Karya sastra adalah refleksi yang menggambarkan kehidupan masyarakat sehari-hari. Pengarang berusaha mengungkapkan perasaan baik suka maupun duka yang dialami oleh masyarakat. Karya sastra bisa berguna sebagai bentuk penciptaan karya seni yang indah dan bisa dinikmati oleh orang banyak. Karya sastra juga menyuguhkan persoalan-persoalan dalam kehidupan sosial.
Setiap karya sastra baik itu novel, cerpen dan lainnya memiliki pesan komunikasi islami dalam setiap alur ceritanya. Jenis atau wujud pesan komunikasi islami sebuah karya sastra berdasarkan pada apa yang diyakini, kemauan dan berasal dari dalam diri pengarang yang menciptakan karya tersebut.
28
Pesan komunikasi islami yang terkandung di dalam sebuah novel mencerminkan pengarang. Bagaimana pengarang ingin menunjukkan suatu pesan bagi pembaca. Karya sastra mengandung bentuk penerapan pesan komunikasi islami yang ditampilkan melalui sikap dan perilaku tokoh. Melalui sikap dan perilaku tersebut diharapkan pembaca dapat mengambil hikmah.
Menganalisa sebuah karya satra utamanya novel adalah salah satu kegiatan yang menarik dan juga penting guna menambah wawasan dan pengetahuan. Selain itu, juga sebagai media hiburan. Novel berbentuk prosa Panjang yang akan mengantarkan pembacanya menjelajahi dunia yang imajinatif dalam alur cerita yang kompleks.
Karya sastra selain bernilai dari segi estetika juga memiliki makna akan sesuatu yang berkesan bagi pembaca. Keberadaan karya sastra yang sentral itulah yang mendorong kreatifitas pengarang dalam berkarya. Bukan hanya menyajikan alur cerita yang Panjang dan kompleks atau menarik, tetapi juga cerita dengan konflik yang mengandung pesan komunikasi islami di dalamnya.
29
BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah analisis teks dengan menggunakan model analisis isi kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari makna dari kata atau kalimat serta makna tertentu dalam sebuah karya sastra. Metode analisis isi digunakan untuk menelaah isi dari suatu dokumen, dalam penelitian ini, dokumen yang dimaksudkan adalah novel “Cinta Suci Zahrana”.
Krispendorf mengemukakan bahwa kajian isi merupakan tekhnik yang digunakan untuk menarik kesimpulan yang dapat ditiru dan sahih data atas dasar konteksnya, sedangkan R Holsty mengemukakan bahwa kajian isi adalah tekhnik apapun yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan dan dilakukan secara objektif dan sistematis.
B. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika. Hermeneutika digunakan dalam analisis tektual. Hermeneutika juga diartikan sebagai teori Analisa dan praktek menafsirkan Bahasa, teks, gambar, pikiran, ide dan konsep dengan mencari makna. Hermeneutika juga berfungsi untuk menafsirkan sebuah wacana, mencari makna dalam sebuah teks dan menginterpretasikan permasalahan.
Hermeneutika dalam penelitian ini merupakan pendekatan yang digunakan untuk menafsirkan teks. Teks yang dimaksud adalah novel “Cinta Suci Zahrana”
karya Habiburrahman El Shirazy. Pendekatan hermeneutika digunakan agar pembaca tidak bingung dalam memahami teks yang dimaksudkan.
30
C. Sumber Data 1. Data Primer
Data primer merupakan data pokok yang didapatkan untuk kepentingan penelitian. Data primer adalah data yang diperoleh dari subjek penelitian dengan menggunakan alat ukut atau alat pengambilan data langsung dari subjek sebagai sumber informasi yang dicari. Data primer pada penelitian ini adalah novel “Cinta Suci Zahrana” karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Republika, merupakan cetakan keempat, Juli 2007.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data pelengkap dari sebuah penelitian. Data sekunder dari penelitian ini didapatkan dari sumber berupa buku referensi, baik itu buku tentang analisis isi, pesan komunikasi islami juga referensi internet, artikel, dan lain sebagainya yang terkait dengan penelitian.
D. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan cara sebagai berikut:
1. Studi Pustaka
Studi pustaka meliputi penelitian terhadap literatur yang relevan dengan permasalahan yang dikaji.
