• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Perubahan Berat Konstruksi

Analisa perubahan berat konstruksi kapal dilakukan pada model analisa numerik yang telah dilakukan pada pembahasan sebelumnya dengan dimensi model adalah 6000 x 3500 mm. Hasil perhitungan berat dari setiap jenis core material

ditunjukkan pada Tabel 4.10 yang dibandingkan dengan berat model konstruksi konvensional,dan perbandingan berat konstruksi yang dihasilkan diilustrasikan pada Gambar 4.12 sebagai berikut.

Tabel 4.10 Hasil perhitungan berat konstruksi model

Jenis core material Berat konstruksi (Ton) (%) Steel Sandwich panel

Core Material A 2,83 2,49 -13,49

Core Material B 2,83 2,55 -11,01

Core Material C 2,83 2,57 -9,98

Core Material D 2,83 2,61 -8,35

73 Gambar 4.12 Perbandingan berat konstruksi antara Sandwich Panel dengan sistem

konstruksi konvensional

Tabel 4.10 dan Gambar 4.12 memberikan informasi perubahan berat konstruksi terjadi pada setiap jenis material inti dari sandwich panel yang memiliki perbedaan pada setiap besaran berat yang berkurang. Rata-rata pengurangan berat konstruksi yang terjadi sebesar 10,73%. Berdasarkan hal tersebut, penggunaan

sandwich panel pada konstruksi geladak kendaraan mampu mereduksi berat dari konstruksi kapal dengan adanya kesederhanaan bentuk konstruksi yang dihasilkan. Namun, tidak mengurangi segi kekuatan struktur pelat tersebut.

Dari hasil perhitungan berat pada model kapal yang telah dilakukan diperoleh bahwa seluruh jenis core material dapat mereduksi berat konstruksi sistem konvensional. Sehingga, pada tahap selanjutnya dilakukan perhitungan biaya material dari sandwcih panel seperti yang ditampilkan pada Tabel 4.11 yang selanjutnya akan dilakukan pemilihan jenis core material yang paling murah sebagai pengganti struktur konstruksi pelat baja. Pada perhitungan biaya material aplikasi sandwcih panel pada geladak kendaraan kapal Ferry Ro-Ro 750 GT dengan dimensi model 6 x 3,5 meter tidak mempertimbangkan faktor kesulitan pada proses produksi Sandwich Panel, tidak mepertimbangkan biaya yang disebabkan oleh jasa pada saat proses produksi, dan biaya-biaya eksternal. Dalam perhitungan biaya material ini hanya menghitung besarnya biaya total dari material sandwich panel

dengan setiap komponen bahan baku yang digunakan untuk produksi material 0 1 2 3 Core Material A Core Material B Core Material C Core Material D 2.49 2.55 2.57 2.61 2.83 2.83 2.83 2.83 B er a t (T o n) Sandwich Steel

74

sandwich panel. Tabel 4.11 menunjukkan biaya material pada setiap jenis core material yang dibandingkan dengan penggunaan pelat baja untuk diaplikasikan pada geladak kendaraan dengan dimensi model yang sama yaitu 6 x 3,5 meter. Pada analisa ini tidak dapat dibandingkan secara nilai ekonomis, karena dalam analisa biaya material tidak memasukkan biaya produksi dan faktor-faktor eksternal perihal produksi material sandwich panel

Tabel 4.11 Biaya material Sandwich Panel dan Plat Konvensional Jenis core material

Luasan Model (m2)

Berat per Komponen (Kg) Biaya Material

(Rp) Talc Resin 157 Pelat

Core Material A 21 2,4 21,6 94,2 36.199.800

Core Material B 21 4,8 19,2 94,2 34.763.400

Core Material C 21 7,2 16,8 94,2 33.327.000

Core Material D 21 9,6 14,4 94,2 31.890.600

Plat Konvensional 21 - - 2826,99 31.096.890

Tabel 4.11 menunjukkan hasil perhitungan dari biaya material dari

sandwich panel untuk dimensi model 6 x 3,5 meter, berdasarkan biaya material diatas harga setiap komponen disesuaikan dengan harga pada saat pembuatan material sandwich panel. Setiap bahan dasar utama pembuatan material

syntheticresin memiliki harga untuk talac yang digunak adalah Rp 4.000 per kilogram, sementara itu untuk haraga Resin type 157 adalah Rp 31.500 per kilogram, resin type ini adalah resin yang biasa digunakan dalam pembuatan kapal berbahan fiberglass.

