• Tidak ada hasil yang ditemukan

misalDya: Yuluf

Badri,

Akhmad Ibrahim, Zulkifti w...-,M . . subnti Mantani

dan mu

Adi

~i.I) · · · · ·

DaLun-... ~ militer,

LaqJung

dihaniflm~ ....

.

· a · ~ kebntuMh lindirj. Karena itullb _ dibaak. ,. . ~-~ . 1t :·

1S6

dewan (Kei Saibu) yang mengeluarkan anjuran ataupun perintah keras

. misalnya: untuk menanami kapas pekarangan dengan tanaman kapok,

.

-rami, kap~s, karet

dart

lain-lain. Juga untuk mendaftarkan jenis dan.

banyaknya temah yang dimiliki rakyat dan sebagainya.

Jepang pada mulanya membiarkan saja orang-orang Belanda Si-pil yang masih tinggal di Lampung. Pada dasamya Jepang hanya me.-ngurusi badan pemeriiltahan sampai ke tingkat Keresidenan. Di bawah ini Kepengurusannya diserahkan kepada orang-orang Indonesia ad-. rninistrasi pemerintahan secara langsung (oleh personil Jepang),

me-lainkan berstatus sebagai pengawas belaka.

Gerakan bahasa Jepang dilancarkan pula di Lampung ini>Dalam hal ini pegawai-pegawai negeri/pemerintah menjadi sasaran pertama, yang hams menguasai dan kemudian untuk

ikut

aktif menyebar luas-· kan penggunaan bahasa Jepang tadi di kalangan rnasyarakat luas .

. Para isteri pegawai negeri dihimpun di dalam organisasi kewa-nitaan bemama Fu-Jin-Kai. ·Perkumpulan ini meskipun bersifat ke-wanitaan tetapi juga diarahkan untuk membantu tugas pemerintah Mi-liter Jepang. Angkatan. muda di bawah u~ia dua puluh lirna tahun di-himpun di dalam Seinandan, sedang di atas 9atas usia tadi diwadahi di dalam Keibodan. Mereka antara lain dilatih baris berbaris, sebagai calon yang akan diperbantukan di medan tempur apabila dipandang

· ·perhi untuk membantu angkatan mi1ter Jepang.

Oleh Jepang diciptakan pula apa yang disebut Heiho (pembantu tentara). Kelompok ini dibekali berbagai ketrampilan di bidang ke-militeran. Apabila keadaan sudah memaksa dan dipandang perlu, Hei-ho ini bisa langsup.g dikiriin ke pos-pos

pertahanan

militer Jepang de-ngan pangkat militer penuh, dan paling tinggi sampai kopral. Untuk maksud-maksud di atas maka Jepang pun membentuk Jawatan Pene-. rangan (Sendenkan) yang mempunyai

bwajib~

utama menjalankan ·

propaganda agar supaya segenap Iapisan rnasyarakat, khususnya·

me-reka yang telah terlatih dalam berbagai bentuk organisasi di atas untuk membantu Jepang dalam memEllangkan perangnya melawan Sekutu.

Untuk maksud dan tujuan itu pulalah maka Jepang menerbitkan Surat Kabar yang bemama Lampung Shinbun.10>

Banyak orang-orang dari Lampung ini yang dijadikan oleh Je-pang menjadi romusha. Romusha

ini

dibentuk supaya terjamin pelak-sanaan pembuatan sarana fisik seperti pembuatan jalan lalu lintas, pe-labuhan kapal laut

maupun

udara. Mereka yang malang karena

dija-dikari

romusha

ini

di bawa ke luar daerah ·Lampung maupun ke luar negeri (misalnya ke Birman, Malaya dan sebagainya), dengan alasan

akan

dipekerjakan di pabrik minyak tanah di Palembang

dan seki·

tamya.11>

Di daerah Lampung sendiri yang merupakan basil kerja romosha tadi llmpamanya: Lapangan terbang Way Tuba (antara Kotabumi

-Martapura), lapangan terbang

Branti

(dekat Tanjungkarang) dan tapa ..

ngan udara Menggala, y3ng kini dikhususkan untuk pangkalan ang··

katan udara. 12>

Di Pagar Alam dan Lahat.Jepang mendiciik opsir tmtara sukarell

(Gyu

Gun) di bidang kemiliteran dari utusan-utusan_ Kabupaten d

selUJ1Jh Sumatera bagiail selatan

saat

itu, termasuk Lampung.

Meiela mendapatkan

latihan selama

tiga

bW.O penuh

..

Peserta

dari

Lampung

yaitu: Pangrena Emir Muhamad Near, Akhmad Ibrahim, lwan Su-. pardi,

Sukardi

Hamdani, Kiswoto, Ismail

Hasan, Slamet, Abdul

Haq, .

Riya

Cudu,

Muhamad

Hasan, Margono, Alamsyah,

Mas

Adi,

Baber-mansyah,

Suratmin, Az.addm

dan

~AklunacfRopi.

13>

Selama

mereka dilatih

dan dididik.

Jepang melakukan penelitian

tethadap peserta-peserta yang

berbabt. Mereka diperbatikait dan

di-bina

secara

kh~.

. dan

karma itu .

ada di

aDtara mmeb ·yang bisa .

mmjadi

anggota staf.

"omamtan ·

Regu (butai),

Koman

dan

Seksi

(Sotai) daii .

sehapinya~

. &;jaJaL Jengan

lmban opsir orang lncbtesia

-·! . . . .

