HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
P- Plot Uji Normalitas : Piutang (Y3)
Gambar 4.6 dibawah memperlihatkan grafik normal probability plot, menunjukkan bahwa data (titik-titik) yang menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Hal tersebut berarti data terdistribusi normal.
2. Uji Heteroskedastisitas
Grafik scatterplot Gambar 4.7 menunjukkan titik-titik tersebar secara acak dan tikda membentuk sebuah pola tertentu yang jelas secara tersebar baik di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Maka dari itu hasil Grafik mengambarkan bahwa variabel dapat dilakukan.
Sumber: Lampiran 11
Gambar 4.7
Hasil Uji Heteroskedastisitas : Kas (Y1)
Grafik scatterplot Gambar 4.8 menunjukkan titik-titik tersebar secara acak dan tikda membentuk sebuah pola tertentu yang jelas secara tersebar baik di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
Sumber: Lampiran 12
Gambar 4.8
Hasil Uji Heteroskedastisitas : Persediaan (Y2)
Sumber: Lampiran 13
Gambar 4.9
Hasil Uji Heteroskedastisitas : Piutang (Y3)
Grafik scatterplot dibawath Gambar 4.9 menunjukkan titik-titik tersebar secara acak dan tikda membentuk sebuah pola tertentu yang jelas secara tersebar baik di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
3. Uji Multikolinearitas
Tabel 4.5
Hasil Uji Multikolinearitas : Kas (Y1) Coefficientsa Real GDP Growth (X5) 9.493E
-8 .000 .083 .773 .443 .883 1.132
a. Dependent Variable: Kas (Y1) Sumber: Lampiran 14
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari masing-masing variabel lebih besar dari 0,10, yaitu variabel Tangibility, variabel Profit Margin, variabel Sales Growth, variabel Cash Flow Volatility, variabel Real GDP Growth sebesar 0,816, 0,738, 0,962, 0,680, 0,883.
Nilai VIF dari masing-masing variabel independen diketahui kurang dari 5,00. yaitu variabel Profit Margin, variabel Sales Growth, variabel Cash Flow Volatility, variabel Real GDP Growth sebesar 1.226, 1.355, 1.040, 1.471, 1.132. Berdasarkan tabel dibawah dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikoliniearitas antar variabel independen dalam model ini.
Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari masing-masing variabel lebih besar dari 0,10, yaitu variabel Tangibility, variabel Profit Margin, variabel Sales Growth, variabel Cash Flow Volatility, variabel Real GDP Growth sebesar 0,816, 0,738, 0,962, 0,680, 0,883. Nilai VIF dari
Tabel 4.6
Hasil Uji Multikolinearitas : Persediaan (Y2) Coefficientsa
masing-masing variabel independen diketahui kurang dari 5,00. yaitu variabel Profit Margin, variabel Sales Growth, variabel Cash Flow Volatility, variabel Real GDP Growth sebesar 1.226, 1.355, 1.040, 1.471, 1.132.
Berdasarkan tabel dibawah dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikoliniearitas antar variabel independen dalam model ini.
Berdasarkan Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari masing-masing variabel lebih besar dari 0,10, yaitu variabel Tangibility, variabel Profit Margin, variabel Sales Growth, variabel Cash Flow Volatility, variabel Real GDP Growth sebesar 0,816, 0,738, 0,962, 0,680, 0,883.
Nilai VIF dari masing-masing variabel independen diketahui kurang dari 5,00.
yaitu variabel Profit Margin, variabel Sales Growth, variabel Cash Flow Volatility, variabel Real GDP Growth sebesar 1.226, 1.355, 1.040, 1.471, 1.132.
Berdasarkan tabel dibawah
Tabel 4.7
Hasil Uji Multikolinearitas : Piutang (Y3) Coefficientsa
dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikoliniearitas antar variabel independen dalam model ini.