2. Studi Dokumentasi
Studi dokumen, yaitu penelitian dengan cara meneliti dokumen atau buku yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Dokumentasi yaitu pengumpulan data melalui karya tertulis. peneliti akan mengumpulkan data-data berupa tulisan yang akan menunjang penelitian ini. Dokumentasi adalah metode yang digunakan
31
untuk mengumpulkan data yang berupa buku, catatan, notulen, surat kabar, majalah, prasasti dan lain sebagainya.
E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Analisi berarti mengkaji data yang diperoleh dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisir data, memilah-milahnya menjadikan satuan yang dapat dikelola, mensistensikannya, mencari dan menemukan pola, menentukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.24
Tekhnik pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan terlebih dahulu penliti membaca berulang-ulang secara keseluruhan isi novel “Cinta Suci Zahrana”, kemudian dilakukan pengelompokan data yang berkaitan dengan pesan komunikasi islami yang peneliti bagi menjadi dua yakni pesan agam dan pesan moral lalu dilakukan konstruksi kategori semacam alat yang digunakan untuk mengupas permasalahan dalam sebuah penelitian.
Kategorisasi dilakukan dengan tujuan agar isi pesan yang yang tersurat bisa dianalisa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Kemudian ditemukan kategori pesan komunikasi islami yang berkaitan dengan pesan moral dan pesan agama pada
24 Lexy J. Moeleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006), h. 4.
32
novel “Cinta Suci Zahrana” dan dilakukan penyeleksian kembali apakah data yang ditemukan sudah tepat.
33 BAB IV
NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHYRAZI (ANALISIS PESAN KOMUNIKASI ISLAMI) A. Deskripsi Objek Penelitian
1. Biografi Habiburrahman El Shyrazi
Habiburrahman El Shyrazi adalah seorang lulusan Al Azhar University Cairo.
Sosok yang dikenal sebagai seorang dai tersebut merupakan pendiri dan pengasuh utama Pesantran Karya dan Wirausaha BASMALA INDONESIA yang terletak di Semarang, Jawa Tengah.
Habiburrahman merupakan seorang pembicara dalam forum-forum nasional dan internasional. Beragam karyanya laris misalnya novel Ayat-ayat Cinta tahun 2004, Pudarnya Pesona Cleopatra tahun 2004, Di Atas Sajadah Cinta tahun 2004, Ketika Cinta Berbuah Surga tahun 2005, Ketika Cinta Bertasbih tahun 2007.
Gambar 1.1 Foto Habiburrahman El Shyrazi Sumber: KapanLagi.com
34
2. Gambaran Umum Novel “Cinta Suci Zahrana”
a. Unsur Intrinsik dalam Novel “Cinta Suci Zahrana”
1) Tokoh
• Zahrana
• Hasan
• Pak Karman
• Ibu Zahrana
• Pak Munajat
• Rahmad
• Bu Merlin
• Wati
• Lina
• Nina
• Bu Nyai
• Pak Kiai
• Dokter Zul
• Pak Didik
• Pak Darmanto 2) Alur
Alur yang digunakan dalam novel “Cinta Suci Zahrana” adalah alur campuran atau alur maju-mundur.
3) Latar
Latar waktu : Malam, siang, sore
Latar Tempat : STM Al-Fatah Mranggen, Demak, Kampus, rumah Zahrana, Masjid
Latar Suasana : Sedih, senang
35
4) Sudut pandang pengarang dalam novel “Cinta Suci Zahrana” adalah sudut pandang orang ketiga.
5) Amanat dalam novel ini sangat banyak, salah satunya adalah tetap bersabar dan iklas atas semua ketentuan Allah swt. Apapun yang terjadi kembalikan dan berdoalah kepada-Nya.
3. Sinopsis
Novel “Cinta Suci Zahrana” mengisahkan tentang tentang seorang gadis dan kehidupan percintaannya yang tidak semulus prestasi-prestasinya di bidang akademik. Usianya yang sudah memasuki kepala tiga tidak juga membuatya kunjung menemukan jodoh. Zahrana adalah sosok yang sangat selektif dalam memilih calon pasangannya. Hal itulah yang membuatnya banyak dicaci dan dianggap sebagai perawan tua. Beberapa orang yang datang melamarnya semuanya ditolak dengan alasan belum cocok. Orang tua Zahrana marah karena hal tersebut.
