GAMBARAN UMUM KABUPATEN BANDUNG
KOMODITAS UNGGULAN Kolam
4. Perumahan Rakyat
Kondisi daerah Kabupaten Bandung terkait dengan urusan perumahan rakyat salah satunya dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut :
Persentase luas permukiman yang tertata
Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Salah satu masalah yang ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Bandung terkait dengan permukiman adalah penataan permukiman. Dari tahun 2006 sampai tahun 2010 luas permukiman yang tertata/terorganisir baru
seluas 11.649,05ha atau mencapai 81,84% dari total luas permukiman di wilayah
Kabupaten Bandung.
Tabel 2.28
Persentase Luas Permukiman yang Tertata di Kabupaten Bandung
No. Uraian 2009 2010
No. Uraian 2009 2010
(ha)
2. Total Luas area permukiman
(ha) 14.297,30 14.297,30
4. Persentase Luas Permukiman
yang Tertata 56,27 81,84
Sumber : Dinas Pertasih Kabupaten Bandung Tahun 2010, BAPPEDA Kabupaten Bandung 2010.
Rasio permukiman layak huni dan Rasio rumah layak huni
Permukiman dan rumah layak huni merupakan harapan dan idaman setiap insan. Pemerintah telah berupaya dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah dan kurang mampu, dengan tujuan mendorong masyarakat lain untuk berpartisipasi dan peduli terhadap sesama warga masyarakat tersebut.
Sampai tahun 2010, luas permukiman layak huni di Kabupaten Bandung mencapai 5.124,03 ha. Sedangkan jumlah rumah layak huni mencapai 831.988 buah dari 885.674 rumah tangga di Kabupaten Bandung.
Tabel 2.29
Jumlah Permukiman Dan Rumah Layak Huni di Kabupaten Bandung Tahun 2006 - 2010
No. Uraian 2009 2010
1. Luas permukiman layak huni (ha) 5.101,10 5.104,20 5.111,99 5.117,46 5.124,03 2. Luas wilayah permukiman (ha) 14.200,22 14.200,22 14.200,22 14.297,30 14.297,30 3. Persentase kawasan
permukiman layak huni
35,90 35,94 35,99
35,79 35,84 4. Jumlah rumah layak huni
(unit)
575,096 575,096 575,446
576,940 577,680 5. Jumlah rumah tangga
(RT)
- - -
885.674 831.988 6. Persentase rumah layak
huni
- - -
79,80% 85%
Sumber : Dinas Pertasih Kabupaten Bandung Tahun 2010 dan BPS Kabupaten Bandung.
Persentase rumah tangga berakses air Bersih
Pelayanan air bersih di Kabupaten Bandung dilakukan oleh PDAM, Dinas Permukiman, Tata Ruang dan Kebersihan (Dinas Pertasih) dan swadaya masyarakat. PDAM melayani penyediaan air bersih perkotaan sedangkan Dinas Pertasih melayani pembangunan sistem penyediaan air bersih perdesaan. Untuk melayani penyediaan air bersih perkotaan tersebut, PDAM memanfaatkan sumber air baku yang berasal
dari air permukaan, mata air dan sumur dalam, dan sistem yang digunakan adalah melalui pemasangan pipa air secara gravitasi.
Bentuk penyediaan air bersih perdesaan selain melalui pemasangan pipa secara gravitasi juga dilakukan melalui : pemasangan pompa, pembangunan sumur dalam, sumur dangkal serta pembangunan terminal air. Sumber air yang digunakan berasal dari mata air. Pengelolaan dan pemeliharaan air bersih perdesaan selanjutnya diserahkan pada desa masing-masing yang dikoordinir oleh LKMD atau BPABD. Pelayanan penyediaan air bersih oleh PDAM dan DinasPertasih belum menjangkau seluruh kota/desa/kelurahan/kecamatan di Kabupaten Bandung. Oleh karenanya Pemerintah mengharapkan agar penyediaan air bersih ini menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah dan masyarakat.
Cakupan pelayanan air bersih yang dilakukan Dinas Pertasih Kabupaten Bandung baru mencapai 9,96% (316.310 jiwa) terhadap total jumlah penduduk Kabupaten Bandung (3.174.499 jiwa),dan mencapai 13,69% terhadap total jumlah penduduk daerah pelayanan (2.310.587 jiwa), dengan jumlah desa yang telah mendapat pelayanan air bersih sebanyak 207 desa dari 276 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil survey/identifikasi yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Bandung dapat diketahui bahwa cakupan penyediaan air bersih atas swadaya masyarakat lebih besar bila dibandingkan dengan cakupan penyediaan air bersih oleh Pemerintah, sehingga cakupan keseluruhan penyediaan air bersih di Kabupaten Bandung sampai dengan tahun 2009 mencapai 94,03 %. Cakupan pelayanan ini lebih besar bila dibandingkan dengan tahun 2008 dan 2006, namun lebih kecil bila dibandingkan dengan tahun 2007.Cakupan pelayanan air bersih tahun 2006 mencapai 85,14 %, tahun 2007 mencapai 95,44 % dan tahun 2008 mencapai81,95 %.
Berikut adalah data tentang kondisi rumah tangga yang telah mendapatkan air bersih dalam kurun tahun 2006-2010.
Tabel 2.30
Jumlah Proporsi Rumah Tangga yang Mendapatkan Akses Air Bersih Di Kabupaten BandungTahun 2006 - 2010 NO Uraian 2006 2007 2008 2009 2010 1. Jumlah rumah tangga yang mendapatkan akses air bersih 645.006 746.481 669.368 832.806 763.184
2. Jumlah rumah tangga 757.594 782.127 816.832 885.674 831.988
3.