4. Uji Autokorelasi
Tabel 4.8
Hasil Uji Autokorelasi
Sumber: Lampiran 17
Berdasarkan hasil uji Durbin-Watson dibawah diperoleh nilai test sebesar 1.746.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa maka data tidak terkena autokorelasi Model Summaryb
a. Predictors: (Constant), Real GDP Growth (X5), Sales Growth (X3), Profit Margin (X2), Tangibility (X1), Cash Flow Volatility (X4)
b. Dependent Variable: Kas (Y1)
Berdasarkan hasil uji Durbin-Watson dibawah diperoleh nilai test sebesar 2.123.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa maka data tidak terkena autokorelasi Tabel 4.9
a. Predictors: (Constant), Real GDP Growth (X5), Sales Growth (X3), Profit Margin (X2), Tangibility (X1), Cash Flow Volatility (X4)
b. Dependent Variable: Persediaan (Y2) Sumber: Lampiran 18
a. Predictors: (Constant), Real GDP Growth (X5), Sales Growth (X3), Profit Margin (X2), Tangibility (X1), Cash Flow Volatility (X4)
b. Dependent Variable: Piutang (Y3) Sumber: Lampiran 19
Berdasarkan hasil uji Durbin-Watson dibawah diperoleh nilai test sebesar 2.091.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa maka data tidak terkena autokorelasi
4.1.4 Pengujian Hipotesis
1. Uji Signifikansi Simultan (F-test)
Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.11 menujukkan hasil uji-F dengan menggunakan aplikasi SPSS.
Berdasarkan pengolahan data, diperoleh nilai Sig sebesar 0,000. Angka ini
Tabel 4.11
a. Predictors: (Constant), Real GDP Growth (X5), Cash Flow Volatilitas (X4), Sales Growth (X3), Tangibility (X1), Profit Margin (X2)
b. Dependent Variable: Kas (Y1) Sumber: Lampiran 20
memiliki nilai lebih kecil dari dibandingkan tingkat signifikannya, yakni 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara serempak antara pengaruh Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, Real GDP Growth terhadap Kas.
Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.12
a. Dependent Variable: Persediaan (Y2)
b. Predictors: (Constant), Real GDP Growth (X5), Sales Growth (X3), Profit Margin (X2), Tangibility (X1), Cash Flow Volatility (X4)
Sumber: Lampiran 21
Tabel 4.12 menujukkan hasil uji-F dengan menggunakan aplikasi SPSS.
Berdasarkan pengolahan data, diperoleh nilai Sig sebesar 0,085. Angka ini
memiliki nilai lebih besar dari dibandingkan tingkat signifikannya, yakni 0,05.
maka dapat dinyatakan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh yang tidak signifikan secara serempak antara pengaruh Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, Real GDP Growth terhadap Persediaan.
Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.13 Hasil Uji F ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression .010 5 .002 .607 .695b
Residual .205 60 .003
Total .216 65
a. Dependent Variable: Piutang (Y3)
b. Predictors: (Constant), Real GDP Growth (X5), Sales Growth (X3), Profit Margin (X2), Tangibility (X1), Cash Flow Volatility (X4)
Sumber: Lampiran 22
Tabel 4.13 menujukkan hasil uji-F dengan menggunakan aplikasi SPSS.
Berdasarkan pengolahan data, diperoleh nilai Sig sebesar 0,695. Angka ini memiliki nilai lebih besar dari dibandingkan tingkat signifikannya, yakni 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh yang tidak signifikan secara serempak antara pengaruh Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, Real GDP Growth terhadap Piutang.
2. Uji Parsial (t - Test)
Berdasarkan hasil pengolahaan SPSS, diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.14 Hasil Uji t
Sumber: Lampiran 23
Berdasarkan Tabel 4.14 diatas dapat disimpulkan bahwa : a. Tangibility
Tangibility secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kas selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari :
thitung = -2.381 < ttabel
Sig. t = 0.020 > α b. Profit Margin
Profit Margin secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kas selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari :
thitung = 5.070 > ttabel
Sig. t = 0.000 < α c. Sales Growth
Sales Growth secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan Coefficientsa
terhadap Kas selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari : thitung = -1.808 < ttabel
Sig. t = 0.076 > α d. Cash Flow Volatility
Cash Flow Volatility secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kas selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari : thitung = -1.503 < ttabel
Sig. t = 0.138 > α e. Real GDP Growth
Real GDP Growth secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kas selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari : thitung = 0.773 < ttabel
Sig. t = 0.443 > α
Berdasarkan Tabel 4.15 dibawah dapat disimpulkan bahwa : a. Tangibility
Tangibility secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Persediaan selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari : thitung = -2.001 < ttabel
Sig. t = 0.050 > α b. Profit Margin
Profit Margin secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Persediaan selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari :
thitung = -1.565 < ttabel
Sig. t = 0.123 < α
Sales Growth secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Persediaan selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari : thitung = 0.044 < ttabel
