KETUA RAPAT: Ya
F- PG (BAMBANG HERMANTO, S.E.): Baik, terima kasih Pimpinan
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Komisi V,
Pak Menteri Perhubungan beserta Dirjen dan seluruh jajarannya.
Saya mungkin singkat saja Pak. Ini kalau kita melihat postur anggaran yang sekarang di Kementerian Perhubungan menurut hemat saya, menurut hemat saya Pak ini kan banyak penurunan Pak anggaran ini, tapi kalau saya lihat kok banyak juga membangun di sini Pak. Kenapa tidak lebih baik kalau kita memperbaiki saja aset-aset yang ada, Pak. Ya termasuk project-project yang mangkrak misalnya sedikit mangkrak kaya Patimban contohnya misalnya, di tahap satu saja belum selesai Pak. Nah ini terus kemudian kita lanjut ke tahap 2 misalnya, ya ini menurut pandangan saya hemat saya barangkali akan lebih baik kalau misalnya kita fokus kepada project-project yang memang sekarang ada selesaikan, manfaatkan, supaya masyarakat juga bisa langsung menikmati. Jangan kemudian kaya sekarang kaya yang saya lihat ini ada 10 bandara akan dibangun bandara baru Pak, sementara Bandara Kertajati saja yang sudah jadi mangkrak begitu. Inikan sangat ironis begitu. Maka oleh karena itu menurut hemat saya barangkali ini akan lebih baik kalau kita fokus kepada project-project yang memang sudah jalan tapi belum selesai. Karena itu akan lebih bermanfaat untuk masyarakat apabila itu bisa diselesaikan dengan cepat, Pak.
Kemudian juga hal lain barangkali ini ada di apa namanya Perkeretaapian Pak. Tempo hari saya melakukan kunjungan dan ada beberapa hal yang saya tangkap di situ. Salah satunya adalah saya mendapatkan ada sertifikat ganda ini Pak, Perkeretaapian, yang ini berakibat kepada
terhambatnya proses apa namanya pembangunan. Project-nya sudah ada, tapi belum dilelang oleh karena sertifikatnya masih belum jelas Pak. Nah ini saya kira ini harus juga menjadi perhatian karena kalau misalnya kondisi seperti itu terjadi di beberapa tempat, di mana-mana saya saya yakin banyak lah, itu juga kan akan menghambat pembangunan Pak. Maka oleh karena itu dalam forum yang baik ini ya mumpung ada Pak Menteri juga, ada teman-teman yang lain dari Perhubungan, saya kira ini menjadi perhatian Pak Menteri agar supaya segala perencanaan pembangunan kita tidak terhambat oleh karena hal-hal yang semestinya itu tidak ada masalah. Saya kira itu saja Pak Menteri.
Terima kasih atas perhatiannya Pimpinan. Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Bambang. Silakan Pak Ruslan.
Bersiap-siap Bu Cen Sui Lan. F-PKB (RUSLAN M. DAUD):
Terima kasih Pak Ketua.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Pimpinan dan seluruh Anggota DPR Komisi V yang kami hormati, Bapak Menteri dan seluruh para jajaran yang kami banggakan.
Pertama, saya mengucapkan ribuan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri dan seluruh para jajaran beliau yang telah bahu-membahu menjalankan tugas-tugas seperti yang sudah diamanatkan oleh Bapak Presiden dan sesuai dengan pembahasan kita bersama. Walaupun dengan keadaan Covid dan juga dengan keadaan uang yang sangat tidak bersahabat dengan kita semua, tetapi beliau masih luar biasa menuntaskan pekerjaan-pekerjaan yang sudah diamanahkan.
Yang ke dua adalah kami mohon Pak Menteri kalau bisa ada terobosan baru untuk dalam segi untuk teman-teman ini untuk bawa ke Dapil Pak Menteri, tentunya adalah di segi Padat Karya. Apa yang sudah kami terima saat ini, baik dari tahun 2020 yang lalu, 2021 ini belum kami terima. Kami sangat mengapresiasi dan juga teman-teman di Dapil sangat bersyukur dan juga sangat mengapresiasi kepada kami, mereka tahu ini adalah terobosan ataupun juga gagasan dan juga permohonan dari pada aspirasi mereka.
