2. 3. 4. 5. Bahan Mentah Kedelai Kedelai Kedelai Ampas tahu Ketan/singkong Mikroorganisme Rhizopus oryzae Aspergillus oryzae Aspergillus wentii Neurospora crassa Sacharomyces cerevisiae Produk Tempe Taoco Kecap Oncom merah Tapai B. Uraian
1. Kapas antiserangga mampu menghasilkan protein delta endotoksin. Protein ini akan bereaksi dengan enzim yang diproduksi oleh lambung serangga. Reaksi ini akan mengubah enzim tersebut menjadi racun. Akibatnya, serangga yang memakan tanaman tersebut akan mati karena keracunan. Jika serangga-serangga yang ada di alam mati, organisme-organisme pemakan serangga akan ikut punah juga, misal burung pemakan serangga. Hal ini akan menyebabkan rantai makanan yang ada di alam terganggu dan keseimbangan ekosistem tidak terjaga.
2. Aplikasi bioteknologi di bidang kesehatan antara lain sebagai berikut.
a. Antibiotik, produksi antibiotik dilakukan secara konvensional yaitu dengan mengembangbiakkan organisme penghasil antibiotik, misal Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum. Selanjutnya, zat yang dihasilkan oleh mikroba diekstrak. Antibiotik berfungsi untuk membunuh bakteri. b. Insulin, hormon insulin berguna pagi penderita diabetes melitus untuk menurunkan kadar gula. Hormon ini diproduksi dengan cara menyisipkan gen pembentuk insulin dari manusia ke plasmid bakteri.
c. Antibodi monoklonal, diperoleh dengan teknik hibridoma/fusi protoplasma, sehingga menghasilkan sel hibrid yang memiliki sifat dari kedua sel yang digabungkan yaitu sel kanker dan limfosit B. Antibodi monoklonal menghasilkan satu macam antibodi, yang berfungsi untuk membunuh sel kanker, penetral racun, dan mendeteksi keberadaan HCG.
3. Contoh produk bioteknologi konvensional.
Contoh produk bioteknologi modern. a. Vaksin transgenik
b. Padi transgenik
c. Tembakau yang resistan terhadap virus d. Bunga antilayu dan buah tahan busuk e. Tanaman kapas antiserangga
f. Kain ”alami” sintetis g. Insulin
h. Antibodi monoklonal
4. Penggunaan organisme transgenik secara seragam akan mengakibatkan tergusurnya organisme lokal sehingga dapat mengakibatkan hilangnya plasma nutfah lokal (alami). Oleh karena itu, pembudi-dayaan organisme transgenik dapat mengakibat-kan punahnya organisme lokal.
5. Vaksin digunakan untuk mencegah serangan penyakit terhadap tubuh yang berasal dari mikroorganisme. Vaksin dibedakan menjadi dua yaitu vaksin konvensional dan vaksin rekombinan. Vaksin konvensional dapat berupa virus/bakteri yang dilemahkan maupun dimatikan, atau peng-ambilan racun yang diambil dari mikroorganisme tersebut. Kelemahan vaksin konvensional adalah jika virus atau bakteri yang dilemahkan aktif kembali, akan mengakibatkan penyakit yang lebih fatal. Sementara itu, vaksin rekombinan/vaksin transgenik merupakan produk bioteknologi modern/ rekayasa genetika dengan teknik DNA rekombinan untuk menyisipkan gen yang mengode antigen pada plasmid. Vaksin rekombinan berupa protein rekombinan yang bersifat imunogenik.
A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c
Bioteknologi modern lebih menggunakan kajian ilmiah rekayasa genetika, biokimia, dan biomolekuler. Kegiatan pada soal yang menggunakan prinsip ilmiah adalah kloning domba Dolly (biomolekuler), tomat Flavr Savr (rekayasa genetika), dan produksi antibodi monoklonal (biomolekuler).
