• Tidak ada hasil yang ditemukan

PINJAMAN YANG DITERIMA

C. Penghentian pengakuan

27. PINJAMAN YANG DITERIMA

2010 2009

Rupiah:

(a) Pemerintah Republik Indonesia (Catatan 50a) 200.000 220.000

(b) PT Permodalan Nasional Madani (Persero) 112.004 195.580

(c) Bank Indonesia 54.501 147.289

(f) Lain-lain 769.425 817.065

1.135.930 1.379.934

Mata uang asing:

(d) Direct Off-shore Loans 3.607.836 3.820.000

(e) Fasilitas Pendanaan Perdagangan 357.500

-(f) Lain-lain - 15.908

3.965.336 3.835.908

Pada tanggal 31 Oktober 2010 dan 2009, pinjaman yang diterima dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa masing-masing adalah sebesar Rp200.000 dan Rp220.000 (Catatan 50a). (a) Pemerintah Republik Indonesia

Akun ini merupakan pinjaman yang diterima dari Pemerintah Republik Indonesia (RI) berdasarkan perjanjian No. KP-022/DP3/2004 tanggal 14 Mei 2004 dan amandemen perjanjian No. AMA-7/KP-022/DP3/2004 tanggal 15 Desember 2004 dan surat No. S-662/PB.7/2005 tanggal 13 Mei 2005 dan amandemen perjanjian No. AMA-30/KP-022/DP3/2006 tanggal 24 Agustus 2006 dan surat No. S-3207/PB/2008 tanggal 21 April 2008 masing-masing tentang Perubahan terhadap Perjanjian Pinjaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. No. KP-022/DP3/2004 tanggal 14 Mei 2004 dan Persetujuan Perubahan Terhadap Perjanjian Pinjaman antara Pemerintah RI dan Bank Mandiri dalam rangka pendanaan Kredit Usaha Mikro dan Kecil. Pinjaman ini digunakan untuk penyediaan kredit bagi usaha mikro dan kecil dengan prosedur, tata cara dan persyaratan pemberian pinjaman sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003 tentang Pendanaan Kredit Usaha Mikro dan Kecil yang telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 74/KMK.06/2004 tanggal 20 Februari 2004. Fasilitas ini dikenai suku bunga sebesar SBI 3 (tiga) bulanan yang ditetapkan setiap 3 (tiga) bulan sekali pada tanggal 10 Maret, 10 Juni, 10 September dan 10 Desember atas dasar lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) terakhir sebelum tanggal penetapan. Pembayaran pinjaman ini telah dilakukan sebanyak 5 (lima) kali angsuran dengan pembayaran pertama pada 10 Desember 2007. Terhadap sisa pinjaman sebesar Rp200.000, angsuran pembayaran dimulai pada Desember 2017 dan jatuh tempo pada bulan Desember 2019.

(b) PT Permodalan Nasional Madani (Persero)

Akun ini merupakan fasilitas kredit yang diberikan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) kepada Bank Mandiri dan Bank Sinar Harapan Bali (BSHB). Baki debet pada tanggal 31 Oktober 2010 dan 2009 untuk pinjaman Bank Mandiri adalah masing-masing sebesar Rp98.938 dan Rp166.181 dan untuk pinjaman BSHB adalah masing-masing sebesar Rp13.066 dan Rp29.399. Fasilitas ini dikenai suku bunga 7,00% per tahun. Jangka waktu kredit dan jadual pelunasannya tergantung dari perjanjian kredit untuk masing-masing debitur, terakhir pada bulan Desember 2013. Bank Mandiri menyalurkan kembali pinjaman tersebut kepada anggota Koperasi Primer (Kredit Koperasi Primer kepada Anggotanya [KKPA]).

