinjit, sudah dapat menangkap dan melempar bola dengan baik, sudah dapat melompat dengan kaki secara bergantian.
Motorik Halus : Menulis dengan angka-angka, menulis dengan huruf, menulis dengan kata-kata, belajar menulis nama, belajar mengikat tali sepatu.
Sosial Emosional : Bermain sendiri mulai berkurang, sering berkumpuk denga teman sebaya, interaksi sosial selam bermain meningkat, sudah siap untuk menggunakan alat-alat bermain.
Pertumbuhan Fisik Berat badan meningkat 2,5 Kg/tahun, tinggi bada meningkat 6,75 - 7,5 cm/tahun.
Perkembangan anak menggambarkan peningkatan kematangan fungsi individu, dan merupakan indicator penting dalam menilai kualitas hidup anak. Oleh karena itu perkembangan anak harus dipantau secara berkala. Bayi atau anak dengan resiko tinggi terjadinya penyimpangan perkembangan perlu mendapat prioritas, diantaranya bayi premature, berat lahir rendah, riwayat asfiksia, hiperbilirubinemia, infeksi intrapartum, ibu diabetes mellitus, gamely, dll.
DDST adalah Salah satu dari metode skrining terhadap kelainan
perkembangan anak. Test ini bukan test diagnostic atau test IQ. Perkembangan anak menggambarkan peningkatan kematangan fungsi individu, dan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas hidup anak. Oleh karena itu perkembangan anak harus dipantau secara berkala. Bayi atau anak dengan resiko tinggi terjadinya penyimpangan perkembangan perlu mendapat prioritas, antara lain bayi prematur, berat lahir rendah, bayi dengan riwayat asfiksia, hiperbilirubinemia, infeksi intrapartum, ibu diabetes mellitus, gemelli, dll. Perawat anak sedikitnya harus menguasai skrining perkembangan dengan metode Denver II.
Tujuan dari dilakukan test pekembangan:
1. Untuk mengetahui dan mengikuti proses perkembangan anak. 2. Untuk mengatasi secara dini bila ditemukan kelainan
perkembangan.
MANFAAT
Untuk mengetahui tahap perkembangan yang telah dicapai anak. Untuk menemukan adanya keterlambatan perkembangan anak
sedini mungkin.
Untuk meningkatkan kesadaran orang tua atau pengasuh anak untuk berusaha menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan.
Pemeriksaa perkembangan dengan DDST ini dilaksanakan:
Tahap pertama: dilakukan pada usia 0 –6 tahun.
1. 3–6 bulan 1. 9 –12 bulan 2. 18 –24 bulan 3. 3 tahun 4. 4 tahun 5. 5 tahun Tahap kedua
Dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap.
ASPEK YANG DINILAi ada 125 tugas perkembangan yang dinilai, yang
dikelompokkan menjadi 4 sektor, yaitu :
1. Sektor personal social. Yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan.
2. Sektor gerakan motorik halus. Yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan kegiatan yang melibatkan gerakan-gerakan tubuh tertentu
yang dilakukan otot-otot kecil tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Contohnya koordinasi mata, tangan, memainkan, menggunakan benda-benda kecil.
3. Sektor bahasa.Yaitu kemampuan untuk memberikan reflek terhadap suara.
4. Sektor gerakan motorik kasar. Yaitu aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh dan biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan otot-otot besar. Contohnya duduk, melompat, berjalan, dll.
Gambar Format DDST
PERSIAPAN
1. Usahakan test perkembangan dilakukan pada tempat yang tenang / tidak bising, dan bersih.
2. Sediakan meja tulis dengan kursinya dan matras. 3. Formulir Denver.
a. Deteksi dini penyimpangan perkembangan anak umur < 6 tahun, berisi 125 gugus tugas yang disusun dalam formulir menjadi 4 sektor untuk menjaring fungsi.
b. Skala umur tertera pada bagian atas formulir yang terbagi dari umur dalam bulan dan tahun, sejak lahir sampai berusia 6 tahun. c. Setiap ruang antara tanda umur mewakili 1 bulan, sampai anak
berumur 24 bulan. Kemudian mewakili 3 bulan, sampai anak berusia 6 tahun.
d. ada setiap tugas perkembangan yang berjumlah125, terdapat batas kemampuan perkembangan yaitu 25%, 50% dan 90% dari populasi anak lulus pada tugas perkembangan tersebut pada beberapa tugas perkembangan terdapat huruf dan angka pada ujung kotak sebelah kiri, contohnya R singakatan dari report, artinya tugas perkembangan tersebut dapat lulus berdasarkan laporan dari orang tua / pengasuh anak, tetapi apabila memungkinkan maka penilai dapat memperhatikan apa yang biasa dilakukan oleh anak. e. Angka kecil menunjukkan tugas yang harus dikerjakan sesuai
dengan nomor yang ada pada formulir.
