• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perumusan strategis merupakan salah satu jenis perencanaan yang perlu dibuat oleh pemerintah daerah dalam rangka menentukan strategi-strategi yang efektif untuk digunakan dalam mengembangkan sektor ini karena lebih bersifat komprehensif dalam arti lebih memfokuskan pada analisis lingkungan secara keseluruhan, baik lingkungan eksternal maupun lingkungan internal. Keputusan-keputusan tersebut perlu dilihat dari sudut pandang misi, tujuan, strategi dan kebijakan organisasi, untuk mengetahui cara-cara perumusan strategi yang paling cocok.

87 Strategi umum (grand strategy) sering dinamai strategi induk (master), memberikan arah bagi tindakan-tindakan strategik yang merupakan penyatu arah untuk mencapai sasaran jangka panjang. Maka sebelum merumuskan strategi induk diperlukan analisis untuk level tersebut di atas. Demikian juga untuk identifikasi strategi perlu dilakukan analisis untuk mengetahui berbagai alternatif strategi fungsional terlebih dahulu, maka teknik analisis yang digunakan sesuai dengan yang diterapkan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan melakukan teknik analisa pembuatan strategi dengan analisis matriks SWOT untuk level fungsi strategi generik yang merupakan suatu pendekatan dalam rangka menganalisa isu-isu strategis untuk selanjutnya diimplementasi dalam strategi utama sesuai visi misi organisasi.

6.1. Metode Analisis SWOT Untuk Penyusunan Konsep Pengembangan Potensi Pariwisata

Analisis dengan matriks SWOT bertujuan untuk mengidentifikasikan alternatif-alternatif strategi yang secara intuitif dirasakan feasible dan sesuai untuk dilaksanakan. Yang perlu diingat bahwa semua alternatif strategi harus dikaitkan dengan sasaran yang telah disepakati dan tertulis di matriks SWOT. Dalam penyusunannya dipertimbangkan berbagai kondisi internal lokasi, yaitu strength dan weakness serta kondisi eksternal, yaitu opportunity dan threat diharapkan akan diketahui apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang mungkin muncul dan dihadapi dalam menentukan keberhasilan dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Gowa. Selanjutnya hasil analisis ini dipakai sebagai dasar untuk

88 menyusun strategi dan operasionalisasi pengusahaan pengembangan pariwisata dimasa yang akan datang. Dari analisis ini akan ditarik kesimpulan bagaimana pengembangan pariwisata khususnya model strategi yang digunakan di Kabupaten Gowa.

Berdasarkan keterangan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Rimba Alam A.Pangerang, M.Si. mengenai analisis yang digunakan dalam proses penyusunan strategis, yang menyatakan bahwa:

“Analisis yang digunakan dalam mengidentifikasi dan merumuskan program-program untuk perumusan strategi pengembangan sektor kepariwisataan di Kabupaten Gowa adalah dengan menggunakan analisis situasi (SWOT) yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan identifikasi potensi kepariwisataan menggunakan skala prioritas.”

Dalam hal ini Seksi Bidang Usaha Pariwisata, A. Tenri, SE, juga mengungkapkan:

“Berbagai upaya strategis yang dapat dilakukan untuk memajukan kepariwisataan daerah antara lain dengan mengidentifikasi dan menggali potensi pasar dan ODTW yang ada. Langkah ini harus dilakukan dengan cermat agar dapat mengetahui secara keseluruhan mengenai kekuatan, potensi dan daya tarik wisata yang dimiliki.”

Data yang diperoleh dari analisis situasi (situation analysis) berdasarkan identifikasi faktor eksternal dan internal dianalisa dan dikaji dengan cara menganalisis faktor lingkungan internal (kekuatan, kelemahan), dan faktor lingkungan eksternal (peluang, ancaman) yang ada atau dengan menggunakan analisis SWOT, selain itu analisis tersebut digunakan untuk mengetahui peluang pengembangan yang dapat digali di kawasan pariwisata Kabupaten Gowa.

