• Tidak ada hasil yang ditemukan

Plastik Polythene tb 125 mikron

Dalam dokumen Rencana Kerja Dan Syarat Syarat Pada Sal (Halaman 95-97)

CARA PENGUKUR PEKERJAAN

1. Pekerjaan Tempat Parkir dan Trotoar

4.4. Plastik Polythene tb 125 mikron

Uraian

plastik (Polystyrene) Styrofoam juga dikenal dengan istilah polystyrene yang dihasilkan dari

styrene (C6H5CH9CH2) yang mempunyai gugus phenyl (enam cincin karbon) yang tersusun secara tidak teratur sepanjang garis karbon dari molekul. Penggabungan acak benzena mencegah molekul membentuk garis yang sangat lurus sebagai hasilnya polystyrene memiliki bentuk yang tidak tetap, transparan dan dalam berbagai bentuk plastik.

Menurut Erliza dan Sutedja dalam Suryaman (2009), plastik dapat

dikelompokkan atas dua tipe, yaitu thermoplastic dan thermoset. Thermoplastic adalah plastik yang dapat dilunakkan berulang kali dengan menggunakan panas, antara lain polyethylene, polyproylene, polystyrene, dan polyvinil chloride. Sedangkan thermoset adalah plastik yang tidak dapat dilunakkan oleh pemanasan, antara lain henol formaldehid dan urea formaldehid.

Menurut Nurminah (2002), secara umum dikenal beberapa jenis plastik yang sering digunakan antara lain:

1. HDPE (High Density Polyethylene), 2. LDPE (Low Density Polyethylene), 3. PP (Polypropylene),

4. PS (Polystyrene),

5. Vinyl (Polyvinyl Chloride), 6. PET (Polyethylene Terepthalate)

Menurut Mujiarto (2005) sifat-sifat umum dari styrofoam/polystyrene adalah:

1. Sifat mekanis

Sifat-sifat mekanis yang menonjol dari bahan ini adalah kaku, keras, mempunyai bunyi seperti metallic bila dijatuhkan.

2. Ketahanan terhadap bahan kimia

Ketahanan polystyrene terhadap bahan kimia tidak sebaik polypropylene. Polystyrene larut dalam eter, hydrocarbon. Polstyrene juga mempunyai daya serap air yang rendah dibawah 0,25%.

3. Abration Resistance

Polystyrene mempunyai kekuatan permukaan relatif lebih keras dibandingkan dengan jenis termoplastik yang lain. Meskipun demikian, bahan ini mudah tergores.

4. Transparansi

Mempunyai derajat transparansi yang tinggi dan dapat memberikan kilauan yang baik yang tidak dimilki oleh jenis plastik lain.

5. Sifat elektrikal

Karena mempunyai daya serap air yang rendah maka polystyrene digunakan untuk keperluan alat-alat listrik.

6. Ketahanan panas

Polystyrene mempunyai softening point yang rendah (90°C), sehingga tidak digunakan untuk pemakaian pada suhu tinggi. Selain itu polimer ini

mempunyai sifat konduktivitas panas yang rendah.

Menurut Wikipedia (8 september 2010) styrofoam adalah merek dagang dari Dow Chemical Company yang dibuat untuk isolasi panas dan aplikasi kerajinan. Satyarno (2004) dalam Tiurma (2009) menjelaskan styrofoam adalah gabus putih yang banyak digunakan untuk bahan pengganjal pada pengepakan barang-barang elektronik.

suhu namun bersifat agak rapuh dan lunak pada suhu dibawah 100° C menurut

Billmeyer (1984) dalam Dharma Giri (2008). Styrofoam ini memiliki berat jenis sampai 1050 kg/m3, kuat tarik sampai 40 MN/m2, modulus lentur sampai 3 GN/m2, modulus geser sampai 0,99 GN/m2, angka poisson 0,33 menurut

Crawford (1998) dalam Dharma Giri (2008).

Mujiarto (2005) menerangkan bahwa styrofoam mempunyai kekuatan

permukaan relatif lebih keras dibandingkan dengan jenis termoplastik yang lain. Styrofoam memiliki sifat sangat ringan , thermoplastic, yaitu menjadi

lunak jika dipanaskan dan mengeras kembali setelah dingin. Dengan pemanasan, styrofoam akan menjadi lunak pada suhu 1000 C, namun jika dibakar secara

langsung styrofoam akan mudah terbakar dan akan mengeluarkan api berwarna kuning dan akan meninggalkan jelaga. Selain itu juga memiliki sifat tahan

terhadap asam, basa dan sifat korosif lainnya seperti garam. Styrofoam juga sangat stabil dan tidak mudah terurai dalam waktu yang lama.

Penggunaanya:

Penggunaan plastic polythene di lapangan di sesuaikan dengan analisa atau kondisi Lapangan dengan pengawasan mandor dan pengawas.

Jenis dan typenya sesuai dengan kebutuhan 4.5. Spesi 1Pc : 2Ps t= 3 cm

Umum

1. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi.

2. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan benangan

3. Ukuran/dimensi pasangan, elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. Bahan – Bahan :  Semen PC 40 Kg  Pasir Pasang  Air Bersih Mutu Bahan. a. Semen PC 40 Kg

Semen yang digunakan adalah :

7. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia.

8. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus dis - ingkirkan.

9. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta dile- takkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil

b. Pasir Pasang

Pasir Pasang yang dipakai adalah :

1. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran.

2. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya.

Air yang digunakan dalam campuran harus bersih, bebas dari benda – benda yang menggangu seperti minyak, garam, asam, basa, busa, gula atau organic lainnya. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai.

Prosedur Pelaksanaan

Adukan terdiri dari material Semen, Pasir Pasang, dan Air

i. Seluruh material tadi ( kecuali air ), harus dicampur, baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui, hingga campuran telah berwarna merata, baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan.

j. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. Jika perlu, adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan.

k. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang.

l. Sebelum permukaan bidang pasangan batu diplester terlebih dahulu bidang yang akan diplester harus dibersihkan dari segala macam kotoran. Bidang-bidang yang telah bersih kemudian disiram dengan air sampai rata dan jenuh baru kemudian diplester. Plesteran tebal 1,5 cm terdiri dari campuran 1 Pc: 4 Ps dengan menggunakan pasir pasang yang telah diayak .

m. Pertemuan bidang plesteran vertikal dan horizontal harus lurus, rata (tidak bergelombang) dan tidak retak.

n. Untuk menghasilkan campuran yang homogen (merata), pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l.

o. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps, yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 4 bagian Pasir Pasang, dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. p. Pada bagian sudut atas plesteran dibuatkan benangan sepanjang

saluran, benangan harus tajam dan lurus serta tidak mudah terkelupas. Tebal plesteran adalah 1.5 cm.

Dalam dokumen Rencana Kerja Dan Syarat Syarat Pada Sal (Halaman 95-97)