IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
4.1.3. Perubahan Sifat Kimia (Konsentrasi Logam Berat) pada Tailing
Perubahan sifat kimia mencakup penurunan konsentrasi logam berat. Analisis konsentrasi logam berat meliputi Pb, Cd, Fe, Cu, Ag, S, dan CN. Pengukuran konsentrasi logam berat dilakukan pada inkubasi hari ke-1, 7, dan 15. 4.1.3.1. Pb (Timbal)
Secara umum penambahan bahan amelioran menurunkan konsentrasi Pb pada inkubasi hari ke-15. Hasil analisis pengaruh perlakuan terhadap konsentrasi Pb disajikan dalam Tabel di bawah.
Tabel 3. Pengaruh Bahan Amelioran Terhadap Konsentrasi Pb
Perlakuan Konsentrasi Pb (ppm)
Hari ke-1 Hari ke-7 Hari ke-15
A 147,295 a 160,845 a 145,285 a
B 153,775 a 154,020 a 142,635 a
C 128,750 b 131,840 b 124,430 b
D 147,295 a 155,275 a 132,975 ab
E 132.865 b 131,615 b 120,480 b
Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama dalam kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan taraf 5%
Analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian bahan amelioran dan waktu inkubasi berpengaruh nyata terhadap penurunan konsentrasi Pb (Tabel Lampiran 4). Tabel 3 menunjukkan bahwa perlakuan C dan E berbeda nyata terhadap perlakuan A, B, dan D. Perlakuan E pada inkubasi hari ke-15 menurunkan konsentrasi Pb paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, yaitu dapat menurunkan sebesar 18,20% (dari 147,97 ppm menjadi 120,48 ppm).
19
4.1.3.2. Cd (Kadmium)
Pemberian bahan organik pada tailing dengan berbagai dosis menurunkan konsentrasi Cd. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Grafik PengaruhSludgedan Pupuk Kandang Terhadap Konsentrasi Cd Berdasarkan grafik dapat dilihat bahwa perlakuan dosis dan inkubasi sampai hari ke-15 dapat menurunkan konsentrasi Cd. Pada inkubasi hari ke-7, penurunan belum terlihat signifikan. Pada inkubasi hari ke-15, semua perlakuan memperlihatkan penurunan yang signifikan dan optimal.
Analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian bahan amelioran dan waktu inkubasi berpengaruh nyata terhadap penurunan konsentrasi logam (Tabel Lampiran 5). Perlakuan B, C, D, dan E berbeda nyata terhadap perlakuan A. Dosis terbaik dalam penurunan Cd tertinggi adalah perlakuan E pada inkubasi hari ke-15. Perlakuan E dapat menurunkan Cd sebesar 91,62% (dari 13,13 ppm menjadi 1,10 ppm).
4.1.3.3. Fe (Besi)
Besi merupakan salah satu unsur hara mikro yang termasuk golongan logam berat. Analisis pengaruh bahan amelioran terhadap penurunan konsentrasi Fe dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Grafik PengaruhSludgedan Pupuk Kandang Terhadap Konsentrasi Fe Gambar 2 menunjukkan bahwa semua perlakuan menunjukkan penurunan konsentrasi Fe. Penurunan konsentrasi Fe tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan inkubasi hari ke-15.
Hasil analisis ragam (Tabel lampiran 6) menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan dan waktu inkubasi memiliki pengaruh nyata terhadap penurunan konsentrasi logam. Tabel memperlihatkan bahwa perlakuan B, C, dan E berbeda nyata terhadap perlakuan A, sedangkan perlakuan D tidak berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya. Namun perlakuan C merupakan perlakuan yang sangat berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya. Perlakuan C dapat menurunkan konsentrasi tertinggi pada Fe yaitu sebesar 34,04%.
21
4.1.3.4. Cu (Cuprum)
Cu merupakan salah satu unsur hara mikro yang termasuk dalam golongan logam berat. Hasil analisis pengaruh bahan amelioran terhadap penurunan Cu dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Grafik PengaruhSludgedan Pupuk Kandang Terhadap Konsentrasi Cu Gambar 3 menunjuukan bahwa semua perlakuan baik sludge maupun pupuk kandang dapat menurunkan konsentrasi Cu. Perbandingan dosis bahan amelioran yang lebih tinggi yaitu 50% terhadap tailing lebih efektif dalam penurunan konsentrasi Cu.
Analisis ragam menunjukan bahwa pemberian bahan amelioran dan waktu inkubasi berpengaruh nyata terhadap penurunan konsentrasi logam pada tailing (Tabel Lampiran 7). Perlakuan B, C, D, dan E berbeda nyata terhadap perlakuan A. Perlakuan B tidak berbeda nyata terhadap perlakuan D. Perlakuan C tidak berbeda nyata terhadap perlakuan E. Namun perlakuan C menunjukkan penurunan konsentrasi Cu tertinggi, yaitu sebesar 7,98% (dari 118,02 ppm menjadi 108,60 ppm).
