• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Perusahaan Importir dan Negara Asal Impor

Membeli kentang dari perusahaan importer atau menjadi perusahaan impotei adalah salah satu cara mendapatkan barang dagang di Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang. Untuk menjadi sebuah perusahaan importir, ada

beberapa prosedur waji dimiliki yang diterapkan oleh Kementerian

Perdagangan Indonesia, seperti :

a. Memiliki perusahaan berbadan hukum yang mempunyai akte

pendirian, NPWP, SIUP, tanda daftar perusahaan (TDP), surat keterangan domisili perusahaan, dan dokumen dasar lainnya sebagai perusahaan.

b. Memiliki dokumen Angka Pengenal Impor (API) yang nomor

registrasinya dikeluarkan Kementerian Perdagangan dan Disperindag.

c. Memiliki Nomor Induk Kepabeanan (NIK) dan Nomor Pengenal

Impor Khusus (NPIK).

d. Khusus untuk makanan dan minuman harus memiliki jaminan di

kantor Bea Cukai serta mempunyai label Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM).

e. Memiliki bukti kerjasama penjualan Produk Hortikultura paling sedikit

dengan 3 (tiga) distributor selama paling sedikit 1 (satu) tahun.

f. Memiliki bukti pegalaman sebagai distributor Produk Hortikultura

selama 1 (satu) tahun.

g. Memiliki bukti kepemilikan tempat penyimpanan dan alat transportasi

yang sesuai dengan karakteristik Produk Hortikultura yang di impor.

h. Membuat surat pernyataan bermaterai cukup yang menyatakan bahwa

tidak menjual Produk Hortikultura kepada konsumen langsung atau

pengecer (retailer).

Berdasarkan data dari PT. Setia Guna Sejati (SGS) Indonesia yang

merupakan salah satu Badan Sertifikasi terbesar di Indonesia, beberapa perusahaan pengimpor komoditi kentang terbesar adalah sebagai berikut:

a. PT. Indofood Fritolay Makmur

Sudirman Plaza Indofood Tower 23rd Floor

Jl. Jend. Sudirman Kav 76-78, Jakarta, Indonesia

Tel : 021 - 5795 8822, Fax : 021- 5793 7494

b. PT. Tunas Sumber Rejeki

Ruko Perkantoran CBD Pluit

Jl. Pluit Selatan Raya, Blok C-20, Jakarta, Indonesia

Tel : 021 – 6667 3016

c. PT. Corona Prajitna

Jl. Gedong Panjang Np. 68 A, Jakarta, Indonesia

Tel : 021 – 669 0704/ 669 6105

Jl. KL. Yos Sudarso No. 38J, Medan, Sumatra Utara, Indonesia

Tel : 061 – 662 8228, Mob : 0812 6000 2727

e. PT. Oscar Karunia Cemerlang

Jl. Pasar Pelita V89, Kabupaten Bintan, Pulau Batam, Kepulauan Riau

Tel : 0778 – 455822, Mob : 08217989 0899

f. PT. Segar Prima Jaya

Komp. Windsor Square, Blok A no. 95-96, Nagoya, Batam (Belakang Avava Fresh Market)

g. Lintas Buana Unggul

Kantor Pusat : Jl. Perak Timur 512 Blok C9, Surabaya

Tel : 031 – 329 2260

Kantor Cabang : Jl. Pangerang Jayakarta no. 68, Blok A16, Jakarta

Pusat

Tel : 021 – 625 2404

Memilih sentra produksi sebagai mitra menjadi pilihan bijak dalam kesuksesan pembentukan usaha ini. Ketergantungan pada pembelian kentang

impor hanya membantu meringankan permasalahan supply and demand hasil

pertanian Indonesia secara jangka pendek saja, namun permasalah tersebut akan muncul kembali dan semakin membesar dikemudian harinya. Namun menjadikan sentra produksi sebagai mitra dalam pengadaan input barang dagang, harus dibekali dengan informasi yang mempuni agar menjadikan kemitraan yang terbentuk secara mutualisme. Oleh karena itu diperlukan informasi dari analisis usahatani sederhana dari komoditi ini dan merancang model sistem kemitraan yang kooperatif.

