ANALISIS WACANA PESAN DAKWAH
C. Analisis Data
1. Pesan Dakwah Melalui Analisis Teks
Untuk mengungkapkan pesan-pesan dakwah yang terdapat dalam teks cerita pada kumpulan cerpen “BH” , maka penulis menjabarkan data-data yang telah ada dalam elemen tematik saja, karena elemen ini yang lebih memiliki kaitan erat dengan hal penyampaian pesan dakwah.
Sesuai dengan data-data yang ditemukan, pada elemen tematik terdapat beberapa tema besar yang diangkat, yaitu:
a) Akidah atau Keimanan
Akidah atau keimanan adalah pokok dasar dalam beragama. Seorang muslim yang akidahnya kuat akan tidak mudah tergoda untuk melakukan hal yang dilarang oleh Allah SWT. Islam mengajarkan kita untuk menjadikan Allah SWT sebagai puncak tertinggi dari rasa cinta kita. Karena sangat pantas seorang hamba mencintai Tuhannya dikarenakan dengan segala ni’mat yang telah Tuhan berikan kepadanya.
Mengenai keagungan dan kebesaran Allah serta kecintaan seorang hamba kepada Tuhannya dapat dilihat dari kutipan kalimat:
Hidupku diisi oleh idaman terhadap-Mu, persis seperti pemuda yang mengidamkan bakal istrinya…(Ambang)
lv
Lebih dari sekedar kesepian, Tuhan. Lebih dari sekedar kakosongan. Telah kutata perasaanku, telah kupusatkan pikiranku, telah kuletakkan jiwaku, dan telah kuberikan sikap terhadap-Mu, lebih dari selayaknya mampu diberikan oleh seorang makhluk kepada Tuhannya…(Ambang)
Sedangkan selama ini kita menyebut Tuhan Maha Besar, Maha Tinggi, Maha Kasih, bahkan ada keadaan dimana Tuhan marah dan murka….(Di belakangku) b) Ibadah
Ibadah secara etimologis berarti mematuhi, tunduk dan berdo’a. sedangkan secara terminologis pengertian ibadah adalah kepatuhan/ketundukan kepada dzat yang memiliki puncak keagungan, Tuhan Yang Maha Esa. Ibadah mencakup segala bentuk kegiatan (perkataan dan perbuatan) yang dilakukan oleh setiap mukmin-muslim dengan tujuan mencari keridhoan Allah.65
Nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam kumpulan cerpen “BH” yang berkaitan dengan ibadah adalah:
1) Tawakkal
Tawakkal adalah berserah diri kepada Allah SWT, menyerahkan keputusan segala perkara, ikhtiar dan usaha kepada-Nya.66 Ini merupakan sifat terpuji yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Apabila diri seorang muslim sudah dihiasi dengan sifat mulia ini maka ia akan memandang hidupnya dengan optimis, tak kenal menyerah dalam menjalani kerasnya kehidupan. Ia mengembalikan segala urusan hidup hanya kepada-Nya baik di kala senang maupun susah.
Firman Allah SWT:
HI-%JK. L
IMC N3O
) #P Q
) %R S T
'U = V
WO
"X ? Y
T
GX 5
Z["# N
;%9
65Departemen Agama RI, Ensiklipedi Islam, (Jakarta), h. 385
66
Abdul Fatah, Kehidupan Manusia Di Tengah-Tengah Alam Misteri, (Jakarta: Rineka Cipta, 1995), Cet. Ke-1, h. 97
lvi
) \# ]^(" L
"X $
*, L - L%9
` a
*, L - L%9
"X &
)
) # : %
3O
%
WO
3S # D a? a
Ic#P Q $
E@@
“Dan betaqwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu bertawakkal”. (QS. Al-Maidah :5:11)
Kalimat yang menunjukkan pada tawakkal adlah:
Aku lebih sekedar pasrah, Tuhan. Aku telah memberi-Mu kebebasan dengan permintaan kecil yang tidak menguntungkanku sendiri. Adakah sikap tertinggi dari kepasrahan mutlak terhadp-Mu yang harus dimiliki oleh seorang manusia?….(Ambang)
Segalanya niscaya kembali kepada-Nya. Juga setiap kebanggaan yang bisa mengelincirkan…(Podium)
2) Dzikir
Berdzikir kepada Allah adalah perkara yang sangat mulia dan besar, ibadah yang paling utama dan jalan pendekatan diri kepada Allah SWT.67 Dengan selalu berdzikir kepada-Nya setiap saat seorang muslim akan meraskan ketenangan dan kedamaian jiwa waktu menjalankan rutinitas hidup yang cukup melelahkan.