Nah yang ke tiga adalah kami mohon kepada Bapak Menteri pekerjaan-pekerjaan di tahun 2021 yang sudah masuk yang skala prioritas yang belum terselesaikan tolong diselesaikan secara cepat. Seperti juga yang ada di Aceh
mungkin kaya Bandara Malikussaleh, itu sudah berapa kali mungkin saya WA dan juga saya cek kepada teman-teman yang ada di Kabalai, sampai saat ini itu belum terlaksana dengan baik proses tender. Itu perlu perhatian Bapak Menteri untuk Tahun Anggaran 2021.
Nah untuk Tahun 2022 Pak Menteri sesuai dengan kami dengar tadi paparan yang sangat luar biasa, walaupun memang anggaran tidak bersahabat, ada yang skala prioritas yang sudah dipaparkan tadi, sudi kiranya Bapak Menteri untuk program di Aceh itu dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat. Apalagi yang sudah kita janjikan seperti dulu yaitu kereta api untuk yang skema Sungai Siput Klangsang dan juga Bireuen untuk ke Krueng Geukeuh ataupun ke Lhokseumawe itu dapat dituntaskan Pak Menteri. Itu memang janji politis dan juga janji-janji pendahulu yang dulu.
Nah kalau bisa sebelum berakhir Bapak Presiden kita Bapak Jokowi itu harus tuntas. Itu mohon, apalagi kalau kita ikut pengadaan tanah yang di Bireuen ini sudah tuntas 95% Pak Menteri, tetapi baru terbangun itu 11 Kilo. Untuk tahun ini, itu ada penambahan sedikit itu Lhokseumawe Krueng Geukeuh ataupun Krueng Geukeuh Kandang, itu pun belum belum terlaksana dengan baik Pak Dirjen ya.
Jadi dalam kesempatan ini saya pikir apa yang sudah dipaparkan itu sudah baik, yang belum dipaparkan kalau memang itu aspirasi daripada kami-kami yang ada di Dapil itu mohon diakomodir, mohon diprioritaskan pada Tahun Anggaran 2022 Pak Menteri. Mungkin itu saja.
Atas perhatian Bapak Menteri dan seluruh para jajaran, kami ucapkan ribuan terima kasih.
Wallaahulmuafik illa aqwamittoriq,
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Yang penting kereta apinya jadi Pak ya. Pak Menteri itu Pak Ruslan ini mengawal NKRI di Aceh Pak, jadi kita harus jadikan keretanya, daripada dia balik lagi takut kita Pak. Ini bercanda Pak, saya sahabat baik sama beliau Pak. Kita dukung Pak sepenuhnya Pak. Pimpinan bertiga ini mendukung sepenuhnya kereta api di Aceh supaya cepat selesai.
Baik, berikutnya Bu Cen Sui Lan alias Musang King, silakan. F-PG (CEN SUI LAN):
Terima kasih Pimpinan.
Yang terhormat Pimpinan Komisi V dan para Anggota, Yang terhormat Pak Menteri dan jajarannya.
Pak Menteri terima kasih sudah menindaklanjuti permintaan saya mengenai Malarko dan Sebatik. Pak Menteri sudah ke meninjau ke sana dan itu yang kedua kali Pak Menteri ya. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi.
Pak Menteri, Pelabuhan Sandar Kapal Pelni saat ini kan masih bercampur di Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar, itu karena mungkin kebijakan Menteri yang lama memindahkannya dari Sekupang tapi sudah begitu lama saat ini masih di Batu Ampar. Tolonglah Pak Menteri biar bisa dipastikan untuk dipindahkan, karena di samping Pelabuhan Bongkar Muat itu ada pelabuhan swasta. Nah tolong bisa dipastikan karena saat ini Pelabuhan Batu Ampar kan dikelola BP Batam. BP Batam juga sudah rencananya 2 bulan ke depan akan memindahkan. Jadi tolong bisa dipastikan saja.