Zahrana lalu memutuskan berhenti dari kampus tempatnya mengajar karena menolak seorang Dekan yang dianggap masih kurang dari segi moralitas untuk mendampinginya. Zahrana juga menolak Pak Didik yang walaupun merupakan sosok yang alim, tetapi sudah menikah tiga kali. Setelah berhenti mengajar di kampus, Zahrana memilih STM Al-fatah untuk mengajar disana. Zahrana juga berharap bisa mendapatkan jodoh yang selama ini diinginkannya.
Beberapa bulan kemudian, Zahrana mengunjungi Pak Kiai dan Bu Nyai untuk meminta saran dan bersedia dijodohkan dengan siapapun yang menjadi pilihan mereka. Zahrana lalu diperkenalkan dengan sosok Rahmad yang hanya bekerja sebagai pedang kerupuk keliling, tetapi Zahrana mau menerimanya karena Rahmad adalah seseorang yang baik agama dan aklahknya.
Malam sebelum pesta pernikahan digelar, terjadi kecelakaan yang membuat Rahmad meninggal dunia, Zahrana sangat kaget dan kemudian pingsan lalu dilbawa ke rumah sakit. Disana, ia dirawat oleh Dokter Zul yang tidak lain adalah ibu dari Hasan, mahasiswa bimbingan Zahrana di kampus. Melihat kelembutan hati Zahrana,
36
Dokter Zul lalu melamarkannya untuk Hasan, meski awlanya Zahrana menolak karena menganggap Hasan masih muda dan lebih pantas menjadi adiknya. Tetapi Hasan dan Dokter Zul berhasil menyakinkannya. Zahrana sangat bahagia, akhirnya bisa menikah dengan sosok pria yangmeski lebih muda darinya tapi mampu membimbingnya.
Gambar 2.1 Sampul Novel “Cinta Suci Zahrana”
Sumber: Ratusitirukoyah.blogspot.com
B. Wujud Pesan Komunikasi Islami pada Novel “Cinta Suci Zahrana” Karya Habiburrahman El-shyrazi
Setelah peneliti melakukan pengkajian terhadap novel “Cinta Suci Zahrana”, peneliti mencari data-data yang berkaitan dengan pesan komunikasi islami, kemudian dilakukan analisis untuk mendapatkan hasil penelitian untuk dilakukan pembahasan.
Hasil penelitian tersebut dipaparkan sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah apa pesan komunikasi islami yang terdapat pada novel.
37
Tabel 3.1 Wujud Pesan Komunikasi Islami pada Novel “Cinta Suci Zahrana”
38
Wujud pesan komunikasi islami pada novel “Cinta Suci Zahrana”
dikategorikan ke dalam dua sub yaitu pesan agama dan pesan moral. wujud pesan komunikasi islami tersebut dikategorikan berdasarkan konflik yang dialami oleh tokoh Zahrana dalam menjalani kehidupannya. Berikut ini akan dibahas mengenai wujud pesan komunikasi islami pada novel “Cinta Suci Zahrana”:
a. Pesan Agama 2) Sabar
Sabar berarti memiliki sikap sabar, berbesar hati, dan berani menghadapi segala situasi yang terjadi dalam hidup. Sabar juga berarti tahan terhadapa setiap cobaan yang menghampiri, tenang dalam mengadapi masalah dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan, juga tidak terburu-buru karena nafsu belaka.
Zahrana adalah tokoh yang memiliki sikap dan kesabran yang tinggi dalam menghadapi konflik yang terjadi. Seperti pada kutipan berikut:
“Sesungguhnya ia ingin marah tetapi yang ada di hadapannya adalah bu Merlin yang ia hormati. Kalau yang mengatakan itu bukan bu Merlin, ia mungkin akan langsung mengungkapkan emosinya saat itu juga.”25
“Zahrana diam, sebab jika dia bicara dalam keadaan emosi ia takut kata-katanya akan menyakiti kedua orang tuanya.”26
“Tak ada pilihan lain. Tak ada kompromi. Ia harus bersabar meniti jalan Panjang sampai ia menemukan pendamping hidup yang ia harapkan.”27
“Zahrana meneteskan air matanya. Hatinya sakit, namun dia memilih tetap diam membaca email yang masuk dan menyembutkan bahwa dirinya dalah perawan tua. Apa kabar Perawan Tua?”28
“Ia tidak akan meladeni kata-kata yang tidak mencerminkan datang dari orang terdidik itu.”29
25 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana (Jakarta: Republika, 2011), h. 112.