Analisis Usahatani Sederhana

Selain informasi mengenai karakteristik sentra produksi untuk penanaman kentang, untuk menghasilkan kentang berkualitas dan memiliki produktivitas

yang optimal diperlukan adanya SOP (Standart Operasional Prosedure) dalam

aktivitas budidaya. Pelaksanaan SOP yang baik dapat menghasilkan produktivitas lebih dari 21-35 ton/ha, dengan tingkat kehilangan hasil lebih kecil 10 persen, dan kualitas umbi sesuai standar pasar mencapai 90 persen. Kegiatan SOP tersebut diatara lain adalah sebagai berikut :

a. Penyiapan lahan

b. Pengolahan tanah

Salah satu upaya pembuatan lahan pertanaman menjadi siap tanam adalah dengan cara mengolah tanah sampai gembur dan diratakan, membuat parit dan garitan dengan bentuk membujur atau disesuaikan dengan denah/letak lahan terutama bila tidak persegi dan dengan arah datangnya sinar matahari.

c. Penyiapan jarak tanam

Penetapan jarak tanam adalah membuat tanda jarak tanam yang memungkinkan untuk pertumbuhan perakaran dan umbi agar berkembang secara normal dan optimal. Cara ini bertujuan agar tempat benih dan pupuk dengan jarak yang sama pada seluruh garitan.

Menyiapkan benih bermutu dari varietas unggul, semua dapat dilihat dari sertifikasi dan labeling pada kemasan bibit. Biasanya bibit varietas unggul memiliki tingkat keseragaman yang tinggi, berproduktivitas tinggi dan sehat.

e. Pemupukan dasar dan penanaman

Pada prosedur ini adalah dengan Memberikan hara dasar di dalam tanah dan meletakkan benih dengan posisi tunas menghadap ke atas di antara pupuk pada garitan yang disiapkan. Prosedur ini bertujuan agar tersedia unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman secara optimal dan benih diletakkan dengan benar.

f. Pengairan

Pengairan dilakukan biasanya bila menghadapi musim kemarau, pada musim kemarau biasanya air menjadi permasalahan mendasar dari budidaya ini karena kentang di tanam pada dataran tinggi sehingga pada musim kemarau tersebut ketersedian air menjadi sangat terbatas. Pengairan ini berfungsi sebagai pembantu penyerapan unsur hara dalam tanah ke dalam tanaman.

g. Pemasangan ajir

Pemasangan turus/ajir berfungsi sebagai penyangga tanaman, agar tanaman dapat menyerap sinar matahari secara optimal dan tidak rebah. Ajir ini biasanya terbuat dari kayu bambu yang tersedia banyak di lingkungan sentra produksi.

h. Pemupukan susulan (pemupukan ke-2)

Memberikan dosis pupuk sebagai nutrisi tambahan yang disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan tanaman di lapang dan meninggikan guludan di lokasi pernanaman yang berfungsi agar umbi yang sudah tumbuh tidak terbenam oleh air ketik hujan yang menyebabkan umbi menjadi busuk.

i. Penyiangan

Melakukan pemeliharaan dan membersihkan guludan dari gulma, tanaman pengganggu lainnya, dan tanaman yang sakit. Pada periode ini juga masih bisa untuk dilakukannya penyulaman, yakni menanam kembali pada bagian kentang yang mati.

j. Pengendalian organisme pengganggu pertumbuhan

Melakukan pemeliharaan dan membersihkan guludan dari gulma, tanaman pengganggu lainnya, dan tanaman yang sakit. Kegiatan ini biasanya menjadi bagian kritis dalam kaitannya dengan tingkat keberhasilan produksi kentang. Pengendalian OPT harus sangat dicermati, karena OPT akan sangat cepat berkembang terutama pada musim hujan atau curah hujan yang tinggi. Pengendalian OPT biasanya dilakukan secara kimiawi dengan melakukan penyemprotan insektisida dan fungisida.

k. Pemanenan

Panen adalah proses pengambilan umbi kentang yang sudah menunjukan ciri (sifat khusus) untuk di gali (masak panen optimal). Panen dilakukan pada umur 110-120 HST saat kondisi tanaman layu secara keseluruhan.

l. Panca panen

Pembersihan adalah proses penghilangan kotoran yang menempel pada umbi. Proses ini bertujuan untuk menjaga kebersihn umbi dapat menjadi faktor kentang dapat memiliki daya simpan yang lama. Selain itu, perlu

dilakukannya sortasi dan grading. Sortasi dan grading adalah proses pemilahan dan pemisahan umbi kentang berdasarkan kualitas dan ukuran. Ukuran pada kentang dapat dijelaskan pada Tabel 5.