2. Jawaban: b
Pembuatan kecap dilakukan dengan metode bioteknologi konvensional yang menggunakan mikroorganisme berupa jamur Aspergillus sp. P e m b u a t a n r o t i m e n g g u n a k a n j a m u r S a c c h a r o m y ces cerevisiae. Pembuatan tempe menggunakan jamur Rhizopus sp. Pembuatan yoghurt menggunakan bakteri asam laktat yaitu Streptococcus thermophillus.
120 Bioteknologi
8. Jawaban: e
Kloning atau transplantasi nukleus adalah proses untuk menghasilkan individu yang secara genetik identik dengan induknya. Proses kloning dilakukan pada tingkat sel. Proses kloning dilakukan dengan memasukkan inti sel donor ke dalam sel telur yang telah dihilangkan inti selnya. Selanjutnya, sel telur diberi kejutan listrik atau zat kimia untuk memacu pembelahan sel.
9. Jawaban: c
DNA rekombinan adalah teknik mengubah susunan DNA suatu organisme dengan cara menyisipkan gen asing ke organisme sehingga diperoleh sifat yang tidak dimiliki sebelumnya. Pada proses DNA rekombinan segmen DNA yang dikehendaki kemudian dimasukkan ke dalam suatu vektor (pembawa). Vektor pada proses ini dapat berupa plasmid atau DNA virus.
10. Jawaban: c
Eksplan adalah bagian tumbuhan yang ditumbuhkan dalam media kulutur. Eksplan yang sering yang digunakan merupakan bagian tumbuhan yang memiliki sel-sel yang aktif membelah yaitu sel meristem yang terdapat di ujung akar atau batang.
11. Jawaban: e
Antibodi monoklonal dapat digunakan untuk mendeteksi kandungan hormon korionik gona-dotropin dalam urine wanita hamil. Dengan demikian, antibodi monoklonal dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kehamilan. Antibiotik digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit. Protein sel tunggal dan mikoprotein digunakan sebagai makanan sumber protein. Bovin somatotropin digunakan untuk meningkatkan produksi daging dan susu ternak. 12. Jawaban: b
Prinsip dari bioteknologi konvensional adalah peng-gunaan agen biologi (mikroorganisme) dengan teknik sederhana tanpa melalui rekayasa genetika untuk tujuan tertentu, misal pengolahan produk makanan. Proses yang terjadi di dalam bioteknologi konvensional umumnya adalah fermentasi. Sementara itu, rekayasa genetika dan manipulasi DNA merupakan ciri-ciri dari bioteknologi modern. 13. Jawaban: b
Contoh produk bioteknologi modern dengan proses rekayasa genetika terhadap mikro-organisme adalah produksi vaksin transgenik dengan bakteri patogen dan produksi insulin dengan bakteri Escherichia coli yang dilakukan dengan teknik DNA rekombinan. Tujuan teknik DNA rekombinan adalah untuk melakukan 3. Jawaban: b
Bahan Mikroorganisme Produk yangDihasilkan
I Susu Streptococcus sp. Yoghurt II Kedelai Rhizopus sp. Tempe III Kedelai Aspergillus sp. Kecap IV Singkong Saccharomyces sp. Tapai V Susu Streptococcus sp. Krim asam
4. Jawaban: c
Bioteknologi merupakan pemanfaatan organisme dan proses biologi untuk menghasilkan produk ataupun jasa yang bermanfaat bagi manusia. Perkembangan bioteknologi sangat ditentukan oleh berbagai bidang ilmu sperti mikrobiologi, biologi sel, biologi molekuler, biokimia, dan genetika. Pada bioteknologi konvensional melibatkan proses fermentasi dan pada bioteknologi modern melibatkan proses rekayasa genetika yang menghasilkan organisme transgenik. Prinsip dasar rekayasa genetika dapat berupa kultur jaringan, kloning, teknik bayi tabung, DNA rekombinan, dan fusi protoplasma.