Adapun matriks alternatif strategi tersebut dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

89

Tabel (08) Matriks SWOT Pariwisata Kabupaten Gowa

Internal Kekuatan (Strengths)

1. Potensi seni budaya yang mengakar pada masyarakat 2. Potensi alam sebagai unsur wisata lingkungan dan

petualangan

3. Gowa berdekatan dengan pintu gerbang tujuan wisatawan nusantara Makassar dan Toraja

4. Perhatian pemerintah daerah dalam bidang pariwisata dinyalakan pariwisata sebagai salah satu visi

5. Kawasan pendidikan Samata sebagai sebagai salah satu visi

6. Kawasan pendidikan Samata sebagai unsur stimulasi promosi Gowa

7. Dengan otonomi daerah PEMDA akan mampu meningkatkan pembangunan destinasi baru khususnya pengembangan obyek dan daya tarik wisata, usaha jasa dan sarana wisata

8. Adanya masterplan atau rencana pengembangan pariwisata Kabupaten Gowa secara terpadu (RIPPDA Kabupaten Gowa)

9. Telah tersedianya standart, pedoman teknis, kriteria dan prosedur pengelolaan kebudayaan dan pariwisata 10. Potensi ekonomi pariwisata relatif besar dan menjanjikan

untuk meningkatkan lapangan usaha dan lapangan kerja, pemerintah berusaha untuk memberikan kemudahan agar pengusaha tertarik untuk berusaha di bidang pariwisata, dan sebaliknya para pengusaha sendiri berminat cukup besar untuk mengembangkan usahanya di bidang pariwisata, sehingga jumlah usaha pariwisata semakin meningkat 11. Adanya sarana informasi kepariwisataan bagi masyarakat 12. Adanya jalinan kerja sama yang harmonis antara

Pemerintah Daerah, pelaku pariwisata dan komponen pariwisata untuk menyamakan presepsi dalam meningkatkan pembangunan pariwisata

13. Tersedianya teknologi informasi dan telekomunikasi untuk melakukan promosi

14. Tersedianya sumber daya manusia kepariwisataan 15. Memiliki potensi alam/wisata, seni dan budaya tradisi yang

beraneka ragam dan peninggalan sejarah serta atraksi wisata

16. Tersedia fasilitas pendukung yang memadai seperti Hotel, Restoran, Perbankan, dll

17. Adanya sarana transportasi yang memadai ke Kabupaten

Kelemahan (Weaknesses)

1. Obyek dan daya tarik wisata kurang memiliki daya saing baik dari sisi fasilitas, penataan lingkungan dan pengolahan 2. Beberapa ruas jalan menuju ODTW baik alam maupun

budaya kurang memadai (jalan pengerasan/tanah) 3. Kekayaan kesenian belum secara optimal dimanfaatkan,

terutama bagi pagelaran kesenian yang regular dan bersifat setiap saat dapat disajikan

4. Promosi pariwisata Gowa sangat terbatas dan peran promosi masih dianggap sebagai sesuatu yang mahal dan mubassir 5. Kurang memadainya kegiatan promosi dan penyebaran

pariwisata Kabupaten Gowa ke luar daerah

6. Perlindungan terhadap Benda-benda Cagar Budaya (BCB) yang terbesar diberbagai tempat belum terintervikasi dan perlindungan hukum

7. Arus lalu lintas dari ibu Kota Kabupaten dengan kawasan wisata malino agak berjauhan

8. Lemahnya investasi swasta sektor pariwisata, berakibat kepada kurang berkembangnya usaha pariwisata. 9. Database kebudayaan dan pariwisata yang tersedia belum

mampu mendukung kebutuhan dalam proses pengambilan keputusan pembangunan sektor kebudayaan dan pariwisata yang aktual

10. Masih rendahnya apresiasi dan kecintaan terhadap budaya dan produk lokal

11. Kurang tersosialisainya standar, pedoman teknis, kriteria dan prosedur pengembangan nilai budaya

12. Rendahnya pengelolaan destinasi pariwisata khususnya dalam pengemasan daya tarik wisata kedalam produk pariwisata dan paket-paket wisata