Tabel 5. Seleksi berdasarkan ukuran dan persentase produksi kentang per Ha

Kategori Ukuran Jumlah umbi/Kg Presentase produksi/Ha

Bibit/SS 21-28 5-15

Bibit/DN 13-20 5-10

BC 7-12 15

AB 4-6 35-40

AL 1-3 30-35

Setelah tahap sortir dan grading, langsung dilakukan pengemasan.

Pengemasan ini menggunakan bahan pengemas yang disesuaikan dengan tujuan pasarnya, baik jenis kemasan maupun ukuran. Karung goni biasanya digunakan untuk mengemas kentang ukuran DN hingga AL dengan tujuan pasar tradisional, sedangkan peti kayu digunakan untuk kentang ukuran bibit.

Pada saat harga kurang bagus, biasanya petani yang memiliki gudang melakukan penyimpanan untuk menunggu perubahan harga yang kondusif. Oleh karena itu, diperlukan fasilitas gudang/ruang penyimpanan sebagai tempat simpan agar kentang pada saat terjual masih dalam kondisi bersih dan kering.

Tabel Analisis Usahatani Sederhana

Tabel 6. Analisis Usahatani Ketang per Ha (Sekali Musim Tanam)

Uraian Satuan Jumlah Harga Satuan

(Rp) Total Biaya (Rp) A. Penerimaan Tunai Produksi Kentang AL Kg 7.000 6000 42.000.000 Produksi Kentang AB Kg 8.500 5500 46.750.000 Produksi Kentang BC Kg 3.000 4000 12.000.000 Produksi Kentang DN Kg 1.000 3000 3.000.000

Produksi Kentang Bibit Kg 3.000 6000 18.000.000

Total Penerimaan Tunai 121.750.000

B. Biaya Tunai Investasi

Handsprayer Unit 5 500.000 2.500.000

Ajir Unit 30.000 200 6.000.000

Drum Plastik 200 L Unit 5 50.000 250.000

Total Biaya Tunai Investasi 8.750.000

C. Biaya Tunai Operasional

Bibit Kentang G4 Kg 1.500 10.000 15.000.000 Pupuk - Kandang Kg 10.000 5.000 5.000.000 - ZA Kg 350 1.800 630.000 - SP36 Kg 750 2.400 1.800.000 - KCL Kg 500 4.500 2.250.000 - NPK Kg 250 2.500 625.000 Pestisida - Fungsida Kg 130 50.000 6.500.000 - Insektisida Liter 10 250.000 2.500.000 Puradan Kg 3.000 500 1.500.000 Tenaga Kerja

- Pengolahan Tanah HOK 100 35.000 3.500.000

- Penanaman HOK 20 25.000 500.000

- Penyiangan,

Pemumbuhan 1 dan 2 HOK 100 25.000 2.500.000

- Pengendalian Hama HOK 50 35.000 1.750.000

- Pemanenan HOK 50 35,000 1.750.000

- Sortir dan Pengemasan HOK 20 25.000 500.000

- Pengangkutan Hasil

Panen Kg 22.500 50 1.125.000

Karung Unit 500 1.000 500.000

Sewa Lahan per Musim Ha 1 5.000.000 5.000.000

Total Biaya Tunai Operasional 52.930.000

Biaya Total (B+C) 61.680.000

Pendapatan Bersih (A-B-C) 60.070.000

Analisis nilai B/C usahatani dan BEP harga usahatani Tabel 6

 Analisis nilai B/C usahatani

= Total Penerimaan / Total Biaya = 121.750.000 / 61.680.000 = 1,974

Dalam usahatani kentang konsumsi, setiap Rp 1,00 yang digunakan dalam kegiatan usaha akan menghasilkan nilai penerimaan Rp 1,974