5. Jawaban: b
Contoh penerapan bioteknologi konvensional yaitu: 1) pembuatan alkohol dengan Saccharomyces sp., 2) produk nata de coco dengan Acetobacter
xylinum, dan
3) produksi tempe dengan jamur Rhizopus
oryzae.
Adapun produk kentang dengan kadar pati meningkat 20% dan produksi hormon somatotropin dengan memanfaatkan E. coli merupakan contoh hasil produksi yang menerapkan bioteknologi modern.
6. Jawaban: b
Kedelai jika difermentasi menggunakan jamur Aspergillus oryzae akan menghasilkan kecap. Ketan atau singkong jika difermentasi meng-gunakan Saccharomyces akan menghasilkan tapai. Susu jika difermentasi menggunakan Lacto-bacillus bulgaricus akan menghasilkan keju. Rhizo-pus dimanfaatkan dalam proses fermentasi kedelai menjadi tempe.
7. Jawaban: d
Langkah-langkah dalam proses DNA rekombinan sebagai berikut.
1) Mengidentifikasi dan mengisolasi DNA yang dikehendaki.
2) Mengekstrak plasmid dari sel bakteri.
3) Menggabungkan potongan gen yang
di-kehendaki dengan plasmid.
4) Memasukkan plasmid yang telah disisipi gen baru ke dalam sel bakteri.
manipulasi gen sehingga dihasilkan organisme yang memiliki sifat-sifat baru sesuai yang diharapkan. Organisme yang dihasilkan disebut organisme transgenik. Adapun produksi antibiotik dengan bakteri Streptomyces griceus, produksi metanol dengan bakteri Methanobacterium sp, dan produksi yoghurt dengan bakteri Lactobacil-lus bulgaricus merupakan produk bioteknologi konvensional tanpa melakukan manipulasi pada susunan gen dalam kromosom bakteri tersebut. Manipulasi dilakukan pada kondisi lingkungan dan media tumbuh dengan menggunakan peralatan sederhana.
14. Jawaban: a
Proses kloning dilakukan dengan cara memasukkan inti sel donor yang berasal dari sel somatis ke dalam sel telur yang telah dihilangkan inti selnya. Fusi sel merupakan teknik peng-gabungan dua sel yang berasal dari jaringan berbeda sehingga menghasilkan hibrid yang memiliki sifat kedua sel tersebut. Hibridoma merupakan hasil antara sel pembentuk antibodi sel (limfosit B) dengan sel mieloma (sel kanker). Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan yang didasarkan pada sifat totipotensi tumbuhan. Rekayasa genetika merupakan teknik manipulasi pada susunan kromosom makhluk hidup untuk menghasilkan organisme transgenik.
15. Jawaban: c
Insulin diproduksi dengan menerapkan teknik DNA rekombinan. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut. Gen insulin dipotong dengan enzim endonuklease restriksi yang berperan sebagai ”gunting biologi”. Segmen gen insulin kemudian dimasukkan ke dalam suatu vektor yang berupa plasmid bakteri. Transplantasi gen insulin dilakukan dengan cara menyambung gen insulin ke dalam DNA plasmid vektor dengan menggunakan enzim ligase. DNA rekombinan kemudian dimasukkan ke dalam sel bakteri atau virus. Sel bakteri atau virus tersebut kemudian melakukan replikasi dengan cara membelah diri sehingga diperoleh DNA rekombinan dalam jumlah banyak.
16. Jawaban: a
Agrobacterium tumefaciens dapat dijadikan sebagai vektor pada proses DNA rekombinan karena mempunyai plasmid Ti (tumor inducing) yang dapat bergabung dengan DNA tumbuhan. 17. Jawaban: e
Interferon adalah protein yang dibentuk secara alami oleh sel-sel imun, misal sel darah putih dan fibroblas. Secara komersial, interferon diproduksi
menggunakan teknologi DNA rekombinan atau transplantasi gen. Kloning atau transfer inti dilakukan dengan cara memasukkan inti sel donor yang berasal dari sel somatis ke dalam sel telur yang telah dihilangkan inti selnya. Fusi protoplasma merupakan teknik penggabungan dua sel yang berasal dari jaringan berbeda sehingga menghasilkan hibrid yang memiliki sifat kedua sel tersebut. Hibridoma merupakan hasil antara sel pembentuk antibodi sel (limfosit B) dengan sel mieloma (sel kanker).
