• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peta-Jalan 2010-2021

Dalam dokumen KONSEP PETA JALAN Roadmap INFRASTRUKTUR (Halaman 40-50)

BAB VII. PETA-JALAN INFRASTRUKTUR SATELIT INDONESIA 2010-2021

7.1. Peta-Jalan 2010-2021

Pada tahun 2021 kebutuhan infrastruktur satelit Nasional (baseline) masih diperkirakan meningkat menjadi 315 transponder sehingga apabila tidak dilakukan usaha penambahan kapasitas maka diperkirakan akan terjadi gap supply sekitar 122 transponder.

Tonggak-tonggak (milestones) pemerintah untuk menjawab tantangan tersebut secara rinci dapat dilihat di bawah ini:

(a) Penambahan Kapasitas Dalam Negeri

Beberapa program pemenuhan kapasitas telah diidentifikasikan. Pertama adalah program peluncuran Palapa D yang diperkirakan akan memberikan tambahan kapasitas secara komulatif sebesar enam (6) transponder pada tahun 2009/2010. Disusul kemudian oleh program peluncuran satelit Telkom-3 yang diperkirakan akan memberikan tambahan kapasitas sebesar empat puluh delapan (48) transponder pada tahun 2011 dan satelit PSN sebesar empat puluh delapan (48) transponder pada tahun 2012.

(b) Slot Orbit dan Spektrum

Dalam kerangka jangka pendek, pendaftaran ulang tiga slot orbit Indonesia telah berhasil dilaksanakan pada tahun 2007 yang meliputi pendaftaran satelit di 150,5E, 113E, dan 107,7E. Upaya pendaftaraan ulang

138 154 176 211 210 224 232 237 243 253 264 276 288 301 315

95 95 101 101 149 197 197 197 197 197 197 221 221 245 245

43 59 75 110 61 27 35 40 46 56 67 55 67 56 70 Kebutuhan

Total kebutuhan, baseline (XPDR)

Ketersediaan Transponder

Ketersediaan Dalam Negeri (XPDR)

Sisa kebutuhan, termasuk ketersediaan asing (XPDR)

Penambahan Kapasitas

Peluncuran Palapa D, tambahan kapasitas 6 xpdr

Peluncuran Telkom 3, tambahan kapasitas 48 xpdr Peluncuran sat-PSN, tambahan kapasitas 48 xpdr

Peluncuran Satelit Indonesia pita-Ku, 24 xpdr

Peluncuran Satelit Indonesia pita-Ka, 24 xpdr

akan dilakukan juga untuk pendaftaran-pendaftaran satelit semua pita yang menjadi hak dan tanggung jawab administrasi Indonesia. Selain itu, pemerintah memandang perlu untuk segera melakukan kajian optimalisasi terhadap Pita-Terencana (Planned Band) Indonesia.

Dalam jangka panjang, Pemerintah memandang perlu untuk mengantisipasi kebutuhan pita-Ku dan pita-Ka. Oleh karena itu, program- program pendaftaran satelit baru (satu pita-Ku dan satu pita-Ka) akan dilakukan dalam kurun waktu 2008 – 2015.

Untuk mengakomodasi kebutuhan infrastruktur satelit khusus baik kebutuhan sistem komunikasi NGSO maupun kebutuhan sistem satelit inderaja (remote sensing), maka program pendaftaran satelit NGSO akan

dilaksanakan pada tahun 2008 – 2014 dan secara paralel program koordinasi

spektrum frekuensi NGSO baik untuk kebutuhan komunikasi maupun inderaja.

(c) Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Dalam aspek penelitian dan pengembangan (R&D), program- program penelitian tentang karakteristik propagasi pita-Ku dan pita-Ka untuk sistem komunikasi satelit sangat perlu dilakukan karena karakteristik iklim Indonesia yang sangat unik. Pada tahun 2008 – 2009 program-program penelitian propagasi pita Ku lebih lanjut (melanjutkan beberapa penelitian yang telah dilakukan di Indonesia). Program-program penelitian propagasi

Refiling 150.5E, 113E, 107.7E Slot Orbit dan Spektrum

Pendaftaran ulang satelit Pendaftaran baru pita-Ku Pendaftaran baru pita-Ka Koordinasi NGSO EESS Optimalisasi pita terencana Pendaftaran NGSO

pita-Ka (merupakan penelitian yang relatif baru di Indonesia) akan dilakukan pada tahun 2008 – 2012. R&D pita Ku dan pita Ka juga meliputi layanan satelit bergerak pita-lebar (Broadband MSS).