Yang ke dua Pak Menteri, saya ingin menanyakan mengenai flight information region. Seperti kita ketahui saat ini kan seluruh wilayah udara Kepri masih dikelola Singapura dan itu merugikan kita. Kalau dulu masih wajar Pak Menteri, tapi saya rasa saat ini kita sudah bisa mengelola sendiri berhubungan dengan kedaulatan kita. Saat ini Pak Menteri kira-kira kapan bisa kita kelola? Dikelola oleh NKRI dan itu kan di bawah kewenangan Pak Menteri Kementerian Perhubungan. Jadi tolong bisa dikasih pencerahan sedikit. Itu saja Pak Menteri dari saya.
Terima kasih Pimpinan. Terima kasih Pak Menteri. KETUA RAPAT:
Terima kasih Bu Cen Sui Lan. Selanjutnya Bu Novita.
Bersiap-siap Pak Muhammad Aras.
F-P.GERINDRA (Hj. NOVITA WIJAYANTI, S.E., M.M.): Terima kasih Pimpinan.
Pimpinan yang saya hormati,
Anggota, kemudian Pak Menteri dan Pak Dirjen, Serta jajaran yang saya hormati.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Pak Menteri, seperti tadi PU juga anggarannya turun ini juga berkurang, tapi tetap harus semangat ya Pak Menteri dan Pak Dirjen, walaupun kita selalu ingin program nasional jalan, tapi jangan lupa program kita yang di Dapil juga jangan berkurang atau harus nambah itu kira-kira gitu ya Pak Menteri.
Kemudian saya tadi mendengarkan minta maaf agak terakhiran, jadi saya dengarnya Tanjung Carat sudah jadi prioritas gitu Pak ya Alhamdulillah. Saya
ucapkan selamat, terima kasih. Jadi kunjungan Komisi V ke sana berarti berbuah dan Pak Menteri yang asli Palembang Pak Eddy, Pak Ishak Mekki itu sukses, paling saya ucapkan selamat. Kemudian saya ingin diceritakan sedikit saja kira-kira kapan itu akan dimulai.
Kemudian saya tadi rapat dengan Pak Menteri PU ada informasi mengenai anggaran dari JIK Pak yang dari Jepang mengenai kereta api. Ini ada jalur yang sebidang dengan jalan kereta api dengan jalan yang banyak sekali menghambat gitu ya perjalanan dan bahkan banyak jalan yang rusak diantara jalan dengan kereta api itu rel kereta api dan tadi Pak Basoeki menyampaikan ada anggaran yang untuk banyak, lah itu saya ingin tanyakan anggaran apa dan bagaimana itu yang dari JIK yang dari Jepang itu untuk Indonesia? Ini kaitanya dengan kereta api kelihatannya Pak ya itu?
Kemudian untuk Pak Budi, jembatan eh Pak Budi Darat, itu jembatan timbang yang saya kemarin sempat sampaikan di jalan Pak Budi Darat, bukan Pak Menteri ya, Pak Budi Darat. Di Jawa Tengah itu ada yang flyover yang parah itu ya Pak ya yang di Kretek itu. Kira-kira mungkin jembatan timbangnya harus lebih dimaksimalkan dan tadi juga saya sampaikan untuk ada solusi-solusi dari Dirjen Bina Marga mengenai itu. Tetapi saya juga berharap dari Dirjen Darat ada penanganan-penanganan khusus juga di situ. Karena ODOL kali ya di situ jalannya hancur dan kemudian juga jembatan gantungnya harus dimaksimalkan di jalur yang selalu kita lalui bersama Pak Budi.
Kemudian mengenai kondisi pandemi ini Pak, saya dengar kan Pesawat Garuda dan lain sebagainya ini banyak mengurangi penerbangan. Kemudian pegawainya juga dikurang-kurangi. Ini apakah ada treatment khusus di Dirjen Udara mengenai ini? Begitu juga di Dirjen Darat dengan armada-armada yang banyak sekali memohon untuk adanya subsidi-subsidi karena kondisi mereka tidak baik, begitu.