18. Jawaban: a
Mikroorganisme yang berperan untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan adalah Pseudomonas putida dan Thiobacillus ferrooxidans. Pseudomonas putida digunakan untuk mengatasi masalah tumpahan minyak bumi di laut karena bakteri tersebut memiliki gen yang mampu menguraikan ikatan hidrokarbon pada minyak bumi. Bakteri Thiobacillus ferrooxidans digunakan untuk mengurangi pencemaran limbah bahan tambang karena bakteri tersebut mampu mengoksidasi belerang yang mengikat berbagai logam dengan membentuk logam sulfida. Logam tersebut kemudian dapat dilepaskan kembali ke lingkungan. Adapun Bacillus thuringiensis dimanfaatkan sebagai bioinsektisida. Gen delta endotoksin dari bakteri ini disisipkan ke dalam tanaman kapas sehingga menghasilkan tanaman kapas transgenik yang tahan hama. Sementara itu, bakteri Escherichia coli merupakan bakteri yang banyak digunakan sebagai vektor dalam teknik DNA rekombinan. 19. Jawaban: b
Produksi PST dapat mengurangi pencemaran limbah karena substrat yang digunakan sebagai medium tumbuh mikroba penghasil PST ini dapat berupa limbah.
20. Jawaban: a
Pada umumnya bioteknologi memberi manfaat bagi kesejahteraan manusia. Namun, di sisi lain bioteknologi juga dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan, misalnya pada kebijakan budi daya tanaman kapas transgenik di Sulawesi yang mendapat tanggapan pro dan kontra dari masyarakat. Masyarakat yang menerima kebijak-an ini karena melihat keuntungkebijak-an penerapkebijak-an teknologi kapas transgenik yang memiliki sifat unggul yaitu tahan hama sehingga menghemat penggunaan insektisida. Namun kebijakan tersebut juga mendapat penolakan dari masyarakat yang khawatir akan dampak negatif yang ditimbulkan pada ekosistem. Penanaman kapas transgenik di-khawatirkan akan menggeser kapas lokal sehingga akan mengurangi keanekaragaman kapas lokal.
122 Bioteknologi 21. Jawaban: b
Pemanfaatan bakteri Thiobacillus ferrooxidans digunakan untuk mengurangi pencemaran limbah bahan tambang. Hal ini disebabkan karena bakteri tersebut mampu mengoksidasi belerang yang mengikat berbagai logam dengan membentuk logam sulfida yang dapat dilepaskan kembali ke lingkungan dan dimanfaatkan oleh manusia. Bakteri ini digunakan dalam pemurnian logam dari bijihnya. Penggunaan bakteri dalam pemurnian logam dapat mengurangi dampak pencemaran limbah bahan tambang. Bakteri yang berperan menguraikan tumpahan minyak di laut adalah Pseudomonas putida. Bakteri ini memiliki gen yang mampu menguraikan ikatan hidrokarbon pada minyak bumi. Adapun pengolahan limbah plastik dengan jamur Cladosporium resinae. Pengolahan limbah peternakan menjadi biogas dilakukan dengan memanfaatkan bakteri methanogen yang mampu menguraikan limbah ternak menjadi gas metan. Pengolahan limbah pabrik minyak goreng sawit menjadi biodiesel dilakukan dengan proses metanolisis melalui serangkaian proses pencucian dengan air panas secara bertingkat dan katalis asam basa.
22. Jawaban: b
Pupuk superfosfat merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat melalui teknologi Bio-SP menggunakan mikrobia pelarut fosfat. Teknologi tersebut memberi dampak positif bagi lingkungan yaitu mengurangi penggunaan asam organik sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan menghemat biaya produksi. 23. Jawaban: c
Bakteri hasil rekayasa genetika memiliki susunan gen dan kromosom yang telah berubah. Jika bakteri transgenik ini lepas ke lingkungan dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit infeksi baru yang belum ada obatnya.
