• Tidak ada hasil yang ditemukan

30 Desember/ 31 Desember/

December December

2021 2020

Jumlah sengketa Surface Water Tax (‘’SWT’’)

Pajak Air Permukaan (“PAP”) 536.058 536.058 disputed amount

Imbalan bunga piutang Interest income

dari sengketa PAP 257.307 257.307 from SWT dispute

Kekurangan pembayaran PAP dan Underpayment of SWT

sanksi administrasi berdasarkan and penalties based putusan banding (54.319) (54.319) on the appeal decision 739.046 739.046

Dikurangi: Less:

Efek diskonto (221.508) (379.203) Discounting impact Provisi penurunan nilai (202.988) - Provision for impairment Total piutang PAP, bersih 314.550 359.843 Total SWT receivables, net

Dikurangi: Less:

Bagian lancar (31.800) (31.800) Current portion

Bagian tidak lancar 282.750 328.043 Non-current portion

Sejak tahun 2014, Perusahaan memiliki sengketa dengan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara (“Pemprov Sumut”) mengenai utang pajak daerah atas penggunaan air permukaan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (“PLTA”) Perusahaan.

Since 2014, the Company has been in dispute with the Regional Tax and Retribution Management Bureau of North Sumatra Province (“Pemprov Sumut”) concerning the Company’s local tax liability for the usage of surface water by the Company’s Hydroelectric Power Plants (“PLTA”).

Sengketa tersebut berhubungan dengan interpretasi Peraturan Gubernur Sumatera Utara No. 24 Tahun 2011 tentang Prosedur Perhitungan Nilai Pengadaan Air untuk Penentuan PAP di Sumatera Utara tanggal 8 April 2011, yang mengatur cara perhitungan PAP. Perusahaan, yang merupakan perusahaan BUMN, meyakini bahwa tarif pajak yang berlaku seharusnya sesuai dengan yang berlaku di PLN, yang merupakan perusahaan BUMN pemasok listrik, yakni sebesar Rp75/Kwh dari setiap listrik yang dihasilkan oleh PLTA Perusahaan. Namun, menurut Surat Ketetapan Pajak Daerah (“SKPD”) dari Dinas Pendapatan Daerah (“Dispenda”) Balige, perhitungan yang berlaku untuk PAP seharusnya menerapkan tarif pajak industri untuk perusahaan swasta tertutup, yang dihitung berdasarkan jumlah volume penggunaan air dalam meter kubik (m3) dikalikan dengan tarif progresif sebesar Rp123,4/m3 sampai dengan Rp144,4/m3.

The dispute relates to the interpretation of North applicable to PLN, an Indonesia’s state-owned electricity supplier, which would equal Rp75/Kwh of electricity generated by the Company’s PLTA.

However, according to the Local Tax Assessment progressive rates of Rp123.4/m3 to Rp144.4/m3. Pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan

telah mengajukan 86 surat keberatan terhadap SKPD dari Dispenda Balige dan Gubernur Sumatera Utara. Dari 86 surat keberatan, 84 surat keberatan telah ditolak dan sisanya masih dalam proses keberatan. Sehubungan dengan penolakan surat keberatan, Perusahaan telah mengajukan 66 surat banding kepada Pengadilan Pajak Indonesia.

As of 31 December 2021, the Company has filed 86 objection letters against the Dispenda Balige’s SKPD and the Governor of North Sumatra. Out of 86 objection letters, 84 objection letters have been rejected and the remaining of the objection letters are still being processed. With respect to the rejected objection letters, the Company has filed 66 appeal letters to the Tax Court of Indonesia.

Pada tanggal 31 Desember 2021, dari 66 surat banding yang sudah diajukan oleh Perusahaan kepada Pengadilan Pajak Indonesia, 11 surat ditolak, 13 surat diumumkan tidak memenuhi persyaratan formal oleh Pengadilan Pajak Indonesia, 20 surat dimenangkan oleh Perusahaan dan 22 surat masih dalam proses banding.