Paralel dengan program-program penelitian propagasi, akan dilakukan program-program pengembangan sistem dan aplikasi pada pita-pita Ku dan Ka.

Untuk mendukung, mengkonsolidasikan dan menjaga hasil-hasil program-program penelitian di bidang satelit tersebut di atas, maka pemerintah akan mendorong pembentukan pusat penelitian dan pengembangan untuk satelit dan aplikasinya.

(d) Lingkungan Usaha

Program-program pemerintah dalam upaya perbaikan lingkungan usaha terdiri dari mendorong terjadinya konsolidasi operator satelit dan pembentukan konsorsium satelit Indonesia (2008-2010).

Masih dalam keranga lingkungan usaha, pemerintah juga memandang perlu untuk memperhatikan dan mendorong program-program peningkatan industri satelit dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah mendukung adanya program-program yang mampu merealisasikan produk-

Penelitian & Pengembangan Propagasi Ku-band

Propagasi Ka-band Sistem dan aplikasi pita-Ku Sistem dan aplikasi pita-Ka Sistem dan aplikasi pita-X/L Sistem tele-kesehatan Sistem tele-pendidikan Aplikasi-aplikasi pendidikan Aplikasi-aplikasi kesehatan Pembentukan PUSLITBANG- TEKAP-SATNAS

produk unggulan segmen bumi (ground segment) sistem komunikasi satelit yang meliputi program pengembangan produk unggulan antenna dan komponen RF (2008 – 2009), MODEM (2010 – 2015) dan mendorong ekspor produk unggulan tersebut yang diharapkan sudah dapat dimulai paling lambat pada tahun 2012. Selaras dengan strategi nasional dalam menumbuh- kembangkan industri dalam negeri tersebut maka pemerintah mendorong terjadinya konsolidasi operator VSAT (2009 - 2011).

Selain itu, sebagai langkah lanjut yang berkesinambungan dengan program-program slot orbit (a) dan penelitian dan pengembangan (c), pemerintah juga mendorong program-program pengembangan produk aplikasi TIK satelit pita-Ku dan pita-Ka (2010 - 2021).

(e) Kebijakan Finansial dan Go-International

Faktor penting untuk terjaminnya program-program peningkatan kapabilitas nasional dalam bidang teknologi satelit dan aplikasinya adalah dukungan finansial terhadap program penelitian dan pengembangan di bidang tersebut melalui pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah menganggap perlu untuk membuat regulasi yang mengatur dukung finansial terhadap program- program penelitian dan pengembangan satelit Indonesia. Peraturan ini diharapkan sudah ada pada tahun 2009.

Antenna

Modem Lingkungan Usaha

Konsolidasi Operator Satelit Konsorsium Satelit Nasional Konsolidasi Operator VSAT Produk Unggulan di Ground Station

Komponen RF

Expor produk unggulan Produk Aplikasi pita-Ku Produk Aplikasi pita-Ka

Gambar 18: Program-program terkait dengan perbaikan lingkungan usaha industri satelit

Masih selaras dengan strategi peningkatan kapabilitas Indonesia dalam bidang teknologi satelit dan aplikasinya, dukungan pemerintah juga sangat dibutuhkan bagi industri satelit Indonesia baik berupa insentif pajak maupun non-pajak. Peraturan insentif pajak dan non-pajak bagi industri satelit Indonesia ini diharapkan sudah ada pada tahun 2009.

Seiring dengan tumbuh-kembangnya kapabilitas Indonesia dan juga majunya industri dalam negeri di bidang satelit dan aplikasinya, maka pemerintah berharap terjadinya peningkatan ekspor softskill dan industri satelit Indonesia ke luar negeri yang berkesinambungan mulai tahun 2009.