24. Jawaban: b
Salah satu teknik yang dapat dilakukan dalam bioteknologi adalah dengan kultur jaringan. Kultur jaringan dapat dilakukan dengan memanfaatkan sifat totipotensi sel pada jaringan. Hasil dari kultur jaringan akan menghasilkan sifat organisme yang identik dengan induknya sehingga tidak mengalami pergeseran gen dominan maupun resesif. Akan tetapi, kultur jaringan juga memiliki risiko yang dapat berdampak buruk yaitu sel-sel semakin tidak adaptif terhadap lingkungan apabila proses aklimatisasi yang tidak sesuai. 25. Jawaban: e
Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menumbuhkan jaringan maupun sel tumbuhan dalam suatu me-dia buatan secara aseptik. Teknik ini didasarkan
pada sifat totipotensi tumbuhan. Teknik ini mem-berikan implikasi positif bagi kehidupan manusia berupa hasil bibit tanaman dengan jumlah banyak dan waktu yang singkat. Selain itu, sifat individu baru yang dihasilkan dari teknik kultur jaringan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Adapun tanaman poliploid yang berukuran besar dapat diperoleh dengan teknik radiasi. Sementara itu, tanaman transgenik dengan kualitas unggul, misal tanaman yang tahan penyakit dan hama serta memiliki jaringan yang kukuh dapat diperoleh dengan teknik DNA rekombinan.
26. Jawaban: b
Penyakit fibrosis sistik dapat diatasi dengan memanfaatkan bioteknologi, yaitu dengan cara memasukkan gen yang mengkode ATT dari orang sehat ke dalam DNA virus. Selanjutnya, virus tersebut diinfeksikan pada paru-paru pasien. Virus akan mengirimkan gen normal ke dalam sel-sel pasien. Dengan demikian, sel-sel-sel-sel pasien dapat membuat protein ATT sehingga pasien dapat bernapas dengan lebih normal.
27. Jawaban: b
Organisme transgenik memiliki sifat-sifat unggul sehingga para petani lebih senang mengembang-biakkan organisme transgenik. Hal ini dapat mengakibatkan organisme asli yang merupakan sumber plasma nutfah semakin tersisih dan akhirnya bisa punah.
28. Jawaban: b
Tumbuhan memiliki sifat totipotensi yang tinggi maksudnya setiap sel tumbuhan mempunyai kemampuan untuk tumbuh menjadi individu baru apabila ditempatkan pada lingkungan yang sesuai. Sifat totipotensi tumbuhan dimanfaatkan dalam teknik kultur jaringan. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan yang bertujuan untuk memperoleh bibit tanaman yang sifatnya identik dengan induknya dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. 29. Jawaban: d
Teknik rekayasa genetika dilakukan dengan melakukan manipulasi pada susunan gen atau kromosom makhluk hidup sehingga dihasilkan organisme transgenik. Prinsip dasar rekayasa genetika antara lain DNA rekombinan dan fusi protoplasma. Dalam DNA rekombinan diperlukan adanya enzim endonuklease restriksi yang berfungsi sebagai “gunting biologi”, enzim ligase yang berfungsi sebagai “lem biologi”, dan plasmid. Dalam fusi protoplasma diperlukan adanya sel yang mampu berfusi. Sementara itu, teknik fermentasi sangat mendukung perkembangan bioteknologi konvensional. Dalam bioteknologi konvensional tidak ada rekayasa genetika.
30. Jawaban: c
a, b, d, dan e bisa menimbulkan dampak negatif dari bioteknologi, misal organisme hasil kloning belum tentu baik atau aman untuk dikembangkan. Demikian juga dengan dibebaskannya pakar melakukan rekombinan yang dapat memberikan dampak negatif seperti hasil rekombinannya menghasilkan sifat baru yang merugikan.
