• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A.Desain Penelitian

B. Deskripsi Data Penelitian

2. Pliometrik Dengan Tumpuan Dua Kaki a.Data Pretest a.Data Pretest

Dalam penelitian ini data pretest diperoleh dari hasil tes power otot tungkai dengan menggunakan vertical jump test sebelum diberikan

treatment sebanyak 12 responden. Berdasarkan data hasil pretest

diperoleh nilai terendah sebesar 2,53; nilai tertinggi sebesar 2,78; median sebesar 2,58; modus sebesar 2,53; mean sebesar 2,61 dan standar deviasi sebesar 0,078. Dari data tersebut akan dibuat tabel distribusi frekuensi. Sugiyono (2005:29) mengatakan bahwa tabel distribusi frekuensi dapat dibuat dengan menggunakan rumus H.A Sturgees dengan menentukan jumlah kelas interval, menghitung rentang data, dan menentukan panjang kelas.

Untuk menentukan jumlah kelas interval digunakan rumus yaitu jumlah kelas = 1 + 3,3 log n, dimana n adalah jumlah sampel atau responden. Dari perhitungan diketahui bahwa n = 12 sehingga diperoleh banyak kelas 1 + 3.3 log 12 = 4,5 dibulatkan menjadi 5. Rentang data dihitung dengan rumus nilai maksimal – nilai minimal, sehingga diperoleh rentang data sebesar 2,78-2,53 = 0,25. Sedangkan panjang kelas (rentang)/K = (0,25)/5 = 0,05.

1 0 0,0% 2 2,98-3,03 0 0,0% 3 2,83-2,88 2 16,7% 4 2,68-2,73 4 33,3% 5 2,53-2,58 6 50,0% Jumlah 12 100,0%

Sumber: Data Primer, 2015

Berdasarkan distribusi frekuensi pretest hasil tes power otot tungkai dengan menggunakan vertical jump test sebelum diberikan treatment di atas dapat digambarkan melalui diagram batang sebagai berikut.

Gambar 6. Diagram Batang Distribusi Frekuensi Data Pretest Berdasarkan tabel dan diagram batang di atas, mayoritas frekuensi

pretest hasil tes power otot tungkai dengan menggunakan vertical jump test sebelum diberikan treatment terletak pada interval 2,53-2,58

sebanyak 6 responden (50,0%) dan paling sedikit terletak pada interval 2,83-2,88 sebanyak 2 responden (16,7%).

Pengkategorian data pretest hasil tes power otot tungkai dengan menggunakan vertical jump test sebelum diberikan treatment

0 1 2 3 4 5 6 7 8 2,53-2,58 2,68-2,73 2,83-2,88 2,98-3,03 3,13-3,18 6 4 2 0 0 Pretest

Tingi : X ≥ M + SD

Sedang : M – SD ≤ X < M + SD Rendah : X< M – SD

Keterangan:

X : skor hasil pretest M : mean

SD : standar deviasi

Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus di atas, diketahui bahwa mean (M) sebesar 2,61 dan standar deviasi (SD) sebesar 0,078. Hasil perhitungan tersebut dapat dikategorikan ke dalam tiga kategori sebagai berikut.

Tabel 2. Hasil Kategori Pre-test

No. Interval Kategori Frekuensi Persentase

(%) Kategori

1 ≥ 2,69 2 16,67 Tinggi

2 2,53 ≤ X < 2,69 10 83,33 Sedang

3 < 2,53 0 0,00 Rendah

Jumlah 12 100,00

Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan melalui diagram batang sebagai berikut:

Gambar 7. Diagram Batang Hasil Uji Kategorisasi Pada Pretest Berdasarkan tabel dan gambar di atas, menunjukkan bahwa pre-test hasil tes power otot tungkai dengan menggunakan vertical jump test sebelum diberikan treatment berada pada kategori tinggi sebanyak 2 responden (16,67%), kategori sedang sebanyak 10 responden (83,33%), dan tidak ada yang berada pada kategori rendah (0,00%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kecenderungan pre-test hasil tes

power otot tungkai dengan menggunakan vertical jump test sebelum

diberikan treatment berada dalam kategori sedang (83,33%). b. Data Posttest

Dalam penelitian ini data posttest diperoleh dari hasil tes power otot tungkai dengan menggunakan vertical jump test setelah sampel diberikan

treatment dengan menggunakan metode latihan pliometrik dengan

tumpuan dua kaki sebanyak 12 responden.