Begitu juga mengenai Pesawat Carter untuk Pak Novi ya. Kemarin waktu lebaran Pesawat Pak Novi, Bu Novi tanya Pak Novi, karena sesama November. Pesawat Carter pada saat lebaran kemarin kan sempat di-stop ya Pak ya kalau nggak salah. Karena saya juga sempat bicara di media banyak sekali Pesawat Carter yang masuk ke Indonesia atau puter-puter itu. Apalagi yang dinaiki oleh penumpang-penumpang yang dari negara-negara yang banyak pandemilah. Ini stop-nya itu masih berlanjut atau hanya sampai kemarin pada saat lebaran tanggal 23 itu Pak? Kalau saya sih berharapnya itu harus tetap sangat selektif gitu. Jangan sampai digunakan Pesawat-pesawat Carter dari negara-negara atau yang membawa orang-orang yang Covid-nya tinggi. Kemudian penanganan-penanganannya bagaimana?
Tadi Udara, kemudian Darat, serta saya ingin tanya tentang tol laut, Pak. Tol laut itu Pak Agus karena mungkin saya pengetahuannya kurang tentang tol laut, saya ingin tahu tol laut itu progress-nya sampai sekarang bagaimana? Sudah sampai mana? Kemudian efeknya bagaimana untuk Indonesia? Dan laut ini kan banyak beberapa kali kecelakaan-kecelakaan Pak Agus. Saya ingin tahu bagaimana penanganan antisipasi serta treatment-treatment yang dilakukan
oleh Dirjen Laut mengenai beberapa kecelakaan-kecelakaan yang terjadi serta tadi mengenai efek dan manfaat serta imbas yang ada dari tol laut itu sendiri?
Yang terakhir Bandara Purbalingga sudah beroperasi ya Pak Novi ya? Saya padahal kemarin sama Pak Budi berharap pas penerbangan pertama kita kan dari Banyumas ya Pak Menteri, itu kan Purbalingga. Pasti saya senang sekali walaupun saya punya bandara di Cilacap tapi saya Purbalingga jalan juga senanglah karena Cilacap sudah ini KJ gitu Kagak Jelas gitu kan, KJ gitu. Ya Cilacap Purbalingga samalah. Kemarin berharap kita bisa mencoba yang pertama, tetapi saya belum tahu informasinya di Dapil situ ada saya dan Mba Lasmi gitu ya, tapi Pak Novi mungkin sibuk, itu saya nggak ngerti yang terbang ke sana siapa. Karena saya ingin menginformasikan juga kepada masyarakat di sekitaran situ bahwa Kementerian Perhubungan itu membuka dan biar masyarakat tahu supaya penerbangan ke Jakarta lebih mudah.
Itu kira-kira nanti akan diperdalam pada saat rapat dengan Dirjen, serta yang terakhir satu lagi ini sub Nomor 3 ini subsidi angkutan umum dan pelayanan perintis, termasuk tol laut dan jembatan udara itu seperti apa penjelasannya? Demikian Pak Menteri dan Pimpinan.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Terima kasih Bu Novi.
Ya terakhir Pak Muhammad Aras ya. Oh nanti Pak Hamka terakhir. Ya silakan Pak Muhammad Aras.
F-PPP (Dr.H. MUH. ARAS, S.Pd., M.M.): Terima kasih Pimpinan.
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua.
Yang terhormat Pak Ketua dan seluruh Pimpinan dan Sahabat Komisi V, Yang saya hormati dan banggakan Pak Menteri dan seluruh jajaran.
Pertama-tama, tentu kita sama-sama prihatin atas berkurangnya secara menyeluruh anggaran untuk Tahun 2022, tetapi apapun itu bahwa semangat kita dalam melaksanakan seluruh program yang sudah kita rencanakan sesuai dengan anggaran yang memang sangat terbatas ini.
Yang ke dua, tentu kami ingin melanjutkan bahwa ada soal Pelabuhan Awerange di Kabupaten Barru di Sulawesi Selatan yang rencananya akan
dikembalikan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang DED-nya sudah selesai tahun 2021. Tentu kita berharap bahwa apakah pengembangan pelabuhan ini diserahkan ke provinsi atau masih bisa dibantu oleh Kementerian Perhubungan melalui DAK. Tentu ini berharap bahwa ini ada solusi sehingga penanganan pelabuhan ini bisa tertangani dengan baik dengan situasi sekarang sangat memprihatinkan.