13. Belum optimalnya peran masyarakat dan insan pariwisata dalam pembangunan kepariwisataan

14. Belum efektifnya upaya pemasaran produk dan paket wisata 15. Obyek dan daya tarik wisata belum tertata secara optimal 16. Belum optimalnya pola kemitraan masyarakat di bidang

kepariwisataan

17. Kurangnya aksesisbilitas menuju obyek wisata dan daya tarik wisata potensial

18. Belum optimalnya pengelolaan usaha jasa dan sarana wisata 19. Kualitas sumber daya manusia yang belum memadai 20. Biro perjalanan atau paket wisata yang melayani wisatawan

90

Eksternal

Gowa

18. Keramahtamahan penduduk atau masyarakat Kabupaten Gowa

19. Keamanan dan stabilitas yang cukup baik

20. Pelayanan umum (polisi, Kantor pos, telepon) yang baik

masih sangat terbatas

21. Belum adanya kegiatan pemasaran pariwisata terpadu 22. Paket wisata yang dijual masih terbatas dan diantaranya ada

yang masih belum siap dijual

23. Pelayanan jasa perjalanan wisata, kemampuan pramuwisata belum sesuai dengan keinginan wisatawan memadai

24. Kuantitas dan kualitas barang-barang cinderamata yang dijual masih terbatas

25. Angkutan umum untuk menuju objek wisata belum memadai 26. Sarana dan prasarana pariwisata belum memadai

27. Terbatasnya sumber daya manusia professional yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja pariwisata sebagai suatu industri di Kabupaten Gowa

28. Masih kurangnya minat investor untuk membuka usaha di Kabupaten Gowa

29. Belum adanya produk usaha jasa dan sarana yang berdaya saing tinggi

Peluang (Opportunuties)

1. Trend wisata lingkungan dan wisata petualangan dimasa mendatang cukup baik bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

2. Perkembangan penduduk, pendapatan masyarakat, serta keterbatasan lahan rekreasi Kota Makassar 3. Keanekaragaman potensi seni budaya akan membentuk

produk wisata alternatif

4. Kawasan Mamminasata akan menjadi pasar potensial bagi perkembangan kunjungan wisatawan ke Gowa 5. Jarak jangkauan satu desa dengan desa yang lain yang

memiliki ODTW yang cukup dekat, memungkinkan untuk terbentuknya program tour yang berkesinambungan 6. Dengan semakin matangnya proses kehidupan

berdemokrasi maka membuka kesempatan yang besar bagi seniman dan budayawan dalam menciptakan karya seni budaya

7. Semakin tersegmentasinya wisatawan yang memiliki motivasi khusus, menuntut destinasi yang mampu menawarkan keanekaragaman produk pariwisata 8. Adanya peluang dengan manfaat tehnologi informasi dan

komunikasi dalam upaya mempromosikan potensi kepariwisataan Kabupaten Gowa.

9. Terbukanya kesempatan untuk mengembangkan peningkatan obyek dan daya tarik wisata 10. Adanya komitmen bersama dan terpadu antara

Strengths – Opportunuties (SO) Strategi SO

Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang

- Mengembangkan dan melestarikan obyek dan daya tarik wisata serta menciptakan destinasi wisata baru

- Meningkatkan sarana dan prasarana pariwisata, serta akses destinasi yang mudah

- Meningkatnya aktivitas seniman dan budayawan dalam menunjang pariwisata

- Memanfaatkan alam dan lingkungannya sebagai kawasan wisata lingkungan yang di dukung oleh potensi produk wisata lingkungan