Sig. t = 0.965 > α d. Cash Flow Volatility
Cash Flow Volatility secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Persediaan selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari :
thitung = -0.049 < ttabel
Sig. t = 0.961 > α e. Real GDP Growth
Real GDP Growth secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan
terhadap Persediaan selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari :
a. Dependent Variable: Piutang (Y3) Sumber: Lampiran 25
Berdasarkan Tabel 4.16 diatas dapat disimpulkan bahwa : a. Tangibility
Tangibility secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Piutang selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari :
thitung = -0.055 < ttabel
Sig. t = 0.956 > α b. Profit Margin
Profit Margin secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Persediaan selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari :
thitung = -0.285 < ttabel
Sig. t = 0.777 < α c. Sales Growth
Sales Growth secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Persediaan selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari : thitung = -1.120 < ttabel
Sig. t = 0.267 > α d. Cash Flow Volatility
Cash Flow Volatility secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Persediaan selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari :
thitung = 1.044 < ttabel
Sig. t = 0.300 > α e. Real GDP Growth
Real GDP Growth secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Persediaan selama periode 2015-2017. Hal ini terlihat dari : thitung = -0.635 < ttabel
Sig. t = 0.528 > α
4.1.5 Pembahasan
1. Pengaruh Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, Real GDP Growth secara simultan terhadap variabel Kas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, dan Real GDP Growth berpengaruh dan signifikan terhadap Kas perusahaan. Hal ini terlihat dari fhitung
7,676 > ftabel dan tidak signifikan (0,000) < 0,05. Hal ini terlihat bahwa variabel
Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, dan Real GDP Growth merupakan variabel yang cukup mempengaruhi Kas. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, dan Real GDP Growth berpengaruh dan signifikan terhadap Kas.
2. Pengaruh Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, Real GDP Growth secara simultan terhadap variabel Persediaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, dan Real GDP Growth berpengaruh namun tidak signifikan terhadap Persediaan perusahaan. Hal ini terlihat dari fhitung 2,044 < ftabel dan tidak signifikan (0,085) > 0,05. Hal ini terlihat bahwa variabel Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, dan Real GDP Growth merupakan variabel yang cukup mempengaruhi Persediaan namun tidak signifikan.
Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, dan Real GDP Growth tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Persediaan.
3. Pengaruh Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, Real GDP Growth secara simultan terhadap variabel Piutang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, dan Real GDP Growth tidak berpengaruh dan signifikan terhadap Kas perusahaan. Hal ini terlihat dari fhitung 0,607 < ftabel dan tidak signifikan (0,695) > 0,05. Hal ini terlihat
bahwa variabel Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, dan Real GDP Growth merupakan variabel yang cukup mempengaruhi Persediaan namun tidak signifikan. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Tangibility, Profit Margin, Sales Growth, Cash Flow Volatility, dan Real GDP Growth tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Piutang.
4. Pengaruh Tangibility secara parsial terhadap Kas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Tangibility berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kas perusahaan. Hal ini terlihat dari thitung -2,381 < ttabel dan tidak signifikan (0,020) > 0,05. Artinya, jika variabel Tangibility ditingkatkan sebesar satu satuan maka Kas akan menurun sebesar 2,381. Hal ini menunjukkan Tangibility tidak memiliki pengaruh terhadap Kas. Disebabkan masih adanya variabel-variabel lain yang lebih mempengaruhi Kas. Dan pengaruh Tangibility sangat lebih besar mempengaruhi Aset Tetap dibandingkan Aset Lancar dan Kas merupakan bagian dari Aset Lancar. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Tangibility tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Kas.
5. Pengaruh Tangibility secara parsial terhadap Persediaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Tangibility berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Persediaan perusahaan. Hal ini terlihat dari thitung -2,001 < ttabel dan tidak signifikan (0,050)>0,05. Artinya,
jika variabel Tangibility ditingkatkan sebesar satu satuan maka Persediaan akan menurun sebesar 2,001. Hal ini menunjukkan Tangibility tidak memiliki pengaruh terhadap Persediaan. Disebabkan masih adanya variabel - variabel lain yang lebih mempengaruhi Kas. Dan pengaruh Tangibility sangat lebih besar mempengaruhi Aset Tetap dibandingkan Aset Lancar dan Persediaan merupakan bagian dari Aset Lancar. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Tangibility tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Persediaan.