4. Mengkaji kegiatan anak yang meliputi 4 sektor yang dinilai. 5. Dekat dengan anak.
6. Menjelaskan pada orang tua bahwa DDST bukan test IQ.
7. Lingkungan diatur supaya anak merasa nyaman dan aman selama dilakukan test.
Persiapan alat-alat
1. Formulir Denver II 2. Benang
3. Kismis
4. Kerincingan dengan gagang yang kecil 5. Balok-balok berwarna dengan luas 10 inci 6. Botol kaca kecil dengan lubang 5/8 inci 7. Bel kecil
8. Bola tennis 9. Pinsil merah
10. Boneka kecil dengan botol susu
11. Cangkir plastic dengan gagang / pegangan 12. Kertas kosong
Langkah Pelaksanaan
Deteksi dini penyimpangan perkembangan anak umur 1. Personal Social ( sosial personal )
Penyesuaian diri dengan masyarakat dan perhatian terhadap kebutuhan perorangan.
2. Fine Motor Adaptive ( motorik halus adaptif )
Koordinasi mata – tangan, memainkan dan menggunakan benda-benda kecil.
3. Language ( bahasa )
Mendengar, mengerti dan menggunakan bahasa. 4. Gross Motor ( motorik kasar )
Duduk, jalan, melompat dan gerakan umum otot besar. Berikut ini adalah beberapa komponen tes yang terdapat didalam Denver development screening test (DDST) :
1) Personal sosial
2) Menatap muka / regard face
3) Membalas senyum / smile responsively 4) Tersenyum spontan / smile spontaneously 5) Mengamati tanganya / regaed own hand 6) Berusaha mencapai mainan / work to toy 7) Makan sendiri / feed self
8) Tepuk tangan / play pat-a-cake
9) Menyatakan keinginan / indicate wants 10) Da-daag dengan tangan / wave bye-bye
11) Main bola dengan pemeriksaan / play with examiner 12) Meniru kegiatan / imitate household activities 13) Minum dengan cangkir / drink from a cup 14) Membantu di rumah / help in house
16) Melepas pakaian / remove garment 17) Memakai baju / put on clothing
18) Menggosok gigi dengan bantuan / bruse teeth with help 19) Mencuci tangan dan mengeringkan / wash and dry hands 20) Motorik halus
21) Mengikuti objek kearah garis tengah / follow to middle 22) Memegang kerincingan / grasp rattle
23) Tangan bersentuhan / hands together 24) Meraih / reaches
25) Memindahkan kubus / pas cube
26) Mengambil dua kubus / take two cubes 27) Mencoret-coret / scribbles
28) Menorah dari 2, 4, 6, 8 kubus / tower of cubes 2, 4, 6, 8 29) Menggoyang ibu jari / thumb wiggle
30) Mencontoh huruf / copy
31) Menggambar orang / draw person 32) Bahasa
33) Beraksi terhadap bel / respons to the bell 34) Bersuara / vocalizes
35) Tertawa / laugh 36) Berteriak / squels
37) Menoleh kearah suara / turn to the voice 38) Mengucapkan suku kata / single syllables 39) Meniru bunyi kata-kata / imitate speech sounds 40) Kombinasi suku kata / combine syllables
41) Mengoceh / jabbers
42) Menunjukan mana gambar / point to picture 43) Berbicara dapat di mengerti / understandable 44) Menghitung / count
45) Motorik kasar
46) Gerakan seimbang / equal movement 47) Mengangkat kepala / lift head
48) Duduk kepala tegak / sit, head steady 49) Membalik badan / roll over
50) Berdiri sendiri / stand alone 51) Berjalan dengan baik / walk well 52) Menendang bola / kick ball 53) Melompat / jump
Pencatatan Hasil
1. Koreksi faktor prematuritas. Tarik garis umur dari garis paling atas ke bawah dan cantumkan tanggal pemeriksaan pada ujung atas garis umur.