Berdasarkan data hasil posttest dengan menggunakan metode latihan pliometrik dengan tumpuan dua kaki, diperoleh nilai terendah sebesar 2,57; nilai tertinggi sebesar 2,89; median sebesar 2,77; modus sebesar

0 2 0 2 4 6 8 10

Rendah Sedang Tinggi

Fr e ku e n si Kategori

mengatakan bahwa tabel distribusi frekuensi dapat dibuat dengan menggunakan rumus H.A Sturgees dengan menentukan jumlah kelas interval, menghitung rentang data, dan menentukan panjang kelas.

Untuk menentukan jumlah kelas interval digunakan rumus yaitu jumlah kelas = 1 + 3,3 log n, dimana n adalah jumlah sampel atau responden. Dari perhitungan diketahui bahwa n = 12 sehingga diperoleh banyak kelas 1 + 3.3 log 12 = 4,5 dibulatkan menjadi 5. Rentang data dihitung dengan rumus nilai maksimal-nilai minimal, sehingga diperoleh rentang data sebesar 2,89 – 2,57 = 0,32. Sedangkan panjang kelas (rentang)/K = (0,032)/5 = 0,06.

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Data Posttest

No. Interval f % 1 3,21-3,27 0 0,0% 2 3,05-3,11 0 0,0% 3 2,89-2,95 2 16,7% 4 2,73-2,79 9 75,0% 5 2,57-2,63 1 8,3% Jumlah 12 100,0%

Sumber: Data Primer, 2015

Berdasarkan distribusi frekuensi hasil posttest dengan menggunakan metode latihan pliometrik dengan tumpuan dua kaki di atas dapat digambarkan melalui diagram batang sebagai berikut.

Gambar 8. Diagram Batang Distribusi Frekuensi Data Posttest

Berdasarkan tabel dan diagram batang di atas, mayoritas frekuensi hasil posttest dengan menggunakan metode latihan pliometrik dengan tumpuan dua kaki terletak pada interval 2,73-2,79 sebanyak 9 responden (75,0%) dan paling sedikit terletak pada interval 2,57-2,63 sebanyak 1 responden (8,3%).

Pengkategorian data hasil postest dengan menggunakan metode latihan pliometrik dengan tumpuan dua kaki berdasarkan pada nilai mean dan standar deviasi menggunakan rumus dari Azwar (2011: 109) yaitu sebagai berikut.

Tingi : X ≥ M + SD

Sedang : M – SD ≤ X < M + SD Rendah : X< M – SD

Keterangan:

X : skor hasil postest M : mean SD : standar deviasi 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2,57-2,63 2,73-2,79 2,89-2,95 3,05-3,11 3,21-3,27 1 9 2 0 0

0,086. Hasil perhitungan tersebut dapat dikategorikan ke dalam tiga kategori sebagai berikut.

Tabel 4. Hasil Uji Kategori Postest

No. Interval Kategori Frekuensi Persentase

(%) Kategori

1 ≥ 2,82 2 16,67 Tinggi

2 2,65 ≤ X < 2,82 9 75,00 Sedang

3 < 2,65 1 8,33 Rendah

Jumlah 12 100,00

Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan melalui diagram batang sebagai berikut:

Gambar 9. Diagram Batang Hasil Uji Kategorisasi Pada Posttest Berdasarkan tabel dan gambar di atas, menunjukkan bahwa hasil

posttest dengan menggunakan metode latihan pliometrik dengan tumpuan

dua kaki berada pada kategori tinggi sebanyak 2 responden (16,7%), berada pada kategori sedang sebanyak 9 responden (75,00%), dan berada pada kategori rendah sebanyak 1 responden (8,3%). Dengan demikian

1 9 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Rendah Sedang Tinggi

Fr e ku e n si Kategori Postest

berada dalam kategori sedang (75,00%). 3. Hasil Uji Prasyarat Analisis Data

Uji prasyarat dilakukan sebelum melakukan analisis data. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah uji normalitas dan uji homogenitas variansi. Berikut ini adalah hasil dari uji normalitas dan uji homogenitas variansi. a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak. Data pada uji normalitas diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Uji normalitas dilakukan menggunakan bantuan komputer program SPSS for windows 13.00 dengan rumus One-Sample

Kolmogorov-Smirnov Test. Data dikatakan berdistribusi normal apabila

nilai Zhitung lebih kecil dari Ztabel (1,96) atau signifikansi lebih besar dari 0,05 (P>0,05).

Berikut adalah hasil uji normalitas data hasil pretest dan posttest dalam penelitian ini.