 BEP harga usahatani

= Total Biaya Produksi/Total Produksi = 61.680.000 / 22.500

= 2741,33

Dalam usahatani kentang konsumsi, petani akan menerima penerimaan dititik impas jika harga yang diterima petani adalah pada harga Rp 2.750,00 dan akan meraih keuntungan jika harga yang diterima petani di atas Rp 2.750,00

 Pendapatan dan nilai yang diterima petani per bulan

= Total pendapatan bersih / umur musim tanam = 60.070.000 / 4 bulan

= 15.017.500

Jadi dalam kegiatan usahatani kentang konsumsi, petani dapat berpontesi memiliki penghasilan sebesar Rp 14.767.500,00 per bulan jika luasan yang ditanam petani minimal 1 ha.

Sistem Kemitraan

Gambar 8 Rancang sistem kemitraan CV. ALG

Jenis Pembiayaan Uang Forum diskusi

Baznas Hibah

Bansos Produk Perusahaan Penyedia

CSR Perusahaan Pembiayaan Saprodi

Pemerintah Pelunasan Bibit

Investor Pelunasan Kredit Alat-alat Pertanian Perbankan/Lembaga kredit * Saprodi Uang Kentang

* Bibit Uang

Petani Petani Petani

Petani Petani Petani Petani Pedagang/Centeng Pedagang/Centeng

Perusahaan

Kredit Barang Dagang Pemasok Barang Dagang

Pasar

Pengawasan

Bandar Pedagang/Centeng

CV. Agro Lesmana Grup

Sentra Produksi

Kelompok Tani Penyuluhan Pendampingan Penerapan SOP

Rancang model kemitraan CV. ALG melibatkan beberapa stake holder dalam pelaksanaannya, yakni CV. ALG, petani, pedagang, dan lembaga

pembiayaan. Setiap stake holders yang terlibat memiliki peran dan fungsi

berbada. Peran dan fungsi setiap pemegang kepentingan terhadap pemegang kepentingan lainnya dapat dijelaskan pada Tabel 7.

Tabel 7. Matrik stake holders kemitraan usaha pemasaran kentang

CV. ALG Petani Pedagang Lembaga

Pembiayaan CV. ALG Pedampingan, pelatihan, dan penerapan SOP Survei dan wawancara Penyedia saprodi dan teknologi Membeli semua hasil petani Memberi dana dari lembaga pembiayaan Survei, wawancara, penerapan SOP Penyedia barang dagang Pengawasan Informasi pasar terkini Jumlah permintaan dan penawaran Pengajuan proposal Menerima dan bertanggung jawab terhadap dana mitra Rekomendasi petani mitra Petani Loyalitas Laporan Peningkatan produktivitas Bagi hasil Laporan Pedagang Menjual kentang perusahaan Kesepakatan harga Evaluasi kepuasan konsumen Lembaga Pembiayaan Pemberian dana mentah untuk kegiatan usahatani Evaluasi kemitraan pendanaan Komunikasi Evaluasi laporan

CV. Agro Lesmana Grup pada rancang kemitraan memiliki fungsi dan peran sebagai pusat segala aktivitas perencanaan usaha ini dan penghubung antara pemegang kepentingan terhadap pemegang kepentingan lainnya. Peran dan fungsi terhadap kelompok petani adalah 1) pendampingan dan tempat pelatihan, 2) penyedia saprodi terbaik dan teknologi tepat guna. 3) menetapkan calon petani mitra dengan melakukan survei tempat tinggal dan wawancara serta menerapkan beberapa SOP yang harus dilakukan seorang petani mitra, 4) membeli semua hasil

panen petani sesuai harga yang berlaku di pasaran, 5) memberikan dana yang elah di terima dari lembaga pembiayaan dan mengawasi penggunaannya.

Peran dan fungsi CV. ALG terhadap kelompok pedagang pasar induk adalah 1) menetapkan calon pedagang mitra dengan melakukan wawancara, survey lokasi lapak, dan penerapan SOP, 2) menyediakan barang dagang kentang dengan kondisi fisik atau kuantitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar, 3) melakukan kunjungan lapang dan pengawasan, 4) menyampaikan isu terkini kondisi pasar. Sedangkan peran dan fungsi terhadap lembaga pembiayaan atau perorangan adalah 1) mengajukan proposal kerjasama, 2) penerima dan menjadi penanggung jawab terhadap pemberian dana mentah untuk kegiatan usahatani, dan 3) merekomendasikan petani mitra yang layak atau dapat dipercaya dalam menerima pendanaan.