Firman Allah SWT:
\ d%R S T a
"X S"R S T%9
) %R 73 %
fg %
;%R h
E@ F
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku”. (QS. Al-Baqoroh :2:152)
Kalimat yang menunjukkan pada dzikir adalah:
Jemaah tertegun sesaat, kakaku sambil mengucap “suhanallah” segera ke ruang imaman mengambil oper peran Gus Noor, sementara beberapa orang membatalkan sembahyangnya dan menolong Gus Noor…”(Podium)
67
Imam Habib Abdullah Haddad, Nasehat Agama dan wasiat Iman, (Malaysia: Sinar Suria, 1987), Cet. Ke.2, h. 223
lvii “Audzubillahiminasyaithonirrojim”
Dengan agak tegang kulewati ayat demi ayat …(BH)
Kita memang harus menyebut nama Tuhan dengan kata-kata, karena untuk beromong-omong tentang Tuhan antara kita, kita harus memakai kata-kata…(Di Belakangku)
3) Shalat
Shalat adalah tiang agama dan asas Islam terpenting sesudah syahadat. Seorang muslim wajib mengerjakannya setiap hari sebanyak lima kali walau sesibuk apapun keadaannya. Shalat merupakan sarana seorang hamba untuk berkomunikasi dengan Tuhannya. Melalaikan shalat ini merupakan tanda lemahnya iman seoarang muslim.
Firman Allah SWT:
) #^ h. 8
X # ?jk$
l # ?jk$ %
] m# $
) #Q#=N %
nO
Bo p P. N
EFq
“peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’ “ (QS. Al-Baqoroh :2:238)
Kalimat yang menunjukkan pada shalat adalah:
Aku menambah jumlah sembahyangku dan di mana-mana tak pernah henti memohon tambahan kekuatan agar mampu menghadapi dan memenangkan kenyataan yang menggelisahkam ini…”(Kepala Kampung)
Kalian tidak boleh laggi melalaikan sembahyang dan rukun Islam lainnya…”(Podium)
Mana Samiran ? cepat ia mulai bertobat dan mulai sembahyang. Jangan suka mencopet lagi dan curi tebu di kebun atau ketela di tegalan” (Podium)
4) Do’a
Seorang muslim hendaklah memabiasakan dirinaya dalam mengharapkan sesuatu untuk berdo’a kepada Allah. Berdo’a merupakan salah satu ni’mat yang amat besar yang dikaruniakan Allah kepada hamban-hamba_Nya. Dan do’a merupakan senjata orang mukmin dikala mendapat cobaan atau ujian dari Allah SWT.
lviii Firman Allah SWT:
BC N3O %
;#= L
O Q
) #
"XHYt#=?=N:%
ZJ u/ %
"XH:v%9
"XHwt
;#=u/
E 1
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. (QS. Al-Mu’min :40:60)
Kalimat yang menunjukkan pada do’a adalah:
“Aku berlindung kepada Allah yang Maha Bijak semoga mereka segara dianugerahi mata yang jernih di otak mereka “(Kepala Kampung)
c) Akhlak
Secara etimologi perkataan akhlak berasal dari bahasa Arab dan merupakan bentuk jamak dari kata khulk. Khulk di dalam kamus Al-Munjid bererti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.68 Dalam Islam akhlak menempati tempat yang paling tinggi. Islam dengan bimbingan Ruhuddin menanamkan sifat mulia dan mengutamakan akhlak yang mengutamakan sendi-sendi kehidupan bangsa dan tulang punggung yang kokoh dan kuat untuk menjamin kerukunan hidup dan ketertiban masyarakat.69
Kalimat yang menunjukkan pada akhlak ada 2 kategori:
1) Pemaaf
Ibnur Rummi telah mengatakan:
Manusia dan dunia ini pasti mempunyai kekurangan Yang tak sedap dipandang mata
Atau kelemahan yang mencemari kemulusannya
Tidaklah adil jika engkau menginginkan teman yang bersih di dunia ini Sedang engkau sendiri tidak bersih70
68
Luis Ma’luf, Kamus Al-Munjid, (Beirut: al-Maktabah al_Katulikiyah t.t), h. 194
69
Aisyah Dahlan, “Dekadensi Moral Dan Penanggulangannya”, dalam buku Islam Alim Ulama dan Pembangunan, (Jakarata: Pusat Dakwah Isalam, 1971), h. 103
70
Aidh bin Abdullah Al-Qarni, Laa Tahzan, (Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2002), Cet. Ke-3, h. 449
lix
Tidak layak bagi seorang teman mengambil jarak terhadap temannya karena ada satu atau dua pekerti yang tidak disukai, padahal masih banyak pekerti lainnya yang yang daapat diterima dan masih banyak pula sifat-sifat lainnya yang pantas dipuji. Oleh karenanya kita sebagai muslim selayaknya memiliki akhlak yang terpuji ini yaitu memaafkan kesalahan dan kealfaan orang lain.
Firman Allah SWT:
1 =x
# h = $
yza9 %
u {= $
|qR7%9 %
E6
IMo ? ,. ,
E@}}
“jadilah kamu pemaaf dan serulah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpaling dari orang-orang yang bodoh”. (QS. 7:199)
Kalimat yang menunjukkan pada pemaaf adalah: Mas mau memaafkan Aku?
