• Tidak ada hasil yang ditemukan

V.6.5. Pengendalian Penyakit

5.4.2. Petunjuk Jawaban Tes Formatif

1. Dasar penggolongon sistem produksi tanaman sayur adalah menurut tujuan atau maksud membudidayakannya, cara (metode) khusus yang digunakan dalam memproduksi sayuran dan pemasaran atau penggunaan tanamannya.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan apakah nantinya benih akan ditanam langsung atau disemaikan dahulu adalah faktor tanamannya (kecepatan regenerasi akar, sistem perakaran tanaman, umur benih sampai panen, ukuran benih, kecepatan biji berkecambah dan pertumbuhan bibit) dan pertimbangan ekonomis (ukuran usaha taninya, tujuan budidaya tanaman sayur dan ketersediaan dan harga tenaga kerja serta benih).

3. Penaburan bibit di dalam bak pesemaian dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu: a. Benih disebar merata di dalam bak pesemalan

Universitas Gadjah Mada 40 Benih ditabur secara tipis dan merata di atas tanah pesemalan kemudian ditutup dengan tanah tipis.

b. Benih ditabur dalam kelompok-kelompok.

Tanah di bak pesemaian dibuat lubang-lubang sedalam 0,5-1 cm dengan jarak antar Jubang 5 cm x 5 cm. Tiap Iubang ditanam 2-3 biji, kemudian lvbang tanam ditutup dengan tanah.

c. Benih ditabur dalam larikan-larikan (dalam barisan).

Benih ditabur rapat don tipis memanjang sepanjong bak pesemaian dengan jarak tiap-tiap baris 5-10 cm kemudian benih ditutup dengan tanah tipis.

4. Pengolahan tanah diperlukan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi berkecambahnya benih sayur, menopang berdirinya dan tumbuhnya bibit serta untuk memudahkan pemeliharaan tanaman sayur. Apabila pengolahan tanah dilakukan dengan baik, pengolahan tanah dapat mengurangi tumbuhnya gulma dan penyakit yang muncul dan dalam tanah yang dapat mengganggu tumbuhnya tanaman. Pengolahan tanah juga dapat memperbaiki kapasitas tanah dalam menahan air, drainase dan aerasi tanah.

5. Menanam tanaman sayur dapat dikelompokkan men adi tiga golongan, tergantung kepada praktik penanamannya, yaitu :

a. Bibit tanaman sayur yang biasa dipindahtanamkan, seperti bibit kubis, sawi, brokoli, cauliflower, tomat, terung, cabai, bawang merah, seledri dan selada. b. Benih tanaman sayur yang biasanya ditanam langsung, sepenti melon,

semangka, labu, mentimun, kacang panjang, kacang buncis, kacang kapri dan kedelai.

c. Benih tanaman sayur yang harus ditanam langsung, seperti lobak, wortel, turnip dan beet.

6. Menanam benih secara Iangsung dengan cara ditanam di lubang-lubang tanam dengan pengaturan jarak tanam umumnya dilakukan dengan pertimbangan:

a. Tanaman sayur memerlukan ruang tumbuh yang cukup lebar, seperli pada Cucurbitaceae.

b. Tanaman tumbuh dalam waktu yang relatif lama, seperti kacang panjang. c. Gangguan gulma dapat diantisipasi dan dikendalikan secara mekanik. d. Irigasi dilakukan dengan irigasi pant.

Universitas Gadjah Mada 41 7. Hardening adalah perlakukan benih sebelum disemaikan atau ditanam langsung di

lahan atau perlakuan bibit sebelum dipindahtanamkan ke lahan dengan tujuan untuk memperkuat (mengokohkan) tumbuhnya kecambah atau bibit tanaman sayur apabila dipaparkan dengan kondisi di lahan tempat tanaman sayur ditanam permanen.

8. Salah satu cara hardening adalah dengan memaparkan bibit sedikit-demi sedikit pada cahaya matahari yang kuat dan bibit tidak diberi air siraman untuk membuat bibit layu sementara tetapi dijaga jangan sampai bibit layu permanen. Dengan membuat air dalam jumlah terbatas (pengaturan air) menyebabkan pertumbuhan bibit lambat dan menyebabkan perubahan fisiologi dan morfologi bibit sehingga akan dihasilkan bibit yang kuat dan kokoh karena bibit menjadi kurang sukulen dan jaringan tanaman Iebih kuat karena air yang ditranspirasikan lebih sedikit. Sifat-sifat bibit yang seperti ini menyebabkan bibit cepat recovery akibat pindah tanam karena bagian trubus bibit sedikit terpengaruh oleh kerusakan akar akibat pencabutan bibit. Bibit sayur yang dipenlakukan dengan hardening, pada awal pertumbuhannya lambat akan tetapi setelah itu pertumbuhannya akan normal kembali dan lebih sedikit bibit yang mati di lahan daripada bibit yang tidak diperlakukan dengan hardening. Cara lain perlakuan hardening adalah benih sebelum disemaikan direndam dalam air dan dikeluarkan 6 jam sebelum radikel keluar. Setelah itu, benih dikeringanginkan selama 48 jam sebelum disemaikan. Dengan cara ini akan diperoleh tanaman sayur yang lebih tahan terhadap cekaman kekeringan.