B. Uraian
1. Penyakit keturunan dapat diobati dengan cara terapi gen. Contoh panyakit keturunan yang dapat diobati dengan terapi gen adalah fibrosis sistik, dan Adenosine Deaminase Deficiency (ADD) yaitu penyakit penderita tidak memiliki ketahanan tubuh. Terapi gen dilakukan dengan cara menyisipkan gen normal ke penderita melalui vektor virus. Virus akan mentrasfer gen normal ke sel target, sehingga penderita mampu mensintesis protein yang diinginkan. Terapi gen tidak mengubah genom pada seluruh sel tubuh hanya merubah genetik dari sel target, misal sel targetnya adalah paru-paru atau limpa.
2. Bovin Somatotropin adalah produk rekayasa genetika. Langkah rekayasa genetika sebagai berikut.
a. Memetakan DNA, mengisolasi DNA, dan plas-mid.
b. Memotong gen pengkode somatotropin
menggunakan enzim retriksi dan juga memotong bagian plasmid.
c. Menyisipkan gen pengkode somatotropin ke plasmid, terbentuklah DNA rekombinan. d. Memasukkan plasmid yang telah disisipi gen
pengkode somatotropin ke dalam sel bakteri E.coli.
e. Mengkulturkan bakteri E.coli tersebut dan menjadikannya sebagai produk suplemen ternak.
3. Fertilisasi in vitro adalah fertilisasi dengan bantuan manusia untuk mempertemukan ovum dan sel sperma di luar tubuh hewan. Hasil fertilisasi ditumbuhkembangkan dalam media khusus hingga menjadi embrio. Embrio hasil pembuahan selanjutnya diimplantasi ke dalam rahim hewan betina. Embrio akan berkembang dalam rahim sampai waktunya dilahirkan. Metode ini dapat digunakan pada manusia dan dikenal dengan nama bayi tabung. Adapun teknik inseminasi buatan atau kawin suntik yaitu sperma dimasukkan dalamrahin hewan betina untuk membantu terjadinya fertilisasi di dalam tubuh hewan betina menggunakan alat injeksi. Sperma yang digunakan dapat berupa sperma segar maupun sperma beku yang disimpan di bank sperma. Dengan teknik ini, perkawinan
hewan ternak unggul dapat dilakukan dengan mudah karena tidak perlu mempertemukan hewan jantan dan betina secara langsung.
4. Persamaannya adalah kedua-duanya sama akan menigkatkan kekebalan tubuh dalam melawan kuman penyakit.
Perbedaannya sebagai berikut.
5. Kelebihan teknik kultur jaringan sebagai berikut. a. Tidak memerlukan lahan yang luas.
b. Dapat digunakan untuk mengembangbiakkan bibit tanaman transgenik.
c. Dapat menghasilkan bibit tanaman bebas virus dari tanaman yang sudah terinfeksi virus.
d. Dapat menghasilkan bibit tanaman yang
memiliki sifat identik dengan induknya. e. Dapat menghasilkan bibit tanaman dalam
jumlah banyak dan dalam waktu yang relatif singkat.
6. Mikroorganisme penghasil PST memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut.
a. Mempunyai kemampuan berkembang biak
yang relatif cepat.
b. Mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan sumber protein lainnya (hewan/tumbuhan).
c. Dapat menggunakan substrat limbah sebagai media tumbuh.
7. Protein sel tunggal yang berasal dari Saccharo-myces cerevisiae tidak dapat digunakan sebagai makanan sumber protein bagi manusia. PST dari S. cerevisiae hanya digunakan sebagai suplemen makanan ternak. Hal ini disebabkan karena protein yang dihasilkan oleh mikrobia tersebut mengandung asam nukleat tinggi dan tubuh manusia tidak mempunyai enzim yang cukup untuk memetabolismenya.