(c) Bank Indonesia

Akun ini merupakan fasilitas kredit likuiditas yang diperoleh dari Bank Indonesia (BI) untuk dipinjamkan kembali kepada debitur-debitur Bank Mandiri sesuai dengan Kredit Program Pemerintah. Pengelolaan dan pengawasan fasilitas kredit ini dilakukan oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero), sebuah badan usaha milik Pemerintah, berdasarkan Undang-undang No. 23/1999 tanggal 17 Mei 1999 mengenai BI, Peraturan BI No. 2/3/PBI/2000 tanggal 1 Februari 2000 dan Peraturan BI No. 5/20/PBI/2003 tanggal 17 September 2003 tentang Pengalihan Pengelolaan Kredit Likuiditas Bank Indonesia dalam rangka Kredit Program. Fasilitas kredit ini dikenai suku bunga berkisar antara 3,00% sampai 9,00% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal yang berbeda-beda, yang terakhir pada tahun 2017. Rinciannya adalah sebagai berikut:

(c) Bank Indonesia (lanjutan)

2010 2009

Rupiah:

Kredit Investasi Kecil (KIK) 21.042 40.454

Kredit Investasi (KI) 20.035 20.248

Kredit Koperasi Primer kepada Anggotanya (KKPA) 13.424 86.587

54.501 147.289

(d) Direct Off-shore Loans

Rincian pinjaman direct off-shore loans adalah sebagai berikut:

2010 2009

Deutsche Bank International (Asia) Ltd, Singapura 2.681.250 2.865.000

Asian Development Bank

- Tranche A 661.676

-- Tranche B 264.910

-Wachovia Bank NA, Miami - 955.000

3.607.836 3.820.000

Deutsche Bank International (Asia) Limited, Singapura (DBI)

Pada tanggal 27 Februari 2008, Bank memperoleh pinjaman dari DBI sebesar USD300.000.000 (nilai penuh) dengan tingkat bunga LIBOR 3 (tiga) bulanan ditambah marjin tertentu untuk tahun pertama. Jika pinjaman ini diperpanjang, tingkat bunga tahun kedua dan ketiga akan dikenakan tingkat bunga tetap. Pinjaman ini telah diperpanjang dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Februari 2011. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Obligasi Pemerintah seri VR0019 dengan nilai nominal sebesar Rp3.967.500 (Catatan 7c).

Asian Development Bank

31 Oktober 2010

Jangka Tingkat Nilai nominal

Jenis Arranger Tanggal jatuh waktu suku bunga USD Setara

tempo (bulan) per tahun (nilai penuh) Rupiah

Tranche A Asian Development LIBOR (6 bulan)

Bank 31 Oktober 2016 84 + marjin tertentu 75.000.000 670.313 Dikurangi:

Biaya penerbitan yang belum diamortisasi (966.368) (8.637)

74.033.632 661.676

Tranche B Asian Development LIBOR (6 bulan)

Bank 31 Oktober 2014 60 + marjin tertentu 30.000.000 268.125 Dikurangi:

Biaya penerbitan yang belum diamortisasi (359.709) (3.215)

29.640.291 264.910

Pada tanggal 30 Oktober 2009 yang kemudian diubah dan dinyatakan kembali pada tanggal 13 November 2009, Bank Mandiri menandatangani perjanjian pinjaman jangka panjang dengan

(d) Direct Off-shore Loans (lanjutan)

Asian Development Bank (lanjutan)

Pinjaman tersebut terbagi dalam dua fasilitas, yaitu Fasilitas Tranche A berupa pinjaman langsung dari ADB dengan total fasilitas sebesar USD75.000.000 (nilai penuh) yang jatuh tempo 7 (tujuh) tahun setelah tanggal perjanjian, dan Tranche B disediakan oleh ADB sebagai Lender

of Record dan didanai oleh commercial bank melalui Participation Agreements antara ADB dan

bank tersebut dengan total fasilitas sebesar USD30.000.000 (nilai penuh) yang jatuh tempo 5 (lima) tahun setelah tanggal perjanjian. Pinjaman tersebut telah dicairkan pada tanggal 28 Januari 2010. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Obligasi Pemerintah seri VR0031 dengan nilai nominal sebesar Rp1.286.663 (Catatan 7c).

