BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
PETIKAN HASIL OBSERVASI
Observer : Dwi Irma Sulistiyani Waktu Pelaksanaan : Tanggal 15 Juli 2019
Tempat : Madrasah Ibtida‟iyah Nurul Falah Bukit Kemuning
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Falah Bukit Kemuning Sekolah beralamat di Jl. Dusun V Talang Sebaris Desa Muara Aman, Kecamatan Bukit Kemuning Lampung Utara tepatnya diarea perumahan penduduk, yang cukup jauh dari jalan utama. Melihat kondisi demikian, memberikan dampak positif yaitu lingkungan yang nyaman (tidak bising), kondisi yang sangat cocok untuk kegiatan belajar mengajar. Akses jalan menuju Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Bukit Kemuning belum terlalu bagus karena masih jauh dari jalan lintas tapi itu tidak membuat peserta didik putus aja untuk berangkat ke sekolah
Pada tanggal 02 April 2019 saya datang ke Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Bukit Kemuning untuk melihat Sarana dan prasarana yang ada. Sarana-prasarana Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Bukit Kemuning sudah memenuhi standar kelayakan sebagai bangunan dan ruang belajar bagi peserta didik dengan fasilitas yang nyaman untuk belajar. Selain itu, sarana prasarana yang belum mendukung untuk perkembangan spiritual peserta didik, seperti Mushollah (Tempat Ibadah ) tetapi Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Bukit Kemuning sudah memiliki perpustakaan untuk peserta didik membaca.
O.01/fd/4
Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Bukit Kemuning memilki bangunan yang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang menunjang. Perpustakaan yang terdia juga menunjang materi-materi yang diajarkan disekolah, baik pelajaran agama maupun pelajaran umum, yang mendukung kecerdasan peserta didik baik emosional maupun spiritualnya.
Pada tanggal 04 april 2019, saya datang ke lokasi peneltian untuk melakukan observasi yang berkaitan dengan proses pendekatan saintifik dalam pembelajaran fiqih di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Bukit Kemuning. Setiap pagi, peserta didik ngaji Juz Ama dari surat An-Nas mulai pukul 07.10-07.30 WIB. Selanjutnya peserta didik masuk melaksanakan kegiatan belaja mengajar dengan pendidik baik agama maupun umum sesuai dengan jadwal kelas masing-masing.
O.02/fpd/7
Proses pelaksanaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran fiqih di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Bukit Kemuning
Pada tanggal 16 Juli 2019 saya kembali melakukan observasi di Madrasah Ibtidaiyah Bukit Kemuning megenai pendekatan sanitifik dalam pembelajaran fiqih. Dalam pertemuan pertama sampai kedua pendidik memberikan materi kepada peserta didik sampai peserta didik itu memahami materi tersebut dan pada pertemuan keempat dan kelima peserta didik mulai memperaktekkannya sambil didampingi pendidik fiqih
O.03/fpd/7
Pendidik memiliki peran besar terhadap keberhasilan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik ke pada peserta didik. Oleh karena itu, pendidik di Madasah Ibtidaiyah Nurul Falah Bukit Kemuning harus benar-benar memahami tentang pendekatan saintifik untuk diajarkan ke pada peserta didik agar pelaksanaannya berhasil dan banyak peserta didik yang memahami materi yang diajarkan dan peserta didik mampu memperaktekkannya
Observasi kembali saya lakukan, untuk mencari informasi mengenai kendala yang dihadapi pendidik dalam pembelajaran pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan proses pendekatan yang ada di dalam kurikulum 2013. Kendala yang yang sering ditemukan oleh pendidik adalah kurangnya waktu yang di butuhkan untuk melakukan kegiatan pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik pada saat praktek.
‟Pendekatan saintifik sudah digunakan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul
Falah Bukit Kemuning pada proses pembelajarannya karena sekolah sekarang sudah banyak yang menggunakan pendekatan saintifik jadi Madrasah Ibtidaiyah Bukit Kemuning mengubah pembelajaran menuju kearah sikap dan pengetahuan yang terintegrasi dengan pendekatan saintifik terhadap mata pelajaran masing-masing dengan mulai melakukan perubahan pada Silabus dan RPP yang ada di KTSP serta mengimplementasikan dalam pembelajaran di kelas”
W. 02/F.02/05:
“Pendekatan saintifik dengan menggunakan 5 langkah yaitu (mengamati,
menanya, mengeksplorasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan). Dengan melaksanakan RPP yang paling mudah mengamati dan yang paling sulit adalah mengeksplorasi yaitu mengumpulkan informasi dari berbagai sumber karena dengan adanya RPP maka kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan maksimal, dan pendekatan yang paling mudah digunakan adalah mengamati dengan langkah ini pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan seperti melihat, menyimak, mendengar, dan membaca dan yang paling sulit adalah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber”.