Pada rancang kemitraan, CV. ALG selain melakukan fungsi diatas, juga berfungsi mewadahi kegiatan kerjsama investor atau lembaga pembiayaan dengan petani. Kerjasama ini berupa penyaluran dana mentah untuk pendukung kegiatan usahatani kentang yang dilakukan petani. Sesuai analisis usahatani, maka bagi hasil yang diterima oleh beberapa pihak adalah sebagai berikut :

 Petani : Rp 60.070.000,- x 65% = Rp 39.045.500,-

 Pemilik modal : Rp 60.070.000,- x 20% = Rp 12.014.000,-

 CV. ALG : Rp 60.070.000,- x 10% = Rp 6.007.000,-

 Risiko : Rp 60.070.000,- x 5% = Rp 3.003.500,-

Siklus produksi penanaman kentang yang sangat singkat, yaitu 4 bulan per musim tanam dan bisa melakukan 2 musim tanam pertahun (tidak bisa 3 kali, karena pada lahan yang sama tidak bisa ditanami atau tidak disarankan penanaman tanaman yang sejenis atau sefamili setelah penanaman kedua), maka bagi hasil yang diperkirakan dapat diterima petani maupun pemilik modal sebanyak 2 kali lipat dari penerimaan per musim tanam per tahun. Penyisihan alokasi dana dalam bentuk risiko berfungsi sebagai pengantisipasian kerugian salah satu anggota (dana talang) yang cukup signifikan, sehingga dapat menjaga hubungan baik antara petani, pemilik modal, dan CV. ALG selaku manajemen pelaksana kerjasama atau dapat juga berfungsi sebagai dana pembangunan infrastruktur pedesaan yang diperlukan.

Dampak Lingkungan

Pada peninjauan beberapa sentra produksi, tanaman kentang ternyata merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dapat membawa perubahan yang signifikan mengenai peningkatan sosial maupun ekonomi masyarakat. Perubahan ini tergambar dengan meningkatnya daya beli masyarakat tersebut terhadap barang-barang primer, sekunder, dan bahkan barang-barang tersier.

Peningkatan ini menjadikan kalangan masyarakat di sentra produksi sangat menggantungkan diri pada lahan kentang. Meski ditinjau peningkatan ekonomi sangat baik, namun secara dampak pengelolaan alam dan dampak lingkungan juga harus diperhatikan. Terjadinya keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat dengan kelestarian alam tidak hanya menjadikan peningkatan dari salah satu sisi aspek saja melainkan harus terciptanya program pembangunan yang dapat

berkelanjutan (sustainable development program) untuk semua aspek. Meski

dapat dikatakan pada kegiatan usaha agribisnis kentang hasil yang dicapai saat ini memang memberi maanfaat secara ekonomi dan sosial, namun bagi lingkungan

cendrung memberikan resiko yang tinggi bagi terjadinya kerusakan maupun bencana alam.

Pola tanam yang monokultur dan terus menerus sepanjang tahun menjadi salah satu penyebab semakin tingginya intensitas pengolahan tanah yang berakibat pada semakin mudahnya tanah tererosi. Kondisi ini jelas akan menjadi salah satu pemicu dari semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah bahkan lebih parahnya lagi terjadi degredasi lahan yang semakin tinggi. Rendahnya produktivitas menjadi pemicu lain yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak yang serius terhadap lingkungan, antara lain meningkatnya degradasi lahan in-situ akibat erosi sehingga terjadi pencucian dan pengurasan lahan, meningkatnya polusi lahan ex-situ oleh limbah pupuk dan pestisida, dan meningkatnya serangan hama dan penyakit. Penggunaan pupuk kimia berkadar hara tinggi tidak selamanya menguntungkan, karena sebenarnya pupuk kimia hanya mampu menambah unsur hara dalam tanah tanpa memperbaiki sifat fisik dan biologis tanah, sehingga memiliki dampak negatif terhadap tanah jika menggunakan pupuk kimia tidak sesuai aturan yang semestinya.