Tabel 5. Hasil Uji Normalitas

Variabel Zhitung P (Sig.) Ket

Tumpuan Satu Kaki Pretest 0,934 0,347 Normal Posttest 0,824 0,506 Normal Tumpuan Dua Kaki Pretest 0,881 0,420 Normal Posttest 0,722 0,674 Normal

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa hasil uji normalitas diketahui bahwa nilai Zhitung lebih kecil dari Ztabel (1,96) dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 atau (p>0,05); sehingga dapat

vertical jump test setelah diberikan treatment dengan menggunakan

metode latihan pliometrik dengan tumpuan satu kaki dan dua kaki berdistribusi normal. Secara lengkap perhitungan dapat dilihat pada lampiran uji normalitas.

b. Uji Homogenitas Variansi

Uji homogenitas variansi dimaksudkan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil dari populasi berasal dari variansi yang sama dan tidak menunjukan perbedaan yang signifikan satu sama lain. Dalam penelitian ini, tes statistik yang digunakan adalah Uji F. Uji F adalah tes yang dilakukan dengan membandingkan varian terbesar dan varian terkecil. Syarat agar variansi bersifat homogen apabila nilai Fhitung lebih kecil dari nilai Ftabel pada signifikansi lebih besar dari 0,05. Hasil perhitungan uji homogenitas data dilakukan dengan bantuan program

SPSS for windows 13.0 menunjukan bahwa Fh<Ft dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05; berarti data kedua kelompok tersebut bersiifat homogen. Berikut adalah hasil uji homogenitas variansi data pretest dan

posttest.

Tabel 6. Hasil Uji Homogenitas Variansi

Kelompok Db Fh Ft P(Sig.) Ket.

Tumpuan Satu Kaki Pretest_ Posttest 1:22 0,128 4,301 0,724 Homogen Tumpuan Dua Kaki Pretest_ Posttest 1:22 0,269 4,301 0,609 Homogen

signifikansi lebih besar dari 0,05 (p>0,05), artinya data pre- dan post-test kedua kelompok tersebut bersifat homogen, sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan Uji-t.

c. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini yaitu: (1) ada pengaruh latihan pliometrik dengan tumpuan satu kaki terhadap peningkatan power tungkai atlet sepakbola di PS PADMA Sleman, (2) ada pengaruh latihan pliometrik dengan tumpuan dua kaki terhadap peningkatan power tungkai atlet sepakbola di PS PADMA Sleman, (3) metode latihan pliometrik tumpuan satu kaki lebih berpengaruh dalam meningkatkan

power otot tungkai atlet sepakbola dari pada metode latihan pliometrik

dengan tumpuan dua kaki di PS PADMA Sleman. Untuk pengujian hipotesis, langkah yang dilakukan adalah menganalisis hasil uji-t. Kriteria hipotesis akan diterima apabila harga harga thitung lebih besar dari ttabel pada taraf signifikansi 5%, dan signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima.

1) Hipotesis I

Pengujian hipotesis pertama dalam penelitian ini berbunyi ada pengaruh latihan pliometrik dengan tumpuan satu kaki terhadap peningkatan power tungkai atlet sepakbola di PS PADMA Sleman“. Berikut hasil pengujian hipotesis pertama.

Kelompok Mean thitung ttabel Sig. Keterangan

Pretest 2,617

7,903 2,201 0,000 Thitung>ttabel (signifikan)

Posttest 2,852

Dari tabel di atas, hasil analisis data diketahui bahwa nilai thitung sebesar 7,903 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kemudian nilai thitung dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf signifikansi 5%, sehingga diperoleh ttabel sebesar 2,201. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari pada ttabel (7,903>2,201). Apabila dibandingkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari signifikansi 0,05 (0,000<0,05), maka hipotesis dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Artinya, ada pengaruh latihan pliometrik dengan tumpuan satu kaki terhadap peningkatan power tungkai atlet sepakbola di PS PADMA Sleman.

2) Hipotesis II

Pengujian hipotesis kedua dalam penelitian ini berbunyi ada pengaruh latihan pliometrik dengan tumpuan dua kaki terhadap peningkatan power tungkai atlet sepakbola di PS PADMA Sleman“. Berikut hasil pengujian hipotesis pertama.

Tabel 7. Hasil Uji Paired Test (Uji T) Pliometrik Dengan Tumpuan Dua Kaki

Kelompok Mean thitung ttabel Sig. Keterangan

Pretest 2,610

5,411 2,201 0,000 Thitung>ttabel (signifikan)

thitung dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf signifikansi 5%, sehingga diperoleh ttabel sebesar 2,201. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari pada ttabel (5,411>2,201). Apabila dibandingkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari signifikansi 0,05 (0,000<0,05), maka hipotesis dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Artinya, ada pengaruh latihan pliometrik dengan tumpuan dua kaki terhadap peningkatan power tungkai atlet sepakbola di PS PADMA Sleman.

Dokumen terkait