Perusahaan telah mengajukan Peninjauan Kembali atas 24 surat banding yang telah ditolak dan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan tersebut, yang mana seluruh surat tersebut dikabulkan oleh Mahkamah Agung Indonesia. Sebagai persyaratan pengajuan surat banding, Perusahaan telah membayar sejumlah Rp536.058 juta kepada pemerintah daerah. Perusahaan juga telah membukukan imbalan bunga atas pembayaran tersebut setelah menerima putusan dari Mahkamah Agung di bulan Desember 2019 sebesar Rp257.307 juta. Perusahaan telah membukukan efek diskonto atas tagihan piutang pajak tersebut di laporan keuangan konsolidasian ini sejalan dengan estimasi pengembalian piutang pajak yang diharapkan oleh manajemen.

As of 31 December 2021, out of the 66 appeal letters that the Company has filed to the Tax Court of Indonesia, 11 letters were rejected, 13 letters were declared to be inadmissible due to the nonfulfilment of formality requirements by the Tax Court of Indonesia, 20 letters were granted and 22 letters are still being processed. The Company has filed judicial review letters objecting to 24 of the rejected and inadmissible appeal letters, where all those letters have been granted by the Supreme Court of Indonesia. In order to be eligible for submission of such appeal letters, the Company has paid a total of Rp536,058 million to the local government. The Company has also booked interest income from those payments after receiving Supreme Court verdicts in December 2019 amounting to Rp257,307 million. The Company has recorded the discounting impact of tax receivables in these consolidated financial statements in line with the estimated collection of the tax receivables which was being expected by management.

Perusahaan masih belum menerima putusan dari pengadilan pajak atas 22 surat yang masih dalam proses banding hingga tanggal laporan keuangan konsolidasian ini diterbitkan. masih dalam sengketa dengan Dispenda Balige adalah sebesar Rp1.211.157 juta.

As of 31 December 2021, the total amount that is still in dispute with the Dispenda Balige was Rp1,211,157 million.

Manajemen berkeyakinan bahwa Perusahaan memiliki argumen yang kuat untuk mempertahankan posisinya untuk jumlah yang masih dalam sengketa dengan Dispenda Balige berdasarkan keputusan terakhir yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung Indonesia.

Manajemen telah mengajukan surat kepada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara ("BPPRDSU") untuk mengkompensasi piutang PAP yang terutang periode Januari - November 2021. Pada 7 Desember 2021, Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara mengirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ("Mendagri") untuk meminta penghapusan imbalan bunga dan pendampingan untuk penyusunan skema perjanjian pengembalian pokok pajak. Sampai dengan tanggal rilis laporan keuangan ini, Perusahaan belum menerima tanggapan resmi dari BPPRDSU.

Management has submitted a letter to the Regional Tax and Levy Management Agency of North Sumatra Province ("BPPRDSU") to compensate the outstanding receivable with the SWT charges period of January - November 2021. On 7 December 2021, the Regional Secretariat of the Province of North Sumatra sent a letter to the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia ("Mendagri") to request waiver for interest and assistance for the preparation of tax principal refund scheme agreement. As at the issuance date of these financial statements, the Company has not received any formal responses from BPPRDSU.

Manajemen menerima SKPD periode November - Desember 2020 di bulan Februari 2021 dengan jumlah terutang sebesar Rp97.307 juta dan menerima SKPD periode Januari hingga November 2021 di bulan Desember 2021 dengan jumlah terutang sebesar Rp83.921 juta. Dasar yang digunakan dalam SKPD tersebut adalah Peraturan Gubernur Sumatera Utara No. 28 Tahun 2021 tentang Penetapan Nilai Perolehan Air Permukaan Pembangkit Listrik Tenaga Air Sigura-gura PT Inalum (Persero) pada Sungai Asahan tanggal 29 Desember 2021, yang menetapkan Harga Dasar Air Permukaan ("HDAP") Perusahaan sebesar Rp300/Kwh. Perusahaan tidak sependapat dengan SKPD tersebut karena berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat ("Kepmen PUPR") No.