Kemudian yang ke dua terkait dengan Kereta Api Makassar-Parepare, ini progress-nya cukup lumayan, tapi masih harus digenjot maksimal. Terakhir saya turun ke Pangkep untuk membantu mengkomunikasikan untuk pembebasan lahan. Karena ternyata di lapangan masih sangat pasif orang-orang yang dipercayakan untuk menyelesaikan pembebasan lahan yang ada di Maros dan Pangkep. Mudah-mudahan keterlibatan Forkopimda di Sulawesi Selatan bisa lebih maksimal sehingga pembangunan kereta api ini bisa terselesaikan dengan tepat waktu.
Yang selanjutnya adalah terkait dengan Terminal A di Sulawesi Selatan itu sudah sangat memprihatinkan. Saya pernah komunikasi dengan Pak Dirjen Darat terkait dengan bagaimana solusi sehingga terminal ini bisa terlaksana. Tentu solusi-solusi yang pernah kami ceritakan bisa menjadi alternative, yaitu memindahkan lokasi ini ke tempat yang lebih strategis yang tentu bisa terkoneksi dengan pelabuhan udara, stasiun kereta api dan tentu dengan terminal yang akan dikoneksikan, sehingga betul-betul bisa lebih efektif.
Kemudian terkait dengan Arung Palakka yang Alhamdulillah saya bersama dengan Pak Menteri kemarin dengan Pak Novi sudah berkunjung ke sana. Saya sudah tindaklanjuti Pak untuk mengkomunikasi dengan Pak Gubernur, Pak Bupati dan mereka siap untuk subsidi. Bahkan Pak Gubernur juga sudah bicara dengan Gubernur Kalimantan Selatan, juga siap untuk mensubsidi terkait dengan pengoperasian maskapai yang tentu yang akan terbang dari dan ke Arung Palakka. Sehingga yang perlu dilakukan adalah bagaimana membantu mengkomunikasikan dengan maskapai yang ada. Sehingga win win solution atau solusi yang bisa dilakukan untuk bisa memulai kembali operasi Arung Palakka ke depan. Sehingga tentu anggaran yang dijanjikan oleh Pak Menteri bisa terealisasi untuk Tahun 2022 terkait dengan perpanjangan runway.
Kemudian di Sulawesi Selatan juga jalur jalan nasional ini penerangannya sangat buruk, terutama dari Makassar-Parepare, Maros-Bone, di daerah Camba dan sekitarnya itu di tengah-tengah hutan tidak ada sama sekali penerangan yang ada. Sehingga ini sangat mengkhawatirkan apabila terjadi hujan lebat. Bahkan di sana juga rawan longsor sehingga butuh perhatian terkait dengan penerangannya sehingga tentu keamanan berlalu lintas di sana bisa terjaga dengan baik.
Dan yang terakhir bahwa tentu kita menginginkan bahwa bandara-bandara yang baru dibangun ini juga bisa terus lakukan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana menyelesaikan bandara-bandara yang sedikit bermasalah hari ini yang tidak terselesaikan pada program tahun 2021. Sehingga 2022 betul-betul seluruh bandara yang ada betul-betul laik untuk
dipakai sehingga kecelakaan lalu lintas udara bisa teratasi dengan baik. Barangkali itu yang sempat saya sampaikan.
Terima kasih. Saya kembalikan. Wabillaahittaufik Walhidayah,
Wallaahulmuafik illa aqwamittoriq,
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Aras. Silakan Pak Hamka.
F-PG (Drs. HAMKA BACO KADY, MS.): Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Pimpinan dan seluruh Anggota yang saya hormati,
Pak Menteri dan seluruh jajaran Eselon I dan seterusnya.