9. Air boleh dikatakan sebagi faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman sayur karena lebih dari 90% tubuh tanaman sayur tersusun oleh air. Jadi air menentukan berat dan hasil tanaman sayur. Kualitas hasil tanaman sayur juga ditentukan oleh kualitas dan pengaturan air. Cacat yang ada pada hasil sayuran dapat ditelusur baik Iangsung ataupun tidak langsung berhubungan dengan kesalahan pengaturan pemberian air pada lahan penanaman.

10. Tanah dapat terganggu kemampuan menyediakan unsur hara bagi tanaman karena:

a. Crop removal.

Unsur hara dan dalam tanah diambil oleh tanaman dan dipindahkan permanen dan tanah oleh tanaman melalui hasil panennya. Tanaman yang berbeda akan memindahkan unsur hara dan tanah dengan jumlah dan proporsi yang berbeda pula.

Universitas Gadjah Mada 42

b. Losses through run-off and erosion.

Aliran permukaan tanah akibat air akan membawa material dari tanah dan melarutkan unsur-unsur hara. Permukaan tanah umumnya Iebih subur tetapi paling terpengaruh oleh aliran permukaan dan erosi sehingga unsur-unsur hara di permukaan tanah banyak yang hilang. Untuk memperkecil terjadinya hilangnya unsur-unsur hara akibat erosi perlu diperhatikan kemiringan lahan, vegetasi yang menutupi permukaan tanah, curah hujan dan praktik pengolahan tanah.

c. Fixation.

Fiksasi unsur fosfor, kalium dan ion ammonium berhubungan dengan transformasi bentuk unsur-unsur tersebut yang tersedia bagi tanaman (akar tanaman dapat menyerap unsur tersebut) menjadi bentuk yang tidak tersedia bagi tanaman sehingga tanaman tidak dapat memanfaatkannya. Fiksasi fosfor akibat dan reaksi tanah yang menyebabkan fosfor berubah bentuk menjadi senyawa yang tidak larut. Fiksasi kalium dan partikel ion ammonium karena terjerap oleh lempung dan partikel batu. Mikroorganisme tanah juga memanfaatkan unsur hara terutama nitrogen. Setelah mikroorganisme mati dan terdekomposisi, unsur hara yang telah dimanfaatkan oleh mikroorganisme tidak dapat diserap oleh tanaman.

d. Losses through leaching.

Leaching adalah pergerakan unsur hara turun ke dalam air bebas di dalam tanah melalui perkolasi air, menyebabkan hilangnya garam-garam yang dapat larut dan zona tanah. Leaching Iebih banyak terjadi pada tanah pasir daripada tanah lempung, terutama jika curah hujannya tinggi karena perkolasi Iebih cepat dan kemampuan tanah untuk mengabsorpsi unsur hara rendah.

e. Loss through volatilization.

Reaksi-reaksi biologis dan kimiawi dapat mengubah bentuk unsur-unsur hara di dalam tanah menjadi gas. Dengan demikian, unsur-unsur hara tertentu dapat hilang karena volatilisasi (evaporasi ke dalam udara). Sebagai contohnya volatilisasi nitrogen menjadi ammonia terutama jika reaksi tanahnya netral atau basa. Dalam reksi denitrifikasi, nitrat berubah bentuknya menjadi gas nitrogen dan dikeluarkan dari lapisan tanah dalam atau tanah-tanah yang buruk drainasenya.

Universitas Gadjah Mada 43 11. Cara gulma menurunkan hasil tanaman sayur dengan melakukan persaingan antara

tanaman sayur dengan gulma dalam memanfaatkan cahaya, air, karbondioksida, ruang tumbuh dan unsur hara dan dalam tanah.

12. Kualitas hasil tanaman sayur dapat turun akibat serangan hama karena daundaun dimakan oleh hama akan menyebabkan daun sudah tidak utuh lagi ini terjadi terutama bagi sayuran daun, tanaman menjadi keriting dan menyebabkan beberapa cacat seperti adanya noda-noda pada permukaan daun ataupun buah, warna yang tidak seragam pada buah serta timbulnya lubang-lubang kecil pada permukaan buah.