6. Pengaruh Tangibility terhadap Piutang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Tangibility berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Piutang perusahaan. Hal ini terlihat dari thitung -0,055 < ttabel dan tidak signifikan (0,956) > 0,05. Artinya, jika variabel Tangibility ditingkatkan sebesar satu satuan maka Persediaan tidak akan berpengaruh. Disebabkan masih adanya variabel - variabel lain yang lebih mempengaruhi Kas. Dan pengaruh Tangibility sangat lebih besar mempengaruhi Aset Tetap dibandingkan Aset Lancar dan Piutang merupakan bagian dari Aset Lancar. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Tangibility tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Piutang.
7. Pengaruh Profit Margin terhadap Kas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Profit Margin
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kas. Hal ini terlihat dari thitung 5,070 > ttabel dan signifikan (0,000) < 0,05. Artinya, jika variabel Profit
Margin ditingkatkan sebesar satu satuan maka Kas akan meningkat sebesar 5,070. Berdasarkan tabel hasil uji t, diketahui bahwa Profit Margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kas. Hal ini menunjukkan Profit Margin memiliki pengaruh yang baik terhadap Kas. Profit Margin sangat mempengaruhi jumlah Kas yang bertambah, Keuntungan yang didapatkan secara keuntungan bersih maka akan menambahkan jumlah Kas untuk bertambah. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Profit Margin berpengaruh dan signifikan terhadap Kas.
8. Pengaruh Profit Margin terhadap Persediaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Profit Margin berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Persediaan perusahaan. Hal ini terlihat dari thitung -1,565 < ttabel dan tidak signifikan (0,123)>0,05. Artinya, jika variabel Profit Margin ditingkatkan sebesar satu satuan maka Persediaan akan menurun sebesar 1,565. Hal ini menunjukkan Profit Margin tidak memiliki pengaruh terhadap Persediaan. Disebabkan masih adanya variabel - variabel lain yang lebih mempengaruhi Persediaan. Total bersih dari Profit Margin hanya mempengaruhi dalam penambah pada Kas tidak pada Persediaan, dikarenakan persediaan merupakan bentuk nyata sebuah alat/barang yang dinilai dengan harga. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Profit Margin tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Persediaan.
9. Pengaruh Profit Margin terhadap Piutang
Hasil penelitian menujukkan bahwa secara parsial variabel Profit Margin berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Piutang perusahaan. Hal ini terlihat thitung -0,285< ttabel dan tidak signifikan (0,777) > 0,05. Artinya, jika variabel Profit Margin ditingkatkan sebesar satu satuan maka Piutang akan menurun sebesar 0,285. Hal ini menunjukkan Profit Margin tidak memiliki pengaruh terhadap Piutang. Disebabkan masih adanya variabel - variabel lain yang lebih mempengaruhi Piutang. Total bersih dari Profit Margin hanya mempengaruhi dalam penambah pada Kas tidak pada Piutang, dikarenakan piutang merupakan aset lancar yang ada namun belum dimiliki secara kongkrit pada Perusahaan hanya sebatas pencatatan. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Profit Margin tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Piutang.
10. Pengaruh Sales Growth terhadap Kas
Hasil penelitian menujukkan bahwa secara parsial variabel Sales Growth berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kas perusahaan. Hal ini terlihat thitung -1,808 < ttabel dan tidak signifikan (0,076) > 0,05. Artinya, jika variabel Sales Growth ditingkatkan sebesar satu satuan maka Kas akan menurun sebesar 1,808. Hal ini menunjukkan Sales Growth tidak memiliki pengaruh terhadap Kas. Disebabkan masih adanya variabel-variabel lain yang lebih mempengaruhi Kas. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Sales Growth tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Kas.
11. Pengaruh Sales Growth terhadap Persediaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Sales Growth berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Piutang perusahaan. Hal ini terlihat dari thitung 0,044 < ttabel dan tidak signifikan (0,965) > 0,05. Artinya, jika variabel Sales Growth ditingkatkan sebesar satu satuan maka Persediaan tidak akan berpengaruh. Berdasarkan tabel hasil uji t, diketahui bahwa Sales Growth berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Persediaan. Hal ini menunjukkan Sales Growth memiliki pengaruh terhadap Persediaan, namun tidak berpengaruh secara kuat. Disebabkan masih ada variabel-variabel lain yang lebih mempengaruhi Persediaan. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Sales Growth tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Persediaan.