- Menyediakan data dan informasi daerah Kabupaten Gowa sebagai media promosi dan event kepariwisataan - Mengutamakan prinsip kenyamanan dan pelayanan pada

tiap destinasi wisata

- Menawarkan ODTW seperti keindahan bentang alam, produk wisata unggulan untuk menarik wisatawan - Mengadakan kerjasama dengan para stakeholders

pemerintah maupun swasta, untuk mengelola kawasan wisata

- Mengikutsertakan masyarakat dalam kegiatan pariwisata, seperti mengadakan pagelaran kesenian daerah setempat - Melakukan promosi secara intensif dan terus menerus, baik

melalui mass media, televisi, maupun internet

Weaknesses – Opportunuties (WO) Strategi WO

Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang

- Menyusun standarisasi ODTW pada setiap kawasan wisata - Meningkatkan aksebilitas dan akomodasi objek wisata - Mengoptimalkan promosi dan pemasaran ODTW yang inovatif - Menempatkan pengusaha sebagai mitra dalam

pengembangan usaha pariwisata

- Meningkatkan sosialisasi sadar wisata serta menggali potensi wisata kepada masyarakat

- Menyusun paket program tour wisata antar daerah yang berbasis wisata alam dan sejarah yang menarik

- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata yang profesional dan berkemampuan tinggi

- Menyusun kriteria dan jenis usaha pariwisata yang berorientasi pada investasi dan regulasi dalam usaha Pariwisata

- Pengembangan sarana-prasarana pendukung wisata yang efektif

- Meningkatkan iklim investasi, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap masyarakat sekitar kawasan ODTW maupun pengusaha wisata

- Memotivasi masyarakat agar turut berperan aktif dalam pengembangan pembuatan industri rumah tangga yang memiliki ciri khas kawasan wisata

91 pemerintah sebagai fasilitator dengan masyarakat dan

swasta untuk memajukan pembangunan kepariwisataan 11. Terbukanya kesempatan bagi aparat pariwisata dalam

mengembangkan sumber dayanya

12. Adanya kerjasama kelompok pariwisata atau instansi terkait

13. Kebijakan pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata yakni membangun Kabupaten Gowa terdepan dalam bidang industri pariwisata berbasis budaya dan sejarah

14. Pertumbuhan ekonomi dan deregulasi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gowa memberikan peluang dalam bidang pariwisata

15. Pencanangan Pekan Budaya Kabupaten Gowa Ancaman (Threats)

1. Kelestarian lingkungan akan terancam oleh kepentingan lain yang menghasilkan pendapatan lebih besar 2. Kawasan Mamminasata yang memiliki kekuatan pasar

wisatawan akan menjadi kekuatan pasar daerah lain 3. Gowa akan menjadi Tourist Generating bagi daerah lain 4. Promosi yang kurang gencar berakibat kepada kelesuan

bisnis usaha pariwisata

5. Masyarakat Gowa akan kehilangan nuansa ke-Gowaan tanpa pemulian dan pengkayaan budaya Gowa 6. Kurangya pemahaman masyarakat terhadap pelestarian

(BCB) benda cagar budaya

7. Lemahnya SDM pengelola peninggalan sejarah kepurbakalaan dan budaya lokal, serta pengelolaan obyek dan daya tarik wisata

8. Apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap budaya dan produk dalam negeri masih rendah antara lain karena keterbatasan informasi

9. Pembangunan destinasi yang kurang memperhatikan aspek kepentingan dan manfaat bagi masyarakat lokal 10. Adanya kesamaan potensi kepariwisataan dengan

daerah lain

11. Masuknya pengaruh budaya asing yang berkembang di masyarakat

12. Meningkatnya minat masyarakat sendiri untuk melakukan perjalanan wisata ke daerah lain

Strengths – Threats (ST) Strategi ST

Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman

- Mengembangkan kearifan lokal masyarakat Gowa sebagai prinsip pengembangan pariwisata daerah

- Mengembangkan inovasi pariwisata berbasis budaya dan sejarah Gowa

- Meningkatkan kesadaran dan peduli pariwisata kepada masyarakat

- Mempertahankan dan mengembangkan nilai -nilai positif dari budaya berkembang dalam masyarakat

- Mengembangkan jejaring dan membangun keterlibatan masyarakat dalam usaha wisata secara efisien dan efektif - Mengembangan produk yang fokus terhadap karakteristik

spesifik potensi daya dukung wisata

- Melakukan pengawasan dan bertindak tegas terhadap pengusaha wisata agar tidak merusak tatanan ekosistem yang ada