4.1.3.5. Ag (Argentum)
Ag merupakan salah satu logam berat. Hasil analisis pengaruh bahan amelioran terhadap konsentrasi Ag dpat dilihat pada Gambar 4 (Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel Lampiran 8)
Gambar 4. Grafik PengaruhSludgedan Pupuk Kandang Terhadap Konsentrasi Ag Gambar 4 menunjukkan bahwa perlakuan amelioran sludge dan pupuk kandang dengan inkubasi hari ke-1, 7, dan 15 menaikkan konsentrasi padatailing. Konsentrasi Ag meningkat signifikan hingga mencapai konsentrasi tertinggi sebesar 28,18 ppm.
4.1.3.6. S (Sulfur)
Hasil analisis pemberian bahan amelioran terhadap penurunan konsentrasi S dapat dilihat pada Gambar 3. Pada Gambar terlihat penurunan konsentrasi S hingga inkubasi hari ke-15.
Analisis ragam (Tabel Lampiran 9) menunjukkan bahwa pemberian sludge dan pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan konsentrasi logam. Namun waktu inkubasi memberikan pengaruh dan berbeda nyata terhadap penurunan konsentrasi logam. Penurunan konsentrasi S tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan E pada inkubasi hari ke-15, yaitu sebesar 77,01% (dari 1536,99 ppm menjadi 353,33 ppm).
23
Gambar 5. Grafik PengaruhSludgedan Pupuk Kandang Terhadap Konsentrasi S
4.1.3.7. Sianida (CN)
Sianida digunakan dalam proses penambangan untuk memisahkan mineral yang dicari. Mineral yanng berhasil diperoleh hanya sekitar 2%-5% dari total batuan yang dihancurkan. Banyaknya sianida yang digunakan menyebabkan tailing berdampak buruk bagi lingkungan, sehingga Sianida termasuk dalam kelompok Limbah B3.
Hasil analisis pengaruh pemberian bahan amelioran terhadap penurunan sianida disajikan pada Tabel 4. Tabel menunjukkan bahwa semua perlakuan bahan amelioran terhadap tailing menurunkan konsentrasi sianida hingga <0,001 ppm pada inkubasi hari ke-15.
Tabel 4. PengaruhSludgedan Pupuk Kandang terhadap Konsentrasi Sianida (CN)
Perlakuan Konsentrasi CN (ppm)
Hari ke-1 Hari ke-7 Hari ke-15
A 0,76 0,05 0,05
B 0,1 0,13 < 0,001
C 0,03 0,21 < 0,001
D 0,18 0,21 < 0,001
4.1.4. Perubahan Sifat Biologi (Total Fungi dan Total Mikrob) pada Tailing Tambang Emas Setelah Penambahan Pupuk Kandang dan Sludge
Secara umum perlakuan bahan amelioran memiliki kecenderungan meningkatkan populasi mikroorganisme. Tabel 5 menunjukkan perubahan total fungi dan total mikrob padatailingtambang emas.
Tabel 5. Pengaruh Bahan Amelioran Terhadap Total Fungi dan Total Mikrob pada Inkubasi Hari ke-1 dan Hari ke-15
Perlakuan Total Fungi (SPK/gram) Total Mikrob (SPK/gram)
Hari ke-1 Hari ke-15 Hari ke-1 Hari ke-15
A 4 a 0 a 0 c 6,40 c
B 0 a 4,78 a 8,24 b 7,88 bc
C 0 a 4,40 a 9,02 a 7,08 c
D 4,74 a 4,70 a 6 c 8,10 b
E 0 a 3,70 a 6,85 c 8,38 a
Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama dalam kolom yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan taraf =5%
Isolasi total fungi dan total mikrob dilakukan pada inkubasi hari ke-1 dan hari ke-15. Nilai total fungi dan total mikrob (Tabel Lampiran 10) setelah dilakukan perhitungan logaritma dapat dilihat pada Tabel 5. Pertumbuhan fungi pada perlakuan inkubasi hari ke-1 dan ke-15 tidak berbeda nyata antar perlakuan. Meskipun tidak berbeda nyata, namun perlakuan B dapat meningkatkan total fungi tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan B pada inkubasi hari ke-15 dapat meningkatkan total fungi fungi mencapai nilai logaritma 4,78 SPK/gram.
Pertumbuhan total mikrob pada inkubasi hari ke-1 dan hari ke-15 terlihat berbeda nyata. Tabel 5 menunjukkan bahwa peningkatan total mikrob pada perlakuan D dan E seiring dengan lamanya waktu inkubasi, sedangkan perlakuan B dan C menurunkan total mikrob. Perlakuan E pada inkubasi hari ke-15 dapat meningkatkan total mikrob mencapai nilai logaritma 8,38 SPK/gram.
25