Kebijakan Finansial & Go Internasional

Regulasi dukungan finansial bagi program LITBANG satelit Indonesia

Regulasi insentif pajak dan non- pajak bagi industri satelit Indonesia

Ekspor softskill dan industri satelit Indonesia ke luar negeri

Gambar 19: Program-program terkait dengan kebijakan finansial dan go- international

(f) Strategi dan Regulasi

Aspek penting terakhir dalam kerangka peta-jalan ini adalah aspek regulasi yang terdiri dari beberapa program utama yang meliput: program pengaturan frekuensi satelit, program pengaturan pengelolaan slot orbit, program pembuatan peraturan tentang penggunaan satelit untuk kepentingan komersial dan non-komersial (pendidikan, penelitian, penanganan bencana dan lain-lain), program pembuatan peraturan tentang berbagai layanan satelit termasuk layanan satelit bergerak, layanan satelit penyiaran, layanan satelit tetap dan layanan-layanan khusus seperti layanan penjejakan aset dan layanan satelit untuk penumpang pesawat. Program-program tersebut diharapkan dapat dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun pertama (2008 – 2010).

Regulasi

Pengaturan Frekuensi Satelit Pengaturan pengelolaan orbit Pengaturan ttg MSS/BSS/FSS Pengaturan penggunaan satelit untuk komersial dan non- komersial

Pengaturan kompetisi VSAT

Gambar 20: Program-progam yang terkait dengan Strategi dan Regulasi

BAB VIII. PENUTUP

Peta-jalan ini disusun sebagai pedoman bersama bagi regulator, para penyelenggara jaringan dan jasa, para pemodal, penyelenggara bisnis pendukung, maupun konsumen dalam menyikapi perkembangan teknologi dan bisnis telekomunikasi, khususnya menyangkut infrastruktur satelit Nasional.

Dokumen ini diharapkan menjadi semacam bahan yang didiskusikan lebih lanjut untuk memperoleh konsensus bersama guna menyongsong masa depan bersama yang lebih baik nantinya.

Konsistensi dan kepedulian semua pihak sangat penting dalam penyempurnaan peta-jalan ini.

LAMPIRAN I DETIL PROYEKSI DEMAND 2007 - 2021

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Demand

Fixed and Mobile Services

117 131 147 165 185 208 217 227 237 248 259 270 282 295 308 3,5% 3,5% 3,5% 3,5% 3,3% 3,2% 3,0% 2,9% 2,7% 2,6% 2,5% 2,3% 2,2% 2,0% 1,9% 4,1 4,6 5,1 5,8 6,1 6,6 6,5 6,5 6,5 6,4 6,3 6,2 6,1 6,0 5,8 77 87 98 110 116 124 124 124 123 122 120 118 116 114 110 Internet Access 3 3 4 4 5 5 6 7 8 9 10 11 13 15 17 Video Services 18 23 24 25 25 26 27 28 29 29 30 31 32 33 34 Other Services 39 39 42 47 50 53 53 53 53 52 52 51 50 49 47 Total demand (XPDR) 138 152 167 185 195 209 210 211 212 212 212 212 211 210 209 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Fixed and Mobile Services 77 87 98 110 116 124 124 124 123 122 120 118 116 114 110

Internet Access 3 3 4 4 5 5 6 7 8 9 10 11 13 15 17

Video Services 18 23 24 25 25 26 27 28 29 29 30 31 32 33 34

Other Services 39 39 42 47 50 53 53 53 53 52 52 51 50 49 47

Kebutuhan ICT (Gbps), fixed & mobile Prosentase Infrastruktur Satelit

Kebutuhan Bandwidth Infrastruktur satelit (Gbps) Subtotal kebutuhan transponder (XPDR)

Subtotal kebutuhan transponder untuk access-plane (XPDR)

Subtotal kebutuhan Transponder untuk video services termasuk DTH (XPDR)

Subtotal kebutuhan transponder untuk berbagai segment layanan lain seperti banking, mining, military, etc.