12. Pengaruh Sales Growth terhadap Piutang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Sales Growth berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Piutang perusahaan. Hal ini terlihat thitung -1,120 < ttabel dan tidak signifikan (0,267)>0,05. Artinya, jika variabel Sales Growth ditingkatkan sebesar satu satuan maka Piutang akan menurun sebesar 1,120. Hal ini menunjukkan Sales Growth tidak memiliki pengaruh terhadap Piutang. Disebabkan masih adanya variabel - variabel lain yang lebih mempengaruhi Piutang. Sales Growth mempengaruhi perkembangan penjualan tidak mempengarhui tingginya Piutang yang dihasilkan perusahaan. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Sales Growth tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Piutang.
13. Pengaruh Cash Flow Volatility terhadap Kas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Cash Flow Volatility berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kas perusahaan.
Hal ini terlihat thitung -1,503 < ttabel dan tidak signifikan (0,138)>0,05. Artinya, jika variabel Cash Flow Volatility ditingkatkan sebesar satu satuan maka Kas akan menurun sebesar 1,503. Hal ini menunjukkan Cash Flow Volatility tidak memiliki pengaruh terhadap Kas. Disebabkan masih adanya variabel-variabel lain yang lebih mempengaruhi Kas. Dikarenakan Cash Flow Volatility mempengaruhi arus kas operasi tidak mempengaruhi perkembangan kebijakan kas pada perusahaan. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Cash Flow Volatility tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Kas.
14. Pengaruh Cash Flow Volatility terhadap Persediaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Cash Flow Volatility berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Persediaan perusahaan. Hal ini terlihat dari thitung -0,049 < ttabel dan tidak signifikan (0,961) > 0,05. Artinya, jika variabel Cash Flow Volatility ditingkatkan sebesar satu satuan maka Persediaan tidak akan berpengaruh. Berdasarkan tabel hasil uji t, diketahui bahwa Cash Flow Volatility berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Persediaan. Hal ini menunjukkan Cash Flow Volatility memiliki pengaruh terhadap Persediaan, namun tidak berpengaruh secara kuat. Disebabkan masih ada variabel-variabel lain yang lebih mempengaruhi Persediaan. Cash Flow Volatility mempengaruhi arus kas
operasi tidak mempengaruhi perkembangan kebijakan persediaan pada perusahaan. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Cash Flow Volatility tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Persediaan.
15. Pengaruh Cash Flow Volatility terhadap Piutang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Cash Flow Volatility berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Piutang perusahaan. Hal ini terlihat dari thitung 1,044 < ttabel dan tidak signifikan (0,300)
> 0,05. Artinya, jika variabel Cash Flow Volatility ditingkatkan sebesar satu satuan maka Piutang tidak akan berpengaruh. Berdasarkan tabel hasil uji t, diketahui bahwa Cash Flow Volatility berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Piutang. Hal ini menunjukkan Cash Flow Volatility miliki pengaruh terhadap Piutang, namun tidak berpengaruh secara kuat.
Disebabkan masih ada variabel-variabel lain yang lebih mempengaruhi Piutang. Cash Flow Volatility mempengaruhi arus kas operasi sedikit mempengaruhi perkembangan kebijakan persediaan pada perusahaan namu tidak secara signifikan. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Cash Flow Volatility tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Persediaan.
16. Pengaruh Real GDP Growth terhadap Kas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Real GDP Growth berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Piutang perusahaan. Hal ini terlihat thitung 0,773 < ttabel dan tidak signifikan (0,443) >
0,05. Artinya, jika variabel Real GDP Growth ditingkatkan sebesar satu satuan maka Kas akan naik sebesar 0,773. Hal ini menunjukkan Real GDP Growth tidak berpengaruh signifikan terhadap Kas. Disebabkan masih adanya variabel - variabel lain yang lebih mempengaruhi Kas. Real GDP Growth sedikit mempengaruhi perkembangan kebijakan persediaan pada perusahaan namun tidak secara signifikan. Hasil ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Chen (2017) yang menyatakan bahwa Real GDP Growth tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Kas.
17. Pengaruh Real GDP Growth terhadap Persediaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Real GDP Growth berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Persediaan perusahaan. Hal ini terlihat dari thitung 0,848 < ttabel dan tidak signifikan (0,400)
> 0,05. Artinya, jika variabel Real GDP Growth ditingkatkan sebesar satu satuan maka Persediaan tidak akan berpengaruh. Berdasarkan tabel hasil uji t, diketahui bahwa Real GDP Growth berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Persediaan. Hal ini menunjukkan Real GDP Growth memiliki pengaruh terhadap Persediaan, namun tidak berpengaruh secara kuat.
Disebabkan masih ada variabel-variabel lain yang lebih mempengaruhi
Disebabkan masih ada variabel-variabel lain yang lebih mempengaruhi