26 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 162.
27 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 165.
28 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 198.
39
Kutipan tersebut menunjukkan kesabaran yang merupakan sifat Zahrana.
Memilih diam adalah caranya untuk menang. Dia memilih bersabar dan tidak membalas keburukan tokoh Pak Karman atas dirinya.
Allah melarang untuk saling membantah dan hendaknya bersabar menghadapi setiap ujian. Seperti tokoh Zahrana yang selalu bersabar atas setiap musibah yang ia hadapi. Zahrana percaya, saling membantah hanya akan membuat masalah semakin Panjang.
3) Sopan Santun
Sopan santun adalah sikap atau tingkah laku yang baik, hormat dan beradab serta diiringi oleh rasa belas kasihan dan budi pekerti halus yang tercermin dalam tingkah laku, tutur kata, cara berpakaian dan lain sebagainya.30
Manusia diperintahkan untuk saling menghargai satu sama lain, termasuk menjaga lisan karena berkata kasar dan tidak sopan akan mengakibatkan orang lain merasa tersinggung dan menjauh. Saling memaafkan dan mendoakan agar orang lain diampuni oleh Allah swt. juga bermusyawarah agar menghindari perdebatan dalam pengambilan keputusan.
Kutipan berikut ini merupakan contoh perilaku soapn santun yang ditunjukkan oleh tokoh Zahrana.
“Iya, Bu Merlin, semoga keputusan terbaik nanti bisa saya berikan”31
Meski sedih, Zahrana tetap berbicara dengan santun kepada Bu Merlin terkait keputusannya untuk menerima atau menolak lamaran Pak Karman.
29 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 199.
30 Sudarman Danim, Menjadi Penelitian Kualitatif (Bandung: Pustaka Setia, 2012), h. 14.
31 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 166.
40
“Zahrana berbicara kepada kedua orang tuanya. Ia minta kepada mereka pengertiannya jika ia nanti mengambil keputusan yang tidak melegakan mereka berdua.” 32
Zahrana meminta agar orang tuanya berbesar hati untuk keputusan yang akan diambilnya dan mungkin akan membuat keduanya kecewa. Cara menyampaikan keinginannya pun dengan tetap bertutur yang santun dan tidak mau menyakiti perasaan orang tuanya.
“Saya pernah mendengar Baginda Nabi Muhammad saw., pernah berdabda,
‘Al ‘ajalatu minasy syaithan. Tergesa-gesa itu datangnya dari setan!’ saya tidak mau tergesa-gesa. Saya tidak mau mengecewakan siapapun. Termasuk diri saya sendiri. Maka perkenankan saya untuk menjawabnya tiga hari ke depan. Saya akan langsung sampaikan kepada Pak Karman yang saya hormati.
Maafkan jika saya tidak bisa menjawab sekarang”.33
Zahrana menolak lamaran Pak Karman tetapi tetap dengan bahasa yang sopan dan sikap yang santun. Dirinya tidak mau membuat Pak Karman malu di depan para tamu yang hadir.
“Saya tidak menunggu yang bagaimana-bagaimana Bu. Saya menunggu lelaki saleh yang pas di hati saya. Itu saja”.34
Zahrana menjelaskan kepada ibunya bahwa ia menolak Pak Karman karena tahu bagaimana karakter aslinya di kampus. Meski tidak setuju dengan ibunya, Zahrana tetap menyampaikannya dengan sangat hati-hati.
“Kepada
Yth. Bapak H. Sukarman, M.S.c Di Semarang
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Semoga Bapak senantiasa sehat dan berada dalam naungan hidayah-Nya.
32 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 168.
33 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 172.
34 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 173.
41
To the point saja, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Bapak, saya ingin menyampaikan bahwa saya belum bisa menerima pinangan Bapak. Semoga Bapak mendapatkan yang lebih baik dari saya. Mohon maklum dan mohon maaf jika tidak berkenan.