Wachovia Bank NA, Miami (WB)

Pada tanggal 10 Desember 2008, Bank memperoleh pinjaman dari WB sebesar

USD100.000.000 (nilai penuh) dengan tingkat bunga LIBOR 3 (tiga) bulanan ditambah marjin tertentu. Pinjaman ini dicairkan pada tanggal 5 Februari 2009. Pinjaman ini berjangka waktu satu tahun, dan telah dilunasi pada tanggal 9 Desember 2009.

(e) Fasilitas Pendanaan Perdagangan

Fasilitas pendanaan perdagangan merupakan pinjaman jangka pendek dengan jangka waktu mulai dari 180 sampai dengan 365 hari dengan tingkat suku bunga sebesar LIBOR atau SIBOR ditambah marjin tertentu. Pinjaman ini dijamin dengan letters of credit yang diterbitkan oleh Bank Mandiri. Rincian saldo pada tanggal 31 Oktober 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 2009

Bank of Nova Scotia, Singapura 178.750

-Oversea - Chinese Banking Corporation Limited, Singapura 178.750

-357.500

-(f) Lain-lain

2010 2009

Rupiah:

PT Bank Central Asia Tbk. 337.882 299.135

PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 160.879

-PT Bank CIMB Niaga Tbk. (dahulu -PT Bank Lippo Tbk.) 114.361 105.476

The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Ltd. 80.000 60.000

PT Bank Chinatrust Indonesia 50.000

-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 26.303 195.169

PT Bank DBS Indonesia - 90.000

PT Bank Permata Tbk. - 50.000

Bank Indonesia - 17.285

769.425 817.065

Mata uang asing:

Standard Chartered Bank, Singapura - 7.954

Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Singapura - 7.954

(f) Lain-lain (lanjutan)

PT Bank Central Asia Tbk.

Pada tanggal 7 Maret 2001, Anak Perusahaan dan PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) menandatangani perjanjian kredit dimana BCA memberikan fasilitas modal kerja. Berdasarkan addendum perjanjian No. 5 tanggal 24 Juni 2008, BCA memberikan fasilitas installment loan dengan jumlah sebesar Rp650.000 dengan tingkat suku bunga floating. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada bulan Maret 2012.

Pada tanggal 5 Mei 2010, Anak Perusahaan dan PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) menandatangani perjanjian kredit dimana BCA memberikan fasilitas modal kerja. Berdasarkan addendum perjanjian No. 20 tanggal 5 Mei 2010, BCA memberikan fasilitas installment loan dengan jumlah sebesar Rp100.000 dengan tingkat suku bunga tetap. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada bulan Mei 2013.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Pada tanggal 20 Mei 2010, Anak Perusahaan dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon) menandatangani perjanjian kredit No. 26 tanggal 20 Mei 2010. Danamon memberikan fasilitas modal kerja sebesar Rp100.000 yang akan jatuh tempo pada bulan Mei 2011. Danamon juga memberikan fasilitas installment loan sebesar Rp200.000 yang akan jatuh tempo pada bulan Juni 2013. Kedua fasilitas tersebut memiliki suku bunga tetap.

PT Bank CIMB Niaga Tbk. (dahulu PT Bank Lippo Tbk.)

Pada tanggal 13 Desember 2001, Anak Perusahaan dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (dahulu PT Bank Lippo Tbk.) (CIMB) menandatangani perjanjian kredit dan berdasarkan adendum terakhir tanggal 15 Desember 2009, CIMB memberikan beberapa fasilitas dengan total jumlah sebesar Rp240.000. Tingkat bunga ditetapkan sesuai dengan tingkat suku bunga yang berlaku dan dapat berubah sewaktu-waktu (secara berkala atau floating). Perjanjian ini akan jatuh tempo pada tanggal 18 Februari 2013.