Tanaman kentang adalah tanaman yang sangat insentif dalam pemeliharaannya, karena merupakan sifat tanaman yang sangat rentan akan terserangnya OPT. Pemeliharaan yang intensif selalu berkaitan dengan penggunaan pestisida dan fungsida kimiawi, sehingga sering menimbulkan permasalahan pada keamanan pangan akibat dari residu yang ditinggalkannya. Jika mengacu pada masalah keamanan pangan serta pertanian berkelanjutan, maka sebaiknya secara bertahap dilakukan perbaikan cara bertani menuju pertanian yang rendah menggunakan unsur kimiawi, walaupun mungkin tidak nol sama sekali. Praktek pertanian organik atau semi organik ini sudah banyak dilakukan pada kegiatan komoditi agribisnis lain dan pada hasilnya justru ternyata memberikan peningkatan penghasilan cara signifikan, sehingga mungkin dalam jangka menengah maupun panjang perlu dilakukan secara bertahap cara budidaya kentang seperti ini di masa mendatang.

Analisis dan Manajemen Sumberdaya Manusia

Human Resources Management merupakan suatu kegiatan menganalisis,

merencanakan, mengarahkan, dan mengkoordinasikan semua pekerjaan yang menyangkut kepegawaian (mencari, melatih, mengorganisasikan, dan melayani pegawai) agar tujuan organisasi tercapai secara efisien, efektif, dan memungkinkan pegawai menggunakan segala kemampuan, minat, dan kesempatan untuk bekerja sebaik mungkin.

Manajemen SDM sangat berperan dalam keberhasilan manajemen dan dalam memposisikan pekerja sesuai dengan keahliannya. Tenaga kerja yang memiliki kualifikasi yang baik menjadikan pegawai sebagai harta yang mahal harganya bagi bisnis dan memaksimalkan penggunaan tenaga pegawai adalah tanggung jawab sepenuhnya dari manajemen. Manajemen puncak mengambil semua keputusan utama dan penting dengan tujuan membawa perusahaan kearah yang lebih baik sesuai visi dan misi perusahaan.

Aspek Legalitas

Tiap perusahaan yang didirikan harus mendapatkan pengakuan secara hukum dari pihak terkait, dalam hal ini adalah pemerintah. Pengakuan atau

legalitas suatu perusahaan bertujuan untuk mengetahui keberadaan usaha tersebut, memberikan kemudahan dalam menjalankan kegiatan usaha, dan mendapatkan dukungan serta terikat pada kebijakan yang berlaku di lokasi pendirian perusahaan. Dalam melegalisasi pendirian suatu usaha perlu dibentuk menjadi suatu badan usaha, begitu pula dengan usaha penjualan dan pendistribusian kentang konsumsi pasar induk.

1. Badan usaha

Bentuk badan usaha yang akan didirikan dari usaha ini adalah Comanditaire

Venootschap (CV). Karakteristik CV yang tidak dimiliki Badan Usaha lainnya

adalah CV didirikan minimal oleh dua orang, dimana salah satunya akan bertindak selaku Persero Aktif (persero pengurus) yang nantinya akan bergelar Direktur, sedangkan yang lain akan bertindak selaku Persero Komanditer (Persero Pasif). Seorang persero aktif akan bertindak melakukan segala tindakan pengurusan atas Perseroan. Dengan demikian, dalam hal terjadi kerugian maka Persero Aktif akan bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk mengganti kerugian yang dituntut oleh pihak ketiga. Sedangkan untuk Persero Komanditer, karena dia hanya bertindak selaku sleeping partner, maka dia hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetorkannya ke dalam

perseroan. Pemilihan CV juga dikarenakan sedikitnya pemangku kebijakan (stake

holder) yang berinterpensi pada usaha ini, tidak seperti halnya PT sehingga

memudahkan terjaganya visi dan misi yang akan terbentuk. Pembentukan rencana usaha ini dalam bentuk Koperasi juga sangat baik, namun karena melibatkan kemitraan pada kedua belah pihak antara pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang dan lokasi sentra produksi, maka harus ada pihak penengah yang menjembatani kemitraan tersebut dan terlebih lagi citra koperasi sudah menjadi kurang baik jika berhubungan dengan petani dan pedagang tradisonal.