Wassalam, Dewi Zahrana. 35
Penolakan yang dilakukan Zahrana tentu akan membuat malu Pak Karman jika ia menyampaikan secara langsung. Tetapi Zahrana meminta diberikan waktu untuk berpikir. Kemudian mencari cara yang tepat untuk menyampaikannya melalui e-mail.
“Bu tolong ibu juga mengerti saya. Saya telah berusaha menata hati dan jiwa untuk menerima Pak Karman. Saya tidak mau karena saya sudah terlambat menikah, lantas saya menikah untuk seolah-olah Bahagia. Saya tidak mau batin saya justru menderita. Karena saya benar-benar tidak bisa menerima Pak Karman. Saya tidak mau, setelah menikah sosok Pak Karman justru jadi monster yang menghantui saya setiap saat. Saya sama sekali tidak bisa mencintainya Bu. Meskipun sebutir Zarrah. Ibu kan juga seorang perempuan. Saya mohon Ibu bisa memaklumi.” Zahrana menjawab Panjang lebar dengan mengajak bicara dari hati ke hati”.36 Zahrana menyampaikan bahwa dirinya sudah berusaha untuk menerima Pak Karman, tetapi dirinya merasa Pak Karman bukanlah jodoh yang baik untuknya.
Meski begitu, saat dimintai jawaban oleh Ibu Merlin, Zahrana tidak serta merta menyampaikannya dengan kata-kata kasar melainkan dengan kata yang santun.
4) Jujur
Jujur merupakan cara untuk menyampaikan sesuatu yang dianggap benar dalam kehidupan seseorang. Hal ini sangat penting, demi menjaga kepercayaan orang lain terhadap diri pribadi.
Jujur memiliki manfaat guna menyelaraskan perbuatan dan perkataan.
Keinginan untuk jujur menyebabkan seseorang selalu dapat dipercaya dalam
35 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 177.
36 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 179.
42
tindakan, ucapan, dan aksi nyata dalam kesehariannya. Seperti pada kutipan dialog berikut:
“Saya ini lebih tua dari Hasan Bu. Dia cocoknya jadi adik saya.” 37
“Ibu harus percaya pada saya. Saya tidak punya hubungan apa pun dengan Hasan kecuali dosen dengan muridnya. Sungguh Bu.”38
Zahrana tidak tahu harus menjawab apa saat Dokter Zul melamarnya untuk menjadi istri Hasan yang tidak lain adalah mahasiswa bimbingannya. Zahrana begitu kaget karena usia Hasan yang terpaut jauh dengannya. Meski begitu, Zahrana tetap jujur jika dirinya tidak bisa menikah dengan Hasan yang lebih pantas menjadi adiknya. Namun Dokter Zul menganggap diamnya Zahrana adalah karena ia setuju dan bersedia menerima lamaran tersebut.
Perilaku jujur merupakan kunci dari bentuk ketakwaan kepada Allah swt.
manusia akan mudah bergaul dengan orang lain jika ia memiliki sifat yang jujur, karena yang paling pertama orang lain lihat dari setiap pribadi adalah ucapan dan pertanggung jawaban dari ucapan tersebut.
5) Sedekah
Secara khusus, sedekah berarti mengeluarkan harta dan memberikannya kepada yang berhak dan mengharap ridha Allah swt. Sedekah adalah pemberian seorang muslim kepada muslim lainnya dengan sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.
Sedekah yang terbaik adalah sedekah yang dilakukan atas dasar suka rela.
Sedekah tersebut bisa diberikan kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, orang
37 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 240.
38 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 238.
“Saya tidak tahu harus bicara apa lagi.”
“Berarti menerima. Tidak bicara berarti diam. Diam tanda menerima.”
43
yang sedang melakukan perjalanan jauh untuk menyebarkan agama islam dan juga kepada peminta-minta.
Sedekah adalah amalan yang paling disukai oleh Allah swt. keutamaannya yaitu:
1. Sedekah tidak mengurangi harta melainkan akan digantikan dengan yang lebih banyak oleh Allah swt.
2. Sedakah menghapus dosa
3. Sedekah melipatgandangan pahala
Kutipan yang menunjukkan Zahrana sosok yang dermawan adalah sebagai berikut:
“Zahrana memberikan uang kembali, Zahrana menolak dan mengikhlaskan semuanya untuk sopir itu.”39
Kutipan tersebut menjelaskan mengenai kedermawanan Zahrana yang senang bersedekah. Seperti pada saat hendak membayar taksi, Zahrana tidak mau mengambil uang kembalian dan mengikhlaskannya.