The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Ltd.

Pada tanggal 22 Mei 2007, Anak Perusahaan dan The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Ltd. (HSBC) menandatangani perjanjian kredit, dimana HSBC memberikan fasilitas

short-term funding, revolving loan dan fasilitas transaksi exposure risk limit (weight)/option

dengan batas masing-masing sebesar USD15.000.000 (nilai penuh), USD5.000.000 (nilai penuh) dan USD1.000.000 (nilai penuh). Pada 18 Februari 2008, perjanjian kredit Anak Perusahaan dengan HSBC tersebut diperpanjang dengan fasilitas short-term funding, revolving

loan dan transaksi exposure risk limit/option dengan batas masing-masing sebesar Rp175.000,

USD5.000.000 (nilai penuh) dan USD1.000.000 (nilai penuh), dan dikenakan tingkat bunga sebesar 2,50% di bawah bunga pinjaman bank per tahun. Pada tanggal 12 Maret 2010, fasilitas ini diperpanjang dan dikenakan tingkat suku bunga mengambang.

PT Bank Chinatrust Indonesia

Pada tanggal 22 Desember 2009, Anak Perusahaan dan PT Bank Chinatrust Indonesia (BCI) menandatangani perjanjian kredit dimana BCI menyediakan fasilitas pinjaman jangka menengah (Medium-Term Loan) sebesar Rp50.000 dengan tingkat suku bunga mengambang. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 22 Desember 2011.

(f) Lain-lain (lanjutan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Pada tanggal 26 Juli 2004, Anak Perusahaan dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) menandatangani perjanjian kredit dimana BNI memberikan fasilitas modal kerja. Berdasarkan adendum perjanjian No. 10 tanggal 2 Oktober 2007, BNI memberikan beberapa fasilitas yang dapat diperpanjang dengan jumlah sebesar Rp400.000. Pada tanggal 2 Oktober 2007, fasilitas ini diperpanjang hingga 31 Desember 2011. Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga yang berkisar antara 11,00% - 13,00% per tahun.

PT Bank DBS Indonesia

Pada tanggal 20 Juni 2008, Anak Perusahaan dan PT Bank DBS Indonesia (DBS) menandatangani perjanjian kredit, dimana DBS memberikan fasilitas modal kerja (revolving

Rupiah facility advances) sebesar Rp150.000 serta fasilitas transaksi valuta asing (uncommitted US Dollar facility) sebesar maksimum USD20.000.000 (nilai penuh). Pada Juni 2009, fasilitas ini

diperpanjang sampai dengan Juni 2010. Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian, tingkat bunga per tahun atas fasilitas modal kerja adalah sebesar 0,875% diatas bank’s prime lending rate atau tingkat suku bunga ditentukan berdasarkan kesepakatan pada saat penarikan fasilitas. Pinjaman ini telah dilunasi oleh Anak Perusahaan.

PT Bank Permata Tbk.

Pada tanggal 19 Oktober 2007, Anak Perusahaan dan PT Bank Permata Tbk. (Bank Permata) menandatangani perjanjian kredit, dimana Bank Permata memberikan fasilitas modal kerja dan

foreign exchange line dengan batas masing-masing sebesar Rp170.000 dan Rp20.000.

Perjanjian ini telah diperpanjang 2 (dua) kali, terakhir pada tanggal 7 Oktober 2009. Perjanjian ini diperpanjang sampai dengan 7 Oktober 2010 dengan penurunan limit fasilitas modal kerja menjadi sebesar Rp150.000. Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian, bunga atas fasilitas modal kerja adalah sebesar bunga yang berlaku di pasar. Pinjaman ini telah dilunasi oleh Anak Perusahaan.

Pada tanggal 31 Oktober 2010 dan 2009, Bank Mandiri dan Anak Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima di atas.