W. 01/F.02/05:
“Peserta didik lebih senang di sekolah sekarang karena banyak peraktek
dan hanya mendegarkan lalu menulis dan pendidik sekarang sering bagi kelompok waktu belajar di kelas”
“Bayu mengatakan bahwa kendala yang dialami di kelas adalah kurang
adanya sikap saling menghargai antara peserta didik satu dengan peserta didik lainnya dalam menyampaikan pendapat mungkin karena para peserta didik ada yang merasa pendapatnya paling benar sehingga kalau ada pendapat yang berlawanan atau menyanggah pendapatnya maka peserta didik yang lain kurang menghargai”
“Dewi selaku peserta didik kelas III. Dewi mengatakan bahwa kendala
yang dialami di kelas ketika ada yang menyampaikan pendapat peserta didik ada peserta didik yang menanggah sehingga peserta didik yang lainnya kurang menghargai”
W. 02/F.02/05:
“Sebenarnya kita dapat mengoperasikan media dan alat yang ada dalam
kurikulum 2013, agar pembelajaran terasa jauh lebih mudah, contoh LCD kita tinggal membuat slide gambar atau video supaya tidak menghabiskan waktu yang lama, hanya saja terkendala oleh LCD yang jumlahnya hanya satu sedangkan aspek yang harus di terima oleh peserta didik begitu banyak “
“Sebenarnya jika kita bisa memahami tawaran yang di berikan pemerintah pada kurikulum 2013 ini maka proses kegiatan belajar mengajar akan terasa sangat mudah. Contohnya sekolah dianjurkan untuk menggunakan media-media seperti LCD maka pendidik akan lebih kreatif dan kegiatan pembelajarannya akan semakin lebih mudah dan tidak memakan waktu yang lama”
Lampiran 9
PETIKAN HASIL OBSERVASI
Observer : Dwi Irma Sulistiyani Waktu Pelaksanaan : Tanggal 15 Juli 2019
Tempat : SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning
SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning Sekolah beralamat di Jalan M. Saleh Dusun III Desa Sukamenanti, Kecamatan Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara tepatnya diareal perumahan penduduk, yang cukup jauh dari jalan utama. Melihat kondisi demikian, memberikan dampak positif yaitu lingkungan yang nyaman (tidak bising), kondisi yang sangat cocok untuk kegiatan belajar mengajar. Akses jalan menuju SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning belum terlalu bagus karena masih jauh dari jalan lintas tapi itu tidak membuat peserta didik putus asa untuk berangkat ke sekolah
Pada tanggal 01 April 2019 saya datang SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning untuk melihat Sarana dan prasarana yang ada. Sarana-prasarana SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning sudah memenuhi standar kelayakan sebagai bangunan dan ruang belajar bagi peserta didik dengan fasilitas yang nyaman untuk belajar. Selain itu, sarana prasarana sudah sangat mendukung untuk perkembangan kecerdasan emosional dan spiritual peserta didik, seperti masjid, tempat wudhu serta perpustakaan yang memiliki koleksi buku.
O.01/fd/4
SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning memilki bangunan yang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang menunjang. Mushola yang ada juga sangat menunjang proses ibadah saat peseta didik maupun pendidik dan karyawan berada disekolah. Perpustakaan yang terdia juga menunjang materi-materi yang diajarkan disekolah, baik agama maupun pelajaran umum, yang mendukung kecerdasan peserta didik baik emosional maupun spiritualnya.
Pada tanggal 05 april 2019, saya datang ke lokasi peneltian untuk melakukan observasi yang berkaitan dengan proses pendekatan saintifik dalam pembelajaran fiqih di SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning . Setiap pagi, peserta didik braingym dan dilanjutkan hafalan perkalian sama kosakata bahasa inggris dan bahasa arab dan solat dhuha masing-masing kelas setelah solat mpeserta didik melakukan murojaah surat-surat pendek.
O.02/fpd/7
Proses pelaksanaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran fiqih di SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning
Pada tanggal 17 Juli 2019 saya kembali melakukan observasi di SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning megenai pendekatan sanitifik dalam pembelajaran fiqih. Dalam pertemuan pertama sampai kedua pendidik memberikan materi kepada peserta didik sampai peserta didik itu memahami
materi tersebut dan pada pertemuan keempat dan kelima peserta didik mulai memperaktekkannya sambil didampingi pendidik fiqih
O.03/fpd/7
Pendidik memiliki peran besar terhadap keberhasilan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik ke pada peserta didik. Oleh karena itu, pendidik di SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning harus benar-benar memahami tentang pendekatan saintifik untuk diajarkan ke pada peserta didik agar pelaksanaannya berhasil dan banyak peserta didik yang memahami materi yang diajarkan dan peserta didik mampu memperaktekkannya
Observasi kembali saya lakukan, untuk mencari informasi mengenai kendala yang dihadapi pendidik dalam pembelajaran pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan proses pendekatan yang ada di dalam kurikulum 2013. Kendala yang yang sering ditemukan oleh pendidik sama seperti sekolah-sekolah yang lain yakni kurangnya waktu yang di butuhkan untuk melakukan kegiatan pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik pada saat praktek.