“Aduh gimana ya Bu. Saya tidak ada kembalian. Udah Ibu bawa dulu aja kerupuknya. Kapan-kapan kalau saya lewat Ibu bayar.”
“E jangan Pak. Udah Bapak bawa saja. Itu sedekah saya untuk Bapak.”
“Baik Bu kalau begitu. Matur Nuwun ya Bu. Semoga keinginan Ibu dikabulkan Allah.”
“Amin”.40
Zahrana yang hendak membeli kerupuk dengan tujuan agar bisa melihat wajah pemuda yang ditunjukkan untuk menjadi calonnya. Akan tetapi penjual kerupuk tersebut tidak memiliki uang kembalian. Zahrana kemudian memberikan semua uangnya dengan maksud sedekah.
39 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 101.
40 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 211.
44
6) Silaturahim
Silaturahmi artinya tradisi saling mengunjungi atau berkujung kepada saudara, kerabat, atau sahabat agar hubungan kekeluargaan, kekerabatan dan persaudaraan tidak terputus. Contohnya seperti mengunjungi tetangga atau guru.41
“Nama saya Rana, Ummi. Lengkapnya Dewi Zahrana. Kedatangan saya kesini pertama untuk silaturahmi. Kedua untuk memohon tambahan doa dari Ummi. Kebetulan saya ikut mengajar di STM Al-Fatah. Baru enam bulan ini Ummi.” Terang Zahrana dengan kepala menunduk”.42
Berdasarkan kutipan tersebut, Zahrana berkunjung ke rumah Pak Kiai dan dan Bu Nyai dengan maksud untuk silaturahmi dan meminta pendapat untuk dicarikan calon pendamping hidup.
7) Zikir
Zikir berarti memohon kepada Allah swt. tentang semua keinginan. Zikir adalah salah satu upaya pendekatan kepada Tuhan. Doa menjadi harapan dan keinginan untuk dikabulkan. Nabi Adam a.s adalah manusia pertama yang sejak dijadikannya dan ditiupi jiwanya kemudian beliau diajarkan untuk zikir kepada Allah swt. Sebagai doa pertamanya ialah, “Ya Tuhanku tunjuki daku jalan yang lurus, jalan mereka yang pernah diperoleh karunia dari-Mu, bukan jalan mereka yang Engkau kutuki dan bukan jalan mereka yang sesat.” Sejak saat itu, semua berdoa bukan hanya Qabil dan Habil tetapi juga para nabi.
Kutipan yang menunjukkan Zahrana selalu berdoa kepada Allah swt. dalam menghadapi setiap masalah yang dihadapinya ataupun saat hendak mengambil keuputusan yang terbaik, sebgaai berikut:
41 Srikandi Rahayu, Seputar Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Pakar Raya, 2014), h. 44.
42 Habiburrahman El Shirazy, Cinta Suci Zahrana, h. 205.
45
“Ketika ia sampai di tempat duduknya 15 A, ia membaca doa, memhohon ampunan untuk dirinya dan kedua orang tuanya.”43
“Dalam hati ia mendoakan untuk para mahasiswanya itu, semuanya sukses dan jadi orang yang berhasil kelak”.44
Digambarkan Zahrana berdoa kepada Allah swt. pada saat hendak berangkat ke Beijing dan juga mendoakan mahasiswanya sukses. Zahrana juga berdoa pada saat mengakhiri pidatonya di Beijing.
“Zahrana mengakhiri pidatonya dengan sepenggal doa, Ya Allah, Tuhan Pencipta langit dan bumi. Pencipta alam semesta. Jadikanlah kami manusia yang melestarikan bumi, anugerah-Mu yang indah, tempat kami hidup,
“Zahrana mengakhiri pidatonya dengan sepenggal doa, Ya Allah, Tuhan Pencipta langit dan bumi. Pencipta alam semesta. Jadikanlah kami manusia yang melestarikan bumi, anugerah-Mu yang indah, tempat kami hidup,