8. Perbedaan fertilisasi in vitro dan kloning adalah fertilisasi in vitro merupakan fertilisasi dengan bantuan manusia di mana ovum dan sel sperma dipertemukan di luar tubuh hewan dan
ditumbuh-Vaksin Transgenik Antibodi Monoklonal
Menggunakan teknik reka-yasa genetika
Menggunakan virus non-patogen yang disisipi DNA virus patogen
Memicu peningkatan kekebal-an tubuh secara mkekebal-andiri sehingga tubuh dapat meng-hasilkan antibodi sendiri
Fusi protoplasma/hibridoma Gabungan dari dua sel yang berbeda sifat yaitu limfosit B dan kanker
Antibodi dihasilkan dari sel hibrid yang diproduksi dan dikulturkan di luar tubuh. Selanjutnya, antibodi di-suntikkan ke dalam tubuh sehingga tubuh tidak mem-produksi antibodi sendiri
124 Bioteknologi
kan dalam media kultur yang disesuaikan seperti kondisi rahim. Sementara itu, pada kloning embrio berasal dari ovum yang telah dihilangkan inti selnya, kemudian diinjeksikan inti sel tubuh. Ovum yang berisi inti sel tubuh diberi kejutan listrik untuk merangsang pembelahan sehingga terbentuk klon embrio. Adapun persamaan kloning dan fertilisasi in vitro terdapat pada implantasi embrio yang dihasilkan ke dalam rahim sehingga berkembang menjadi calon organisme yang diinginkan. 9. Dampak negatif bioteknologi sebagai berikut.
a. Produk bioteknologi yang berupa makanan dapat menimbulkan alergi. Gen asing yang disisipkan pada organisme yang menjadi makanan manusia dapat menyebabkan alergi pada individu tertentu.
b. Hilangnya plasma nutfah. Plasma nutfah atau kenekaragaman makhluk hidup dapat musnah akibat budi daya hewan atau tumbuhan yang unggul saja.
c. Kerusakan ekosistem. Gangguan terhadap kondisi normal lingkungan dapat mengakibat-kan rusaknya ekosistem. Misalnya kapas Bt selain mengakibatkan matinya ulat yang memakannya juga dapat mengakibatkan kematian serangga lainnya.
10. Pemanfaatan mikrobiologi ternyata mampu mengubah suatu senyawa menjadi sumber energi alternatif, misalnya bakteri Methanobacterium mampu memfermentasi feses hewan ternak menghasilkan gas metana yang dijadikan sumber energi alternatif. Selain itu, khamir Saccharomyces cereviseae mampu memfermentasi gula tebu dan menghasilkan etanol. Etanol murni disebut bagasse.
4. Jawaban: a
Cumi-cumi, kerang, dan bekicot merupakan kelompok hewan bertubuh lunak. Memiliki kaki di kepala dan memiliki kantong tinta merupakan ciri-ciri cumi-cumi. Tubuhnya ditutupi oleh cangkang merupakan salah satu ciri kerang dan bekicot. Selain itu, bekicot juga bergerak menggunakan perutnya.
5. Jawaban: d
Terumbu karang merupakan sumber daya alam kelautan yang bersifat dapat diperbarui. Meskipun dapat diperbarui, tetapi jika pengambilan terumbu karang dilakukan secara tidak terkendali akan mengakibatkan populasinya semakin menurun. Padahal ekosistem terumbu karang memiliki ke-anekaragaman makhluk hidup yang tinggi. Terumbu karang merupakan habitat beberapa macam biota laut. Jika terumbu karang mengalami kerusakan, banyak biota laut yang tidak mampu bertahan hidup. Oleh karena itu, usaha yang diperlukan untuk melestarikan terumbu karang di Kepulauan Wakatobi antara lain menjadikan daerah Wakatobi sebagai daerah tujuan wisata bahari dengan fasilitas yang tidak merusak terumbu karang dan sebagai daerah perlindungan bawah air. Sementara itu, menjual karang dan ikan warna-warni dengan harga yang mahal dapat mengakibatkan pengambilan terumbu karang