“Kenapa tidak? Tuhanpun Maha Pemaaf” (BH)
Seperti Nabi Muhammad ketika berkunjung ke Ta’if, beliau dilempari batu hingga luka-luka, namun beliau berdo’a: Tuhan ampunilah mereka, sebab mereka tidaak mengerti apa yang mereka kerjakan.(Kepala Kampung)
2) Ikhlas
Ikhlas adalah sifat teragung yang Allah berikan kepada hambanya yang terpilih, tidak semua pemburu ridho-Nya meraih hadiah tersebut. Al-Mukhlisin adalah pemburu ridho-Nya, sedangkan Al-Mukhlasin adalah mereka yang diridhoi Allah. Karena itu kita tidak dapat mengaku diri kita ikhlas, tugas kita hanya bermujahadah untuk meraih ridho Allah SWT.
Seorang Mukhlasin akan merasa ridho dengan segala ketentuan Allah SWT. Maksudnya merasa senang tidak keberatan dalam menjalankan perintah dan menjauhi
lx
larangan-Nya (seperti melaksanakan shalat lima waktu, ibadah puasa, dilarang berbuat maksiat dan lain sebagainya) daan melaksanakannya, semata-mata ikhlas karena Allah, tanpa pamrih.
Tujuan amal ibadah yang dilakukan hanya satu, yaitu bagaimana supaya apa yang dilakukan diterima Allah SWT. Sehingga akhirnya bisa merasakan buah dari keikhlasan yang berupa ketentraman jiwa dan ketenangan batin, sehingga hidup akan jauh lebih indah dan bahagia.71
Kalimat yang menunjukkan pada Ikhlas adalah:
Tapi tak mustahil ia bisa memperoleh kebahagiaan yang lebih tinggi dari dirinya sendiri, dari keikhlasannya dari yang ditakdirkan Tuhan kepadanya” (BH).
d) Tarikh
Manusia dengan segala keberadabannya tidak lepas dari sejarah dan berbagai peristiwa. Begitu juga Islam yang mempunyai peradaban terbesar di dunia yang dapat dijadikan teladan umatnya. Berkaca pada sejarah Rasulullah ada berbagai kejadian penting yang dialami oleh beliau. Salah satunya adalah ketika Rasulullah berkunjung ke negeri Ta’if untuk berdakwah, namun apa yang didapat oleh beliau?, beliau malah dilempari batu hingga luka-luka, namun karena kemulian akhlaknya beliau malah mendo’akan kaum taif dan memohon ampunan dari Allah SWT.
Dan kisah ini dikutip dalam cerpen yang berjudul “Kepala Kampung”:
Seperti Nabi Muhammad ketika berkunjung ke Ta’if, beliau dilempari batu hingga luka-luka, namun beliau berdo’a: Tuhan ampunilah mereka, sebabmereka tidak mengerti apa yang mereka kerjakan”. (Kepala Kampung)
71
lxi 2. Pesan Dakwah Melalui Kognisi Sosial
Proses terbentuknya kalimat-kalimat dalam cerpen dari buku kumpulan cepen “BH” adalah bagaimana penulis cerpen berusaha dalam memproses cerita sehingga terbentuk dalam bentuk teks yang baik yang dapat dimengeti pesan apa yang akan disampaikan dari cerita yang disajikan tersebut.
Menurut Emha, proses produksi teks dalam memehami peristiwa tertentu dari cerpen-cerpennya terjadi secara spontan. Hal ini direfleksikan dari pengalaman sehari-hari yang kemudian dituangkan dalam cerpen-cerpennya.72 Dengan bahasa yang memikat dan “renyah” , Emha mengajak para pembacanya menyelami realitas sosial yang kerap kali terjadi di sekeliling kita. Dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi sekecil apapun peristiwa itu.
Judul-judul yang yang tertera dalam kumpulan cerpen ini didasari oleh situasi kreatif dari seorang penulis, sehingga memberikan nuansa yang mengilhami judul-judul tersebut.
Proses pengumpulan cerpen-cerpen ini yang kemudian menjadi buku dilakukan oleh Kompas yang diambil dari cerpen Emha yang ditulis di Kompas itu sendiri, berbgai surat kabar dan juga cerpen kiriman Emha yang baru dan belum dimuat di Kompas.73 Buku kumpulan cerpen Emha ini adalah yang pertama yang terbitkan oleh Kompas. Proses produksinya memakan waktu satu bulan, setelah data terkempul dan masuk seleksi akhirnya disepakati ada 15 judul yang menjadi isi buku tersebut. Adapun proses pengumpulan data tersebut memakan waktu dua tahun, hal ini disebabkan karena
72
Wawancara dengan Emha Ainun Najib, 16 Mei 2088, Taman Ismail Marjuki.
73
Wawancara dengan Staf Redaksi Penerbit Buku Kompas, Bapak Irwan Suhenda, 29 Mei 2008, Kantor Penerbit Nuku Kompas
lxii
kesibukan Emha yang pada saat itu banyak menghadiri acara baik di dalam maupun luar negeri. Pemilihan judul “BH” yang terdapat pada cover diambil dengan alasan untuk menarik perhatian pembaca (eye catching) sehingga judul tersebut bisa menjual dan kalau dilihat dari ceritanya, judul “BH” ini sangat menarik dan Kompas sengaja pilih dikarenakan memang judul ini terdapat dalam buku kumpulan cerpen ini.74