- Memotivasi masyarakat setempat dengan memberikan pengarahan dan pengawasan agar budaya asli daerah setempat tidak tergeser atau tercemari oleh budaya asing - Meningkatkan inovasi dalam pengemasan produk wisata - Mengadakan kegiatan pembinaan kepada masyarakat

dengan membentuk kelompok sadar wisata

- mengoptimalisasi potensi budaya, alam dan keunikan lokal sebagai obyek wisata agar mampu bersaing dengan obyek wisata yang ada di kabupaten lain

Weaknesses – Threats (WT) Strategi WT

Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman

- Mengoptimalkan pengawasan secara berkesinambungan dalam rangka pengembangan efektivitas dan pengendalian pembangunan pariwisata

- Mewujudkan keharmonisan pengembangan tata ruang dengan unsur-unsur kebudayaan

- Mengembangkan jaringan hubungan kemitraan yang berbasis kerakyatan

- Menempatkan pengusaha sebagai mitra dalam pengembangan usaha pariwisata

- Meningkatkan koordinasi dan keterpaduan program antara stakeholder maupun sektor terkait

- Meningkatkan akses antar daerah yang memiliki potensi wisata

- Mendorong tersedianya aksebilitas secara bertahap di dan ke kawasan wisata

- Melestarikan obyek dan daya tarik wisata pada setiap kawasan

- mengembangkan kerjasama dengan para investor untuk pembangunan kawasan wisata inovatif dan ramah lingkungan - Menjalin kerjasama dengan pihak terkait (Pemda, Dinas

Pariwisata, dan Pengusaha wisata) untuk membangun kepariwisataan yang aman, nyaman, berkelanjutan dan lestari

- Memberikan pembinaan, pengarahan dan membangun persepsi masyarakat arti dan pentingnya keberadaan ODTW

92 Berdasarkan hasil uraian terhadap kajian aspek lingkungan internal dan eksternal di atas maka terdapat sejumlah indikator yang mempengaruhi dan menghambat dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan sehingga secara keseluruhan dapat diambil langkah-langkah dalam menanggulangi masalah atau hambatan yang negatif terhadap pengembangan pariwisata serta untuk penciptaan strategi pengembangan potensi pariwisata dalam rangka menunjang aktivitas kepariwisataan. Untuk memenuhi syarat-syarat strategi pengelolaan pariwisata yang baik, maka hambatan-hambatan tersebut perlu menjadi pertimbangan, dalam rangka membangun sistem perencanaan pembangunan pariwisata daerah yang profesional, baik yang sifatnya internal maupun eksternal organisasi.

Dari hasil analisa SWOT menghasilkan empat (4) kemungkinan prioritas strategi alternatif, yaitu:

1. Strategi SO (Strength and Opportunities), yaitu strategi yang mengoptimalkan kekuatan (strength) untuk memanfaatkan peluang (opportunities), ialah:

a. Mengembangkan dan melestarikan obyek dan daya tarik wisata serta menciptakan destinasi wisata baru

b. Meningkatkan sarana dan prasarana pariwisata, serta akses destinasi yang mudah

c. Meningkatnya aktivitas seniman dan budayawan dalam menunjang pariwisata

d. Memanfaatkan alam dan lingkungannya sebagai kawasan wisata lingkungan yang di dukung oleh potensi produk wisata lingkungan

93 e. Menyediakan data dan informasi daerah Kabupaten Gowa sebagai

media promosi dan event kepariwisataan

f. Mengutamakan prinsip kenyamanan dan pelayanan pada tiap destinasi wisata

g. Menawarkan ODTW seperti keindahan bentang alam, produk wisata unggulan untuk menarik wisatawan

h. Mengadakan kerjasama dengan para stakeholders pemerintah maupun swasta, untuk mengelola kawasan wisata

i. Mengikutsertakan masyarakat dalam kegiatan pariwisata, seperti mengadakan pagelaran kesenian daerah setempat

j. Melakukan promosi secara intensif dan terus menerus, baik melalui mass media, televisi, maupun internet

