• Tidak ada hasil yang ditemukan

PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) BORROWINGS (continued)

Pinjaman penerusan Two step loans

Pinjaman penerusan terdiri dari fasilitas pinjaman dalam Rupiah dan mata uang asing yang diperoleh dari beberapa lembaga pembiayaan internasional melalui Bank Indonesia dan PT Bank Ekspor Indonesia (Persero), Badan Usaha Milik Negara, yang ditujukan untuk membiayai proyek-proyek tertentu di Indonesia dan untuk membiayai wesel Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan letters of credit ekspor dan impor. Pinjaman ini memiliki beberapa jangka waktu jatuh tempo mulai dari 2004 sampai 2017.

Two step loans consist of credit facilities in Rupiah and foreign currencies obtained from international funding institutions through Bank Indonesia and PT Bank Ekspor Indonesia, (Persero), a state-owned entity, which are used to finance specific projects in Indonesia and to finance local export bills and export and import letters of credit. These facilities have various maturity tems starting from 2004 to 2017.

Termasuk dalam pinjaman penerusan pada tanggal 30 Juni 2007 di atas adalah pinjaman penerusan dari Asian Development Bank untuk pembiayaan

Small Medium Enterprise Export Development Project yang diterima pada tahun 2004.

Berdasarkan Perjanjian Penerusan Pinjaman antara BNI dan Departemen Keuangan No SLA-1162/DP3/2004 tertanggal 5 Februari 2004, Pemerintah telah menyetujui BNI sebagai bank pelaksana dengan jumlah fasilitas tidak melebihi USD20 juta dan jangka waktu penarikan dana selama 3 tahun. Jangka waktu pinjaman penerusan ini adalah 15 tahun, termasuk masa tenggang selama 3 tahun. Tidak terdapat penarikan pinjaman pada tahun 2007 dan 2006. Pada tahun 2005 dan 2004 jumlah penarikan pinjaman tersebut adalah sebesar USD 5,48 juta dan USD1,77 juta.

Included in the above two step loans as of June 30, 2007 is a loan from Asian Development Bank for Small Medium Enterprise Export Development Project that was received in 2004. Based on the two step loans agreement between BNI and the Ministry of Finance No SLA-1162/DP3/2004 dated February 5, 2004, the Government appointed BNI as an executor bank with total facility not exceeding US$20 million and with 3 years fund withdrawal period. The term of two step loans is 15 years, including 3 years grace period. There were no drawdowns made in 2007 and 2006. In 2005 and 2004, total fund draw downs amounted to US$5.48 million and US$1.77 million.

Bankers Acceptance Bankers Acceptance

Bankers acceptance merupakan pinjaman antar

bank yang diperoleh BNI dari bank-bank luar negeri yang ditujukan untuk meningkatkan likuiditas.

Bankers acceptance represents interbank borrowings obtained by BNI from various foreign banks for liquidity purposes.

Pada tanggal 30 Juni 2007, bankers acceptance dengan tingkat bunga berkisar antara 5,58% - 5,92% per tahun dan akan jatuh tempo antara 1 sampai 8 bulan.

As of June 30, 2007, bankers acceptance with interest rates ranging from 5.58% - 5.92% per annum and remaining maturity of 1 to 8 months.

Pada tanggal 30 Juni 2006, bankers acceptance dengan tingkat bunga per tahun berkisar antara 4,37% sampai 5,79%.

As of June 30, 2006, bankers acceptance with interest rates ranging from 4.37% to 5.79% per annum.

20. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 20. BORROWINGS (continued)

Lain-lain Others

Pinjaman lainnya termasuk fasilitas pinjaman yang diberikan oleh beberapa bank kepada BNI cabang luar negeri (BNI cabang Hong Kong, London dan Tokyo) dengan Standard Chartered Bank (Hong kong) Limited bertindak sebagai agen, sebesar USD150 juta atau setara dengan Rp1.350.450. Pinjaman ini terbagi dalam Tranche 1 dan Tranche 2, masing-masing sebesar USD50 juta dan USD100 juta. Pinjaman ini telah dipergunakan seluruhnya pada tanggal 22 November 2006. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 22 November 2008 dan 15 November 2009. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga sebesar 5,81% per tahun untuk Tranche 1 dan 5,96% per tahun untuk Tranche 2.

Other borrowings include loan facility provided by several banks to BNI overseas branches (Hong Kong, London and Tokyo branches) with Standard Chartered Bank (Hong Kong) Limited acting as agent amounting to US$150 million or equivalent to Rp1,350,450. The loans are divided into Tranche 1 and Tranche 2 amounting to US$50 million and US$100 million, respectively. The loan facility have been fully utilised on November 22, 2006. The loan subsequently matured on November 22, 2008 and November 15, 2009. The loan facility has interest rates of 5.81% per annum for Tranche 1 and 5.96% per annum for Tranche 2.

Termasuk dalam pinjaman lainnya adalah fasilitas pinjaman bilateral luar negeri yang diberikan oleh beberapa bank kepada BNI sebesar USD65 juta. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu jatuh tempo sampai dengan 29 Mei 2007 dengan tingkat bunga berkisar antara 5,64% per tahun.