“ Sebenarnya jika kita dapat mengoperasikan media dan alat yang
ada dalam kurikulum 2013, kegiatan pmbelajaran itu akan terasa jauh lebih mudah, contoh LCD ketika kita menggunakan LCD pendidik tinggal membuat slide yang berisi tulisan gambar atau video supaya tidak menghabiskan waktu yang lama, kita juga dapat menggunakan waktu yang ada dengan kegiatan lainnya seperti diskusi hanya saja terkendala oleh LCD
yang jumlahnya hanya satu sedangkan aspek yang harus di terima oleh peserta didik begitu banyak”
W.03/F.03/7
“Ravan mengatakan bahwa kendala yang dialami di kelas adalah
kurang adanya sikap saling menghargai antara peserta didik satu dengan peserta didik lainnya dalam menyampaikan pendapat mungkin karena para peserta didik ada yang merasa pendapatnya paling benar sehingga kalau ada pendapat yang berlawanan atau menyanggah pendapatnya maka peserta didik yang lain kurang menghargai”
“ Selaku peserta didik kelas III. Rahma mengatakan bahwa kendala
yang dialami di kelas ketika ada yang menyampaikan pendapat peserta didik ada peserta didik yang menanggah sehingga peserta didik yang lainnya kurang menghargai”
“Sebenarnya jika kita bisa memahami tawaran yang di berikan
pemerintah pada kurikulum 2013 ini maka proses kegiatan belajar mengajar akan terasa sangat mudah. Contohnya sekolah dianjurkan untuk menggunakan media-media seperti LCD maka pendidik akan lebih kreatif dan kegiatan pembelajarannya akan semakin lebih mudah dan tidak memakan waktu yang lama”
W. 01/F.01/04
„‟Pendekatan saintifik sudah digunakan mbak di SD Islam Holistik
Miftahul Ulum Bukit Kemuning karena pendekatan saintifik berpusat pada peserta didik dan dalam pembelajarannya mendorong peserta didik untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga peserta didik mampu membangun konsep sendiri melalui pengalaman belajar yang dialaminya”
W. 02/F.02/04:
“Penggunaan pendekatan saintifik yang ada dalam kurikulum 2013, maka
pendidik dapat memberikan pemahaman pada peserta didik dalam mengenal dan memahami berbagai materi menggunakan langkah-langkah ilmiah”
W. 01/F.02/04:
“Aku lebih senang bunda di sekolah sekarang karena banyak peraktek
dan hanya mendegarkan lalu menulis dan guru sekarang sering bagi kelompok waktu belajar di kelas jadi ngerjain tugasnya bareng-bareng sama teman bunda”
W. 02/F.02/05:
“Sekarang sebelum selesai belajar sering di panggil satu persatu kadang
di tunjuk di suruh menceritakan apa yang sudah di pelajari aku aku sangat senang bunda karena suka di kasih nilai”
KETERANGAN KODING-KODING
O : Observasi ( O.01= Obsevrasi 1, O.02= Observasi 2, O.03= Observasi 3, Dst)
Fpd : Faktor Pendukung Fph : Faktor Penghambat 4-7 : Bulan
Lampiran 10
Hasil observasi pembelajaran saintifik di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Bukit Kemuning seperti tabel 3.3
Tabel 3.3
No Metode, alat, sumber dan media Ya Tidak 1 Menggunakan metode pengamatan √
2 Menggunakan alat praga/ gambar/ fenomena √ 3 Menggunakan sumber buku/ koran/ majalah/
jurnal
√
4 Menggunakan media buku/ internet/ video/ laptop/ lcd
√
5 Menggunakan metode tanya jawab √ 6 Menggunakan metode diskusi dan
percobaan
√
Lampiran 11
Hasil observasi pembelajaran saintifik di SD Islam Holistik Miftahul Ulum Bukit Kemuning seperti berikut tabel 3.4
Tabel 3.4
No Metode, alat, sumber dan media Ya Tidak 1 Menggunakan metode pengamatan √
2 Menggunakan alat praga/ gambar/ fenomena 3 Menggunakan sumber buku/ koran/ majalah/
jurnal
√
4 Menggunakan media buku/ internet/ video/ laptop/ lcd
√
5 Menggunakan metode tanya jawab √ 6 Menggunakan metode diskusi dan
percobaan
√