2. Strategi WO (Weaknesses and Opportunities), yaitu strategi yang meminimalkan kelemahan (weaknesses) untuk memanfaatkan peluang (opportunities), ialah:

a. Menyusun standarisasi ODTW pada setiap kawasan wisata b. Meningkatkan aksebilitas dan akomodasi objek wisata

c. Mengoptimalkan promosi dan pemasaran ODTW yang inovatif

d. Menempatkan pengusaha sebagai mitra dalam pengembangan usaha pariwisata

e. Meningkatkan sosialisasi sadar wisata serta menggali potensi wisata kepada masyarakat

f. Menyusun paket program tour wisata antar daerah yang berbasis wisata alam dan sejarah yang menarik

94 g. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata yang

profesional dan berkemampuan tinggi

h. Menyusun kriteria dan jenis usaha pariwisata yang berorientasi pada investasi dan regulasi dalam usaha Pariwisata

i. Pengembangan sarana-prasarana pendukung wisata yang efektif j. Meningkatkan iklim investasi, melakukan pembinaan dan pengawasan

terhadap masyarakat sekitar kawasan ODTW maupun pengusaha wisata

k. Memotivasi masyarakat agar turut berperan aktif dalam pengembangan pembuatan industri rumah tangga yang memiliki ciri khas kawasan wisata

3. Strategi ST (Strength and Threats), yaitu strategi yang menggunakan kekuatan (strength) untuk mengatasi ancaman (threats), ialah:

a. Mengembangkan kearifan lokal masyarakat Gowa sebagai prinsip pengembangan pariwisata daerah

b. Mengembangkan inovasi pariwisata berbasis budaya dan sejarah Gowa c. Meningkatkan kesadaran dan peduli pariwisata kepada masyarakat d. Mempertahankan dan mengembangkan nilai -nilai positif dari budaya

berkembang dalam masyarakat

e. Mengembangkan jejaring dan membangun keterlibatan masyarakat dalam usaha wisata secara efisien dan efektif

f. Mengembangan produk yang fokus terhadap karakteristik spesifik potensi daya dukung wisata

95 g. Melakukan pengawasan dan bertindak tegas terhadap pengusaha

wisata agar tidak merusak tatanan ekosistem yang ada

h. Memotivasi masyarakat setempat dengan memberikan pengarahan dan pengawasan agar budaya asli daerah setempat tidak tergeser atau tercemari oleh budaya asing

i. Meningkatkan inovasi dalam pengemasan produk wisata

j. Mengadakan kegiatan pembinaan kepada masyarakat dengan membentuk kelompok sadar wisata

k. mengoptimalisasi potensi budaya, alam dan keunikan lokal sebagai obyek wisata agar mampu bersaing dengan obyek wisata yang ada di kabupaten lain

4. Strategi WT (Weaknesses and Threats), yaitu strategi yang meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan menghindari ancaman (threats), ialah:

a. Mengoptimalkan pengawasan secara berkesinambungan dalam rangka pengembangan efektivitas dan pengendalian pembangunan pariwisata b. Mewujudkan keharmonisan pengembangan tata ruang dengan

unsur-unsur kebudayaan

c. Mengembangkan jaringan hubungan kemitraan yang berbasis kerakyatan

d. Menempatkan pengusaha sebagai mitra dalam pengembangan usaha pariwisata

e. Meningkatkan koordinasi dan keterpaduan program antara stakeholder maupun sektor terkait

96 f. Meningkatkan akses antar daerah yang memiliki potensi wisata

g. Mendorong tersedianya aksebilitas secara bertahap di dan ke kawasan wisata

h. Melestarikan obyek dan daya tarik wisata pada setiap kawasan

i. mengembangkan kerjasama dengan para investor untuk pembangunan kawasan wisata inovatif dan ramah lingkungan

j. Menjalin kerjasama dengan pihak terkait (Pemda, Dinas Pariwisata, dan Pengusaha wisata) untuk membangun kepariwisataan yang aman, nyaman, berkelanjutan dan lestari

k. Memberikan pembinaan, pengarahan dan membangun persepsi masyarakat arti dan pentingnya keberadaan ODTW