158

ash, Jepang menyiapkan calon-calon prajurit yang tenaganya cb.ambil dari baik tenaga kepolis~an maupwi dari kalangan rakyat biasa.

Di Tanjungkarang mereka ini dilatih untulc melakukan kepemim-. pinan. Di antara mereka tadi Jepang memilih clan menyeleksi yang kar-ya-karya nantinya menjadi perwira bintara untulc kelak secall kolektif diserahi tugas pimpinan seksi ataupun regu. Latihan selama di Tan-jungkarang tersebut berjalan selama tiga bulan. Setelah kembali ke tempat asal, selama satu bulan mereka praktek latihan perang teritora1 sPbagai persiapan terakhir sebelum menjalankan penggodo1can lebih lanjut di Pagar Alam. Selesai di Pagar Alam mereka dilantik Jepang di Labat secara kemiliteran di mana anggota keluarganya bisa

me-nyaksikan pelantikan ini.14> Mereka sesudah pelantikan, meodapat ija-sah clan pangkat letnan dua yang disebut Gyu-Sei .

. Sepulang ke tempat asalnya, mereka

diterima

secara kemiliteran juga .. Sesudah mer~ bertugas di daerah masing-masing.

Jepang

me-ngamati dan memilih di antara mereka untuk mmjadi piinpinan apa yang disebut Jungekitai, yakni ~in gerilya_ yang cakap. Bagi

me-reka yang terpilih

masih

harus mm.j~ latihan

berat

di Pagar

Alam

selama sebulan, latihan

mana secara laiigsung . dipimpin oleh opsir..:

opsir Jepang sendiri. Dalarn

Iatihan

terakhir tersebut

clitekanl4'11

prak-tek-praktek serangan di malarn

hati. Sesudah Jatihan selesai mereka

pulang, dan di daerah

masing-masing mereka menerima

tugas

sebagai

pimpinan

kompl. Dalaln

struktur ketmtaraan di atas,'-~ setiap kom- · . pi ada pengawas berkebangsa-an

Jepang

yaitu apa yang

disebut

Sido-kang. Para tamatan Pagar Alaiii tadi karma lua""* ~ melawan · sekutu semakin

memuncak

mereka

Jaogsung

dipmbatidraq .

dl1am

pasukan

Jepang

yang statusnya djanggap

secB.ajat ... . p8nrira-perwira

Jepang Slfdiri.

Segala

macam .latiban kemiHt«ln J~ atas orang Indonesia tadl, jelas tak ada maksud dan "tujuan lain ~ecuali

. . . . . 'i "

siaga kalau

serangan sewaktu-waktu

pasukan Sekutu menyerbu Jepang

di Indonesia maka mereka bisa ikut serta memenangkan Jepang d1

dalam pertempuran. .

Mengenai pemilihan pimpinan kompi di Lampung terhadap per-wira-petwira kita, ternyata tidak jadi dilaksam1kan.1~l Hal ini disebab -kan karena meletusnya perlawanan PETA di Blitar Jawa Timur, yang banyak meminta perhatian dari pihak Jepang. Kebanyakan ·para pim-pinan politik dan perwira-perwira kita di Lampung, digunakan sebaga1 afat propaganda agar segenap lapisan masyarakat rela membantu Je-pang. Sewaktu Jepang mencurigai tokoh-tokoh di atas, banyak antara mereka dipindahkan ke luar daerah Lampung. Sebagai contoh pasukan di bawah Akhmad Ibrahim diperintahkan untuk menjamin keamanan lapangan udara id Stanvac· di Palembang. Mereka ini menerima senjata

· yang berupa senapan mesin saja. Ada pula kelompok lain ditempatkan di sekitar daerah pantai untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan aclanya pendaratan clan serangan dari pihak Sekutu. Dalam keadaan bersiap-siap menghadapi mush itulah pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kalah terhadap Sekutu, setelah terlebih dahulu di-jatuhkan born atom oleh Amerika Serikat.

Menghadapi pendudukan pemerintahan Jepang pada m anya rakyat Indonesia maupun rakyat Lampung khususnya, menai-uh

Slm-pati kepada Jepang. Di ~a-mana (terutama di pusat pemerintahan Kawedanan) Jepang disambut dengan kagum dan hati gembira, se-bagai saudara tua yang diduga akan membawa perdamaian, ke!nerde-kaan, keadilan clan kemakmuran. Harapan itu disampaikao karena melihat kenyataan hebatnya Jepang yang hanya dalam waktu beberapa hari saja berhasi1 menundukkan pemerintahan Hindia Belanda yan telah sekitar 3,5 abad berk11asa clan menjajah Indones1a. 'ficiak mcng · herankan juga kalau pemeril~tah maupun tentara Jepang pada ,nvai kedatangannya bersikap mengambil hati rakyat. ni dise 'a°lkau Jepang sangat membutuhkan kerjasama deng ·1 pihak ntcy<·! •1nt·,(.:

160

menggali

dan

mendapatkan bantuan baik bantuan berupa tmaga manu-sia maupun

.

hasil bumi di daerah ini terutama hasil perkebunan seperti: lada, kepi,

dan

sebagainya.

·

Di kalangan

·para pemimpin partai, misalnya Wan Abduraclunan

dari PSII,

Mr.

Abbas dari Parindra

dan

lain agak bersikap hati-bati.

Tokoh-tokoh tersebut mempunyai perhitungan, bahwa dmgan

Dokumen terkait