2. Semua uji coba untuk setiap sektor dimulai dengan uji coba yang terletak di sebelah kiri garis umur, kemudian dilanjutkan sampai kanan garis umur.
3. Pada setiap sektor dilakukan minimal 3 uji coba terdekat di sebelah kiri garis umur serta tiap uji coba yang dilalui garis umur.
4. Bila anak tidak mampu untuk melakukan salah satu uji coba pada langkah 3( “gagal”; “menolak”; “tidak ada kesempatan” ), lakukan ujicoba tambahan ke sebelah kiri pada sektor yang sama sampai anak dapat melewati 3 uji coba.
Skor Penilaian
Skor dari tiap uji coba ditulis pada kotak segi empat. Uji coba dekat tanda garis 50%.
P : Pass/ Lewat. Anak melakukan uji coba dengan baik, atau ibu / pengasuhanak memberi laporan ( tepat / dapat dipercaya bahwa anak dapat melakukannya ).
F : Fail / Gagal. Anak tidak dapat melakukan uji coba dengan baik atau ibu / pengasuh anak memberi laporan (tepat) bahwa anak tidak dapat melakukannya dengan baik.
No: No Opportunity / tidak ada kesempatan. Anak tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan uji coba karena ada hambatan. Skor ini hanya boleh dipakai pada uji coba dengan tanda R.
R : Refusal / Menolak. Anak menolak untuk melakukan uji coba. Penolakan dapat dikurangi dengan mengatakan kepada anak apa yang harus dilakukan, atau menanyakan kepada anak apakah ia dapat melakukannya ( uji coba yang dilaporkan oleh ibu / pengasuh
Intervensi Denver II
1. Normal
Bila tidak ada keterlambatan dan atau paling banyak satu caution. Lakukan ulangan pada kontrol berikutnya.
2. Suspek
Bila didapatkan ≥ 2 peringatan dan / atau ≥ 1 keterlambatan. Lakukan uji ulang dalam 1 – 2 minggu untuk menghilangkan faktor sesaat seperti rasa takut, keadaan sakit atau kelelahan.
3. Tidak dapat diuji
Bila ada skor menolak pada ≥ 1 uji coba yang terletak di sebelah kiri garis umur atau menolak pada > 1 uji coba yang ditembus garis umur pada daerah 75 – 90 %.
4. Uji ulang dalam 1 – 2minggu
Bila pada uji ulang didapatkan hasil yang mencurigakan atau tidak dapat diuji, maka pikirkan untuk merujuk anak tersebut.
PROSEDUR
1. Sapa orang tua / pengasuh anak dengan ramah
2. Jelaskan maksud dan tujuan test DDST pada orang tua. 3. Buat komunikasi yang baik dengan anak.
4. Hitung umur anak dan buat garis umur.
3. Umur anak dihitung dengan cara tanggal pemeriksaan dikurangi tanggal lahir
4. Bila anak lahir prematur, koreksi factor prematuritas. Untuk anak yang lahir lebih dari 2 minggu sebelum tanggal perkiraan dan berumur kurang dari 2 tahun, maka harus dilakukan koreksi
5. Pada anak-anak yang lahir prematur, usia disesuaikan hanya sampai anak usia 2 tahun:
Contoh perhitungan anak dengan prematur:
An. Lula lahir prematur pada kehamilan 32 minggu, lahir pada tanggal 5 Agustus 2006. Diperiksa perkembangannya dengan DDST II pada tanggal 1 April 2008. Hitung usia kronologis An. Lula! Diketahui:
Tanggal lahir An. Lula : 5-8-2006 Tanggal periksa : 1-4-2008
Prematur : 32 minggu Ditanyakan:
Berapa usia kronologis An. Lula? Jawab:
2008 – 4 – 1 An. Lula prematur 32 minggu 2006 – 8 – 5 Aterm = 37 minggu
_________ - Maka 37 – 32 = 5 minggu 1 – 7 -26
Jadi usia An. Lula jika aterm (tidak prematur) adalah 1 tahun 7 bulan 26 hari atau 1 tahun 8 bulan atau 20 bulan
Usia tersebut dikurangi usia keprematurannya yaitu 5 minggu X 7 hari = 35 hari, sehingga usia kronologis An. Lula untuk pemeriksaan DDST II adalah:
1 tahun 7 bulan 26 hari – 35 hari = 1 tahun 6 bulan 21 hari Atau 1