Dari hasil analisa terhadap prioritas strategi yang ada, maka pengelolaan kawasan pariwisata yang ada di Kabupaten Gowa masuk ke dalam Kuadran Pertama pada diagram SWOT, alternatif strategi yang digunakan adalah SO (Strength and Opportunities), dengan pertimbangan bahwa kawasan wisata Kabupaten Gowa mempunyai potensi yang banyak dan besar untuk dikembangkan akan tetapi belum termanfaatkan secara optimal, untuk itu dalam upaya mengembangkan kawasan wisata Kabupaten Gowa harus menciptakan strategi dengan menggunakan kekuatan (strength) untuk memanfaatkan peluang (opportunities) sementara itu kekuatan ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kelemahan yang dimiliki, sehingga hendaknya dapat menjadi perangsang dan motivasi bagi semua stakeholder untuk mencari solusi terhadap kelemahan-kelemahan tersebut. Kekuatan ini

97 pula juga dapat dipakai untuk mengurangi ancaman-ancaman yang datang dari luar.

Oleh karenanya atas dasar hasil analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal (SWOT) tersebut di atas, maka model pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata di Kabupaten Gowa diarahkan pada: 1. Sistem regulasi dan pengawasan terpadu

2. Peningkatan sarana dan prasarana 3. Penguatan kelembagaan

4. Peningkatan kapabilitas SDM

5. Pemasaran jenis usaha dan promosi paket wisata 6. Identifikasi dampak pengelolaan kawasan Wisata

7. Pemberdayaan masyarakat sekitar dan keterpaduan peran stakeholders dalam peningkatan Investasi

6.2. Strategi Pengembangan Potensi Kepariwisataan

Berdasarkan uraian hasil identifikasi terhadap isu-isu strategis di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang memiliki dan merupakan potensi yang dapat dijadikan peluang jangka panjang yang dapat memberikan pengaruh terhadap proses pengembangan pariwisata daerah di Kabupaten Gowa, tetapi di sisi lain peluang tersebut masih sangat minim untuk dipandang sebagai alat untuk penguatan terhadap kekuatan yang ada agar dapat memaksimalkan visi misi yang telah ditetapkan sebelumya, sehingga tujuan-tujuan organisasi tersebut dapat tercapai secara lebih maksimal dan komprehensif, terutama dalam perumusan dan pengambilan strategi dan pengembangan alternatif-alternatif strategi serta variasinya.

98 Strategi pengembangan Kawasan Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) meliputi:

1) Aspek Regulasi. Penguatan Instrumen kebijakan dan penguatan sistem regulasi pariwisata dalam pemanfaatan dan pengembangan fungsi kawasan untuk mendukung potensi pariwisata.

Kelemahan yang mendasar pada birokrasi tidak lain adalah kelemahan dalam sistem koordinasi. Pada pemerintahan sekarang ini, banyak kebijakan lintas sektoral yang terbengkalai karena masalah birokrasi. Jika hendak mengatasi masalah itu, kita perlu membangun sistem koordinasi yang diwajibkan UU agar sektor terkait memberikan dukungan kuat terhadap kebijakan dan program untuk pencapaian tujuan dan sasaran pariwisata serta efektif untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

Hal ini Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Rimba Alam A.Pangerang, M.Si, yang menyatakan bahwa:

“Pemerintah daerah sebagai fasilitator turut mendukung dengan kebijakan melalui regulasi atau peraturan daerah yang dapat mengakomodasi industri pariwisata di Kabupaten Gowa.”

Demikian pula keterangan yang diungkapkan oleh Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan, Andi Baso Makkulau, yang menyatakan bahwa:

“Dalam menjalankan perannya, pemerintah harus menerapkan konsep dan peraturan serta panduan yang berlaku dalam pengembangan pariwisata agar mampu mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang nantinya

Dokumen terkait