Biaya material untuk jenis core material A adalah yang paling tinggi dibandingkan dengan lainnya yaitu Rp 36.199.800, biaya ini dipengaruhi oleh jumlah resin yang digunakan untuk material inti syntetheticresin dengan komposisi 90% resin dari berat keseluruhan material inti. Untuk harga faceplate pada setiap jenis core material memiliki harga yang sama dengan harga per kilogram adalah Rp 11.000. pada Tabel 4.16 juga disajikan harga material baja untuk sistem

75 konstruksi konvensional yaitu Rp 31.096.890 sebagai perbandingan material

sandwich panel.

Biaya material yang dihasilkan untuk material sandwcih panel dan pelat konvensional lebih mahal biaya material sandwich panel. Apabila dikaji lebih jauh, untuk semua jenis variasi komposisi core material maka didapat bahwa core material D adalah yang paling murah dari segi biaya material, selain itu dari nilai kekuatan material untuk core material D memiliki nilai yang paling tinggi karena pangaruh variasi komposisi talac hingga 40% dari berat resin untuk material inti

syntetheticresin. Jadi, dapat disimpulkan bahwa core material D adalah variasi komposisi paling baik untuk digunakan pada geladak kendaraan kapal Ro-Ro sebagai pengganti sistem konstruksi pelat.

Berdasarkan hal tersebut, penggunaan sandwich panel pada konstruksi geladak yang merupakan struktur pelat datar di kapal mampu mereduksi berat dari konstruksi kapal dengan adanya kesederhanaan bentuk konstruksi yang dihasilkan. Namun, tidak mengurangi segi kekuatan struktur pelat tersebut. Selain itu, berkurangnya penggunaan penegar dan penumpu pada konstruksi juga akan mengurangi interaksi hubungan penegar dan penumpu pada pelat sehingga akan mengurangi pekerjaan pengelasan dan pengecatan pada bagian penegar dan penumpu yang telah dihilangkan.

Jika ditinjau lebih jauh, pengurangan berat konstruksi pada kapal akan mengakibatkan turunnya draft pada kapal sehingga akan berpengaruh pada kestabilan kapal, untuk mengantisipasi hal tersebut dapat dilakukan penambahan pada muatan kapal sampai pada draft kapal kembali pada posisi normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa selain menghasilkan nilai kekuatan strktur yang jauh lebih baik dan kemampuan reduksi berat konstruksi kapal, penggunaan material sandwich panel juga memberikan pengaruh pada peningkatan muatan yang dapat diangkut oleh kapal. Namun, hal ini perlu dikaji lebih dalam pada satu bentuk kapal secara mendetail, mengingat analisa yang dilakukan belum pada satu bentuk kapal, dengan memperhitungkan komponen struktur yang lainnya, seperti

bracket, permesinan dan lain-lain.

Pada analisa biaya material produksi sandwich panel untuk diaplikasikan pada geladak kendaraan kapal Ferry Ro-Ro 750 GT, tidak memasukkan faktor dari

76

tingkat kesulitan proses produksi, kompones jasa pengelasan, dan faktor-faktor eksternal lainnya yang dapat mempengaruhi kegiatan proses produksi. Pada analisa biaya material ini dilakukan hanya pada perbandingan komponen biaya bahan baku yang membandingkan antara material sandwich panel dan pelat yang diaplikasikan pada geladak kendaraan kapal Ferry Ro-Ro 750 GT.

Dokumen terkait