Other borrowings also include bilateral loan facilities provided by several banks to BNI amounting to US$65 million. The loans have maturity on May 29, 2007 with interest rates ranging at 5.64% per annum.

21. PERPAJAKAN 21. TAXATION

a. Hutang pajak a. Taxes payable

2007 2006

BNI BNI

Pajak penghasilan badan 88.828 132.844 Corporate income tax

Pajak penghasilan lainnya - - Other income tax

Pajak pertambahan nilai - - Value added tax

Lain-lain 97.167 283.364 Others

185.995 416.208

Anak Perusahaan 277 - Subsidiaries

Jumlah 186.272 416.208 Total

b. Pajak penghasilan b. Income tax

2007 2006 BNI BNI Kini (568.414) (373.846) Current Tangguhan 66.573 - Deferred (501.841) (373.846)

Anak Perusahaan - - Subsidiaries

Jumlah (501.841) (373.846) Total

21. PERPAJAKAN (lanjutan) 21. TAXATION (continued)

b. Pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax (continued)

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2007 dan 2006 adalah sebagai berikut:

The reconciliation between income before tax, as shown in the consolidated statements of income and taxable income for the years ended June 30, 2007 and 2006 is as follows:

2007 2006

Laba konsolidasian sebelum pajak Consolidated income before

penghasilan 1.521.602 1.212.476 income tax

Laba bersih sebelum Net Income before income

pajak - Anak Perusahaan (1.912) (1.118) tax - Subsidiaries

Laba sebelum pajak

penghasilan - BNI 1.519.690 1.211.358 Income before income tax - BNI

Perbedaan temporer Temporary differences

Penyisihan penghapusan aktiva Provision for losses on

non produktif - selain pinjaman non-earning assets

yang diberikan 273.643 - - other than loans

Penyusutan aktiva tetap 131.635 - Depreciation

Penyisihan imbalan kerja 22.403 - Provision for employee benefits

Penyisihan legal, fraud, dan Provision for legal, fraud

lainnya 3.059 - and others

430.740 -

Perbedaan tetap Permanent differences

Beban yang tidak dapat dikurangkan (55.666) - Non deductible expenses

Lain – lain - 34.796 Others

Penghasilan kena pajak 1.894.764 1.246.154 Taxable income Beban pajak penghasilan badan 568.414 - Corporate income tax expense

Pajak dibayar dimuka 479.586 - Prepaid tax

21. PERPAJAKAN (lanjutan) 21. TAXATION (continued)

c. Aktiva pajak tangguhan c. Deferred tax asset

Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan pada 30 Juni 2007 dan 2006 merupakan pengaruh beda pajak dengan rincian sebagai berikut:

The deferred tax assets (liability) as of June 30, 2007 and 2006 represent the tax effect on the following:

2007 2006

Penyisihan penghapusan aktiva

non produktif - selain kredit yang Provision for losses on earning

diberikan 158.464 - assets other than loans

Penyusutan aktiva tetap 56.899 - Depreciation of fixed assets

Penyisihan imbalan kerja 146.233 - Provision for employee benefits Penyisihan legal, fraud dan lainnya 33.516 - Provision for legal, fraud and others

Laba yang belum direalisasi

atas surat-surat berharga dan Unrealised gains on

obligasi rekapitalisasi pemerintah appreciation in market value of tersedia untuk dijual (403.035) - available-for-sale securities

Kewajiban bersih pajak tangguhan - Induk Net deferred tax liability - Parent

Perusahaan (7.923) - Company

Aktiva pajak tangguhan - Anak Net deferred tax assets

Perusahaan - - - Subsidiaries

2007 2006

Penyisihan imbalan kerja Provision for employee benefits

- Induk Perusahaan - - - Parent Company

Aktiva pajak tangguhan bersih- Anak Net of deferred tax assets

Perusahaan - - - Subsidiaries

Jumlah Aktiva pajak tangguhan - - Total deferred tax assets

d. Surat Ketetapan Pajak d. Tax assessment letter

Kantor Pajak menolak keberatan yang diajukan BNI pada bulan Maret 2006. Pengaruh keberatan atas SKPN BNI tahun 2000 sebesar Rp15.445 masih dapat dikompensasi dengan kerugian tahun 1998 dan 1999, yaitu Rp37.469 dan Rp15.175 sehingga tidak ada PPH yang terhutang (Surat KPP BUMN S-1120/WPJ.19/KP0306/2007 tanggal 20 Juni 2007).

The tax office rejected BNI’s tax objections in March 2006. Influence of rejected to tax assesment BNI in 2000 amount of Rp15,445 utilized tax loss carry over in 1998 and 1999 as of Rp37,469 and Rp15,175 resulting no tax payable (Letter of KPP BUMN S-1120/WPJ.19/KP0306/2007 dated June, 20 2007).

e. Administrasi e. Administration

Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, BNI menghitung, menetapkan dan membayar sendiri jumlah pajak yang terhutang. Kantor Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.

Under the taxation laws in Indonesia, BNI calculates, determines and pays its tax obligations on the basis of self assessments. The tax authorities may assess or amend taxes within ten years from the date the tax becomes due for payment.

22. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN

Dokumen terkait