1698/KPTS/M/2020 tentang Penetapan HDAP tanggal 26 November 2020 yang menetapkan HDAP untuk provinsi Sumatera Utara dengan rentang Rp42,64/Kwh sampai dengan Rp300/Kwh.

Manajemen sedang dalam proses pengajuan keberatan untuk seluruh SKPD yang diterima pada tahun 2021.

Management received SKPDs for the period November - December 2020 in February 2021 with a total payable of Rp97,307 million and received SKPDs for the period January - November 2021 in December 2021 with a total payable of Rp83,921 million. The basis of these SKPDs is the North Sumatra Governor Regulation No. 28 of 2021 on Determination of Surface Water Procurement Value of PT Inalum's Sigura-gura Hydro Power Plant on the Asahan River dated 29 December 2021, which determined the Company's tariff on the Basic Surface Water Price ("HDAP") is Rp300/Kwh. The Company disagrees with these SKPDs because the Decree of the Minister of Public Works and People's Work ("Kepmen PUPR") No.

1698/KPTS/M/2020 concerning Determination of HDAP dated 26 November 2020 determined that HDAP for the North Sumatra province is ranging from Rp42.64/Kwh to Rp300/Kwh. Management is in the process of submitting objections for all SKPDs received in 2021.

31 Desember/ 31 Desember/

December December

2021 2020

Pihak ketiga 3.310.776 2.411.570 Third parties

Pihak berelasi 681.621 207.635 Related parties

Jumlah utang usaha 3.992.397 2.619.205 Total trade payables

Utang usaha didenominasikan dalam mata uang berikut ini:

Trade payables are denominated in the following currencies:

31 Desember/ 31 Desember/

December December

2021 2020

Rupiah 3.249.375 2.087.229 Rupiah

Dolar AS 691.921 475.149 US Dollar

Mata uang asing lainnya 51.101 56.827 Other foreign currencies

Jumlah utang usaha 3.992.397 2.619.205 Total trade payables

Lihat Catatan 39 untuk rincian saldo dengan pihak berelasi.

Refer to Note 39 for details of balances with related parties.

20. AKRUAL 20. ACCRUALS

31 Desember/ 31 Desember/

December December

2021 2020

Pemasok barang dan jasa 979.177 660.771 Goods and services suppliers

Beban bunga obligasi Bonds and loan

dan pinjaman 614.110 682.381 interest expenses

Jasa penambangan 504.018 399.560 Mining services

Jasa angkutan kereta api 394.419 39.664 Coal railway services

Regional taxes and

Pajak dan retribusi daerah 277.877 357.710 other government charges

Donasi 171.070 136.769 Donation

Aset dalam penyelesaian 169.612 328.126 Construction-in-progress

Sewa alat berat 124.188 24.657 Heavy equipment rental

Perbaikan dan pemeliharaan 93.718 80.114 Repair and maintenances

Bahan baku dan pendukung 30.784 65.543 Raw and subsidiary materials Akrual operasional lainnya 800.709 686.710 Other operational accruals

Jumlah akrual 4.159.682 3.462.005 Total accruals

Lihat Catatan 39 untuk rincian saldo dengan pihak berelasi.

Refer to Note 39 for details of balances with related parties.

31 Desember/ 31 Desember/

December December

2021 2020

Bonus karyawan dan tantiem 1.805.288 948.654 Employee bonus and tantiem

Imbalan pascakerja jangka pendek Short-term post-employment

(Catatan 28) 438.763 379.889 benefits (Note 28)

Jumlah liabilitas imbalan kerja Total short-term employee

Jangka pendek 2.244.051 1.328.543 benefit liabilities