13. Cara mengendalikan serangan penyakit dapat dilakukan dengan; a. Pengelolaan tanaman.

Cara ini mencakup pula rotasi tanaman dan sanitasi. Rotasi tanaman dengan tanaman padi sawah atau tanah dibiarkan bero dapat mengurangi timbulnya inokulum patogen penyebab penyakit yang terbawa tanah. Penggunaan kompos dan rumput pangola atau marigol dan penggunaan tanaman perangkap dapat mengurangi populasi penyakit.

b. Penggunaan varietas tanaman sayur yang tahan dan toleran.

Penggunaan varietas tanaman sayur yang tahan dan toleran merupakan cara pengendalian penyakit yang paling ekonomis. Lebih dan 85% tanaman sayur yang ditanam merupakan hasil pemuliaan tanaman yang tahan terhadap satu atau dua macam penyakit. Apabila tidak ada varietas tanaman yang tahan dapat digunakan varietas tanaman sayur yang toleran (hasilnya normal seperti biasa tetapi tanaman rentan terhadap serangan penyakit). ldealnya, vanietas yang dikembangkan harusnya tahan terhadap serangan penyakit. Akan tetapi, penyakitnya juga timbul ras-ras baru yang dapat menghancurkan ketahanan tanaman sayur terhadap penyakit tersebut. Dalam kasus seperti ini dianjurkan untuk menerapkan cara lain dalam mengendalikan penyakit.

c. Penggunaan benih dan bahan tanam yang bebas dan penyakit.

Pada setiap waktu sangat penting memiliki benih atau bahan tanam yang bebas dan penyakit. Adanya program sertifikasi dan karantina menjamin tersedianya bahan tanam yang bebas penyakit.

Universitas Gadjah Mada 44 d. Vektor serangga dan gulma sebagai inang.

Serangga seringkali sebagai vektor dalam penyebaran patogen penyebab penyakit. Pengendalian terhadap serangga dan vektor yang lainnya seringkali diperlukan untuk tetap mempertahankan tanaman sayur bebas penyakit. Gulma seringkali sebagai tempat untuk tinggalnya patogen (inang pengganti) yang dapat mempertahankan patogen di luar musim tanam sayur dan potogen tetap survive sampai pada waktunya tanaman sayur yang rentan ditanam kembali.

e. Sanitasi.

Untuk beberapa penyakit sangat penting untuk membajak tanah, membakarnya atau membersihkan lahan dan sisa-sisa tanaman sebelumnya terutama apabila tanaman dan bagian tanaman mengandung penyakit. Penambahan bahan organik dapat meningkatkan aktivitas biologis di dalam tanah yang seringkali dapat meningkatkan jumlah patogen yang terbawa tanah. Dengan menanam secara tumpangsari dan susunan tanaman sayur yang berselang-seling dalam suatu lahan dengan jarak tanam yang memadai dapat juga menolong untuk mengurangi penyakit.

f. Perlakuan benih dan pengendalian penyakit secara kimiawi.

Bahan kimia dapat digunakan untuk mengendalikan patogen tanaman termasuk benih dan fungisida yang diaplikasikan di udara dan fungsi tanah. Perlakuan benih seperti perlakuan panas dan benih yang diselimuti fungisida sering dilakukan sebelum benih ditanam. Patogen yang terbawa tanah termasuk nematoda dikendalikan dengan methom sodium dan methyl isothiocyanate. Metil bromida sering digunakan untuk mengendalikan penyakit yang terbawa tanah di dalam screenhouse atau di lahan.

14. Manfaat pemberian lanjaran pada tanaman sayur yang tumbuhnya memanjat atau membelit adalah supaya tanaman dapat tumbuh tegak. Pemberian lanjaran ini dimaksudkan pula untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman sayur seperti pemberian air irigasi, pembumbunan, pengendalian hama, penyakit dan gulma serta pemberian pupuk. Pada tanaman sayur yang tumbuhnya memanjat atau membelit yang penyerbukannya dibantu oleh serangga dengan pemberian lanjaran akan membantu aktivitas serangga dalam penyerbukan sehingga dapat meningkatkan pembentukan buah, seperti contohnya pada tanaman mentimun. Pemberian lanjaran ini juga dimaksudkan supaya tanaman sayur dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Universitas Gadjah Mada 45 5.4.3. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Bagi mahasiswa yang dapat mengerjakan soal tes formatif dengan paling tidak 70% jawaban benar maka mahasiswa dapat melanjutkan belajar ke pokok bahasan berikutnya. Akan tetapi apabila jawaban benar kurang dan 70% maka mahasiswa mempersilahkan mempelajari kembali Pokok Bahasan V ini dengan menambah bahan bacaan dan buku acuan yang disebutkan atau sumber lainnya yang relevan dengan pokok bahasan ini.

Dokumen terkait