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 0 50 100 150 200 250 Other Services Video Services Internet Access Fixed and Mobile Services

Tahun D e m a n d ( T P E )

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Demand

Fixed and Mobile Services

117 132 154 189 197 219 236 250 265 281 298 317 336 357 379 3,5% 3,5% 3,5% 3,5% 3,3% 3,2% 3,0% 2,9% 2,7% 2,7% 2,6% 2,5% 2,5% 2,4% 2,3% 4,1 4,6 5,4 6,6 6,5 6,9 7,1 7,2 7,2 7,5 7,7 8,0 8,2 8,5 8,8 77 88 102 125 123 131 135 136 137 142 147 151 156 161 166 Internet Access 3 4 4 5 6 7 8 10 12 14 16 19 22 26 31 Video Services 18 23 26 27 29 30 32 33 35 37 39 41 43 45 47 Other Services 39 39 44 54 53 56 58 58 59 61 63 65 67 69 71 Total demand (XPDR) 138 154 176 211 210 224 232 237 243 253 264 276 288 301 315 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Fixed and Mobile Services 77 88 102 125 123 131 135 136 137 142 147 151 156 161 166

Internet Access 3 4 4 5 6 7 8 10 12 14 16 19 22 26 31

Video Services 18 23 26 27 29 30 32 33 35 37 39 41 43 45 47

Other Services 39 39 44 54 53 56 58 58 59 61 63 65 67 69 71

Kebutuhan ICT (Gbps), fixed & mobile Prosentase Infrastruktur Satelit

Kebutuhan Bandwidth Infrastruktur satelit (Gbps) Subtotal kebutuhan transponder (XPDR)

Subtotal kebutuhan transponder untuk access-plane (XPDR)

Subtotal kebutuhan Transponder untuk video services termasuk DTH (XPDR)

Subtotal kebutuhan transponder untuk berbagai segment layanan lain seperti banking, mining, military, etc.

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 0 50 100 150 200 250 300 350 Other Services Video Services Internet Access Fixed and Mobile Services

Tahun D e m a n d ( T P E )

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Demand

Fixed and Mobile Services

117 134 155 178 206 237 254 273 293 315 338 363 390 419 450 3,5% 3,5% 3,5% 3,5% 3,3% 3,2% 3,0% 2,9% 2,9% 2,8% 2,7% 2,7% 2,6% 2,5% 2,5% 4,1 4,7 5,4 6,2 6,8 7,5 7,7 8,0 8,4 8,8 9,2 9,7 10,1 10,6 11,0 77 89 103 118 128 141 145 152 160 167 175 183 192 200 209 Internet Access 3 4 5 6 7 9 10 13 15 18 22 27 32 39 47 Video Services 18 26 28 30 32 34 37 40 43 46 49 53 56 61 65 Other Services 39 39 44 51 55 61 62 65 68 72 75 79 82 86 90 Total demand (XPDR) 138 158 180 205 222 245 255 270 286 303 321 341 362 386 411 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021

Fixed and Mobile Services 77 89 103 118 128 141 145 152 160 167 175 183 192 200 209

Internet Access 3 4 5 6 7 9 10 13 15 18 22 27 32 39 47

Video Services 18 26 28 30 32 34 37 40 43 46 49 53 56 61 65

Other Services 39 39 44 51 55 61 62 65 68 72 75 79 82 86 90

Kebutuhan ICT (Gbps), fixed & mobile Prosentase Infrastruktur Satelit

Kebutuhan Bandwidth Infrastruktur satelit (Gbps) Subtotal kebutuhan transponder (XPDR)

Subtotal kebutuhan transponder untuk access-plane (XPDR)

Subtotal kebutuhan Transponder untuk video services termasuk DTH (XPDR)

Subtotal kebutuhan transponder untuk berbagai segment layanan lain seperti banking, mining, military, etc.

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 Other Services Video Services Internet Access Fixed and Mobile Services

Tahun D e m a n d ( T P E )

Dalam dokumen KONSEP PETA JALAN Roadmap INFRASTRUKTUR (Halaman 40-50)

Dokumen terkait