Pertama, tentu mari kita panjatkan puji syukur karena kita masih sempat membahas walaupun dalam keadaan kondisi kita sekarang ini sangat memprihatinkan. Saya ingin memberikan berdasarkan pengetahuan saya sehubungan dengan apa yang kita rasakan dengan pengurangan anggaran ini.
Yang pertama, saya ingin menyampaikan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 2 atas Perpu Nomor 1 yang dikeluarkan oleh Pemerintah, Undang-undang APBN itu diberi kewenangan dalam Undang-undang APBN sampai 2023. Kewenangan dalam artian melebarkan defisit. Pada tahun 2020 kemarin kita defisit kurang lebih 6% lebih. Defisit dalam artian kompensasinya adalah utang atau pembiayaan. 2021 sekarang kita masih defisit lagi, masih kira-kira 5 sampai 5 koma sekian persen dan 2022 adalah tahun terakhir kita membahas anggaran untuk masuk ke 2023 dalam keadaan normal yaitu kembali ke 3%.
Nah saya ingin menyampaikan di sini bahwa di sisi lain pendapatan ini tidak tidak terdongkrak Pak Ketua. Asumsinya mungkin selisih, tapi tidak terlalu jauh. Yang terlalu jauh itu pendapatannya karena sudah diperkirakan di dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020 bahwa kita berakhir normal itu pada tahun 2023, tetapi ketidakpastian yang muncul terhadap pandemi yang kita hadapi. Yang jelas bahwa pandemi ini yang pasti adalah ketidakpastian.
Oleh karena itu Bapak dan Ibu sekalian, saya ingin menyampaikan ini dan saya sudah menduga lebih awal bahwa APBN kita sebentar ini dan ternyata demikian itu dasarnya adalah refocusing pada tahun 2021 persis. Kenapa demikian Pak? Karena kita harus mengurangi faktor pembiayaan defisit tadi. Faktor pembiayaan itu kompensasinya adalah utang. Di mana-mana kita baca di
koran posisi utang kita sudah 6.500 triliun. Di sisi lain penerimaan negara pajak pun tidak terdongkrak naik secara signifikan dengan pengeluaran. Ini yang menyebabkan kita seperti ini keadaannya, tetapi apapun itu kita akan menghadapi suatu yang pasti adalah ketidakpastian terhadap pandemi ini. Kita tidak tahu kapan berakhirnya dan kalau berdasarkan indikator-indikator ekonomi bahwa pada Tahun 2022 InshaAllah mudah-mudahan asumsinya Pak Ketua itu ya. Saya menyimak betul saran Pak Ketua itu kebetulan nanti saya masuk pada asumsi-asumsi jangan kita terlalu berambisi berasumsi yang terlalu tinggi, padahal kita tidak bisa capai.
Saya berharap penerimaan negara PNBP di Perhubungan yang terbesar kedua kalau saya tidak salah itu harus didongkrak juga. Ini ini gambaran yang ingin saya sampaikan bahwa memang keadaan kita sudah seperti itu dan harus kita mensyukuri apapun yang terjadi kita harus hadapi karena ini kondisi.
Yang ke dua, Kem. PPKF ini temanya Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural, itu temanya yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Di mana reformasi struktural point ke dua di situ tetap reformasi struktural dalam hal infrastruktur dasar dan menengah. Nah oleh karena itu saya kaitkan apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi ada beberapa infrastruktur yang mangkrak. Saya ambil contoh misalnya bukan mangkrak Pak Menteri, tidak ada konektivitas, misalnya Batam-Patimbang jalannya belum connect baru mau dibangun. Jadi sehingga ke depan pembangunan-pembangunan dermaga itu sudah harus kita pikirkan konektivitasnya. Jangan kita mengusulkan pembangunan jembatan sehingga konektivitasnya itu tidak ada, sehingga bukan mangkrak sebenarnya, penggunaannya tidak optimal sama sekali.
Ini barangkali yang harus kita apa namanya camkan ataukah pahami semuanya karena kondisi seperti itu. Namun demikian anggaran sebesar 30 sekian T yang di Kementerian Perhubungan ini hampir sama dengan hasil refocusing yang lalu hampir sama ya, tidak jauh beda.