Usaha penjualan dan pendistirbusian kentang konsumsi pasar induk yang didirikan bernama CV. Agro Lesmana Grup. Pendirian perusahaan ini merupakan salah satu langkah dalam kesinambungan sumberdaya usaha dan gerbang kerjasama dengan mitra-mitra terkait. Visi dan Misi CV. Agro Lesmana Grup adalah sebagai berikut.

Visi

Menjadi pusat keunggulan pemasaran komoditas Agribisnis Hortikultura yang berdaya saing, serta menjadi mitra petani maupun penjual yang andal, edukatif, dan berwawasan lingkungan.

Misi

a) Menjalin kemitraan dengan petani, pedagang, maupun

perusahaan-perusahaan terkait

b) Menjamin keberlajutan usaha yang kompetitif dengan meningkatkan

perluasan pasar yang kondusif

c) Meningkatkan laba secara berkesinambungan dan menyisihkan sebagian laba

tersebut untuk kepentingan agama, sosial, dan lingkungan

2. Ketentuan pendirian CV

Berikut adalah ketentuan-ketentuan pendiri CV.

a) Para pendiri CV adalah swasta, warga negara Indonesia, yang telah berusia

17 tahun dan memiliki KTP

b) Jumlah pendiri CV minimal 2 (dua) orang

d) Memiliki maksud dan tujuan usaha yang jelas untuk melaksanakan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan Hukum dan Peraturan yang berlaku

3. Prosedur pendirian CV

Pendiri usaha harus mengajukan permohonan kepada Notaris untuk dibuatkan Akta Pendirian Perseroan Komanditer. Pendirian CV tersebut dapat diajukan oleh para pendiri bersama-sama, atau memberikan kuasa kepada salah satu pendiri, dan atau memberikan kuasa kepada orang lain untuk mengajukan permohonan dan dibuatkan Akta Pendirian CV oleh Notaris yang berwenang.

a) Mentukan pendiri perusahaan (Persero Aktif) yang nantinya juga menjadi

pengurus didalam perusahaan dengan jabatan sebagai Direktur, kemudian menentukan Persero Komanditer di dalam perseroan yang hanya bertanggung jawab sebatas besarnya modal yang disetor ke dalam perseroan.

b) Menentukan kebutuhan modal yang disetor ke dalam perusahaan oleh para

pendiri untuk melaksanakan kegiatan usaha. Modal dapat ditentukan sesuai kebutuhan, seperti sewa tempat usaha/kantor, pembelian peralatan kantor, mesin-mesin, kendaraan, gaji pegawai dan biaya operasional lainnya. Modal disetor dan implikasinya terhadap kualifikasi / golongan SIUP perusahaan, sebagai berikut:

a) SIUP-golongan kecil memiliki modal disetor minimal Rp. 50.000.000,-

(lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp. 500.000.000,- (limaratus juta rupiah)

b) SIUP golongan menengah memiliki modal disetor lebih dari Rp.

500.000.000,- sampai dengan Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah)

c) SIUP golongan besar memiliki modal disetor lebih dari Rp.

10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah)

Besarnya modal tersebut tidak disebutkan dalam Akta Pendirian atau Perubahanya, namun dapat dibuat catatan sendiri dalam pembukuan perusahaan yang diketahui oleh para pendiri.

a) Menentukan lokasi atau tempat perusahaan melakukan kegiatan usaha

sebagai kantor termasuk alamat perusahaan dengan fasilitas minimal memiliki telepon, faximile atau fasilitas lain yang dibutuhkan untuk operasional kantor.

b) Menentukan maksud dan tujuan perusahaan (bidang usaha dan lingkup

kegiatan usaha yang ingin anda laksanakan).

Selanjutnya mengajukan permohonan Pendirian CV kepada Notaris yang berwenang, dengan menyerahkan data:

a) Nama para pendiri perusahaan

b) NamaPerusahaan

c) Tempat dan kedudukan perusahaan (kota/kabupaten)

d) Maksud dan tujuan (bidang usaha dan lingkup kegiatan usaha)

e) Nama pengurus yang terdiri dari Persero Aktif (Direktur) dan Persero

Komanditer

4. Persyaratan pendirian CV

Persyaratan yang perlu dipersiapkan adalah

Dokumen terkait