Persentase rumah tangga berakses air bersih
85,14 95,44 81,95 94,03 91,73
Sumber : BPS Kabupaten Bandung (Suseda Tahun 2006-2010).
Persentase rumah tinggal bersanitasi (Mempunyai Failitas Tempat Buang Air
Rumah tinggal berakses sanitasi sekurang-kurangnya mempunyai akses untuk memperoleh layanan sanitasi, sebagai berikut: 1) Fasilitas air bersih, 2) Pembuangan air besar/tinja, 3) Pembuangan air limbah (air bekas) dan 4) pembuangan sampah. Kesadaran masyarakat akan pentingnya rumah tinggal berakses sanitasi dasar (mempunyai fasilitas pembuangan air besar/tinja) sudah mulai membaik. Hal ini terlihat bahwa jumlah rumah di Kabupaten Bandung yang mempunyai akses sanitas (mempunyai fasilitas pembuangan air besar/tinja) telah mencapai95,98 % pada tahun 2006. Kondisi ini meningkat menjadi 98,47 % pada tahun 2009.
Berikut adalah data tentang kondisi rumah tinggal berakses sanitasi di Kabupaten Bandung selama kurun waktu 2006-2010.
Tabel 2.31
Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi
(Mempunyai Fasilitas Tempat Buang Air Besar/Tinja) di Kabupaten BandungTahun 2006 - 2010 No. Uraian 2006 2007 2008 2009 2010 1. Jumlah rumah tinggal yang mempunyai fasilitas pembuangan air besar/tinja 727.175 734.984 802.872 872.082 797.392 2. Jumlah rumah tangga 757.594 782.127 816.832 885.674 831.988 3. Persentase 95,98 93,97 98,29 98,47 95,84
Sumber : BPS Kabupaten Bandung (Suseda Tahun 2006-2010).
Cakupan pelayanan bencana kebakaran di Kabupaten Bandung
Jumlah mobil pemadam kebakaran yang ada di Kabupaten Bandung pada tahun 2010 sebanyak 7 (tujuh) unit dan jumlah wilayah manajemen kebakaran (WMK) dengan pendekatan jumlah Pos Damkar saat ini hanya berjumlah 3 pos. Jumlah ini tidak meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (2006-2009). Adapun luas wilayah Kabupaten Bandung adalah 176.238,67 ha, dengan jumlah penduduk sebanyak 3.215.548jiwa. Jumlah peristiwa kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2010 sebanyak 168 kali. Dari data ini dapat diketahui rasio mobil pemadam kebakaran terhadap luas wilayah Kabupaten Bandung, yaitu 1 : 25.177. Ini artinya bahwa satu mobil pemadam kebakaran harus melayani area Kabupaten Bandung seluas 25.177 ha.
Aspek penilaian pelayanan penanggulangan bencana kebakaran ditetapkan dalam standar pelayanan minimal (SPM) yang tertuang dalam Permendagri no. 62 tahun 2008 yang mengacu pada 2 aspek penilaian yaitu : Cakupan Pelayanan Bencana Kebakaran dan Tingkat Waktu Tanggap (Respon Time) Penanggulangan Kebakaran. Dengan kondisi jumlah mobil pemadam kebakaran dan jumlah wilayah manajemen kebakaran (WMK) serta jumlah Pos Damkar saat ini, maka cakupan pelayanan kebakaran di Kabupaten Bandung tahun 2006-2010 baru mencapai 30,06 % dengan
tingkat waktu tanggap (respon time) penanggulangan kebakaran rata-rata di atas 25 menit (standar yang ditetapkan dalam Permendagri No. 62 tahun 2008 adalah 15 menit). Tingkat cakupan pelayanan kebakaran didefinisikan sebagai presentase kondisi existing wilayah manajemen kebakaran (WMK) atau Pos Damkar dibandingkan dengan luas wilayah Kabupaten Bandung yang terlayani. Nilai presentase cakupan pelayanan kebakaran akan tetap/konstan apabila jumlah WMK atau Pos Damkar berjumlah tetap/tidak ada penambahan (standard presentase cakupan pelayanan kebakaran yang ditetapkan dalam Permendagri no. 62 tahun 2008 adalah mencapai 75 % ).
Berikut secara lengkap disajikan data mengenai cakupan pelayanan bencana kebakaran di Kabupaten Bandung selama kurun waktu tahun 2006-2010.
Tabel 2.32
Cakupan Pelayanan Bencana Kebakaran di Kabupaten BandungTahun 2006 - 2010 No Uraian 2006 2007 2008 2009 2010 1. Jumlah Mobil Pemadam Kebakaran (unit) 7 7 7 7 7 2. Jumlah Penduduk (jiwa) 2.945.174 3.038.082 3.127.008 3.172.860 3.215.548 3. Luas Wilayah Kab.
Bandung (ha) 176.238,67 176.238,67 176.238,67 176.238,67 176.238,67 4. Jumlah Kejadian
Kebakaran (kali) 276 184 173 172 168
5. Rasio Mobil Pemadam Kebakaran terhadap Luas Wil Kab Bdg
1 : 25.177 1 : 25.177 1 : 25.177 1 : 25.177 1:25.177 6. Persentase Tingkat Cakupan Pelayanan Kebakaran di Kab. Bandung 30,06 30,06 30,06 30,06 30,06%
Sumber : Dinas Pertasih Kabupaten Bandung Tahun 2010.